Irwan Hasan Dan Yayasan Poros Baru Porodisa Bantu Petani Kelapa Di Talaud

Talaud,GN – Irwan Hasan (IH) bersama Yayasan Poros Baru Porodisa mulai merealisasikan program kerja tahun 20022. Sabtu (26/3/2022) lalu menyalurkan insektisida Spontan 400SL kepada petani kelapa di Pulau Salibabu dan Karakelang.

“Insektisida sebagai obat pencegah dan pembasmi hama ini diberikan Irwan Hasan dan disalurkan oleh Poros Baru Porodisa. Ini program awal tahun kami,” kata pimpinan utama Poros Baru Porodisa, Charles Edah dan Alfeyn Gilingan, Senin (28/3/2022) saat bersua di pelabuhan Manado.

Menurut Charles, tahap awal distribusi insektisida ini kepada petani kelapa di Pulau Salibabu. Distribusi awal ini untuk tujuh kepala keluarga di setiap desa yang prioritas sebagai penerima sesuai data yang sudah dihimpun tim lapangan Poros Baru Porodisa.

“Setiap keluarga petani diberikan satu botol insektisida. Isinya satu liter. Satu botol insektisida dapat digunakan untuk hampir seratus pohon kelapa jika itu dalam kondisi perawatan,” jelas Charles ikhwal pemanfaatan insektisida tersebut.

Charles menambahkan, penyaluran dilakukan oleh tim motivator kecamatan dan desa yang dibentuk Poros Baru Porodisa. Distribusi di Pulau Salibabu, langsung dikomando oleh Bachtiar Mappa, SE, MM dan Demokri Ada, S.Pd.

Sasaran distribusi adala petani kelapa di Desa Bitunuris dan Bitunuris Selatan. Bachtiwr didampingi motivator Kec Salibabu, David Namenti. Turut pula motivator Desa Bitunuris Induk, Maria Balaira Namu dan motivator Desa Bitunuris Selatan, Kristian Soeda serta dua orang motivator Kelurahan Lirung Satu, Dikson Maariwuth dan Ferdy Sanggamele.

Untuk distribusi insektisida di Pulau Karakelang, urai Charles lebih lanjut, sedang dijadwal oleh tim motivator Poros Baru Porodisa di pulau tersebut. “Distribusinya dalam waktu dekat ini,” katanya.

Adapun Irwan Hasan, merupakan figur muda yang komit dan ikhlas berbagi kasih dengan masyarakat Talaud. Visi berbagi kasih ini sebagai wujud kebersamaan dengan masyarakat Talaud sejak Poros Baru Porodisa mengusung misi perubahan untuk pemajuan Kabupaten Talaud.

Irwan Hasan yang kini menjalankan usaha jasa konstruksi dan melakoni pelayanan rohani, mengatakan bantuan kepada petani kelapa di Talaud merupakan upaya menyokong pertahanan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Rata-rata masyarakat Talaud memiliki lahan kelapa. Mereka butuh insektisida untuk mengendalikan hama. Kami adakan insektisida Spontan dan diberikan kepada petani kelapa,” katanya beberapa waktu lalu saat pertemuan finalisasi program Poros Baru Porodisa tahun 2022.

Sebagaimana diketahui, Spontan 400SL adalah insektisida racun kontak dan lambung berbentuk pekatan. Kemudian dapat diemulsikan, berwarna kuning jernih untuk mengendalikan hama penggerek batang. Untuk tahun 2022, IH bersama Poros Baru Porodisa akan mendistribusikan insektisida kepada petani kelapa sesuai kebutuhan dan data lapangan yang dihimpun tim Poros Baru Porodisa.

“Ini merupakan kerja bersama kami dengan rakyat dalam konteks Talaud Massaruwenten. Masyarakat Talaud harus maju, termasuk maju secara ekonomi. Dan ini partisipasi nyata untuk memajukan Talaud secara menyeluruh. Kami harus melakukan perubahan untuk masyarakat dan daerah,” kata Irwan (*/sisco)




Penandatanganan PKS Antara Pemda Talaud Dan LPK Koba Miraj Japan, Difasilitasi UPT BP2MI Manado

MANADO, GN – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud dan LPK Koba Mirai Japan mengadakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama pendidikan dan pelatihan calon pekerja migran Indonesia, yang difasilitasi oleh UPT BP2MI Manado, rabu (17/11/21).

Mewakili Bupati Talaud Sekda Yohanis Kamagi,Asisten 3, Kadisnaker Pemda Talaud, Direktur Utama PT. Takumi Koba Indonesia Lisa Heriyati serta Hendra Makalalag selaku kepala UPT BP2MI Manado.

” Tanggal 23 Februari 2021 yang lalu, Pemda Talaud sudah menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan BP2MI untuk memberikan pelindungan terhadap pekerja migran Indonesia sebagaimana yang diamanatkan oleh UU Nomor 18 Tahun 2017. Nah untuk mewujudkan komitmennya, hari ini Pemda Talaud telah melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan LPK Koba Mirai Jepang dalam hal pemberian pendidikan dan pelatihan bahasa Jepang dan skill bagi pemuda asal Talaud yang ingin bekerja ke Jepang melalui program SSW, ” tutur Hendra.

Dia juga menjelaskan, bahwa UPT BP2MI Manado siap untuk memfasilitasi dan menginisiasi semua persiapan pendidikan dan pelatihan CPMI asal Kepulauan Talaud.

“Kedepannya, Pemda Talaud dan pihak kami akan terus menerus berkoordinasi dalam hal persiapan hingga penyelenggaraan pelatihan dan pendidikan bagi CPMI. Jadi tidak berhenti sampai di penandatanganan PKS saja, tapi ada tindak lanjutnya dan UPT BP2MI Manado sebagai perpanjangan tangan BP2MI akan terus dilibatkan. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah telah berlangsung dengan baik dan berdampak positif bagi semua pihak terutama CPMI, ” tukasnya.(**/dfy)

 

 

 




Rangkaian Panjang, E2L-Mantap Sah Dilantik Mendagri Jadi Bupati Talaud

 

TALAUD,GN – Elly Engelbert Lasut – Moktar Arunde Parapaga (E2L-Mantap) akhirnya sah menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud periode 2020-2025, setelah dilantik secara langsung oleh Mendagri Tito Karnavian di Gedung C Kemendagri, Jakarta Pusat, pada Rabu (26/02/2020) sekira pukul 08.30 WIB.

Sebagai Wakil Bupati yang baru dilantik, Parapaga berterima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Talaud, kepada Presiden Joko Widodo, serta Mendagri dan jajaran, dan semua pihak yang terus mendukung pasangan E2L-Mantap.

Menurut dia, sebagaimana penyampaian Bupati E2L, janji kampanye kepada masyarakat Talaud itu segera dituntaskan pasca pelantikan itu. “Terutama legitimasi untuk menjalankan visi-misi E2L-Mantap,” tegasnya.

Dia juga mengakui, tertundanya pelantikan mereka bermakna besar, yakni semakin memperkuat hubungan antara E2L dan dirinya. “Yang pasti saya akan terus mendukung Pak Bupati E2L dengan melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan,” tutup Parapaga.(Oke)




Residivis Kasus Pembunuhan Asal Talaud, Mengulangi Perbuatanya

TALAUD,GN – Seorang tukang berinisial KP alias Ungke (42), asal Desa Kuma Kecamatan Esang Selatan Kabupaten Kepulauan Talaud harus mendekam dibalik jeruji besi sel tahanan Polres Kepulauan Talaud, setelah menghabisi nyawa seorang petani bernama Darma J. Saweduling (53), warga Melonguane. Belum tau pasti motif pembunuhan tersebut hingga berita ini naik.

Kejadian tersebut terjadi di ruas jalan raya Melonguane tepatnya di depan toko baju komplek pasar lama Melonguane, pada Senin (27/01/2020) pagi. Menurut keterangan keluarga korban yang tidak mau namanya di publise, menuturkan pelaku yang sudah terlibat perseteruan, sejak hari Sabtu lalu hingga pelaku melaporkanya ke Polres.

Menurut Informasi diperoleh menyebutkan, pagi itu sekitar pukul 07.30 WITA korban bersama istri dan kedua anaknya sedang duduk di depan warung nasi kuning milik mereka, yang berada di sekitar komplek pasar lama Kelurahan Melonguane Timur.

Tersangka lewat menggunakan bentor (becak bermotor). Entah sebab apa, korban mengambil batu, lalu melemparkannya ke arah tersangka, dan kena di pelipis kanan.

Mendapat ancaman dari korban, tersangka pulang ke kost untuk mengambil sebilah pisau panjang (Tumbaka) lalu menaruhnya di atas tempat duduk bentor. Setelah itu tersangka menuju pasar lama Melonguane dan berhenti di depan sebuah toko.

Melihat tersangka lagi, Korban lalu menghampirinya sambil membawa batu, dan lagi-lagi melempar tersangka. Tersangka membalas mengambil batu tersebut dan melempar balik ke korban, hingga kena di dadanya dan terjatuh.

Saat itu juga tersangka mengambil pisau panjangnya lalu menikam dada kiri korban. Korban pun kembali terjatuh. Tersangka kemudian membacok korban.

Kapolres Kepulauan Talaud, AKBP Alam Kusuma Sari Irawan melalui Kasatreskrim, Iptu Muhammad Maulana Miraj, SIK, membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Tersangka beserta barang bukti sebilah pisau panjang berhasil kami amankan beberapa saat usai kejadian, lalu kami bawa ke Mapolres,” ujar Kasat reskrim. Sedangkan korban, lanjutnya, dievakuasi ke RSUD Mala.

Kasatreskrim menambahkan, pihaknya masih mendalami kasus ini untuk mengetahui motif penganiayaan hingga mengakibatkan meninggalnya korban.

“Tersangka merupakan residivis kasus serupa pada tahun 2007 silam, yang sempat mendapat putusan hukuman 10 tahun penjara,” tutupnya.(Oke)




Mewakili Gubernur Sulut, Kepala DKIPS Hadiri Sidang Tahunan Sinode Germita

Talaud,GN- Sidang Tahunan Sinode ke- XVIII Gereja Masehi Injili Talaud (Germita), yang dirangkaikan dengan Pentahbisan Gedung Ibadah Jemaat “Elim” Bitunuris, desa Bitunuris, Kecamatan Salibabu, Kabupaten Kepulauan Talaud, Selasa (26/11/2019) berjalan dengan aman dan tertib.

Mewakili Gubernur Sulut, Kepala DKIPS Provinsi Sulut Dr Jetty Pulu Menyampaikan Sambutan. (Foto:Ist)

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statitistik (DKIPS) Daerah Provinsi Sulawesi Utara, DR Jetty Pulu menghadiri kegiatan Sidang Tahunan Sinode Germita tersebut.

Kegiatan dirangkaikan dengan ibadah mengangkat tema “Aku Adalah Yang Awal dan Yang Akhir”, yang dikutip dari Kitab Wahyu 22:15, dan sub tema “Dalam kebersamaan kita melangkah menuju Germita yang tertata, mandiri dan profetik serta memperkokoh NKRI yang demokratis, adil dan sejahtera”.

Kepala DKIPS Provinsi Sulut Dr Jetty Pulu dalam penyampaiannya mengharapkan, segenap komponen Majelis Sinode Germita mampu memanfaatkan Sidang Tahunan Sinode ini sebagai kesempatan memperkokoh tekad dan komitmen untuk senantiasa memberi dukungan dan kontribusi ataupun sumbangsih pemikiran terhadap pembangunan bangsa yang terus dijalankan dan diupayakan oleh Pemerintah.

“Sehubungan dengan itu, saya atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengucapkan selamat melaksanakan Sidang Tahunan Sinode kepada segenap komponen Majelis Sinode Germita, guna perbaikan dalam lingkup organisasi, sekaligus meningkatkan hal-hal yang dirasa belum maksimal agar kedepannya dapat optimal,” ucap Jetty Pulu, saat membacakan sambutan Gubernur.

Lanjutnya mengatakan, perlu diinformasikan bahwa berkat persatuan, sinergitas dan kebersamaan, kita mampu merajut tantangan pembangunan menjadi peluang bahkan kekuatan Sulawesi Utara dalam menghadapi era persaingan global.

“Sangat disadari bahwa peran serta dari segenap komponen masyarakat Sulawesi Utara, termasuk Majelis Sinode dan warga Germita, turut diharapkan untuk optimalisasi pencapaian sasaran dari visi dan misi berbagai program pembangunan yang akan diterapkan kedepan,” ucapnya.

Dia mengajak semua komponen Majelis Sinode Germita memperkuat komitmen untuk kedepannya, tetap saling bersinergi, saling mendukung serta menjaga kebersamaan dan persaudaraan.

“Semua itu harus kita lakukan, demi pencapaian gemilang di masa-masa mendatang, yang pada muaranya dapat semakin meningkatkan derajat kesejahteraan kita semua,” ajaknya.

Sementara itu, Sekjen Sinode AM Daerah Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah, Pdt. Zacharias Widodo mengharapkan, pelaksanaan Sidang Tahunan ini harus sesuai tema dan sub tema yang ada.

Sehingga, hasil persidangan ini dapat menyimpulkan program – program kedepan, untuk memperbaiki segala program yang pernah dilaksanakan.

“Kiranya, dalam sidang ini kita semua tetap menjaga kebersamaan dan persaudaraan dan tidak saling menjatuhkan satu sama lain. Germita harus menjadi Sinode yang tertata, mandiri, dan profetik serta memperkokoh NKRI yang demokratis, adil dan sejahtera,” ujar Widodo.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Plh Bupati Kepulauan Talaud, Ir. Adolf S. Binilang, Ketua Umum Badan Pekerja Harian (BPH) Sinode Germita, Pdt. DR. Arnold Apolos Abbas, Ketua DPRD Kepulauan Talaud Jacob Mangole, Danlanal Melonguane Letkol (Mar) Augustinus Purba, Camat Salibabu Nelson Sarempaa, para pemuka agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan seluruh Majelis se – Sinode Germita.(*/sisco)




Max Siso Sebut Jawaban Fatwa MA Nyatakan E2L Sudah Dua Periode

Sulut,GN- Staf khusus gubernur bidang kesbangpol Max Siso kepada sejumlah Awak media disalah satu restoran dibilangan samratulangi Manado menjelaskan Fatwa yang dilayangkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey kepada Mahkamah Agung (MA) sudah mendapat jawaban. Siso mengatakan jawaban MA menjelaskan bahwa E2L sudah 2 Periode, selanjutnya untuk pembuktian keputusan tersebut silahkan mengecek ke Biro hukum setdaprov Sulut.

Tokoh Masyarakat Talaud

“Pertanyaannya mengapa Gubernur harus minta fatwa ke MA? supaya hal ini memiliki rambu-rambu hukum yang jelas agar tidak salah dalam mengambil keputusan, karena bagi Gubernur melantik ataupun tidak melantik harus berdasar pada noma-norma Dan aturan hukum dan bukanlah keinginan pribadi,” jelas Max Siso Kamis,(22/8/19).
Tokoh Masyarakat Talaud

Dijelaskannya,meskipun demikian semua regulasi-regulasi ini tetap membuka ruang bagi siapa saja yang merasa dirugikan, silahkan menggugat Gubernur dari arah manapun.

Ditempat yang sama, tokoh masyarakat Talaud Drs Alex Jhon Ulaen meminta agar memulai segala sesuatu diawali kejujuran untuk menjelaskan kepada masyarakat Talaud. “Mari kita dalam memulai segala sesuatu harus diawali dengan kejujuran dan mari kita jelaskan pada saudara-saudara kita di Talaud bahwa sikap Pak Gubernur itu setelah saya pelajari adalah sikap kehati-hatian karena memiliki resiko hukum yang nantinya akan menanti jika harus melakukan pelantikan (ngoni pesenang kita yang tanggung)” kata Ulaen.

Tokoh masyarakat Talaud yang hadir pada kesempatan ini diataranya DR. P. J Tuangkesong, Wilson Sumaa,Loni Sampel, Drs. Mieke Waloni, DR Jeti Pulu dan Jan Ligth Hard Bawiling. (Sisco)




Demo Dikantor Bupati Talaud, Massa E2L-Moktar Parapaga Tuntut Pelantikan

Masa yang kesal dengan menunggu pelantikan Bupati Talaud, membakar ban dikantor Bupati Talaud. (Foto: eko)

TALAUD, GN- Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud kembali didemo Ribuan masyarakat Pendukung pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih di Kabupaten Kepulauan Talaud periode 2019-2024, Elly Engelbert Lasut – Moktar Arunde Parapaga.

Pasalnya, Ribuan pendukung Bupati terpilih dalam Pilkada lalu itu mengatasnamakan aksi damai 22656 Selasa Merah Putih itu, hingga kini belum diadakan pelantikan Pemimpin pilihan rakyat Tanah Porodisa.

Masa yang merasa dianak tirikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara itu, terlibat saling dorong dengan petugas Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja di depan kantor Bupati Talaud pada Selasa (13/08/19).

Setelah menyatakan tujuan mereka untuk bertemu dengan Plh Bupati Talaud, Ribuan masyarakat yang tergabung dalam kordinator Desa dan Kecamatan diseluruh Kabupaten Talaud di ijinkan masuk ke halaman kantor.

Menurut rangkuman media ini, aksi demo itu dikarenakan Bupati dan Wakil Bupati terpilih belum dilantik sebagai pemimpin yang baru di Talaud. Masa mendesak Plh untuk segera menyurat ke Pemerintah Pusat dan Provinsi Sulawesi Utara untuk secepatnya melantik Bupati terpilih di Kabupaten Talaud.
Masa yang kesal, mewarnai aksi tersebut dengan pembakaran ban di kantor Bupati, disaat sementara menunggu hasil tuntutan kepada Pelaksana Harian (Plh) Bupati Talaud Adolf Binilang.

Dalam aksi demo yang ke Tiga ini, Yahya Malensang selaku Kordinator Lapangan menjelaskan pihaknya menuntut Pemerintah untuk secepatnya menyurat ke pusat Dan Provinsi until segera melantik Bupati terpilih. ,”Kami masa pendukung, menuntut kepada pemerintah Kabupaten untuk secepatnya menyurat ke Pemerintah pusat dan Provinsi untuk segera melantik Bupati terpilih dan Jumat (02/08/19) batas waktunya. Jika tidak, maka seluruh pemilih sah pasangan E2L-MANTAP di Talaud yang berjumlah 22.656 Orang akan turun kembali melakukan aksi serupa, ” kata Malensang.

Dalam aksi damai 22656 Selasa Merah Putih itu, mendapat pengawalan ketat dari Polri, TNI AD dan AL serta Satpol PP.

Sementara itu, saat ditemui wartawan Plh Bupati Talaud menyampaikan, “kami sebagai pemerintah Daerah menerima masa demo dan wajib bagi kami menerima tuntutan dari masyarakat. Kami juga akan memyampakan kepada pemerintah pusat serta Provinsi menyangkut tuntutan dari masyarakat yang menyampaikan aspirasinya,” tutur Binilang.

Saat ditanya mengenai dasar penundaan pelantikan Bupati terpilih, Plh menambahkan, ” menyangkut adanya penundaan pelantikan, itu bukan wewenang pemerintah daerah, penundaan pelantikan itu adalah kewenangan Pemerintah Pusat dan Provinsi, ” ungkap Plh.

Usai mendapat penjelasan dari Plh Bupati, masa membubarkan masa bergeser ke gedung Paripurna DPRD Kabupaten Talaud untuk menyatakan tuntutan mereka.(eko)




Umat Muslim di Talaud, Rayakan Idul Adha

Panitia kurban Masjid Jabal Rahma saat melakukan prosesi penyembelihan hewan kurban di Hari Raya Idul Adha (Foto: Eko)

TALAUD, GN – Panitia kurban Jamaah Masjid Jabal Rahma Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud, melakukan penyembelihan 9 ekor hewan kurban dalam rangka hari raya Idul Adha, 1440 H yang dirayakan pada Minggu (11/08/19).

Penyembelihan hewan dilakukan usai shalat Idul Adha di halaman depan masjid terdiri dari 6 ekor sapi dan 3 ekor kambing.

Ketua panitia kurban masjid Jabal Rahma Melonguane H. Rahmad Ano mengungkapkan, kurban tahun ini berbeda dengan Tahun-tahun sebelumnya, ada sedikit mengalami penurunan bila dibandingkan tahun lalu.

“Hari raya Idul Adha Tahun ini jumlahnya turun. Tahun lalu lebih dari ini jumlahnya,” kata Ketua.

Ano menuturkan sudah Dua Tahun ini Masjid Jabal Rahma tidak memberikan bantuan hewan kurban, hanya Kelompok Jamaah yang mengumpul dana untuk mengadakan hewan kurban.

“Tahun ini tidak ada bantuan hewan kurban dari Pemda. Hanya ada 1 ekor sapi bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, 1 ekor dari Pengusaha dari Desa Bantane, 4 ekor sapi dari Jamaah Jabal Rahma. Sedangkan bantuan 3 ekor kambing dari Kodim 1312/Talaud serta Polres Kepulauan Talaud dan Jamaah, jadi 9 jumlah hewan Kurban di Masjid Jabal Rahma,” tuturnya.

Dengan keadaan tersebut, masyarakat khususnya Jamaah Jabal Rahma tetap berpikir positif dan baik. Ia menilai bantuan pengusaha asal Desa Bantane juga turut andil dalam menyumbangkan hewan kurban.

“seorang warga Talaud yang sudah sukses menjadi pengusaha di Pulau Jawa juga turut menyunbangkan 1 ekor sapi, ” tuturnya.

Khusus untuk pembagian daging dibagikan ke warga jamaah Masjid Jabal Rahma dengan jumlah kupon kurban 300 lembar.

“Sebelum sore daging dibagikan ke warga,” tambahnya.

Diketahui seluruh masjid di Kabupaten Talaud masing-masing menyembelih hewan kurban diantaranya Masjid Jabal Rahma Melonguane, berjumlah 6 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Masjid Assyuhada Beo Kecamatan Beoberjumlah 7 ekor sapi dan 1 ekor kambing. Masjid Al Anshar Lirung Kecamatan Lirung berjumlah 6 ekor sapi, jadi keseluruhan 23 di Kabupaten Talaud.

Terpisah, Imam Masjid Jabal Rahma, H. Sumanto Ali mengungkapkan,” walaupun sudah Dua Tahun ini Jamaah Masjid Jabal Rahma tidak mendapatkan bantuan kurban dari Pemerintah Daerah, Masyarakat tetap berfikir positif dengan keadaan Daerah. Harapanya memperingati Idul Adha kali ini mayarakat khususnya di Kabupaten Talaud, harus meningkatkan tali persaudaraan, saling bertoleransi dengan masyarakat lain, selaku imam masjid Jabal Rahma, dirinya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, ” tutupnya.(eko)




KPU Talaud Tetapkan 25 Calon DPRD Terpilih Periode 2019-2024

Penyerahan Dokumen Penetapan Calon DPRD Kabupaten Talaud Kepada Salah Satu Saksi Partai(Foto: eko)

TALAUD, GN – 25 calon anggota DPRD Terpilih periode 2019-2024, ditetapkan di Aula Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kepulauan Talaud, Sabtu (10/08/2019).

“Didasari dengan surat edaran dari KPU RI, Rapat Pleno Terbuka Penetapan Perolehan Kursi Pemilu 2019 dan Penetapan Calon Terpilih Anggota DPRD Kabupaten Talaud Periode 2019-2024 dilaksanakan, kata Ketua KPU Kabupaten Talaud, ” kata Ketua Aripatria Pandesingka,SPdK (Divisi Keuangan, Umum, Logistik & Rumah Tangga).

” Rapat Pleno Penetapan Kursi Pemilukada 2019 dan Penetapan Calon Terpilih Anggota DPRD Kabupaten Talaud, sempat tertunda dikarenakan masalah sengketa gutatan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Partai Gerakan Perubahan Indonesia (GARUDA) dan Partai Persatuan Indonesia (PERINDO) yang bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK). Hari ini, tepatnya, agenda ini kami laksanakan setelah edaran dari KPU pusat dan selesai putusan dari MK,” tambah Ketua KPU Kabupaten Talaud Pandesiangka. saat menggelar Rapat Pleno Penetapan.

Dia menjelaskan, ke 25 Dewan wakil rakyat ini akan dilantik dengan pengusulan ke pemerintah Provinsi melalui pemerintah Daerah.

“Kami harap, kehadiran anggota dewan ini dapat memberikan kontribusi yang terbaik bagi Kabupaten Talaud,” tutup Ketua KPU.(eko)




Tujuh Warga Asal Bitung Dihantam Badai Hingga Ke Talaud

KM Meistesye bersama 7 awaknya yang dihantam badai hingga terapung di pantai wilayah Desa Kalongan Selatan Kecamatan Kalongan Kabupaten Kepulauan Talaud. (Foto: eko)

TALAUD, GN – Tragis yang dialami 7 lelaki asal Bitung, harus berjuang melawan badai di lautan dengan Sebuah perahu jenis Fuso dan terdampar di Kabupaten Talaud. KM Meistesye bersama 7 awaknya itu mengalami kerusakan mesin sejak tangal (3/8/19) di perairan Kabupaten Kepulauan Sitaro tepatnya di Laut Biaro, dan hanyut terbawa badai hingga terapung di pantai wilayah Desa Kalongan Selatan Kecamatan Kalongan Kabupaten Kepulauan Talaud pada Rabu, (7/8/19).

Kejadian 7 awak perahu yang terdampar itu, Herman Kabangun (Nahkoda), Efren Sasia, Yosep Sabo, Yandrit Pailaha, Kiflin Muhidin, Okrian graham Langitan, Oksan wangka. Mereka ditemukan warga di pantai sekira pukul 08.00 WITA yang berjarak sekitar 200 meter dari bibir Pantai.

Setelah mendapatkan laporan warga, Kapolsek Lirung Ipda Recky Taliwuna, saat di konfirmasi mengatakan perahu tersebut berangkat dari Kota Bitung untuk mencari ikan di Kabupaten SITARO. ” Saat berada tepat di laut Pulau Biaro,Perahu yang mereka tumpangi tersebut mengalami kerusakan mesin. Sehingga dibawa arus dan badai menuju perairan Talaud, ” ungkap Kapolsek.

Herman Kabangun Nakhoda kapal tersebut menjelaskan bahwa perahu yang mereka tumpangi mengalami kerusakan pada mesin kapal serta kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Dkatakannya dia bersama 6 ABK lainya terus berusaha bertahan di tengah terjaganya badai dan gelombang tinggi.” Puji Tuhan Kita semua Terselamatkan dari Maut,” ungkap Herman saat diwawancarai Wartawan.

Mengetahui hal tersebut, Kapolsek Lirung Ipda Recky Taliwuna langsung berkoodinasi dengan Pemerintah Kecamatan Kalongan, Satuan Pol Air Polres Kepulauan Talaud, Pemerintah Desa Kalongan Selatan, Pemerintah Desa Kalongan Utara, Babinsa dan pihak Sahbandar Lirung, selanjutnya bersama-sama mendatangi TKP dan mengevakuasi Para ABK yang dalam kondisi Lemas.

Para ABK Tersebut langsung di larikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan Medis karena kondisi mereka sudah lemah setelah sempat bertahan selama beberapa hari di lautan bebas.(eko)