Tinungki Sebut Ranperda Pertambangan Dan Mineral Dapat Bermanfaat Bagi Masyarakat

Sulut,GN- Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertambangan dan Mineral oleh DPRD dan Pemprov Sulut selesai di bahas. Ranperda ini diharapkan dapat mendatangkan hal yang bagus bagi kepentingan masyarakat.

Kadis ESDM Provinsi Sulut BA Tinungki (Foto: ist)

Ini yang diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut Ir B A Tinungki. Dijelaskannya Ranperda ini nantinya akan menjadi Perda akan bermanfaat bagi warga bumi nyiur melambai.

“Perda yang dihasilkan harus betul-betul berguna untuk masyarakat Sulut. Itu yang utama. Harus diakui, masyarakat Sulut sangat banyak yang menggantungkan hidup dari pertambangan. Data yang diperoleh ada 90.000 masyarakat Sulut yang berprofesi penambang,” jelas Tinungki kepada sejumlah wartawan di DPRD Sulut.

Diakui Tinungki, Ranperda Pertambangan dan Mineral di Sulut tersebut akan menjadi yang pertama di Indonesia.

“Menjadi yang pertama karena menyesuaikan aturan terbaru dari Menteri ESDM. Kebetulan kita yang terbaru sedangkan provinsi lain harus melakukan penyesuaian dulu mengikuti undang-undang yang berlaku,” sebut Tinungki usai Rapat pansus.

Ditempat yang sama, Wakil ketua Pansus Pertambangan Ferdinand Mewengkang mengatakan, Setelah pembahasan Ranperda menjadi Perda langkah selanjutnya akan dikonsultasikan ke Kementrian Dalam Negeri.

Ferdinand Mewengkang (Foto:ist)

Setelah itu,Produk hukum ini akan menjadi suatu Perda Pertambangan untuk disahkan, usai dari Kemendagri akan di paripurna pada akhir Bulan Agustus nanti.(Sisco)




AA Siap Majukan Potensi Pariwisata Sulut

Sulut,GN-Sulawesi Utara (Sulut) masuk menjadi salah satu destinasi pariwisata prioritas dan super prioritas, yang akan dikebut pembangunannya oleh pemerintah pusat. Selain Mandalika, Sumut, dan Labuan Bajo di NTT.

Hal itu terungkap dalam Rapat Kabinet Terbatas tentang Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), di Kantor Kepresidenan RI, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (15/7/19).

Menanggapi hal itu, ketua DPRD Provinsi Sulut, Andrei Angouw mengadakan tatap muka bersama Hermawan Kartajaya,
Kepala Bank Indonesia (BI) Arbonas Hutabarat, Kepala Bank BRI Agung Sulistijo berdiskusi untuk program pendukung pariwisata di Sulut.

Dalam kesempatan itu Angouw mengatakan maksud dan tujuan pertemuan tersebut untuk memajukan daerah Sulut dibidang pariwisata.

“Tujuan kita disini adalah memajukan daerah kita dan Likupang yang akan kita genjot untuk sektor pariwisata, akan ada KEK pariwisata didekat likupang. Tentu kita mengincar turis luar, akan tetapi fokus kita adalah turis yang berasal dari China. Disini telah hadir siswa-siswi yang baru menyelesaikan studi D3 pariwisata di China, harapanya adalah kalian bisa memberikan kontribusi untuk Sulut.” Beber Angouw.

Menariknya dalam pertemuan itu Hermawan Kartajaya tidak hanya mengedukasi siswa-siswi tersebut tetapi juga menarik informasi mengenai karakteristik dari turis-turis china. (*/sisco)




Hypermart Mantos Banjir Discount Dan Harga Special

Manado,GN- Guna menjawab kebutuhan konsumen di Sulawesi Utara (Sulut) Dan sekitarnya, Hypermart Manado Town Quare (Mantos) mulai 16 hingga 18 Juli 2019 menjual harga special. Beberapa produk yang dijual secara special yakni kulkas, Mesin cuci pakaian, Popok, Sabun, Pewangi,Susu Dan aneka macam buah-buahan.


Selain produk diatas, Hypermart Mantos juga memberikan harga discount untuk perlengkapan anak sekolah seperti tas, cepatu Dan lain sebagainya.
Harga special ini berlaku untuk semua kalangan masyarakat.


General manager Hypermart Mantos Wahab ketika ditemui awak media ini, mengungkapkan bahwa Hypermart memberikan harga yang special dan Ada juga discount khusus untuk kelengkapan sekolah bagi anak-anak di bulan Juli ini. ” Kami ingin memberikan harga special dan discount khusus bagi kebutuhan anak sekolah. Discount dan harga special berlaku 16-18 Juli 2019,” ungkapnya.


Kami berharap konsumen yang ada di Kota Manado sekitarnya dapat menikmati harga special dan discount beberapa produk di hypertmart ini. (sisco)




PT Pelindo IV Dan Pemprov Sulut Teken MOU Kerjasama Pengembangan Konektivitas Indonesia Timur

Sulut,GN- Terobosan baru dilakukan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey untuk mendongkrak kinerja ekspor dan meningkatkan konektivitas Provinsi Sulawesi Utara dan Kawasan Timur Indonesia.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey Saling Berjabatan Usai Melakukan MoU Pengembangan Konektivitas Indonesia Timur

Kali ini, Gubernur Olly melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo) Farid Padang.

Penandatanganan MoU ini merupakan wujud kerjasama pemerintah pusat dan daerah untuk menggerakkan ekspor dan konektivitas Provinsi Sulawesi Utara dan Kawasan Timur Indonesia.

Penandatanganan MoU dilakukan di Kantor Gubernur,Jumat(12/7/19)sore. Turut hadir dalam penandatanganan ini Wakil Gubernur Steven OE Kandouw dan jajaran PT Pelindo IV.

Adapun latar belakang perjanjian kerja sama tersebut adalah kebutuhan atas ketersediaan infrastruktur pelabuhan umum yang memadai dan pelayanan jasa kepelabuhanan yang optimal guna mendukung arus perdagangan barang, termasuk kegiatan ekspor dari Sulut melalui pelabuhan yang dikelola oleh PT. Pelindo IV.

Disamping itu, baik Pemprov Sulut dan PT. Pelindo IV berkomitmen untuk memanfaatkan potensinya masing-masing yang bermanfaat untuk mendapatkan hasil yang dinikmati secara optimal oleh seluruh masyarakat Sulut.

Sebagai informasi, PT. Pelindo IV merupakan perusahaan dibawah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang kepelabuhan dan beroperasi di 25 cabang yang tersebar dari Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Ambon, Ternate, hingga Papua dan Papua Barat.

Adapun bidang usaha Pelindo 4 meliputi pelayanan kapal, pelayanan barang, pengusahaan alat, pelayanan B/M terminal konvensional, pelayanan terminal petikemas, pengusahaan tanah, bangunan dan lainnya.(Sisco/*)




WL Bersama Menteri LHK Tanam Mangrove Di Meras

Sulut GN-Tanaman mangrove memiliki peran dan manfaat yang penting bagi kelangsungan ekosistem laut, khususnya bagi masyarajat yang berada di kawasan pesisir.

Akan esensi tersebut, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara Wenny Lumentut (WL) turut melakukan penanaman mangrove bersama Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (LHK) Dr Ir Siti Nurbaya Bahar yang dilaksanakan di Kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken Kota Manado, Selasa (9/7/19). Turut hadir juga Istri Ketua DPRD Irene Angouw Pinontoan

Penanaman mangrove atau bakau yang digelar serentak di 12 provinsi itu, bertujuan untuk pemulihan DAS sekaligus juga mitigasi perubahan iklim.

Menurut Lumentut, yang hadir mewakili Ketua Andrei Angouw, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab semua pihak.

“Karena itu kesadaran untuk mencintai dan melestarikan lingkungan harus terus disosialisasikan dan digaungkan. Karena mangrove memang penting untuk menyelamatkan manusia dari kerusakan,” ujarnya.

Lumentut juga menyatakan turut mensupport bila hutan mangrove akan menjadi destinasi pariwisata,

“Saya mendukung rencana Pak Gubernur untuk menjadikan hutan mangrove menjadi salah satu tujuan pariwisata karena Sulut memiliki kekayaan di sektor kelautan dan pisisir,” tandasnya.

Pada kesempatan itu Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan bahwa menjadi suatu kebanggan karena Sulut menjadi salah satu provinsi yang terpilih sebagai tempat penanaman yang dilakukan
Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK).

“Atas nama pemerintah Sulut saya mengucapkan terima kasih kepada OASE Kabinet Kerja yang telah mempercayakan Sulut sebagai tuan rumah pelaksanaan Program Gerakan Nasional Peduli Mangrove, Pemulihan DAS dan Kampung Hijau Sejahtera,” kata Olly.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan kehutanan, Dr Ir Siti Nurbaya Bakar MSc mengatakan bahwa hutan mangrove akan menjadi salah satu destinasi pariwisata.

Menteri LHK juga mendukung rencana Gubernur Olly Dondokambey untuk mengembangkan kawasan wisata hutan mangrove sekaligus menjaga ekosistem laut.

“Saya mendukung rencana Pak Gubernur mengembangkan wisata hutan bakau di KEK Pariwisata Likupang,” kata Menteri LHK.(*/sisco)




Presiden Jokowi Minta Pelindo IV Segera Bangun Manado Marine Bay

Sulut,GN- Presiden RI, Joko Widodo meminta PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) untuk segera membangun Manado Marine Bay dan pembangunannya juga diminta harus tuntas dalam dua tahun, dimulai sejak 2020 mendatang.

Ini disampaikan Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Manado dan Pelabuhan Bitung pada Jumat,(05/07/19)pekan lalu.

Selain meminta Pelindo IV segera membangun Manado Marine Bay, orang nomor satu di Indonesia ini juga meminta agar BUMN yang bergerak dibidang jasa kepelabuhanan ini kembali menyiapkan rute Bitung – Davao untuk ekspor langsung ke Filipina dari wilayah di Sulawesi Utara tersebut.

Sesuai rilis yang diterima media ini, Direktur Utama PT Pelindo IV Farid Padang mengatakan bahwa rencana membangun Manado Marine Bay dan persiapan rute Bitung – Davao sudah disampaikan kepada Menteri BUMN, Rini M. Soemarno dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

“Bahkan [Pelindo IV] sudah menyiapkan master plan Manado Marine Bay. Pembangunan tersebut untuk mendukung program pariwisata yang terintegrasi,” kata Farid.

Keseriusan Pelindo IV untuk membangun Manado Marine Bay dan menyiapkan rute Bitung – Davao juga nampak dari koordinasi intens yang sudah dilakukan dengan pihak Pemprov Sulut maupun Pemkot Manado dan Pemkot Bitung.

“Kami targetkan rencana membangun [Manado Marine Bay) tuntas dalam dua tahun sejak konstruksi pada 2020 nanti. Hal itu sesuai dengan yang diharapkan Presiden Jokowi,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan Manado Marine Bay (MMB) yang berada dalam kawasan wisata Taman Laut Bunaken, dalam rangka mendukung program Pemerintah Kota Manado sebagai Kota Pariwisata dan Kota Penyelenggara Kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition).

Selain membangun MMB, BUMN kepelabuhanan ini juga akan melakukan pengembangan Pelabuhan Manado, yakni membangun dermaga 4 ukuran 6 x 10 meter persergi, pengerukan kolam pelabuhan kedalaman -4 LWS, pembangunan terminal penumpang dengan luas 1.600 meter persegi dan lapangan penumpukan seluas 2.150 meter persegi.

Lanjut Farid, pihaknya juga siap mendukung kegiatan ekspor langsung dari Bitung ke Filipina melalui Davao, dengan segera menyiapkan rute Bitung – Davao.

Pelindo IV sendiri sudah pernah menyiapkan rute Bitung – Davao untuk ekspor langsung ke Filipina, menggunakan Super Shuttle RoRo 12. Ketika itu, Jokowi bersama Presiden Filipina, Rodrigo Duterte melepas kapal RoRo tersebut untuk menempuh pelayaran perdana dari Davao menuju Pelabuhan Bitung, pada 30 April 2017 silam.

Pembukaan rute Davao-Bitung saat itu seakan menjadi pelepas dahaga karena ekspor Sulawesi Utara sebelumnya dilakukan memutar, lewat Jakarta lalu singgah ke Singapura sebelum melawat ke Manila hingga akhirnya ke Davao. Tercatat, total ekspor Sulut ke Filipina, sebelum pembukaan rute Davao – Bitung, mencapai US$23,82 juta.

Untuk diketahui, rute Bitung-Davao sendiri merupakan bagian dari Master Plan Konektivitas ASEAN dan cetak biru dari The East Asean Growth Area yang sudah dirintis sejak 1994. Inisiatif ini melibatkan empat negara ASEAN, yakni Indonesia, Brunei, Malaysia dan Filipina.

Saat itu, Kementerian Perhubungan mengestimasi bahwa waktu tempuh rute Davao-General Santos-Tahuna-Bitung hanya mencapai delapan hari dengan ongkos US$550 per TEUs. Waktu dan biaya ini jauh lebih irit dibandingkan dengan jalur konvensional Bitung ke Manila yang mencapai lima minggu dengan biaya US$2.000 per TEUs.

Kemenhub juga bahkan meminta kepada pihak Pelindo IV agar memberikan diskon khusus untuk pelayaran Bitung – Davao. “Dan [kami] pada prinsipnya setuju untuk memberikan insentif berupa [diskon khusus] tersebut,” tukas Farid.

Dia menambahkan, sebagai pemicu untuk meningkatkan volume ekspor ke Filipina dan sebaliknya, harus ada barang balik berupa kebutuhan rumah tangga dan elektronik yang dapat langsung dikirim dari Filipina ke Bitung, sehingga rute tersebut akan menjadi kontinyu.

General Manager PELINDO 4 Cabang Manado Drs John Lapod,MM

Terpisah, Direksi PT Pelindo IV mengapresiasi kinerja dan upaya General Manager (GM) Cabang Manado, Drs John Lapod,MM yang menjadi konseptor MMB.

Sebagai putra daerah asli Sulawesi Utara, dirinya sangat berkomitmen untuk kemajuan daerah dan pariwisata Sulut. (*/Sisco)




BKPRMI Manado Gelar Talk Show Membahas Nasionalisme Perbatasan Indonesia-Filipina

Sulut,GN- Talk show BKPRMI Manado membahas nasionalisme perbatasan Indonesia-Filipina dilaksanakan Sabtu (6/7/19) di hotel Aston Manado.
Kegiatan ini untuk menangkal pengaruh isu negatif yang dapat melunturkan rasa nasionalisme dan kebangsaan bagi pemuda dan remaja.

Ketua BKPRMI Manado Suyanto Muarif,S.Hi

Sebagai moderator dalam acara talk show Mohammad Ikbal Suma dengan menghadirkan pembicara, dr Taufiq Pasiak, Dr Toar Palilingan dan Rektor IAIN Manado Delmus Puneri Salim.

Kegiatan talk show ini dihadiri Anggota DPRD Propinsi Sulawesi Utara, Ayub Albugis, Ketua Baznas Sulut, Abid Takalamingan, para tokoh Agama, tokoh masyarakat, pimpinan ormas dan organisasi kepemudaan, para penyuluh agama Islam, Kristen, Hindu, dan Budha Serta ratusan pengurus dan anggota remaja Masjid se-kota Manado.

Suryanto Muarif selaku ketua BKPRMI Manado kepada sejumlah awak media mengatakan talk show ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang nasionalisme dan kebangsaan kepada Masyarakat Sulawesi Utara khususnya kepada generasi muda.

“tujuan kegiatan ini untuk mencegah pengaruh negatif yang dapat melunturkan semangat juang nasionalisme dan kebangsaan,” ujar Muarif saat diwawancarai awak media.

Lebih jauh ketua BKPRMI Manado menjelaskan bahwa dengan kegiatan ini, masyarakat mampu berpikir kritis, berpartisipasi aktif, bertindak cerdas dan bertanggung jawab dalam mengimplementasikan nilai-nilai nasionalisme.

“Kami berharap semua stakeholder dapat memberikan kontribusi nyata dalam kemajuan bangsa, serta mengajak kepada para penerus bangsa agar dapat mengisi kemerdakaan dengan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Muarif.(sisco)




Presiden Jokowi Kunjungi Pulau Bunaken

Presiden RI Ir Joko Widodo (Jokowi) Mengunjungi Pulau Bunaken Manado Sulut (foto:ist)

Sulut,GN– Usai menyelesaikan beberapa agenda kegiatan, Kamis (4/7/19) kemarin, yakni meninjau fasilitas terminal Bandara Sam Ratulangi, berkunjung ke Likupang dan membagikan 2000 sertifikat tanah gratis, hari ini Jumat(5/7/19) Presiden RI Ir Joko Widodo melakukan peninjauan ke beberapa tempat seperti mengunjungi Pelabuhan Manado sekitar pukul 07.30 Wita, selanjutnya Presiden Jokowi didampingi Gubernur Olly Dondokambey dan sejumlah menteri menuju Taman Nasional Pulau Bunaken (TNPB).

Presiden Jokowi Mengunjungi Pulau Bunaken (foto: ist)

Sesuai rencana sebelum kembali ke Jakarta sore hari ini, Presiden Jokowi yang didampingi ibu negara, Iriana Joko Widodo, akan mengunjungi Kota Bitung melihat langsung progres kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan wisata Pulau Lembeh. (sisco)




Jadi Narasumber Saat Penyerahan Sertifikat, DKP Sulut Tunjang Program ODSK

Sulut,GN- Untuk menunjang setiap program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah bahkan setiap program Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (ODSK), Dinas Kelautan Dan Perikanan(DKP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi salah satu nara sumber pada acara penyerahan sertifikat oleh Presiden RI Ir Djoko Widodo.

Kepala DKP Provinsi Sulut Ronald Sorongan yang dipercayakan menjadi Narasumber pada acara Penyerahan Sertifikat oleh Presiden RI Djoko widodo terkait Program Sertifikat Hak atas Tanah Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Pemasar serta Pengolah Ikan yang dilaksanakan Kamis,(04/7/19) di Graha Bumi beringin Manado.
Usai memberikan materi kepala DKP Sulut saat ditemui awak media ini menngatakan bahwa pada intinya menunjang dan mendukung setiap program Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (ODSK) yang sangat giat melakukan langkah dan terobosan untuk kemajuan daerah di bumi nyiur melambai ini. ” Saya di percayakan oleh pemerintah Provinsi untuk menjadi salahsatu nara sumber terkait Program Sertifikat Hak atas Tanah Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Pemasar serta Pengolah Ikan. Ini tentu mendukung program Pemerintah Provinsi Sulut ODSK untuk kemajuan daerah,” kata Sorongan.
Selain itu, Sorongan menjelaskan tujuan pemberian sertifikat hak atas tanah nelayan yakni memberikan kekuatan hukum atas hak tanah,memfasilitasi penyediaan aset yang dapat di gunakan sebagai jaminan untuk memperoleh modal usaha dan meningkatkan kepastian dan keberlangsungan usaha. (Sisco)




Tunjang Program ODSK Dishut Sulut Dukung Pariwisata Alam

Sulut,GN- Sulawesi Utara (Sulut) memiliki segudang keindahan dan keunikan alam sebagai tempat wisata. Keindahan alam ini dimanfaatkan oleh wisatawan yang ingin berkunjung di bumi nyiur melambai. Misalkan wisatawan dari mancanegara negara China yang di kenal negeri tirai bambu mendominasi kunjungan terbanyak di bumi nyiur melambai ini.

Plt Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara Drs Roy M Tumiwa (foto: gemparnews)

Membludaknya wisatawan ke Sulut, merupakan kerja keras dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (ODSK) yang tak henti-hentinya melobi demi kemajuan daerah bumi nyiur melambai.

” Pemerintah Provinsi Sulut oleh bapak Gubernur Olly Dondokambey Dan Wakil Gubernur Steven Kandouw yang berperan memajukan daerah ini sehingga banyak wisatawan yang masuk.di daerah kita. Wisata alam juga menjadi tempat tujuan kunjungan wisatawan,” kata Plt Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Daerah Provinsi Sulut Roy M Tumiwa kepada awak media ini pekan lalu.

Lebih lanjut dikatakannya, Dishut Provinsi Sulut mendukung program ODSK untuk kesejahteraan masyarakat terlebih kemajuan daerah ini. ” Wisata alam menjadi salah satu primadona di Sulut. Sehingga kami Dishut mendukung pariwisata alam seperti Gunung tumpa,batu angus,tangkoko,air terjun tapahan telu dan lain sebagainya,” ujar Tumiwa.

Dia berharap, masyarakat dapat menjaga alam sekitarnya serta keindahannnya menjadi tempat tujuan wisata sehingga dapat menarik dan membuat wisatawan menjadi betah di bumi nyiur melambai. “Tentunya harapan kami,masyarakat menjaga keindahan alam yang menjadi tempat tujuan wisatawan sehingga mereka menjadi betah disini dan dapat menyampaikan hal yang baik kesesama wisatawan,” tutup mantan kadispenda sulut ini.(sisco)