Komisi I DPRD Sulut Panggil Hearing Dinas PMD, Braien “Warning” Kadis dan Jajaran

Sulut, GN- Guna memaksimalkan kinerja mitra kerja, komisi I DPRD Sulawesi Utara (Sulut) memanggil Hearing Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sulut, Senin (19/01/2026) bertempat diruangan rapat komisi I lantai dua.

Rapat Hearing Komisi I DPRD Bersama Dinas PMD Provinsi Sulut (foto: Gemparnews)

Rapat Hearing komisi I di pimpin oleh Ketua Komisi Braien Waworuntu,SE di dampingi Wakil Ketua, Sekretaris dan anggota komisi I DPRD Sulut. Sementara dari dinas PMD Provinsi Sulut dihadiri langsung Kepala Dinas Bersama jajarannya.

Usai kepala Dinas (Kadis) PMD Sulut Darwin Muksin, S.Sos, M.M., dan jajarannya memaparkan program dan kegiatan yang dilaksanakan maupun direncanakan kedepan, Ketua Komisi I mengingatkan agar kepala dinas PMD Sulut bersama jajarannya jangan lama bergerak namun harus aktif mendampingi kegiatan program kemasyarakatan.

‘Tentunya kami mengharapkan kerja – kerja harus di dampingi juga, jangan sampai pak Kadis dan jajaran lama gerak. Kami mengharapkan agar segala kegiatan ini pak kadis mensuport program – program kemasyarakatan bisa menyentuh langsung bagi masyarakat,” tegas Braien.

Lanjut Braien mengatakan dinas PMD Sulut harus pro aktif melakukan sosialisasi ke desa – desa menyangkut anggaran dana desa.

“Dan yang kedua disampaikan tadi aspirasi terkait dana desa, hukumtua – hukumtua. Nah,sekarang dana desa dari satu miliar turun hingga dua ratus juta sampai tiga ratus juta. Jadi apa langkah – langkah pemerintah daerah khususnya dari pak kadis supaya kumtua – kumtua ini tidak salah gunakan anggaran dana ini. Jadi butuh sosialisasi dari pak kadis dan jajaran karena dinas ini menyangkut desa – desa di Sulawesi Utara,” tandasnya. (sisco)




Berikut Update Agenda Kegiatan DPRD Sulut Hari Ini

Sulut,GN- Memasuki Minggu kedua bulan Januari tahun 2026, DPRD Sulawesi Utara (Sulut) terus melaksanakan agenda kegiatan.

Sesuai jadwal dari sekretariat DPRD Sulut, Senin 12 Januari 226, ada tiga agenda yang akan di laksanakan oleh DPRD Sulut dan Sekretariat.

Berikut ini update agenda kegiatan  DPRD/Sekretariat yang akan dilaksanakan :

1. IBADAH PERDANA THN 2026 PIMPINAN DAN ANGGOTA DPRD, SEKRETARIAT DPRD SERTA FORUM WARTAWAN DPRD SULUT.
Pukul : 09.00 Wita
Tempat : Ruang Rapat Paripurna.

2. RAPAT INTERNAL KOMISI I
Pukul : 11.00 Wita
Tempat : Ruang Rapat Komisi I

3. RAPAT PANSUS RANPERDA PROV.SULUT TENTANG PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DGN AGENDA SINKRONISASI HASIL FASILITASI KEMENDAGRI THD PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH
Pukul : 14.00 Wita
Tempat : Ruang Rapat DPRD.
(sisco)




Sekretariat DPRD Sulut Serahkan Bantuan Kemanusiaan Melalui Posko Terpadu Penanganan Bencana Korban Banjir Bandang di Pulau Siau

Sulut,GN-  Jajaran Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Kamis (8/1/2026), menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Pulau Siau yang terdampak bencana banjir bandang.

Penyaluran bantuan dilaksanakan di Posko Terpadu Penanganan Bencana yang berlokasi di Kantor Gubernur Sulawesi Utara. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Sub Bagian Administrasi Kesekretariatan DPRD Sulut, Menli Menajang, SE, mewakili Pelaksana Tugas Sekretaris DPRD Sulut, William Niklas Silangen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut, Faldy Tumarah, menerima bantuan kemanusiaan dari sekretariat DPRD Sulut. Bantuan tersebut selanjutnya didistribusikan kepada warga yang membutuhkan di wilayah terdampak.

Menli Menajang menyampaikan, bantuan tersebut merupakan hasil kepedulian dan solidaritas seluruh pimpinan serta staf di lingkungan Sekretariat DPRD Sulut terhadap musibah yang menimpa masyarakat Siau.

“Ini adalah wujud empati dan kepedulian keluarga besar Sekretariat DPRD Sulut kepada saudara-saudara kita di Siau yang sedang mengalami masa sulit akibat banjir bandang. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” kata Menli.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok yang bersifat mendesak, antara lain beras dan mie instan. Bantuan tersebut diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh para korban, khususnya yang berada di lokasi pengungsian dan wilayah terdampak terparah.

Sementara, BPBD Sulut mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian berbagai pihak, termasuk Sekretariat DPRD Sulut, yang turut berkontribusi dalam penanganan logistik pascabencana.

Bantuan yang masuk akan dikoordinasikan secara terpadu agar penyalurannya tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan. (sisco)




Mailangkay Wakili Gubernur Sulut Bacakan Sambutan pada Rapat Paripurna DPRD

Sulut,GN – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut) Dr Johanes Mailangkay,SH.MH membacakan sambutan Gubernur Yulius Selvanus pada Rapat Paripurna DPRD Sulut, Selasa (6/01/2026).

Rapat tersebut di pimpin oleh Ketua DPRD Sulut dr Fransiscus A Silangen,SpB- KBD di dampingi Wakil Ketua Royke Anter dan Stella Runtuwene.

Pada kesempatan itu Dia mengajak DPRD untuk tidak hanya bekerja biasa -biasa saja.

“Kita harus bekerja keras, tulus, dan bekerja cerdas, demi menorehkan tinta emas pada setiap aspek pembangunan yang kita kerjakan,” kata Gubernur.

Lanjut, dengan modal semangat gotong royong dan sinergitas yang telah terjalin baik antara pemerintah daerah dan DPRD, akan mampu mengakselerasi kemajuan daerah ini.

“Tidak ada tantangan yang terlalu besar jika kita menghadapinya bersama-sama,” ucapnya.

Dia mengatakan kesejahteraan masyarakat harus terus diperjuangkan. “Kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara adalah harga mati yang harus kita perjuangkan,” katanya. (sisco)

 

 




Pimpin Rapat Paripurna, Silangen : Ratusan Poin Aspirasi Hasil Reses Akan di Serahkan ke Pemprov Sulut

Sulut,GN- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar rapat paripurna dalam rangka penyampaian laporan kinerja alat kelengkapan DPRD dan penyampaian laporan hasil reses masa sidang pertama tahun 2025.

Ketua DPRD Sulawesi Utara, dr Fransiscus Silangen,SpB-KBD memimpin rapat paripurna yang berlangsung Selasa (6/01/ 2026) didampingi para wakil ketua, Royke Anter dan Stella Rondonuwu.

Turut hadir Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Johanes Victor Mailangkay juga didampingi Plt Sekprov, Tahlis Galang ikut dalam rapat paripurna tersebut.

Diawali dengan laporan hasil reses yang dibacakan oleh anggota DPRD Sulut dari perwakilan tiap dapil masing – masing.

Politisi PKS, Amir Liputo menyampaikan hasil reses dari Dapil Manado, Capt Remly Kandoli dari PDIP membacakan hasil reses di Dapil Minsel Mitra, Toni Supit membacakan hasil reses masyarakat Kepulauan Nusa Utara dan aspirasi dari masyarakat Minut Bitung dibacakan Nick Lomban dari Nasdem.

Selanjutnya, Seska Ervina Budiman menyampaikan hasil reses dapil Bolmong Raya, politisi Gerindra, Gracia Oroh membacakan hasil reses Dapil Tomohon Minahasa.

Secara umum, aspirasi masyarakat di enam dapil meliputi berbagai bidang Terutama terkait layanan kesehatan, pendidikan, sarana prasarana dan infrastruktur hingga pelayanan publik lainnya.

Di sektor pertanian, perkebunan dan kelautan juga menjadi aspirasi masyarakat. Dibidang pertanian para Petani meminta bantuan benih berkualitas serta alokasi pupuk subsidi. Sementara nelayan meminta bantuan mesin tempel serta akses ke KUR.

Ketua DPRD, dr Fransiscus Silangen mengungkapkan, reses terakhir tahun 2025 dilaksanakan pada 28 November hingga 2 Desember 2025. Hasil reses yang dilaporkan meliputi ratusan poin aspirasi.

“Rangkuman aspirasi ini kita serahkan ke eksekutif Pemprov Sulawesi Utara. Dalam reses juga kami menerima aspirasi yang menjadi tupoksi pemerintah kabupaten kota dan sudah diteruskan,” ujar Ketua DPRD Sulut. (sisco)




Kunjungi Pasien Korban Banjir Bandang di IGD, Dirut Prof Starry Rampengan Instruksikan Nakes Berikan Perhatian Khusus dan Pelayanan Humanis

Manado,GN — Bentuk perhatian dan kepedulian dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit pemerintah semakin nyata dalam misi kemanusiaan atas musibah yang telah terjadi.

Rasa empati itu, dilakukan Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS, mengunjungi langsung empat pasien korban bencana banjir yang dirujuk dari Kabupaten Kepulauan Sitaro, Selasa (06/01/2026).‎

‎ke empat pasien rujukan musibah banjir bandang di pulau Siau langsung mendapat penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Kandou Manado. Direktur Utama memastikan para pasien mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal dan cepat.

Dirut prof Starry menegaskan pelayanan maksimal dan prioritas untuk seluruh korban bencana tanpa hambatan, meskipun dokumen administrasi para pasien hilang terbawa banjir bandang.

‎“Fokus utama kami adalah keselamatan dan pemulihan kesehatan pasien, yang terpenting saat ini mereka mendapatkan penanganan medis terbaik,” kata Dirut.

Dirut pun memberikan instruksi kepada jajaran Tenaga kesehatan (Nakes) di IGD agar memberikan perhatian khusus serta pelayanan humanis kepada para korban bencana. Ini sebagai bentuk kehadiran negara melalui rumah sakit rujukan nasional di Sulawesi Utara.

‎Komitmen memberikan layanan kesehatan yang responsif dan berkeadilan, di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana sejalan dengan tugas dan fungsi rumah sakit sebagai pusat rujukan dan pelayanan kegawatdaruratan regional untuk Kandou yang lebih baik. (sisco/*)




Ini Penjelasan Manajemen RSUP Kandou Manado Terkait Keluhan Tenaga Cleaning Service

Manado,GN — Menanggapi viralnya keluhan sejumlah tenaga cleaning service atas dugaan ketidaksesuaian upah dengan UMK,Pemotongan BPJS hingga pemberhentian kerja sepihak tanpa kompensasi, manajemen RSUP Prof Dr R D Kandou Manado akhirnya angkat bicara.

Dalam keterangannya, rumah sakit menegaskan bahwa tenaga cleaning service yang bertugas di RSUP Kandou tidak memiliki hubungan kerja langsung dengan manajemen rumah sakit, tetapi berstatus sebagai karyawan perusahaan penyedia jasa alih daya (outsourcing) yang menjadi mitra resmi rumah sakit.

“Status hubungan kerja tenaga kebersihan berada sepenuhnya di bawah perusahaan vendor. Rumah sakit tidak melakukan rekrutmen, penggajian, maupun pengelolaan hak-hak ketenagakerjaan mereka,” kata manajemen RSUP Kandou Manado.

Pihak manajemen menyampaikan, seluruh proses mulai dari perekrutan, penempatan kerja, pembayaran gaji, kepesertaan BPJS, hingga pemenuhan hak normatif pekerja merupakan tanggung jawab penuh perusahaan outsourcing sesuai perjanjian kerja sama yang telah disepakati bersama.

Manajemen RSUP Kandou Manado menjelaskan tetap memonitor pelaksanaan kerja sama dengan vendor agar pelayanan kebersihan di lingkungan rumah sakit berjalan optimal dan sesuai standar yang ditetapkan.

Diketahui sejumlah tenaga cleaning service menyampaikan keluhan di media sosial dan juga menyampaikan aspirasinya ke kantor DPRD Sulut. Mereka mengaku telah mengabdi selama belasan hingga puluhan tahun, termasuk tetap bekerja di masa pandemi Covid-19 dengan risiko tinggi, dan berharap mendapatkan keadilan atas hak-hak ketenagakerjaan mereka.

Terkait dengan persoalan ini, manajemen RSUP Kandou berharap dapat diselesaikan sesuai mekanisme dan ketentuan hukum ketenagakerjaan yang berlaku antara pekerja dan perusahaan penyedia jasa terkait. (*/sisco)




DPRD Sulut Sahkan Perda Kepemudaan

Sulut,GN – DPRD Sulawesi Utara (Sulut) mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) Kepemudaan,Senin (29/12/2025). Acara pengesahan Ranperda dilaksanakan dalam rapat paripurna DPRD Sulut yang dipimpin Ketua DPRD dr Fransiskus Silangen.

Turut mendampingi wakil ketua, dr Michaela Elsiana Paruntu, Royke Anter dan Stella Runtuwene.

Turut hadir Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wagub J Victor Mailangkay dalam rapat paripurna tersebut.

Sementara. Itu, Ketua Pansus Ranperda Kepemudaan, Eldo Wongkar SH saat menyampaikan laporannya, mengataka. Perda Kepemudaan terdiri dari 83 pasar.

“Ada empat pasal yang dihapus sebagaimana rekomendasi konsultasi dengan Kemendagri,”kata Eldo.

Perda ini lanjut Eldo mengatakan membawa semangat mengawal generasi muda Sulawesi Utara untuk turut andil dalam pembangunan daerah di bumi nyiur melambai..

“Semangat kepemudaan berdasarkan Ketuhanan, kebangsaan, persatuan Indonesia,” ujar Eldo.

Untuk diketahui Perda Kepemudaan ditetapkan setelah dalam pembahasan sebelumnya, lima fraksi di DPRD Sulawesi Utara menyatakan menerima ranperda untuk ditetapkan sebagai Perda Kepemudaan.

“Kelima fraksi telah menerima ketentuan dan Perda. Untuk itu, kami tanyakan kembali apakah ranperda sudah dapat disetujui untuk ditetapkan menjadi Perda?,” tanya Ketua DPRD Sulut

Secara serentak legislator DPRD Sulut menjawab, setuju dan Silangen pun selanjutnya mengetuk palu sidang. “Setelah ditetapkan, kiranya Perda Kepemudaan itu dapat diimplementasikan. Jangan hanya jadi aturan di atas kertas,” ujarnya.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus menyampaikan apresiasi atas penetapan Perda Kepemudaan. Pemuda aset bangsa dan daerah. Perda ini memfasilitasi generasi muda agar bisa terencana dan terpadu dalam menopang pembangunan Sulawesi Utara.

“Peraturan ini mengatur peran dan fungsi pemuda dalam pembangunan. Pemuda sebagai kontrol sosial, sekaligus menjaga Pancasila dan NKRI serta menjadi agen pelestari adat budaya daerah,” terangnya. (sisco)

 




Louis Schramm Sampaikan Duka Mendalam Korban Tragedi Kebakaran Panti Werdha Damai Manado

Sulut,GN– Pada Minggu (28/11/2025) malam terjadi tragedi kebakaran di Panti Werdha Damai di Kelurahan Ranomuut, Kota Manado, meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Tragedi kemanusiaan tersebut merenggut nyawa belasan penghuni panti lanjut usia (lansia) dan menuai perhatian serius dari berbagai pihak. Duka mendalam juga disampaikan oleh Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Louis Carl Schramm.

Louis menyampaikan bela sungkawa dan duka cita yang mendalam atas musibah tragis tersebut. Dia mengaku sangat terpukul ketika mendengar kabar kebakaran yang menewaskan para lansia, kelompok rentan yang seharusnya mendapatkan perlindungan maksimal.

“Saya sangat prihatin dan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Ini musibah yang sangat menyedihkan karena memakan korban orang tua atau lanjut usia. Sedih sekali ketika saya dengar musibah ini,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut, Senin (29/12/2025).

Menurutnya, peristiwa kebakaran Panti Werdha Damai harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik pemerintah daerah maupun pengelola fasilitas sosial.

Legislator Dapil Kota Manado itu menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan di panti werdha dan fasilitas sosial lainnya, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Diketahui sebelumnya, kobaran api hebat meluluhlantakkan Panti Werdha Damai pada Minggu malam. Api yang dengan cepat membesar membuat para penghuni panti, yang mayoritas lanjut usia, tidak sempat menyelamatkan diri. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi berlangsung sulit dan penuh kepanikan, sementara warga sekitar berupaya memberikan pertolongan seadanya sebelum petugas tiba.

Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dengan sekitar 25 personel dikerahkan untuk mengendalikan si jago merah. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.20 WITA, meski petugas sempat menghadapi kendala akibat beberapa titik api yang kembali menyala serta kondisi bangunan panti yang sudah rapuh.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Keterangan awal dari sejumlah saksi menyebutkan api diduga berasal dari area dapur, namun hal tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil evakuasi sementara, petugas menemukan 16 jenazah korban di dalam bangunan panti. Sementara itu, tiga korban lainnya mengalami luka bakar serius, dengan dua orang dirawat di RSUD Kota Manado dan satu korban dirujuk ke RS Awaloei.

Tragedi kebakaran Panti Werdha Damai ini menjadi duka bersama bagi masyarakat Sulawesi Utara. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya perhatian serius terhadap keselamatan fasilitas sosial, khususnya yang menampung kelompok rentan seperti lanjut usia, agar hak atas rasa aman dan perlindungan dapat benar-benar terjamin. (*/sisco)




Ketua DPRD Sulut Sampaikan Bela Sungkawa Atas Tragedi Kebakaran Panti Werdha Damai Ranomuut

Sulut,GN- Ketua DPRD Sulut Dr Fransiscus Andi Silangen menyampaikan duka. Mendalam atas peristiwa kebakaran yang  menghanguskan bangunan panti Werdha Damai Ranomuut Kota Manado, Minggu (28/12/25) malam yang menyebabkan 16 penghuni meninggal dunia.

Menurutnya kejadian tersebut adalah duka bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara.

” Atas nama Pimpinan dan anggota DPRD Sulut menyampaikan Belasungkawa dan dukacita mendalam atas peristiwa yang terjadi yang memakan korban jiwa. Semoga Tuhan Yesus sumber penghiburan menguatkan keluarga yang ditinggalkan ,” ucap Silangen saat membuka rapat paripurna DPRD Sulut Senin, (29/12/25)

Diketahui kobaran api hebat meluluhlantakkan Panti Werdha Damai pada Minggu malam. Tragedi tersebut menewaskan sedikitnya 16 orang penghuni panti, sementara tiga korban lainnya mengalami luka bakar serius dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Api yang membesar dengan cepat membuat para penghuni panti, yang mayoritas lanjut usia, tidak sempat menyelamatkan diri. Peristiwa ini sontak menggemparkan warga sekitar yang berupaya memberikan pertolongan seadanya sebelum petugas tiba di lokasi.

Sekretaris Daerah Kota Manado, Steaven Dandel, mengungkapkan bahwa laporan kebakaran diterima pada pukul 20.31 WITA. Berdasarkan estimasi awal, api diduga sudah berkobar sekitar lima hingga sepuluh menit sebelum laporan masuk ke Dinas Pemadam Kebakaran.

“Begitu menerima panggilan darurat, tim pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi,” ujar Dandel.

Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dengan sekitar 25 personel dikerahkan untuk mengendalikan api. Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.20 WITA, meski proses evakuasi sempat terkendala akibat beberapa titik api yang kembali menyala serta kondisi bangunan yang telah rapuh.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Keterangan awal dari sejumlah saksi menyebutkan api diduga berasal dari area dapur, namun hal tersebut belum dapat dipastikan.

“Semua masih dalam tahap pendalaman. Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran,” tegas Dandel.

Dari hasil evakuasi sementara, petugas menemukan 16 jenazah korban di dalam bangunan panti. Sementara itu, tiga korban luka bakar masing-masing dua orang dirawat di RSUD Kota Manado dan satu korban lainnya dirujuk ke RS Awaloei. Tragedi ini menjadi duka bersama sekaligus pengingat pentingnya perhatian serius terhadap keselamatan fasilitas sosial, khususnya yang menampung kelompok rentan seperti lanjut usia. (sisco/*)