Dirut Prof Starry Rampengan Buka Orientasi dan Pelatihan Mahasiswa Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Manado,GN — Bertempat di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Senin (11/05/2026) di laksanakan kegiatan Orientasi Pendidikan dan Pelatihan Basic Human Development (BHD), PMKP, PPI, K3RS serta Pelayanan Prima bagi mahasiswa Program Studi Diploma Tiga Gizi Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo.

Direktur Utama (Dirut)Prof. Dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA,MARS, M.Kes, membuka langsung kegiatan tersebut, dan di dampingi Manager Tim Kerja Pendidikan dan Pelatihan Frets Melope, SE,M.Si serta perwakilan dari politeknik Gizi Gorontalo.

Dirut Prof Starry Rampengan menekankan pentingnya kompetensi mahasiswa gizi dalam menunjang kualitas pelayanan rumah sakit, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan makanan bagi pasien.

“Adik-adik peserta didik nantinya akan bersentuhan langsung dengan pasien. Kompetensi yang dimiliki sangat menentukan quality control dalam pelayanan gizi rumah sakit,” kata Dirut.

Dirut mengatakan, penyajian makanan, penyimpanan hingga pengelolaan makanan yang higienitas harus dilakukan sesuai standar kesehatan dan yang berlaku.

Lebih lanjut Dirut menjelaskan bahwa transformasi kesehatan saat ini juga mencakup peningkatan kualitas layanan gizi, sehingga mahasiswa dituntut mampu memahami proses penyiapan makanan sehat, berkualitas, higienis dan tertata dengan baik. Sambil Dirut mengingatkan pentingnya penerapan pelayanan prima melalui budaya 5S yakni senyum, sapa, salam, sopan dan santun selama menjalani praktik kerja lapangan.

“Dalam melakukan praktik kerja lapangan, adik-adik mahasiswa harus melaksanakannya dengan benar dan penuh tanggung jawab,” ucapnya.

“Pada prinsipnya RS Kandou akan memberikan yang terbaik lewat tim pengajar yang sangat berkompeten, sehingga apa yang didapat di sini bisa dibawa dan diterapkan saat adik-adik bekerja nanti,”tutup Dirut.

Diketahui Pelatihan ini berlangsung 11 hingga 13 Mei 2026 dan dilanjutkan 18 hingga 19 Mei 2026 mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai. (sisco)

 




Dirut Prof Starry Rampengan Sambut Baik Verifikasi Lapangan Penetapan Rumah Sakit Pendidikan

Manado,GN- RSUP Prof Dr RD Kandou Manado melaksanakan kegiatan Verifikasi Lapangan Penetapan Rumah Sakit Pendidikan, Senin (11/05/2026).

Kegiatan verifikasi lapangan ini menjadi momen penting dalam proses resertifikasi rumah sakit pendidikan yang terakhir dilakukan pada tahun 2020 lalu.

Direktur Utama (Dirut) Prof Dr dr Starry Rampengan,Sp.JP,(K),FIHA.MARS, menyambut baik pelaksanaan verifikasi tersebut. Di kesempatan itu, Prof Starry juga memaparkan profil RSUP Kandou di hadapan tim asesor dan peserta kegiatan.

Di ketahui RSUP Kandou Manado telah membentuk tim khusus untuk menyiapkan dokumen verifikasi penetapan rumah sakit pendidikan melalui Surat Keputusan Direktur Utama. Tim tersebut diketuai oleh dr. Janeline Tengor, Sp.JP, Subsp.P.Kv(K), dengan Sekretaris Tim dr. Judy Sengkey, M.Kes, serta Sekretaris Unit Fungsional Pendidikan (UFP) dr. Praisilia R.V. Najoan, SpA(K).

Prof Starry Rampengan dalam sambutan menyampaikan RSUP Kandou Manado terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Hal ini tentunya sejalan dengan penguatan fungsi rumah sakit sebagai institusi pendidikan. Keberadaan rumah sakit pendidikan kata Dirut, memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional dan kompeten.

“Verifikasi ini menjadi momentum evaluasi dan penguatan bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, pendidikan, serta penelitian di RSUP Kandou. Kami berharap seluruh proses berjalan baik dan memberikan hasil terbaik bagi pengembangan rumah sakit ke depan,” kata Dirut.

Sementara itu, wakili tim asesor drg. Christina ENH, M.Kes, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melakukan resertifikasi Rumah Sakit Pendidikan RSUP Kandou. Resertifikasi dilakukan untuk menilai pemenuhan standar, mempertahankan mutu pelayanan dan pendidikan, serta mendorong perbaikan berkelanjutan di lingkungan rumah sakit.

“Beberapa asesor akan mengevaluasi berbagai standar, mulai dari visi dan misi rumah sakit, manajemen rumah sakit, sumber daya manusia, sarana penunjang, hingga pendidikan klinis,” ucapnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan standar dokumen rumah sakit pendidikan oleh masing-masing kelompok kerja (pokja).

Tim verifikasi yang hadir berasal dari Kementerian Kesehatan RI, ARSPI, dan AIPKI, yakni drg. Christiana ENH, M.Kes, drg. Rima Kuraisina, MARS, Rico Mardiansyah, SH, MH, dr. Andi Wahyuningsih Attas, Sp.An, TI, Subsp.T.I(K), MARS, serta Dr.dr. Yani Istadi, M.Med.Ed.

Dengan adanya kegiatan verifikasi lapangan ini, tentu RSUP Kandou Manado diharapkan kembali memenuhi standar sebagai rumah sakit pendidikan sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan kedokteran di bumi nyiur melambai. (sisco)




RSUP Kandou Manado Gelar Edukasi Tentang Peduli Kesehatan Wanita, Deteksi Dini Kanker Serviks Dengan Teknologi Radiologi

Manado,GN -Kegiatan edukasi kesehatan mengenai deteksi dini kanker serviks digelar di Gereja GMIM El-Jireh Sea Minahasa Sabtu, (09/05/2026). Kegiatan yang dimotori oleh Perhimpunan Radiografer Indonesia Cabang Sulawesi Utara adalah bentuk pengabdian kepada Masyarakat yang dikemas dalam tema “Peduli Kesehatan Wanita, Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Tehnologi Radiologi” bekerjasama dengan Instalasi Promosi Kesehatan (Promkes) RSUP Kandou Manado.

Nara sumber dr Bismarck Joel Laihad, Amd.Rad menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran, mengurangi stigma, dan memperluas jangkauan skrining, terutama bagi wanita usia subur.

Kegiatan ini juga sering dilakukan melalui kolaborasi antara Puskesmas, bidan desa, dan organisasi kemasyarakatan.

Dalam materi yang di sampaikan oleh dr Bishmarck Kanker serviks adalah jenis kanker yang berkembang pada sel-sel di leher rahim. Ini merupakan salah satu kanker yang paling mematikan pada wanita, setelah kanker payudara.

Ada 2 (dua) jenis utama kanker serviks, yang pertama, Karsinoma Sel Skuamosa (KSS), yang merupakan jenis yang paling umum dan dimulai pada sel skuamosa, yaitu sel yang melapisi bagian luar leher rahim. Dan kedua, adalah Adenokarsinoma, yang berkembang dari sel-sel kelenjar di saluran leher rahim.

Penyebab pasti terjadinya kanker serviks masih belum sepenuhnya diketahui, namun kondisi ini sangat terkait dengan infeksi virus Human Papillomavirus (HPV).

Selain itu, faktor keturunan dan riwayat penyakit menular seksual juga dapat berperan dalam peningkatan risiko. Pada tahap awal, kanker serviks sering tidak menunjukkan gejala yang jelas, tetapi pada stadium yang lebih lanjut, penderita bisa mengalami beberapa gejala, seperti nyeri pada panggul, haid yang tidak teratur, keputihan, rasa sakit saat berhubungan seksual, perdarahan di luar siklus menstruasi, serta pendarahan yang terjadi setelah menopause.

Usia pemaparan materi, para peserta yang ikut dalam kegiatan tersebut langsung menyampaikan sejumlah pertanyaan terkait dengan materi yang disampaikan oleh nara sumber.

Sejumlah pertanyaan dijawab langsung oleh narasumber sambil mengajak seluruh peserta untuk selalu berprilaku hidup bersih dan sehat.

Turut hadir Kepala Instalasi Promkes RSUP Kandou Manado Ruslianto Urendeng, SH, Ketua Panitia Christian Yospilando Mbao, Amd.Rad serta Ketua BPMJ GMIM El-Jireh Pdt Ny Herlina Wongkar – Kapoh,STh. (*/sisco)




Unit Kedokteran Nuklir RSUP Kandou Manado Hadirkan Teknologi Modern, berikut penjelasan dr Arlene

Manado,GN- Dunia kedokteran saat ini mengalami perkembangan sangat pesat. Teknologi modern untuk kedokteran kini bermunculan untuk mengupayakan bagaimana melayani masyarakat atau pasien di rumah sakit mendapatkan perawatan dan pemulihan kesehatan.

Dengan adanya perkembangan teknologi kedokteran ini, tentu banyak menyerap tenaga kesehatan dokter maupun perawat di rumah sakit di Indonesia termasuk rumah sakit yang ada di Sulawesi Utara yakni RSUP Prof Dr RD Kandou Manado.

Direktur Utama RSUP Kandou Manado Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K),FIHA,MARS melalui Kepala unit Kedokteran Nuklir, dr Arlene Angelina,M.Sc, Sp.KN-TM menjelaskan bahwa Kedokteran Nuklir ini menggunakan materi inti sehingga dinamakan nuklir.

Kata dr Arlene bahwa inti dari radionuklida memancarkan radiasi gamma, dan obat beradiasi yang disebut radiofarmaka digunakan untuk memeriksa pasien.

“Kedokteran nuklir digunakan untuk memeriksa fungsi organ maupun kelainannya. Dengan tujuan terapi dan diagnosis, maka disebut teranostik,” jelas dr Arlene kepada media Gemparnews.com ketika di wawancarai di ruangan kerjanya.

Lanjut dr Arlene mengatakan kedokteran Nuklir berbeda dengan radiologi, Jika radiologi kameranya yang ada sinar dan keluar gambar yang bentuk – bentuk organ, sedangkan kedokteran nuklir, obatnya yang ada radiasinya sehingga kameranya hanya menangkap sinar radiasi yang di pancarkan.

“Sinarnya di sebut sinar gamma sehingga kameranya juga disebut kamera gamma, dan hasilnya adalah fungsi sehingga kita melihat fungsi dari organ tubuh atau fungsi dari apa yang kita periksa,” kata dr Arlene.

Lebih jauh dr Arlene menerangkan untuk pemeriksaan menggunakan kamera SPECT/CT, sehingga gambarnya dapatkan dua dimensi atau tiga dimensi, dengan obat – obatan yang penggunaannya tentu dosisnya sangat kecil dan aman untuk pemeriksaan.

“Tidak perlu kuatir karena tidak ada efek mempengaruhi fungsi badan, tujuannya untuk pemeriksaan fungsi. Dan disini juga tersedia untuk terapi yakni terapi hipertiroid dan terapi kanker tiroid,” terang dr Arlene.

Semua pemeriksaan di unit kedokteran nuklir jelas dr Arlene, di cover oleh BPJS, jadi semua pasien dapat melakukan pemeriksaan atas indikasi menggunakan rujukan dari BPJS.

“Biasanya kita menerima rujukan misalnya pasien sudah tau penyakitnya, pasien bisa langsung membawa rujukannya ke unit kedokteran nuklir,” ucap dr Arlene.

Dia berharap masyarakat di bumi nyiur melambai yang ingin melakukan terapi maupun pemeriksaan kesehatan langsung datang ke unit kedokteran nuklir yang ada di RSUP Kandou Manado. (sisco)




Buka Kegiatan Orientasi dan Pelatihan Mahasiswa Unsrit Tomohon, Begini Pesan Dirut Prof Starry Rampengan

Manado,GN–Kegiatan Orientasi, Pendidikan, dan Pelatihan bagi mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Sariputra Indonesia Tomohon, di buka secara langsung oleh Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K),FIHA.,MARS.,MKes, Rabu (06/05/2026) dilantai 4 gedung CVBC RSUP Kandou.

Dirut dalam sambutannya menyampaikan bahwa rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang berhubungan langsung dengan pasien harus mengutamakan pelayanan yang aman, bermutu, efektif, efisien, serta bebas dari diskriminasi. Selain itu, kata Dirut RSUP Kandou Manado tetap mengedepankan kepentingan pasien sesuai standar pelayanan.

Aspek keselamatan di rumah sakit kata Dirut, menjadi hal yang sangat penting meliputi keselamatan pasien, keselamatan tenaga kesehatan, bahkan keselamatan bangunan dan peralatan yang juga berdampak terhadap lingkungan.

“Perkembangan rumah sakit saat ini sangat pesat, sehingga setiap institusi pelayanan kesehatan dituntut untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dengan memanfaatkan seluruh sumber daya secara optimal, aman, efektif, dan efisien,” kata Prof Starry.

Lebih jauh, Dirut mengatakan pentingnya pencegahan dan perencanaan dalam menciptakan fasilitas pelayanan yang mampu menjamin keselamatan pasien yang menjadi landasan utama dalam setiap tindakan pelayanan.

Dirut berharap seluruh mahasiswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik, sebelum terjun ke lapangan, materi penting yang akan didapati yakni Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), dan pelayanan kesehatan prima.

“Pembekalan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi mahasiswa dalam memberikan pelayanan yang profesional dan berorientasi pada keselamatan pasien,”ujar Dirut.

Turut hadir Manajer tim kerja Pendidikan dan Pelatihan Frets Melope, SE., MSi., Asisten Manajer Pelatihan, Ns Jimmy Kamagi, S. Kep dan Dekan Unsrit Tomohon. (sisco)




Langkah Responsif Dirut Prof Starry Rampengan Jaga Pelayanan Tetap Nyaman Lakukan Inspeksi Lapangan

Manado,GN -Inspeksi lapangan Selasa (05/5/2026) yang dilakukan oleh Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, M.Kes, untuk memastikan kualitas layanan kesehatan tetap berjalan prima.

Dirut Prof Starry saat melakukan inspeksi lapangan, didampingi oleh Direktur SDM Pendidikan dan Diklat dr. Yune Laukati, MARS serta para manager.

Sejumlah ruangan yang disisir termasuk titik vital mulai dari bangsal perawatan Irine C, D, E hingga F, ruang bagi peserta didik PPDS (Bedah, Anak, dan Anestesi), hingga instalasi layanan khusus seperti IGD, Forensik, Kedokteran Jiwa, dan Poliklinik Mata.

Dirut tidak hanya mengecek administrasi, tetapi menelisik detail kondisi fisik fasilitas rumah sakit dan Dirut Prof Starry langsung memberikan instruksi tegas kepada staf di lapangan ketika melihat sejumlah kerusakan fasilitas seperti kursi yang tidak layak, AC tidak berfungsi, dinding terkelupas, hingga pintu toilet yang rusak.

“Semua yang rusak harus segera diperbaiki. Jangan sampai kondisi ini mengganggu pelayanan kepada pasien,” ujar Prof. Starry.

Dirut juga menaruh perhatian besar pada kenyamanan peserta didik spesialis (PPDS). Kesempatan itu, Dirut menekankan sebagai rumah sakit pendidikan, sarana pendukung seperti  tempat pelatihan, kamar jaga dokter harus berada dalam kondisi baik.

Dirut meminta agar staf proaktif melaporkan kendala di tempat pelatihan agar segera ditindaklanjuti. Kemudian Dirut menyambangi ruang tunggu pasien di Instalasi Rehabilitasi Medik dan mendengarkan keluhan masyarakat mengenai suhu ruangan yang panas. Dirut memerintahkan pemasangan exhaust fan agar kenyamanan pengunjung dan pasien dapat terjaga.

Kemudian Dirut Prof. Starry menyempatkan untuk berinteraksi dengan pasien, memberikan semangat kesembuhan. Dirut mengingatkan agar seluruh dokter dan perawat selalu mengedepankan etika profesi yang humanis.

“Tetap semangat untuk para pasien. Kepada rekan-rekan dokter dan perawat, jangan lupa dalam setiap tindakan, bekerjalah dengan kasih,” ucapnya.

Kegiatan inspeksi lapangan ini sebagai langkah responsif yang dilakukan Dirut RSUP Kandou Manado. Bentuk komitmen manajemen untuk terus melakukan pembenahan internal demi menciptakan standar pelayanan yang bersih, nyaman, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat bumi nyiur melambai maupun masyarakat lainnya. (sisco)

 




Perdana di Sulut, RSUP Kandou Manado Berhasil Lakukan tindakan First Pulsed Field Ablation (PFA) Cases Bagi 4 Pasien

Manado,GN -Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado adalah satu – satunya rumahsakit perdana di Sulawesi Utara, sukses melakukan tindakan First Pulsed Field Ablation (PFA) Cases, berkolaborasi dengan Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS), Jumat (30/04/2026).

Tindakan medis ini dilakukan kepada empat pasien dengan rentang usia yang cukup lebar, mulai dari remaja berusia 13 tahun hingga dewasa berusia 50 tahun, di Gedung CVBC RSUP Kandou Manado

Untuk tiga pasien dilakukan tindakan Kamis 30 April 2026, sementara satu pasien lainnya dijadwalkan tindakan medis Jumat 01 Mei 2026.

Metode PFA merupakan teknologi terbaru dalam dunia medis untuk menangani aritmia atau gangguan irama jantung.

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou  Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MKes, saat konferensi pers dengan sejumlah media mengatakan, terobosan ini menandai babak baru penanganan jantung yang lebih efisien dan modern di Sulawesi Utara.

“Minggu ini kami melakukan tindakan ablasi dengan metode tercanggih. Alatnya sudah diadakan, namanya Pulsed Field Ablation. Ini adalah kali pertama metode tersebut diterapkan di Sulawesi Utara,” ujar Prof Starry.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia dari InaHRS, dr. Erika Maharani, Sp.JP(K), menjelaskan bahwa masyarakat sering kali menyepelekan gejala jantung berdebar. Padahal, gangguan irama jantung, baik terlalu lambat maupun terlalu cepat, memerlukan penanganan serius.

Untuk itu, Dia menjelaskan, selama ini jumlah spesialis aritmia di Indonesia memang masih sangat terbatas.Di seluruh Pulau Sulawesi saja, tercatat hanya ada sekitar lima spesialis.

“Sulut harus berbangga karena memiliki satu spesialis di antaranya, dr. Benny Setiadi, Sp.JP(K), bahkan, dalam waktu dekat bisa bertambah satu lagi spesialis,” jelasnya.

Dengan kehadiran teknologi PFA di RSUP Kandou tentu diharapkan membawa harapan baru bagi warga Sulawesi Utara dan sekitarnya.Metode terbaru ini jauh lebih efisien dan cepat. Tingkat keberhasilannya lebih tinggi dan tingkat keamanannya bagi pasien sangat terjaga.

Untuk diketahui, dalam tindakan perdana ini, dr. Benny Setiadi, Sp.JP(K), menjadi satu-satunya spesialis aritmia di Sulawesi Utara yang melakukan tindakan Pulsed Field Ablation.Dengan dukungan penuh dari para ahli di InaHRS bersama timnya, tindakan kali ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat layanan aritmia di Sulawesi Utara.

“Saya berterima kasih karena mendapat dukungan dari RSUP Kandou, khususnya Dirut Starry, dan juga dari perhimpunan InaHRS,” ucap dr Benny. (sisco)



Tergugat Hadirkan Ahli Hukum Perumasakitan Dalam Sidang Sengketa Kepegawaian

Manado,GN- Sidang gugatan terkait sengketa kepegawaian di Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN) kembali memasuki tahap pemeriksaan surat terakhir dari semua pihak penggugat dan tergugat dan keterangan ahli.

“Jadi tahapan pembuktian surat sudah selesai, kedua pihak sudah memasukkan semua bukti surat maka kita lanjut mendengarkan keterangan ahli yang dihadirkan tergugat,” kata Ketua Majelis Hakim PTUN Manado, Agus Effendi, Rabu (29/04/2026).

Terpantau, Kedua pihak penggugat dan tergugat telah memasukkan bukti surat dan juga menghadirkan ahli untuk memberikan pendapat, dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Agus Effendi, didampingi hakim anggota Fitrayanti Arsyad Putri, dan Rifki Riyadi Murti Ramadhan.

Sidang tersebut, saksi yang dihadirkan tergugat adalah ahli dari Perhimpunan Hukum Perumahsakitan Indonesia (PHPI) Uud Cahyono, SH,MARS. Dalam kesempatan itu, Ahli memberikan pendapat mengenai manajemen rumah sakit dan semua hal yang berkaitan.

Hakim ketua mengingatkan agar dalam memberikan pertanyaan kepada ahli, sesuai dengan keahliannya tentang rumah sakit.

Ada 12 poin pertanyaan yang di sodorkan oleh kuasa hukum tergugat kepada Ahli untuk di jelaskan dan semuanya di jawab.

Ahli juga menjelaskan mengenai rumah sakit pendidikan, didefinisikan menjalankan tiga fungsi pelayanan kesehatan, pendidikan dan penelitian harus bekerja sama dengan perguruan tinggi selanjutnya pendelegasian ke fakultas terkait.

Lanjut kata Ahli menjelaskan, ada tiga jenis RS pendidikan utama, afiliasi dan satelit, sambil memberikan contoh, jika di Manado RSUP Kandou bekerja sama dengan Universitas Sam Ratulangi, UI dengan RSCM dan RSUP Wahidin Sudirohusodo dan rumah sakit lainnya.

Sidang lanjutan sengketa kepegawaian mendengarkan keterangan Ahli berjalan dengan tertib dan aman.

Usai sidang, tim kuasa Hukum RSUP Kandou Manado menjelaskan Fakta persidangan paling krusial saat ini yaitu Instruksi Menteri Kesehatan tahun 2023 dan ditambahkan di tahun 2025 menyangkut sanksi terhadap kasus perundungan atau bullying.

“Sesuai keterangan ahli, apabila ada pelanggaran (bullying) maka yang bersangkutan dapat diberhentikan statusnya sebagai dokter di RS Pendidikan,”kata tim kuasa hukum RSUP Kandou Manado kepada sejumlah media.

Lanjut dengan adanya fakta persidangan dimaksud, Tim Kuasa Hukum meyakini bahwa proses penerbitan Surat Keputusan terhadap pihak penggugat telah tepat atau sesuai prosedur. Di mana juga telah dilengkapi pemeriksaan dari Satgas bentukan pihak RS dan Fakultas Kedokteran, kepada berbagai pihak terkait kasus perundungan beberapa waktu lalu.

“Direktur Utama RSUP Kandou sebagai klien kami tetap dalam komitmennya melakukan pencegahan kasus perundungan supaya tidak terjadi lagi kasus serupa di kemudian hari. Sehingga peserta didik dapat menjalani proses pendidikan secara baik di RSUP Kandou,” tutupnya. (sisco)



Dirut Prof Starry Rampengan Sambut Kunjungan Komisi IX DPR RI di RSUP Kandou Manado

Manado,GN- Kunjungan Komisi IX DPR RI yang di pimpin langsung oleh Ketua Komisi IX Felly Estelita Runtuwene di sambut baik Direktur Utama (Dirut) Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K),FIHA, MARS bersama jajaran, Kamis (23/04/2026).

Pantauan media ini, sekira sepuluh (10) anggota DPR RI menyambangi kantor RSUP Kandou Manado dan langsung menuju ke lantai dua ruangan serba guna untuk melakukan pertemuan dengan sejumlah instansi terkait termasuk Kementerian Kesehatan RI dan BPJS Pusat serta SKPD Provinsi Sulut.

Ketua komisi IX DPR RI memberikan kesempatan kepada Dirut Prof Dr dr Starry Rampengan untuk memaparkan kondisi dan perkembangan yang terjadi di RSUP Kandou Manado.

Dirut Prof Dr dr Starry Rampengan dalam pemaparan singkat, dihadapan komisi IX DPR RI menjelaskan bahwa sejauh ini RSUP Kandou Manado terus melakukan inovasi dan pembangunan gedung diantaranya gedung kanker terpadu 12 lantai, penambahan area parkir roda dua dan roda empat dan rencana renovasi bagian depan masuk ke rumah sakit Kandou Manado.

Untuk mencapai hal itu kata Dirut, RSUP Kandou Manado butuh dukungan dan support dari semua pihak termasuk Kementerian kesehatan dan komisi IX DPR RI.

Berbagai langkah dan terobosan yang dilakukan oleh manajemen RSUP Kandou dengan menjalin kerjasama dengan pihak Bank yang ada di Sulawesi Utara guna kemajuan dan perkembangan wajah RSUP Kandou Manado. Kerjasama yang dilakukan oleh RSUP Kandou manado diantaranya dengan Bank Mandiri, untuk area perparkiran dan juga Bank SulutGo untuk pemberian bantuan alat kesehatan ventilator melalui bantuan CSR.

Sementara itu dalam pertemuan yang berlangsung, Ketua Komisi IX DPR RI Felly E Runtuwene memberikan masukan positif guna kemajuan RSUP Kandou Manado. Dia menegaskan, agar Kementerian kesehatan menaruh perhatian khusus kepada RSUP Kandou sebagai rumah sakit rujukan yang ada di Indonesia Timur, terkait alat penunjang kesehatan, biaya pemeliharaan, pembangunan gedung termasuk ruangan yang sudah rusak dan juga kesejahteraan pegawai dan tenaga kesehatan di RSUP Kandou.

Diakhir pertemuan tersebut, RSUP Kandou memberikan cendera mata dan diakhiri dengan foto bersama. (sisco)




Sidang Lanjutan Sengketa Kepegawaian Hadirkan Dua Saksi Tergugat, Berikut Ini Keterangannya

Manado,GN- Sidang lanjutan sengketa kepegawaian di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado digelar Rabu (22/5/2026) sekira pukul 10.00 Wita dengan Agenda persidangan mencakup pemeriksaan tambahan bukti surat serta pemeriksaan saksi dari pihak tergugat di Ruang Sidang Olden Bidara.

Ketua Majelis Hakim menerima dua saksi dari pihak tergugat ke dalam ruang sidang dan menyaksikan sumpah kedua saksi akan memberikan keterangan sebenar-benarnya.

Saksi pertama, menjelaskan dirinya sebagai Ketua Tim Satgas Investigasi yang dibentuk bersama oleh Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi dan RSUP Prof Kandou untuk menangani laporan dugaan perundungan.
Ia menyebut proses diawali adanya laporan dugaan perundungan di program studi Anak, dan ditindak lanjuti bersama oleh institusi pendidikan dan RS melalui Tim Satgas Investigasi dengan pemeriksaan sejumlah pihak yang terlibat.

“Tim investigasi menggali informasi kepada 9 peserta didik, 5 tenaga pendidik, Dr.dr.Suryadi Tatura, SpA(K) sebagai terlapor, hingga sopir terkait dugaan pembayaran jasa transportasi. Hasilnya, sopir mengaku menerima pembayaran dari mahasiswa, bukan dari dokter Suryadi saat pemeriksaan terakhir kepada sopir,” ujar saksi pertama.

Dia juga menambahkan pihak tim kerja pendidikan dan pelatihan RS secara rutin melakukan proses monitoring mutu pendidikan dan pencegahan perundungan melalui berbagai upaya, yang salah satunya survei kuisioner rutin kepada peserta didik untuk mengidentifikasi dugaan perundungan. Jadi satgas hanya bertugas melaksanakan investigasi ada tidaknya perundungan dan menyampaikan rekomendasi hasil investigasi kepada Dekan Fakultas Kedokteran UNSRAT dan Direktur Utama RSUP Prof.Dr.R.D Kandou. Mengenai sangsi yang diberikan diserahkan kepada para pimpinan kedua institusi.

Saksi kedua, mengaku pernah diminta oleh seniornya untuk memesankan dan membayar jasa rental mobil untuk penggugat bertugas sebanyak empat kali.

“Saya pernah mendapatkan sanksi hukuman dan dipersulit nilainya, Saya bersama rekan satu tim dalam pelatihan praktis di rumah sakit bagi mahasiswa kedokteran (Stase). Hanya karena kelalaian lupa memesankan kendaraan untuk dokter Suryadi bertugas ke Rumah Sakit Noongan”, Ungkap saksi kedua dari tergugat.

Selain itu, ia mengungkapkan adanya tekanan untuk menyewa kamar kos milik usaha penggugat. Saksi kedua juga mengakui pernah sekali menerima total transfer Rp 2 juta yang berasal dari 3 dokter spesialis (salah satunya tergugat) yang dibantu saksi kedua pada Desember 2024 sebagai bentuk ucapan terima kasih atas pelaksanaan tugasnya di RS Wolter Mongisidi ketika ia ditugaskan di sana oleh Prodi anak Fakultas Kedokteran UNSRAT.

Sidang hari ini berakhir pukul 13.10 wita dan akan dilanjutkan pada 29 April 2026 dengan agenda pemeriksaan bukti dan saksi dari pihak tergugat. (sisco)