Pemkab Sangihe Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di Kecamatan Tatim

SANGIHE,GN – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak di wilayah Kecamatan Tahuna Timur (Tatim) ,bertempat di Aula Kantor Camat Jumat ( 14 /11/2025 ).

Sosialisasi dibuka langsung oleh Camat Tahuna Timur Johhny S.A.Gantare,S.Mn dalam sambutanya Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Kepulauan Sangihe yang telah menggelar kegiatan sosialisasi tentang pencegahan kekerasan terhadap anak.

” Atas nama Pemerintah kecamatan Tahuna Timur kami tentunya memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Kepulauan Sangihe yang telah melaksanakan sosialisasi tentang pencegahan kekerasan terhadap anak,” kata Gantare.

Camat pun berharap kepada seluruh peserta agar dapat mengikuti sosialisasi dengan baik dan memahami materi yang disampaikan oleh narasumber.

” Saya berharap kepada Bapak/Ibu peserta agar dapat mengikuti sosialisasi dengan baik dan memahami materi yang di sampaikan oleh narasumber,” ucap Camat Tahuna Timur ini.

Selaku narasumber pada sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak yaitu, Kapolsek Tahuna Iptu David Kojongian,SH memaparkan materi kepada peserta dengan baik, diakhiri sesi tanya jawab, peserta adalah para lurah SE Kecamatan Tahuna Timur,kepala sekolah SMP/SD,tokoh agama,tokoh masyarakat,tokoh adat dan Media.

Turut Hadir Kadis Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak bersama staf,Pemerintah Kecamatan Tahuna Timur dan Para Undangan.(RB)




Berhasil Lakukan Tindakan Penyelamatan Jiwa Anak Balita, Tim Jantung Anak : Puji Tuhan, Terimakasih Atas Dukungan Semua Pihak

Manado,GN- Tindakan penyelamatan jiwa yang berhasil di lakukan oleh tim Jantung Anak RSUP Prof Dr R D Kandou Manado, pada anak usia satu (1) tahun Kamis (18/01/2024).

Tim Jantung Anak yang terdiri dari Dr David Waworuntu Sp A(K), Dr dr David Kaunang, Sp A(K), Dr Sandro, Dr Thomas, Dr Fikri, Dr Claresta, Dr Avi dan Tim Anestesi, Dr Eka Lantang Sp An KIC, Dr Junior, Tim keperawatan penunjang Suster Florence, Janry, Ferry, Edmond, Stephen, serta Tim.

Anak Balita (Bawah Lima Tahun) tersebut didiagnosis mengalami Pulmonary Atresia-Intact Ventricular Septum (monopartie) ASD bidirectional shunt PDA L-R shunt Sianotic spell + Bronkopneumonia.

Pulmonary Atresia-Intact Ventricular Septum (PA-IVS) adalah kondisi di mana katup yang mengontrol aliran darah dari jantung kanan ke paru-paru (katup pulmonal) tidak terbentuk dengan baik sehingga menyebabkan aliran darah ke paru-paru terhambat.

Tim dokter melakukan prosedur PDA Stenting, sebuah tindakan untuk membuka dan mempertahankan pembukaan pada duktus arteriosus, sebuah pembuluh darah penting yang biasanya menutup sendiri setelah bayi lahir.

Pada beberapa kondisi, seperti PA-IVS, pembukaan ini perlu dipertahankan untuk memastikan aliran darah ke paru-paru.

Prosedur ini dilakukan sebagai tindakan darurat (CITO) untuk menyelamatkan jiwa anak tersebut yang juga mengalami Sianotic spell.

Sianotic spell adalah kondisi yang ditandai dengan penurunan tiba-tiba kadar oksigen dalam darah, dan Bronkopneumonia, infeksi paru-paru yang mempengaruhi bronkus dan jaringan paru-paru sekitarnya.

Terkait keberhasilan ini, tim Jantung Anak RSUP Kandou merasa bersyukur dan berterima kasih atas dukungan dan bantuan dari semua pihak yang telah membantu, termasuk pasien dan keluarga.

“Terima kasih banyak Kepada Plt Direktur Utama RSUP Kandou Manado, Dr dr Ivonne E Rotty MKes, beserta Dewan Direksi yang telah memfasilitasi tindakan intervensi jantung sehingga Puji Tuhan karena kasih karunia-Nya, Tim Jantung Anak berhasil melakukan tindakan penyelamatan ini. Terima kasih juga kepada pasien, orang tua, keluarga dan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan,”kata dr David Kaunang.(*/sisco)