Dirut Panelewen Bersama Jajaran Direksi Terima Kunjungan Penasehat Dharma Wanita Kemenkes RI di RSUP Kandou Manado

Manado,GN- Penasehat Dharma wanita Kemenkes RI Ida Rachmawati Budi G Sadikin bersama rombongan tiba di di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Kamis (10/8/2023).

Kedatangan Ida Rachmawati Budi G Sadikin di RSUP Kandou Manado di sambut Direktur Utama (Dirut) Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD di dampingi Direktur SDM dan Penelitian, Dr dr Ivonne E Rotty MKes, Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan penunjang, dr Yeheskiel Panjaitan SH MARS, dan Direktur Perencanaan dan Keuangan, Dr Erwin Sondang Siangian SSTP, dan jajaran RSUP Kandou lainnya, serta pengurus Dharma Wanita.

Setibanya di RSUP Kandou Manado, penasehat dharma wanita Kemenkes RI ini langsung mengunjungi pasien yang ada di gedung PBVC. Setelah itu Ida Rachmawati Budi G Sadikin menyambangi ruangan kanker Estella.

Pantauan media ini, Ida Rachmawati Budi G Sadikin bernyanyi bersama dan bersenda gurau dengan anak-anak di Estella. Nampak Ida Rachmawati Budi G Sadikin juga memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anak.

Usai mengunjungi anak – anak di Estella, Ida Rachmawati Budi G Sadikin langsung menuju ke gedung utama administrasi RSUP Kandou Manado.

Di gedung administrasi Ida Rachmawati juga memantau kegiatan donor darah sekaligus melakukan pemeriksaan kesehatan.

Selanjutnya Ida Rachmawati menuju lantai dua gedung administrasi untuk melakukan tatap muka bersama Dharma Wanita RSUP Kandou.

Kegiatan kunjungan di RSUP Kandou Manado penasehat Dharma Wanita Kemenkes RI ini, di akhiri dengan sesi foto bersama. (Sisco)




Hebat! Dirut Panelewen Terharu Animo Masyarakat Dalam Kegiatan Bakti Sosial Sangat Besar

Sulut,GN- Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof RD Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD merasa terharu ketika turun dan menyaksikan secara langsung kegiatan bakti sosial kerjasama RSUP Kandou Manado dengan Lantamal VIII Manado bertajuk “Marijo Datang Berobat Gratis”, di Desa Likupang Dua, Minahasa Utara (Minut), Sabtu (5/8/2023) lalu.

Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD (foto : Gemparnews)

Ini disampaikan Dirut Panelewen kepada media gemparnews.com ketika di wawancarai Senin, (7/8/2023) di kantor administrasi RSUP Kandou.

“Jadi pelaksanaan bakti sosial dengan Lantamal VIII Manado hasilnya sungguh luar biasa, karena cakupan mereka yang datang untuk mendapatkan layanan kesehatan animonya sangat besar sekali,” ungkap Panelewen.

” Dan saya terharu karena kita bisa menyentuh orang-orang yang ada di pesisir pantai dan pulau-pulau,” ucapnya lagi.

Dalam kegiatan tersebut, kata Panelewen peran serta instansi terkait seperti Fakultas Kedokteran, BKKBN, Pegadaian dan PLN Persero sangat hebat.

“Peran serta dari Fakultas Kedokteran, BKKBN, PT Pegadaian dan PLN Persero. Semuanya terlibat dalam dalam kegiatan bakti sosial sangat hebat,” terang Panelewen.

Panelewen pun mengapresiasi ada 137 profesor dirumah sakit Kandou,sehingga peran mereka sangat di butuhkan dalam kemajuan pelayanan kesehatan. ” Jadi suatu tim yang begitu sangat besar,” tutup Ketua IKA UNHAS Sulut ini. (sisco)




Resmi di Buka Kegiatan Indonesia Medical Expo Dan Health Tourism 2023, Panelewen : Kami Yakin Sulut Kedepan Semakin Maju dan Kuat

Manado,GN- Ketua PERSI Sulut Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD saat memberikan sambutan pembukaan kegiatan Indonesia Medical Expo dan Health Tourism 2023, Jumat (04/08/2023) mengatakan kegiatan ini merupakan kali yang kedua di gelar setelah pandemi covid-19 melanda Indonesia.

” Ini adalah kegiatan yang kedua setelah covid-19 melanda.Namun membedakan kegiatan ini bahwa Sebelumnya kegiatan bertajuk Sulawesi Utara Medical Expo Health Tourism, namun kali ini sudah menjadi lebih luas yakni Indonesia Medical Expo dan Health Tourism 2023,” kata Panelewen,

Lanjut kata Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado ini mengatakan nantinya secara kualitas kegiatan ini semakin baik. “Berharap nantinya secara kualitas kegiatan ini nantinya semakin baik dan tentu saja bukan hanya moment seremonial yang di utamakan dalam kegiatan ini, tetapi justru tidak lanjut dari upaya kita untuk melakukan kegiatan – kegiatan yang nantinya mendorong Healt tourism,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan-kegiatan talkshow kata Panelewen, ini upaya untuk mendapatkan ide, arahan dari para pimpinan dan kedepannya Sulawesi Utara akan memposisikan diri seperti apa.

Panelewen juga menyampaikan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena langkah awal dari kegiatan sudah dilaksanakan.

“Saya mengucap syukur kehadirat Tuhan yang maha kuasa, karena minimal langkah pertama pembukaan Indonesia Medical Expo and healt tourism tahun 2023 dapat di mulai dan berjalan sebagaimana yang di harapkan,” terangnya.

Panelewen pun yakin, dari segi perkembangan di bidang kesehatan Sulawesi Utara akan semakin maju dan kuat. ” Kami yakin ke depan Sulawesi Utara akan semakin maju dan semakin kuat dalam kegiatan dan program health tourism seperti ini,” tandasnya.

Diketahui kegiatan Indonesia Medical Expo dan Health Tourism 2023 yang di laksanakan 4-6 Agustus 2023 di Mantos 3, di buka secara resmi oleh Gubernur Sulut melalui Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw.

Turut hadir Nara sumber Talkshow Prof Dr dr Terawan Agus Putranto,So.Rad(K), Gubernur se Sulawesi, Bupati dan Walikota, jajaran SKPD provinsi Sulut dan tamu undangan lainnya.(sisco)




Sebut Pejabat RSUP Kandou Harus Tipikal Petarung, Dirut Panelewen Yakin Pejabat Miliki SDM Handal

Manado,GN – Dengan adanya perubahan nomenklatur menyusul perubahan Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK), RSUP Prof Dr R D Kandou Manado melakukan penyesuaian dengan melantik 12 Manajer Tim Kerja, Rabu (2/7/2023).

Sementara 12 manajer yang terpilih adalah orang-orang pilihan yang merupakan pilihan terbaik dari yang baik dan sudah melalui proses bidding.

Hal ini disampaikan Direktur Utama Dr dr Jimmy Panelewen SpB KBD, ketika di wawancarai sejumlah media. Dirut  yakin para manajer yang dilantik merupakan SDM yang handal dan telah ditempa dengan berbagai pengalaman.

Menurut Dirut, orang yang menjabat di RS sebesar RSUP Kandou Manado harus memiliki tipikal petarung.

Menariknya, untuk Manajer Tim Kerja Hukum dan Hubungan Masyarakat (Humas), kata dia, haruslah orang yang memiliki kepribadian “abnormal”.

“Artinya dalam situasi tertentu orang normal akan terpancing emosi, kalau dia (manajer hukum dan humas, red) tidak akan terpancing. Ini maksud saya dengan “abnormal,” tandas Dirut, sambil timpali candaan awak media.

Lanjutnya, Manajer Hukum dan Humas yang baru dilantik, yakni Ruslianto Apeldorn Urendeng SH adalah pejabat yang baru di RSUP Kandou Manado.

“Dia nantinya akan banyak berinteraksi dengan internal maupun eksternal. Ini akan jadi challenge bagi dia. Harus cepat beradaptasi dan memahami tupoksinya, bahkan hingga tupoksi direkturnya,” katanya.

Ditempat yang sama, Manajer Hukum dan Humas, Ruslianto Apeldorn Urendeng SH, yang baru saja dilantik mengatakan dirinha sangat bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa ketika di berikan tugas dan kepercayaan oleh pimpinan.

“Saya bersyukur kepada Tuhan atas kepercayaan yang diberikan melalui para pimpinan di RSUP Kandou,” katanya.

Diapun menyadari bahwa dirinya merupakan pejabat yang baru di RSUP Kandou, dia akan berusaha secepat mungkin beradaptasi dengan tugas dan lingkungan kerja.

“Saya belum bisa banyak berkata-kata karena masih baru. Tapi saya komitmen akan bekerja keras dan menunjukkan kinerja. Pastinya saya bersama tim akan mendukung kebijakan, program, dan visi misi yang ada,” tandas Anto, sapaan akrab Manajer Tim Kerja Hukum dan Humas. (sisco)




Sebanyak 12 Manajer Tim Kerja RSUP Kandou Manado di Lantik, Panelewen : Harus Bisa Beradaptasi Dengan Cepat

Manado,GN– Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr R D Kandou Manado menggelar pelantikan manajer tim kerja, di aula lantai 2 Kantor Administrasi RSUP Kandou Manado, Rabu (2/8/2023).

Direktur Utama Dr dr Jimmy Panelewen SpB KBD mengatakan, rotasi atau penggantian jabatan dalam suatu organisasi adalah hal yang lumrah.

“Organisasi harus terus bergerak. Dinamika dan proses rotasi ini untuk menyehatkan organisasi,” kata Dirut.

Dia berharap agar pejabat yang baru saj dilantik dapat segera beradaptasi dengan cepat di lingkungan kerjanya.

“Ada beberapa pejabat yang masih tetap, namun ada juga yang mutasi dan ada pejabat baru. Harus bisa beradaptasi dengan cepat. Saya percaya bahwa saudara-saudara mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan,”ujarnya.

Lanjut kata Dirut, RSUP Prof Kandou Manado dalam rentang waktu cukup panjang ini terus memperbaiki diri.

Sebagai institusi layanan publik, pihaknya bertanggung jawab kepada masyarakat.

Di satu sisi, dengan merebaknya isu perundungan, isu pelayanan paripurna, isu mengenai mall praktik, dan isu lainnya menjadi tantangan yang disoroti, menjadi potret apakah jajaran RSUP Kandou mampu menjawabnya.

“Masalah sekecil apapun harus diseriusi. Saya yakin yang dilantik adalah SDM yang andal dan telah ditempa. Tolong kepercayaan ini dijawab dengan sungguh-sungguh dan dengan niat yang tulus, serta dengan kerja keras. Saya yakin begitu Anda berikhtiar melakukan dengan tanggung jawab, itu akan menjadi catatan bahwa Anda melakukan sesuatu yang baik,” tandasnya.

Berikut 12 Nama Manajer Tim Kerja di RSUP Kandou yang dilantik:

1. dr Wiyono, Manajer Tim Kerja Pelayanan Medik

2. Ns Jeavery S Bawotong SKep, Manajer Tim Kerja Pelayanan Keperawatan

3. Nurliah Arsam SSi Apt MARS, Manajer Tim Kerja Pelayanan Penunjang

4. Ns Abram Babakal SKep MKes, Manajer Tim Kerja Organisasi dan SDM

5. Ns Suwandi I Luneto SKep MKes, Manajer Tim Kerja Pendidikan dan Pelatihan

6. dr Hanry Alphius Tri Putra Takasenseran, Manajer Tim Kerja Penelitian

7. Ríani Isye Kawenas SE MSA, Manajer Tim Kerja Perencanaan dan Evaluasi Program

8. Frets Melope SE MSi, Manajer Tim Kerja Perencanaan Anggaran

9. Ahnec Livia Sepang SE, Manajer Tim Kerja Pelaksanaan Keuangan

10. Mercel Hendrik Lahiang SE MSA, Manajer Tim Kerja Akuntansi dan BMN

11. John Robert Tuwaidan ST MSi, Manajer Tim Kerja Tata Usaha dan Rumah Tangga

11. Ruslianto Apeldorn Urendeng SH, Manajer Tim Kerja Hukum dan Hubungan Masyarakat

Untuk diketahui, jabatan manajer tim kerja ini setara Eselon III atau dahulunya dikenal dengan kepala bagian.

Hal ini menyesuaikan dengan perubahan Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK), di mana saat ini RSUP Kandou sudah memiliki 4 jabatan direktur.

Hadir dalam acara pelantikan tersebut, Direktur SDM Pendidikan dan Umum, Dr dr Ivonne E Rotty MKes, Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan penunjang, dr Jehezkiel Panjaitan SH MARS, Direktur Layanan Operasional, dr Wega Sukanto Sp BTKV. (sisco)




Cegah Perundungan Peserta Didik, Berikut Harapan Dirut RSUP Kandou Manado Kepada Tenaga Pendidikan Kesehatan

Manado,GN- Berdasarkan instruksi Menteri Kesehatan nomor HK.02.01/Menkes/1512/2023 tentang pencegahan dan penanganan  perundungan terhadap peserta didik pada rumah sakit pendidikan di lingkungan Kementerian Kesehatan maka RSUP Kandou Manado melakukan sosialisasi.

Kegiatan dilaksanakan di Aula RSUP Kandou Manado, Rabu (26/07/2023) dipimpin oleh Direktur Utama (Dirut)  RSUP Kandou Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD dan dihadiri Direktur SDM Pendidikan dan Umum, Dr.dr Ivonne E. Rotty,M.Kes, Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang, dr Yeheskiel Panjaitan,SH.MARS, dan  dr Wega Sukanto,Sp BTKV sebagai Direktur Layanan Operasional juga Direktur Perencanaan dan Keuangan Erwin Sondang Siagian.SSTP, M.Si.

Dirut mengatakan, kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan sifatnya mendadak, sebab dimintakan supaya proses dilakukan cepat.

“Instruksi baru saja keluar, setelah keluar proses harus berjalan secepat mungkin. Pencegahan perundungan atau bullying  harus dilakukan secepatnya mungkin,” kata Panelewen.

Lanjut kata Dirut, pencegahan penanganan perundungan wajib dan didukung oleh seluruh komponen pendidikan. Karena yang melakukan  pelanggaran akan kena sanksi baik pegawai pendidikan dan pegawai organik.

“Penanganan pelaku perundungan dilakukan langsung oleh Irjen Kementerian Kesehatan. Pengaduannya  melalui whatsapp dan website oleh korban,” ucapnya.

“Jadi pelaporan tidak diterima satu arah harus dua arah, nama pelapor dirahasiakan. Irjen akan datang ke masing masing rumah sakit kemudian menelah laporannya. Jika betul terjadi perundungan makan dilanjutkan untuk menentukan sanksi yang diberikan. Sanksi ringan, sedang dan berat. Kalau sanksi ringan hanya teguran lisan dan tertulis, kalau sanksi sedang skorsing sampai tiga bulan, sedangkan sanksi berat bisa dilakukan pencopotan jabatan atau dikeluarkan,” jelasnya.

Untuk itu kata Dirut, tenaga pendidik melakukan mitigasi dengan melakukan kontrol dalam berkata-kata. Proses pendidikan semakin hari harus makin baik dan manusiawi.

“Terutama kontrol dari tenaga pendidikan, kontrol dari rumah sakit, kontrol dari tenaga administrasi, kontrol dari yang didik supaya kita semua berada di koridornya. Sehingga hasil pendidikan ini betul-betul berakhlak dan sesuai dengan kompetensi yang memadai,” tandasnya.(sisco)




Komitmen Bersama Cegah Bullying Peserta Didik, RSUP Kandou Manado dan Kampus Kesehatan se- Sulawesi Utara Sepakat Membubuhkan Tanda Tangan

Manado,GN- Komitmen bersama untuk mencegah perundungan kepada peserta didik di Rumah Sakit Pendidikan di tandai dengan pembubuhan tanda tangan oleh Direktur Utama RSUP Prof Kandou Dr dr Jimmy Panelewen SpB-KBD dan jajaran direksi beserta pimpinan perguruan tinggi profesi kesehatan di Sulawesi Utara, Rabu (26/07/2023).

Penandatanganan ini juga termasuk menjunjung tinggi nilai-nilai budaya akademik etika profesi dan kode perilaku.

Dirut Jimmy Panelewen mengatakan penandatanganan ini upaya mencegah terjadinya bentuk-bentuk perundungan atau bullying kepada peserta didik sesuai Instruksi Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor HK.02.01/MENKES/1512/2023.

Lanjut kata Dirut Panelewen, RSUP Kandou Manado sebagai salah satu rumah sakit  Pendidikan di lingkungan Kementerian Kesehatan, sangat bersyukur atas dukungan dari institusi pendidikan tinggi kesehatan se-Sulawesi Utara.

“Dengan demikian kita dapat memaksimalkan pencegahan perundungan berbentuk fisik, verbal, siber, maupun non fisik,” ucapnya.

Komitmen bersama diawali oleh Dirut Jimmy Panelewen membubuhkan tanda tangan, lalu kemudian diikuti oleh Direktur SDM dan Pendidikan Dr dr Ivonne E Rotty MKes, Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang dr Jehezkiel Panjaitan SH MARS. Dilanjutkan oleh Direktur Layanan Operasional dr Wega Sukanto SpB-TKV, serta Direktur Perencanaan, Keuangan dan BMN Dr Erwin Siagian SSTP MSi.

Turut hadir sekaligus membubuhkan tanda tangan Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat, pimpinan Universitas Muhammadiyah Manado, Poltekkes Kemenkes Manado, UNPI, juga sejumlah kampus ternama yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. (sisco)




Instalasi Promkes RSUP Kandou Manado Gelar Edukasi Kesehatan Cegah Penyakit Jantung Koroner Sejak Dini

Manado,GN- Penyakit jantung koroner atau yang lebih dikenal dengan serangan jantung masih menjadi penyebab kematian terbanyak di dunia. Penyakit jantung koroner merupakan suatu kondisi di mana terjadinya gangguan fungsi jantung dikarenakan otot jantung mengalami kekurangan aliran darah akibat penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh darah koroner.

Dokter Sheila Adywinata selaku nara sumber dalam edukasi kesehatan instalasi Promkes RSUP Kandou Manado menjelaskan bahwa Dahulu penyakit jantung koroner merupakan penyakit yang memiliki trend pada pasien dengan usia lanjut, namun seiring dengan
semakin buruknya pola hidup dan makan di masyarakat, maka trend ini bergeser menjadi penyakit yang dapat dialami orang pasien usia muda. Bukan menjadi suatu hal yang mengejutkan apabila pasien berusia 30-40 tahun mengalami serangan jantung.

“Sebenarnya, proses terjadi penyakit jantung koroner sudah dimulai dari usia dini. Proses ini berbeda di masing-masing individu tergantung pola hidup. Individu yang menjaga pola hidup sehat sejak dini diharapkan dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner,” jelas dokter Sheila Selasa (18/07/2023).

Lanjut kata dokter Sheila, Faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner dibagi menjadi 2, yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin dan keturunan (genetik), serta faktor risiko yang dapat diubah seperti riwayat merokok, kolesterol, darah tinggi, kencing manis, berat badan berlebih atau
obesitas, diet yang tidak sehat, kurang aktivitas fisik, stress dan konsumsi alkohol berlebihan.

“Tanda dan gejala yang dialami pada pasien dengan penyakit jantung koroner dapat berupa nyeri dada, di dada sebelah
kiri seperti tertekan benda berat yang rasa sakitnya dapat menjalar sampai ke punggung, leher dan rahang.Nyeri dada biasa dirasakan sekitar 20 menit atau lebih yang dapat turut disertai dengan keringat dingin, mual, muntah dan pusing,” ujar dokter Sheila.

Selain itu, dokter Sheila menjelaskan Biasanya nyeri dada bertambah berat saat pasien sedang beraktivitas dan
berkurang saat pasien istirahat ataupun mengonsumsi obat penghilang nyeri yang ditaruh di bawah lidah (golongan nitrat).

Beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama pada pasien yang mengalami serangan jantung di saat menunggu bantuan medis datang, seperti memposisikan pasien setengah duduk dengan bantal tinggi, menghindari gerakan atau aktivitas berlebih ataupun mengedan,serta mengonsumsi obat pengurang rasa nyeri (golongan nitrat) yang diberikan di bawah lidah yang sudah
dianjurkan oleh dokter sebelumnya.

Pasien sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit agar sumbatan pembuluh darah jantung tidak berlangsung lama dan mengurangi jumlah otot jantung yang mengalami kerusakan.

Terdapat 5 hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit jantung koroner, yang terdiri dari Periksa kesehatan secara rutin dan ikuti anjuran dokter, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, Tetap diet dengan gizi seimbang, Upayakan aktivitas fisik dengan nyaman, dan Hindari asap rokok dan alkohol. Dengan melakukan 5 hal ini, diharapkan masyarakat dapat menjadi lebih peduli akan kesehatan jantungnya dan mencegah terjadinya penyakit jantung koroner sejak dini. (sisco)




Mahasiswa Profesi Ners Poltekes Kemenkes Manado Ikut Orientasi Pendidikan dan Diklat Di RSUP Kandou Manado, Berikut Pesan Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian

Manado,GN- Mahasiswa Profesi Ners Poltekkes Kemenkes Manado mengikuti Orientasi dan Pendidikan Pelatihan (Diklat) di RSUP Prof Dr R.D Kandou Manado, Senin (17/07/2023). Jumlah mahasiswa yang mengikuti orientasi Pendidikan dan Diklat ini sebanyak 31 peserta.

Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian, Dr dr Ivonne.E Rotty,MKes, saat membuka kegiatan tersebut di aula lantai 2 kantor pusat administrasi RSUP Kandou Manado menjelaskan sesuai dengan regulasi semua peserta didik yang akan melakukan magang di RSUP Kandou, mereka akan di bekali dengan Diklat dasar terkait dengan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien(PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi(PPI), Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit(K3RS), dan Covid-19.

Dokter Ivonne menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan Poltekkes Kemenkes Manado atas kepercayaannya memilih RSUP Kandou sebagai tempat menimbah ilmu untuk melengkapi kompetensi yang akan diraih Mahasiswa Poltekkes Manado.

Dokter Ivonne menegaskan hal yang paling penting selama berada di RSUP Kandou adalah melakukan komunikasi antara pemberi asuhan, pasien ataupun masyarakat,serta dengan sesama dengan baik.

“Implementasi komunikasi efektif sangat menunjang dalam semua proses pendidikan yang adik adik mahasiswa akan tempuh di RSUP Kandou,”kata Dokter Ivonne.

Dia berpesan kepada mahasiswa Poltekkes Manado, selama melakukan Diklat di RSUP Kandou dapat menjaga nama baik dari dua Institusi, RSUP Kandou dan Poltekkes Manado.

“Harumkan nama 2 Institusi ini dengan menjaga sikap,perilaku dan komunikasi yang baik,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Manado Ners Rolly Rondonuwu, M Kep, Sp KMB, mengatakan kegiatan profesi Ners akan dilaksanakan oleh mahasiswa Poltekkes Manado di RSUP Kandou, sebagai tindak lanjut dimana mereka telah menyelesaikan program akademik.

“Mereka akan melaksanakan kegiatan profesi untuk mata kuliah keperawatan dasar profesi, perawatan bedah, perawatan anak, dan perawatan gawat darurat,” terangnya.

Rondonuwu mengatakan atas nama pimpinan Poltekkes Manado menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan RSUP Kandou Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD, untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di RSUP Kandou Manado. (sisco)




Sebanyak 26 Calon Manager Ikut Bidding Di RSUP Kandou Manado, Panelewen: Hasilnya Segera Di Umumkan

Manado,GN- Sebanyak 26 calon Manager yang mengikuti test bidding untuk mengisi 12 posisi Manager di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado. Ada dua alasan mengapa RSUP kandou Manado menggelar bidding. Yang pertama adalah pejabat struktural menjadi pejabat fungsional kemudian pejabat eselon empat itu hilang, dan ini yang namanya manager atau katim yang sementara di bidding ini adalah sebenarnya seperti eselon tiga yang dulunya tetapi sekarang sudah menjadi pejabat fungsional.

Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD (foto : Gemparnews)

Dan yang kedua adalah karena terjadi perubahan struktur di RSUP Kandou Manado yang dulunya hanya tiga Direktur tetapi sekarang sudah ada penambahan satu Direktur sehingga menjadi empat Diirektur dan juga ada tambahan – tambahan pejabat fungsional yang dulunya setara eselon tiga.

Hal ini dijelaskan oleh Direktur Utama RSUP Kandou Manado Dr dr Jimmy Panelewen,SpB-KBD ketika di wawancarai awak media ini usai melakukan test bidding kepada calon Manager di RSUP Kandou Manado Jumat (14/07/2023).

“Karena ada tambahan – tambahan seperti itu maka, kami lakukan bidding. Kenapa dilakukan biding, karena semua bisa saja mereka yang ada di jabatan saat ini dapat berpindah atau masuk di tempat lain,” jelasnya.

Penempatan calon Manager kata Panelewen, itu menjadi hak panitia yang melakukan bidding. “Kita melihat orang ini mau arah kemana. Jelas tentu harus disesuaikan dengan aturan utama yaitu jabatan fungsional, apa mereka cocok dengan pilihan mereka, Kemudian aturan-aturan lain termasuk back round pendidikan dan pengalaman kerja dan lainnya,” ujar Dirut.

Dirut mengatakan setelah ini, pihaknya akan mengusulkan ke kementerian layanan kesehatan (Yankes) dan setalah itu kita akan mengumumkan hasil tersebut. ” Akan di usulkan ke Yankes dalam waktu dekat kita akan umumkan hasilnya,” terangnya.

Bagian Humas sangat berperan

Sementara, Dirut menegaskan bagian kehumasan sangat berperan dalam mensuport program-program dari RSUP Kandou Manado untuk di ketahui oleh masyarakat luas.

“Humas itu dengan layanan yang kompleks di RSUP Kandou Manado harus disendirikan dengan umum, karena terlalu banyak pekerjaan jika bagian Humas di gabungkan dengan bagian umum. Jadi Dipisahkan karena nantinya ada poin-poin termasuk bagaimana memviralkan program-program dari rumah sakit, sehingga masyarakat menjadi tau serta akses masyarakat terhadap rumah sakit Kandou semakin terbuka karena mereka mengerti,” tukas Panelewen.

Selain itu kata Dirut, bagian humas harus memperbaiki dan bertekad setiap program yang ada di RSUP Kandou terinformasi secara baik.”Komplain dan kebutuhan dari pelanggan dalam hal ini masyarakat tentu saja itu dapat tertangani lebih paripurna,” tandasnya. (sisco)