Louis Schramm Terima Aksi Demo Massa Koalisi LSM Anti Korupsi

Sulut,GN- Senin (09/12/2025) Koalisi LSM Anti Korupsi di DPRD Sulawesi Utara menggelar aksi demo di Kantor DPRD Sulut.

Koalisi LSM ini menyuarakan pentingnya pemberantasan korupsi di lembaga DPRD, mengingat lembaga ini memiliki kewenangan dalam pengelolaan anggaran dan pengawasan.

Beberapa anggota DPRD Sulut menerima massa aksi, termasuk Lois Schramm, Henry Walukow, Rhesa Waworuntu, Jeane Laluyan, Nick Lomban, dan Sekwan Niklas Silangen.

Massa aksi datang menyampaikan aspirasi untuk memastikan DPRD bebas dari kasus korupsi.

Maikel Tielung mengatakan, aksi demo itu dilakukan terkait Hari Anti Korupsi sedunia yang jatuh tanggal 9 Desember.

“Aksi demo yang kami laksanakan hari ini merupakan bagian dari upaya masyarakat untuk meningkatkan transparansi di lembaga pemerintahan.” kata Tielung.

Sementara itu, anggota DPRD Louis Schramm yang ikut menerima aksi demo menegaskan para wakil rakyat di Gedung DPRD Sulut jauh dari praktik korupsi bahkan dalam setiap pembahasan anggaran selalu mengedepankan akuntabilitas disampaikan secara transparan ke publik.

“Saya menjamin tak ada praktek korupsi di gedung ini. Tak ada yang ditutup-tutupi di DPRD. Semua bisa mendapat akses untuk mendapat informasi tentang anggaran,” ucapnya. (sisco)




ORDA Sulut Ikut Bahas Kesiapan Nataru 2025–2026 Bersama Polda Sulut

Manado,GN – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Daerah Sulawesi Utara (ORDA Sulut) kembali menunjukkan peran strategisnya dalam penguatan komunikasi kebe dalam pengamanan publik. Hal itu dibuktikan dengan keterlibatan aktif dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) dan operasi lilin yang digelar Polda Sulut, Selasa (09/12/2025).

ORDA Sulut diwakili oleh Sekretaris ORDA Roland Aling, S.Sos dengan Call Sign YC8RPK, dan Wakil Ketua ORDA Wensbert Polii, S.Sos (Call Sign YB8TVM), hadir mewakili Ketua ORDA Sulut Capt. Eron A. Tambani, ST., M.Mar, (Call Sign YB8RQQ).

Kehadiran ORDA Sulut mendapat perhatian karena menjadi unsur pendukung utama jaringan komunikasi jika terjadi kepadatan jaringan telekomunikasi maupun kegagalan sistem komunikasi saat momen padat aktivitas masyarakat seperti Nataru.

Rakor dipimpin oleh Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono, dihadiri oleh para PJU Polda Sulut, perwakilan Forkopimda Sulut, instansi terkait, dan diikuti melalui sarana zoom meeting oleh Forkopimda Kabupaten/Kota bersama instansi terkait lainnya.

“Kegiatan rapat koordinasi yang kita laksanakan hari ini memiliki tujuan antara lain meningkatkan kerja sama yang selama ini telah terjalin antara Polri, Pemda, TNI dan instansi terkait lainnya di wilayah Sulawesi Utara, meninjau kesiapan masing-masing instansi dalam menghadapi situasi jelang, pada saat, dan pasca perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, serta meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi berbagai perkembangan situasi kamtibmas yang sewaktu- waktu dapat berubah,” ujar Wakapolda.

Menurut Wakapolda, menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 terjadi peningkatan mobilitas masyarakat, khususnya pada sektor transportasi, perdagangan, dan aktivitas sosial.

“Peningkatan mobilitas tersebut memberikan dampak positif bagi pertumbuhan perekonomian, juga berbagai potensi dampak negatif seperti kenaikan angka kecelakaan lalu lintas, tindak kriminalitas, kelangkaan BBM, kenaikan harga kebutuhan pokok, serta berbagai gangguan kamtibmas lainnya,” ujarnya.

Selain itu, Wakapolda juga mengingatkan terkait kondisi cuaca yang saat ini memasuki musim hujan.

“Kita juga dituntut untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi. Saya mengajak kita semua untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan. Penebangan hutan secara liar, pengelolaan lahan yang tidak sesuai aturan, serta rendahnya kepedulian lingkungan dapat memperbesar risiko terjadinya banjir dan tanah longsor,” lanjut Brigjen Pol Awi.

Ia berharap seluruh aparatur negara bekerja lebih optimal dalam menciptakan rasa aman dan nyaman yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Utara selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Dalam Rakor tersebut, juga dipaparkan kesiapan masing-masing instansi dalam menghadapi perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Saya berharap keterpaduan dalam kegiatan rapat koordinasi ini dapat bermanfaat untuk kemudian diimplementasikan pada setiap kegiatan yang dihadapi, khususnya dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat guna menjamin terselenggaranya setiap kegiatan masyarakat dengan aman, tertib dan lancar,” pungkasnya.

Dengan terus memperkuat koordinasi bersama Polda Sulut dan seluruh unsur pemerintah, ORDA Sulut berkomitmen memastikan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Bumi Nyiur Melambai berlangsung aman, tertib, dan lancar.(*/sisco)




April 2026, Yayasan Kairos Pelita Hati Gelar KKR Mujizat Kesembuhan

Manado- Yayasan Kairos Pelita Hati, melalui Suara Kabar Baik Tinavel Ministry melantik sejumlah 145 relawan Panitia KKR Mujizat Kesembuhan, Selasa (09/12/2025) di Four Points by Sheraton Manado. KKR Mujizat Kesembuhan ini, rencananya akan digelar 27-30 April 2026 mendatang.

PembinaYayasan Kairos Pelita Hati, Pdm, Ir Eliasar Lekitonu MM, MTh, mengatakan KKR Mujizat Kesembuhan bertajuk ‘ Waktunya Sudah Dekat’ (Wahyu 1:3) akan dilaksanakan pada 27-30 April 2026 dan dipersembahkan untuk semua denominasi gereja dengan menghadirkan pengkhotbah yakni Pdt. Risuli Lubis.STh, Pdt.Debby Basjir,dan Pdt.Dr.Frangky Rewah. MTh. Worship Leader oleh Glady Febe Tuwoh, dan Pdt Jacqlien Celosse.

” KKR Mujizat dan Kesembuhan ini merupakan implementasi dari visi kami ‘Melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus; untuk Pergi, Menjadikan Semua Bangsa Murid Yesus’, Matius 28:19-20. Mari kita doakan secara bersama agar KKR ini menjadi berkat bagi Kota Manado, Sulawesi Utara,’ kata Eliasar saat menyampaikan sambutan.

Sekretaris MD GPdI Sulut, Pdt Hanny Awuy MTh dalam khotbahnya menekankan tentang konsistensi pelayanan dengan ayat rujukan Kisah Para Rasul 28: 30-31 yang menceritakan akhir dari pelayanan Paulus di Roma saat menjadi tahanan; ia tinggal dua tahun penuh di rumah sewanya, menerima semua orang yang datang.

“Dengan terus terang dan tanpa rintangan apapun, Rasul Paulus memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus, menandakan pelayanan Injil yang tak terputus meskipun dalam penjara,” kata Pdt Hanny.

Pdt Hanny mengingatkan, tantangan Paulus dalam pelayanannya sangat luar biasa, tetapi dia tetap konsisten. Paulus memanfaatkan masa penahanannya di Roma (sekitar 2 tahun) untuk terus melayani dan mengabarkan Injil secara bebas.
“Pemberitaan utamanya adalah tentang Kerajaan Allah dan ajaran Yesus Kristus, menunjukkan kesetiaan Paulus pada Amanat Agung,” ujar Pdt Hanny sambil menekankan teladan kesetiaan bagi orang percaya untuk tetap melayani dan bersaksi tentang Kristus meskipun menghadapi kesulitan, karena Roh Kudus yang akan berkarya memampukan kita.

Ketua Panitia Pdm Ronald V. Pelealu ST, STh mengajak seluruh panitia untuk bekerja, memberi yang terbaik bagi kemuliaan nama Tuhan. ” Panitia KKR memiliki waktu 4 bulan untuk mempersiapkan acara ini, dengan sebuah keyakinan Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus akan memberikan hikmat surga, kekuatan, kesehatan dan semangat untuk melayani pekerjaan Tuhan,” kata Ronald optimis didampingi Sekretaris Pdm. Ir. Freddy Simboh, S.Th . (*/sisco)




Himbauan Kepala BP3MI Sulut : Menjadi Orang Sukses Tidak Harus Berangkat ke Kamboja

Sulut,GN-Kepala Badan Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Syachrul Afriyadi, SKom, MAP menegaskan menjadi orang sukses tidak harus berangkat ke Kamboja dan berangkat ke Myanmar.

Hal itu, disampaikannya kepada sejumlah awak media, Selasa (09/12/2025) di kantor BP3MI Sulawesi Utara.

“Masyarakat harus merubah mindset, menjadi orang sukses tidak harus langsung berangkat ke Kamboja, berangkat ke myanmar. Menjadi orang sukses semua ada prosesnya,” tegasnya.

Syacrul menjelaskan masih banyak negara yang memiliki peluang kerja keluar negeri. Namun untuk berangkat ke luar negeri kata Syacrul, harus secara prosedural.

“Kalau ingin sukses berangkat keluar negeri harus secara prosedural. Banyak peluang kerja ke luar negeri seperti Jepang terbuka lebar dengan gajinya sampai 23-30 juta. German terbuka lebar dan juga Amerika terbuka untuk perawat dan bidan gajinya sampai ratusan juta per bulan,” jelasnya.

Lebih jauh, Syacrul mengatakan jika ingin sukses tidak dengan instan tetapi semua ada proses dan caranya.

“Ini himbauan dari saya, jika kalian ingin sukses tidak dengan instan. Semua ada prosesnya dan semua ada caranya. Kalian melatih diri dan mengembangkan kompetensi dan skill. Belajar mengembangkan bahasa untuk modal keluar negeri yang punya keinginan besar, kursus melatih diri mengembangkan kompetensi dengan mengikuti pelatihan – pelatihan,” terang Syacrul.

Selain itu, Syacrul menerangkan sebanyak 200 negara yang menjadi penempatan pekerja migran.  “Ada sekitar 200 negara, kecuali Kamboja, myarmar dan Laos itu tidak ada penempatan. Peluang kerja terbesar yaitu di negara Amerika, Jerman, Jepang,Korea,” ucapnya.

Syacrul berharap ada anggaran di tahun 2026 mendatang. Sehingga BP3MI Sulawesi Utara dapat memberikan pelatihan bagi warga masyarakat.

“Kami berharap mudah – mudahan tahun depan ada anggaran, sehingga kami akan melatih warga masyarakat,” pungkasnya. (sisco)




Fraksi PDI Perjuangan Dukung Pansus DPRD Percepatan Penyelesaian Ranperda Pajak dan Retribusi Daerah

Sulut,GN- Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Sulawesi Utara menyatakan dukungan penuh kepada Panitia Khusus DPRD dalam percepatan penyelesaian pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.


” Fraksi memandang penting agar Ranperda tersebut dapat ditetapkan pada tahun 2025 dan mulai diberlakukan secara efektif pada 1 Januari 2026, serta diikuti dengan penerbitan Peraturan Gubernur sebagai ketentuan pelaksanaannya,” kata Ketua Fraksi Rocky Wowor .

Rocky menegaskan perubahan regulasi ini merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, yang mengharuskan pemerintah daerah melakukan penyesuaian terhadap kebijakan fiskal, termasuk mekanisme pajak dan retribusi daerah. Penyesuaian tersebut dimaksudkan untuk memperkuat struktur penerimaan daerah, mendorong modernisasi tata kelola perpajakan, serta memastikan terciptanya sistem yang lebih adil, terukur, dan berpihak pada masyarakat.

Dia menyampaikan dukungan sepenuhnya terhadap program dan kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, YSK–Victori, yang senantiasa mengedepankan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat dalam setiap agenda pembangunan daerah.

Dengan dituntaskannya pembahasan regulasi ini, Fraksi PDI Perjuangan berharap Pemerintah Daerah memiliki landasan hukum yang lebih kuat, komprehensif, dan adaptif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Sebagaimana diketahui Pansus ini dipimpin oleh Srikandi PDI Perjuangan, Sekretaris Fraksi Vonny Paat. Senin , 8 Desember 2025 , Pansus mengumpulkan semua SKPD terkait untuk hadir secara langsung dan melakukan pembahasan agar Perubahan Ranperda ini dapat segera di tuntaskan. Ada 8 point yang diajukan Pemerintah untuk dibahas dan disetujui. (sisco/*)

 




Gelar Reses Ketiga, Braien Waworuntu Serap Aspirasi Masyarakat

Sulut,GN- Ketua Komisi I DPRD Sulut Braien Waworuntu di hadapan masyarakat saat menggelar kegiatan reses di tiga tempat berbeda kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa.

Kehadirannya ini disambut antusias warga yang datang dari berbagai desa untuk menyampaikan langsung keluhan serta kebutuhan mereka.

Adapun tiga wilayah tersebut yakni Desa Senduk, Desa Borgo dan Desa Mokupa.

Berikut Catatan Aspirasi Masyarakat yang disampaikan.

Aspirasi Warga Desa Senduk, Kecamatan Tombariri. Dalam dialog terbuka bersama masyarakat Desa Senduk, sejumlah persoalan strategis disampaikan, di antaranya:

– Perbaikan jalan kebun Mawale hingga Ente, yang menjadi jalur vital bagi para petani.

– Kekecewaan warga terkait klaim wilayah teritorial Desa Senduk oleh pihak kehutanan.

– Bantuan pemerintah yang dinilai belum merata di masyarakat.

– Evaluasi mengenai batas usia kepala desa.

– Masalah ketersediaan air bersih.

– Penyediaan alat pengolahan sampah untuk Kecamatan Tombariri.

– Permintaan penambahan penerangan jalan.

Aspirasi Warga Desa Borgo. Dialog berlanjut bersama warga Desa Borgo. Sejumlah persoalan yang mengemuka antara lain:

– Keluhan mengenai penutupan jalan utama saat pelaksanaan berbagai acara.

– Permintaan bantuan perahu bagi kelompok nelayan.

– Pembangunan infrastruktur desa yang masih minim.

– Pembuatan tanggul pantai sebagai upaya mengatasi abrasi.

– Distribusi bansos yang tidak tepat sasaran, termasuk warga miskin yang belum menerima bantuan.

– Bantuan nelayan yang dinilai tidak sesuai peruntukan.

Aspirasi Warga Desa Mokupa. Di Desa Mokupa, sejumlah kebutuhan penting kembali disampaikan, di antaranya:

– Perbaikan infrastruktur jalan kebun.

– Perbaikan jalan kompleks BTN Mokupa Jaga 8.

– Bantuan modal dan peralatan untuk pelaku UMKM, termasuk alat pembuat kue.

– Bantuan kesehatan, terutama kursi roda bagi warga yang membutuhkan.

Menanggapi beragam aspirasi tersebut, Ketua Komisi I DPRD Sulut, Braien R. Waworuntu, memastikan seluruh masukan warga akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

“Semua aspirasi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulut akan saya perjuangkan di lembaga legislatif. Untuk aspirasi yang masuk ranah Pemerintah Kabupaten Minahasa, akan saya teruskan ke fraksi kami di DPRD Kabupaten serta langsung ke pemerintah kabupaten,” kata Ketua Komisi I DPRD Sulut.

Dia menambahkan reses bukan sekadar formalitas, melainkan sarana utama untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.

“Berjuang bersama rakyat, mendengar suara rakyat, dan merealisasikannya untuk rakyat. Itu komitmen kami,” tukasnya. (sisco/*)




Reses di Ranomea, Stella Runtuwene Serap Aspirasi Warga

Sulut,GN- Wakil ketua DPRD Sulut Stela Runtuwene melaksanakan reses di Kelurahan Ranomea Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan Senin (2/12/25). Wakil Ketua DPRD Sulut disambut antusias ratusan warga yang menunggu sejak sore hari.

Kehadiran Stela Runtuwene menjadi momentum penting bagi warga Kelurahan Ranomea menyampaikan langsung aspirasi untuk diperjuangkan di lembaga legislatif.

“Kami berharap dukungan dari ibu wakil ketua Stela Runtuwene untuk dapat memperjuangkan aspirasi kami petani dan nelayan khususnya bantuan Alsintan, Perahu dan peralatan tangkap ikan yang sangat dibutuhkan masyarakat disini.” kata salah satu warga Ranomea.

Menanggapi hal tersebut, wakil.ketua DPRD Stela Runtuwene menyampaikan komitmen serta berjanji memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui mitra kerja terkait.

“Ini sudah menjadi tugas kami sebagai anggota DPRD yang menjadi wakil bapak/ibu sekalian di lembaga legislatif, apa yang menjadi aspirasi masyarakat Kelurahan Ranomea juga menjadi atensi saya untuk ditindak lanjuti melalui instansi terkait,” jelasnya.

Kegiatan reses dirangkaikan dengan perayaan ibadah Natal rukun keluarga besar Amelius Polii Mangentes, menjadi lebih berkesan saat legislator dari Dapil Minsel-Mitra ini didaulat menyampaikan pesan Natal kepada masyarakat dan jemaat yang hadir.

Dalam pesa Natalnya, Stela Runtuwene mengajak umat Kristiani khususnya yang ada di Kelurahan Ranomea untuk memaknai Natal dengan penuh damai sejahtera dan sukacita seperti kisah kelahiran Yesus Kristus di kandang domba yang jauh dari kemewahan.

“Mari kita sambut Natal dengan kedamaian dan kesederhanaan tapi penuh sukacita seperti kisah kelahiran Yesus Kristus di kandang domba, Tuhan Yesus itu datang dengan kesederhanaan di dunia ini, kalau ada yang baku salah mari torang saling memaafkan dengan saudara-saudara dan sesama kita karena itulah makna Natal sesungguhnya dan kedatangan Yesus di dunia ini adalah untuk menebus dosa-dosa kita semua, ” ucapnya.

Bersamaan agenda kegiatan reses tersebut juga dilakukan sosialisasi terkait Makanan Bergizi Gratis oleh Badan Gizi Nasional yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo serta sosialisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank SulutGo. (sisco/*)

 




Stella Runtuwene Serap Aspirasi Warga Buyungon

Sulut,GN- Pelaksanaan kegiatan reses wakil ketua DPRD Sulut Stela Marlina Runtuwene di Kelurahan Buyungon Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan Senin, (2/12/2025) dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi diperjuangkan ke Pemerintah Provinsi Sulut.

Stella Runtuwene bersama Masyarakat Buyungon Amurang (foto : ist)

Dalam pertemuan bersama ratusan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan, legislator dari Dapil Minsel – Mitra juga dikenal dekat dengan masyarakat ini mendapatkan beragam persoalan untuk menjadi perhatian pemerintah khususnya di sektor pendidikan, infrastruktur dan sosial.

Persoalan dan aspirasi yang disampaikan masyarakat untuk diperjuangkan kepada pemerintah daerah antara lain :

1. Sungai Ranoyapo yang berada di kelurahan buyungon
2. Warga memohon agar terakomodir bedah rumah
3. Bantuan beasiswa untuk anak – kurang mampu dan berprestasi
4. Pengadaan fasilitas lampu penerangan jalan
5. Petani setempat membutuhkan bantuan di sektor pertanian khususnya bibit jagung, cabai serta alat pertanian seperti traktor maupun alat pertanian lainnya.
6. ⁠Meminta bantuan pemasangan CCTV guna mengatasi kenakalan dan kriminal di masyarakat
7. Bantuan peternakan ayam petelur
8. Bantuan bagi UMKM masyarakat seperti peralatan masak
9. ⁠Pembenahan dan pemeliharaan jalan Tabe-kilometer 3 (tempat wisata batu dinding)
10. ⁠Perbaikan jalan Uwuran, kilo 3 sampai di Ranoketang, Lobu karna jalan sudah rusak parah.

Stella berjanji pihaknya akan meneruskan aspirasi masyarakat kelurahan Buyungon dalam agenda penyampaian hasil OKEStream reses di rapat paripurna.yang dihadiri Pemerintah Provinsi.

“Aspirasi bapak ibu akan disampaikan langsung dalam rapat paripurna agar persoalan yang menjadi aspirasi masyarakat dapat menjadi perhatian pemerintah lewat instansi terkait,” ucapnya.

Dia menjelaskan bahwa tugas DPRD bukan sebagai eksekutor tetapi memiliki fungsi untuk mengingatkan pemerintah dalam hal pengawasan terkait persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Lewat aspirasi masyarakat ini Stella berharap dalam setiap kegiatan reses DPRD dapat menjadi atensi Pemerintah Daerah Sulut. (sisco/*)




Dirut Prof Starry Rampengan Buka Pelaksanaan Perdana SPECT- MPI RSUP Kandou Manado

Manado,GN- Pelaksanaan Tindakan Perdana SPECT-MPI (Single Photon Emission Computed Temography- Myocardial Perfusion Imaging) Senin, (01/12/2025) di buka langsung oleh Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Prof Dr dr Starry Rampengan, Sp.JP(K),FIHA,MARS di gedung CVBC.

Direktur Utama RSUP Kandou Manado Prof Dr dr Starry Rampengan Saat Menyampaikan Sambutan (foto: Gemparnews)

Acara tersebut diawali dengan ibadah singkat dipimpin oleh Pdt Jeane Wotulo,MTh turut dihadiri Jajaran Direksi RSUP Kandou Manado yakni Direktur Medik Keperawatan dan Penunjang dr Wega Sukanto, Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian dr June Laukati,MKes, dan Direktur Layanan Operasional Dr Erwin Sondang Siagian serta Manager dan Asisten Manager Hukum dan Humas.

Dirut Prof Starry dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran SPECT–MPI merupakan bukti keseriusan RSUP Kandou dalam memajukan pelayanan jantung.

‎”Pelaksanaan perdana SPECT–MPI ini merupakan langkah maju RSUP Kandou dalam menghadirkan layanan jantung yang lebih modern dan berkualitas. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan teknologi terbaik demi meningkatkan keselamatan dan mutu pelayanan bagi masyarakat Sulawesi Utara dan kawasan Timur Indonesia,” kata Dirut Prof Starry.

Dia mengajak dan berharap agar kerjasama, sinergitas dan kolaboratif menjadi hal penting dalam mengembangkan serta memajukan rumah sakit yang dibanggakan oleh masyarakat Sulawesi Utara ini.

Foto Bersama Usai Dibukanya Pelaksana Tindakan Perdana SPECT -MPI (foto: Gemparnews)

Dirut juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang terlibat dalam pencapaian ini, sehingga boleh dilaksanakan dengan segala baik.

‎”Saya memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh tim kedokteran nuklir, kardiologi, radiologi, fisikawan medis, perawat dan tenaga teknis yang terlibat. Kolaborasi profesional inilah yang menghadirkan terobosan besar dalam pelayanan jantung di RSUP Kandou,” tandasnya. (sisco)

 




DPRD Sulut Hanya Bahas 4 Ranperda Prakarsa Gubernur Tahun 2026, Cindy Wurangian Ingatkan Pembahasan Running Januari

Sulut,GN- Tidak seperti tahun sebelumnya DPRD Sulawesi Utara banyak membahas Ranperda – Ranperda baik Prakarsa Gubernur maupun DPRD, Tahun 2026 mendatang DPRD Sulut sudah mematok 4 buah Ranperda Prakarsa Gubernur yang akan di bahas.

Hal ini disampaikan oleh anggota Banggar DPRD Sulut Cindy Wurangian ketika membahas anggaran APBD tahun 2026 bersama TAPD Provinsi Sulut, Selasa (25/11/2025) di ruang rapat paripurna.

“Saya juga ingin menyampaikan kepada pak sekprov selaku pimpinan TAPD, berkaitan dengan propemperda 2026. Kemarin dalam rapat Bapemperda sudah disodorkan ada 8 Ranperda yang menjadi prakarsa dari Gubernur. Nah pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan bahwa sesuai dengan anggaran yang sudah disepakati dalam nota kesepakatan APBD 2026, anggaran yang di alokasikan untuk pembahasan Ranperda di DPRD adalah 5 Pansus, termasuk dengan 1 Ranperda yang akan menjadi Perda Prakarsa DPRD,” kata Cindy.

“Oleh karena itu, dalam penetapan Propemperda nanti kami berembuk dan berdiskusi untuk menerima 4 buah Rancangan Perda Prakarsa Gubernur untuk kita bahas di tahun 2026. Dan hal itu sudah sesuai dengan tata tertib di DPRD Provinsi Sulawesi Utara, yang mana dalam waktu yang bersamaan maksimal jumlah pansus hanya bisa maksimal sejumlah komisi yaitu 4 komisi maka harus empat pansus yang berjalan bersamaan,” sambung Cindy.

Lanjut Cindy mengatakan jika ada tambahan – tambahan maka akan disesuaikan dalam APBD perubahan. “Mungkin kalau ada tambahan – tambahan akan disesuaikan dalam APBD Perubahan di 2026,” ucapnya.

Cindy juga mengingatkan agar Ranperda tersebut dibahas Januari 2026 agar supaya cukup waktu untuk membahasnya.

“Juga saya mengingatkan agar penyampaian Ranperda – ranperda tersebut tidak lagi terjadi seperti tahun ini, karena banyak kesibukan sehingga tertumpuk di penghujung tahun, kiranya Ranperda – ranperda yang di usulkan dari perangkat daerah dari masing – masing bisa running dari bulan Januari 2026, agar supaya kita waktu yang cukup untuk membahas Ranperda yang berkualitas,” tandasnya. (sisco)