Dirut Prof Starry Rampengan Dampingi Dirjen Keslan Azhar Jaya Tinjau Gedung Oncology Center

Manado,GN – Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS, M.HKes mendampingi Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan (Dirjen Keslan) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM., MARS, meninjau pembangunan Gedung Oncology Center RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Selasa (25/8/2026).

Turut hadir Ketua Dewan Pengawas RS Kandou, Drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes, serta jajaran Dewan Direksi RSUP Kandou Manado.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan gedung pusat layanan kanker tersebut berjalan sesuai spesifikasi teknis dan standar yang sudah ditetapkan.

Dirjen Keslan juga meninjau kondisi struktur bangunan dan secara langsung melihat progres pekerjaan di setiap lantai, Gedung Oncology Center RSUP Kandou yang memiliki 12 lantai. Pembangunan gedung tersebut kini memasuki pada tahap akhir pembangunan.

Peninjauan secara menyeluruh untuk memastikan setiap bagian gedung dikerjakan sesuai dengan spesifikasi, sebelum digunakan untuk pelayanan kesehatan kedepannya.

Dari hasil peninjauan ini, selanjutnya akan menjadi bahan laporan kepada Menteri Kesehatan RI sebelum gedung pusat kanker tersebut difungsikan dan diresmikan.

Dirut RSUP Kandou Manado menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI yang telah melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Sulawesi Utara, khususnya di RSUP Kandou Manado.

“Terima kasih kepada Bapak Dirjen Kesehatan Lanjutan yang telah berkunjung dan melihat langsung kondisi serta perkembangan RSUP Kandou, termasuk pembangunan Gedung Oncology Center.Semua saran, masukan dan petunjuk yang diberikan untuk kemajuan RSUP Kandou tentu akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Menurutnya, arahan dari Kementerian Kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya RSUP Kandou Manado meningkatkan mutu pelayanan dan memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan sekaligus pusat pendidikan dan pelayanan kesehatan di kawasan Indonesia Timur.(SM)




Resmi dibuka Kemenkes RI, Prodi Anestesi RSUP Kandou Mulai Aktif Kembali

Manado,GN– Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan (Dirjen Keslan) Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM., MARS., menyambangi RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, Senin (24/8/2026).

Kehadiran Dirjen Keslan Kemenkes RI di terima oleh Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes., bersama jajaran Dewan Direksi. Kunjungan kerja tersebut bertujuan melakukan penandatanganan dokumen pembukaan kembali Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di RS Kandou Manado.

Penandatanganan dilakukan oleh Dirjen Keslan dr. Azhar Jaya mewakili Kemenkes, Dirut Prof. Starry Rampengan mewakili RSUP Kandou; Plt. Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc.; serta Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat, dr. Billy Kepel, M.Med.Sc., Sp.KKLP.

Dirut RSUP Kandou Manado menyampaikan laporan penanganan perundungan di lingkungan pendidikan kedokteran RS Kandou. Dalam pemaparan tersebut, rumah sakit menyampaikan berbagai langkah konkret yang telah diambil guna memastikan proses pendidikan berjalan sesuai ketentuan, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman bagi peserta didik, tenaga pendidik, dan pasien.

Ditempat yang sama, Plt Rektor Unsrat Prof. Jamaluddin Jompa mengatakan  setiap kejadian perlu dijadikan bahan evaluasi dan pelajaran berharga untuk perbaikan ke depan. “Setiap kejadian kita ambil hikmahnya. Ini berlaku untuk semua program studi. Kita harus membangun iklim yang produktif dalam kerja sama dua institusi ini demi kemajuan bersama,” ujarnya.

Sememtara itu, Dirjen Keslan Kemenkes RI dr. Azhar Jaya menegaskan pencegahan perundungan merupakan tanggung jawab bersama di seluruh lingkungan pendidikan. Ia menjelaskan bahwa perundungan adalah tindakan penindasan atau kekerasan yang dilakukan secara sengaja oleh satu orang atau lebih terhadap individu lain dalam hubungan penyalahgunaan relasi kuasa. Menurutnya, praktik semacam itu tidak boleh terjadi di rumah sakit pendidikan karena berdampak langsung pada keselamatan pasien dan etika profesi. “Harus dicegah terjadi di rumah sakit pendidikan karena menyangkut patient safety dan etika,” tegasnya.

Dia mengingatkan pendidikan dokter spesialis memerlukan aturan yang jelas dan disiplin tinggi. Namun, ketegasan tersebut tidak boleh diwujudkan lewat tindakan yang merendahkan martabat peserta didik. “Pendidikan itu tidak bisa lembek, aturan harus tegas, tetapi jangan merendahkan,” sambungnya.

Pembukaan kembali Prodi Anestesi kata Dirjen Keslan, wajib dibarengi komitmen seluruh pihak untuk menjaga kualitas pendidikan, menerapkan tata kelola yang baik, serta menjamin lingkungan belajar yang aman dan profesional. Ia meminta seluruh pihak berani mencegah dan menindak setiap bentuk bullying.

“Stop bullying. Pendidikan harus bebas dari bullying. Jika ditemukan bullying, silakan ditindak sebelum Kementerian Kesehatan yang turun tangan,” ucapnya.

Lanjut kata Dirjen, perundungan tidak hanya merugikan peserta didik, tetapi juga merusak kualitas pendidikan, etika profesi, hingga keselamatan pasien. Kemenkes pun menyiapkan sanksi berat bagi pelakunya.

“Bagi yang melakukan bullying, Kementerian Kesehatan tidak akan mengeluarkan Surat Izin Praktik (SIP) dan yang bersangkutan tidak bisa berpraktik selama dua tahun,” tegasnya.

Terkait penandatangan kesepakatan tersebut, Direktur Utama RSUP Kandou Manado menyatakan kesiapan rumah sakit untuk terus memperkuat sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan secara paralel. Sebagai rumah sakit pendidikan, RS Kandou bertanggung jawab menjaga kualitas pelayanan pasien sekaligus menyediakan ruang belajar yang profesional.

“Pembukaan kembali Prodi Anestesi menjadi tanggung jawab bersama. Kami di RS Kandou berkomitmen memastikan proses pendidikan berjalan sesuai aturan, menjunjung etika, disiplin, keselamatan pasien, serta menghormati setiap peserta didik,” tutupnya.




Dirut Prof Starry Rampengan Hadiri Acara Prosesi Wisuda Unsrat Manado

Manado,GN – Bertempat di Auditorium Unsrat Manado, Kamis (20/8/2026) Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP (K), FIHA, MARS, MH.Kes, menghadiri Sidang Senat Terbuka Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado dalam rangka Wisuda Program Doktor, Magister, PPDS-1, Profesi dan Sarjana Gelombang I Tahun Akademik 2026/2027.

Pantauan media ini, Dirut Prof Starry Rampengan didampingi istri tercinta, dr. Inneke Sirowanto, Sp.OG menghadiri acara wisuda tersebut. Kehadiran Dirut dalam acara wisuda kali ini sebagai orang tua salah satu peserta wisuda, yakni dr Derren David Christan Homenta Rampengan, S.Ked.

Dokter Derren David Christan Homenta Rampengan sebelumnya telah mengikuti prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan sebelum mengikuti acara wisuda. Prosesi tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan dan profesionalnya di bidang kedokteran.

Dirut Prof Starry Rampengan menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih putranya. Dirut berharap kelulusan tersebut menjadi awal bagi pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat.

“Sebagai orang tua, tentu kami bersyukur dan bangga. Setelah menyelesaikan pendidikan dan mengikuti sumpah serta pelantikan, saya berharap Derren dapat menjalankan profesinya dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi etika, dan selalu mengutamakan kepentingan serta keselamatan pasien,” ujarnya.

Pendidikan kedokteran kata Dirut Prof Starry Rampengan, tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi harus dilanjutkan dengan pembentukan karakter, integritas dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Ilmu harus dibarengi dengan integritas dan hati yang tulus dalam melayani. Seorang dokter harus terus belajar dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tandasnya. (sisco)




Peringati HUT RI Ke- 81, Dirut Prof Starry Rampengan Pimpin Upacara Bendera

Manado,GN – Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr RD Kandou Manado, Prof Dr dr Starry H. Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS, MH.Kes., memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Gedung CVBC RS Kandou Manado, Senin (17/08/2026).

Terpantau upacara berlangsung lancar, aman dan tertib.Para peserta mengenakan seragam dengan latar merah putih serta busana bernuansa pakaian daerah dan motif batik.

Turut hadir jajaran Dewan Direksi RS Kandou, diantaranya Direktur Medik dan Keperawatan dr Wega Sukanto, SpB, TKV(K), Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian dr. Yune Laukati, MARS, Direktur Layanan Operasional Dr. Erwin Sondang Siagian, SSTP., M.Si., serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto, SE., Ak., MM.

Dirut Prof Starry Rampengan memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan civitas hospitalia untuk terus melayani masyarakat dengan baik. Prof Starry juga mengingatkan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui dedikasi, disiplin dan komitmen dalam menjalankan tugas.

Memasuki usia kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 kata Dirut, RSUP Kandou Manado harus mampu merdeka dari berbagai tantangan dan rintangan yang dapat menghambat peningkatan kualitas pelayanan.

“Dengan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, RS Kandou juga harus merdeka dari semua tantangan dan rintangan. Pelayanan terhadap masyarakat juga harus merdeka,” ucapnya.

Lanjut Pruf Starry mengatakan, tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, seluruh jajaran RS Kandou diminta terus menjaga semangat, kekompakan dan kepedulian dalam melayani setiap pasien.

“Semangat kemerdekaan ini harus kita bawa dalam pekerjaan. Kita bekerja bukan hanya menyelesaikan tugas, tetapi bagaimana masyarakat yang datang ke RS Kandou benar-benar merasakan pelayanan yang baik,” kata Dirut.

Dia mendorong seluruh tenaga kesehatan untuk tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan dalam memberikan pelayanan. Menurutnya, setiap tantangan harus dijadikan dorongan untuk terus melakukan perbaikan. (sisco)




Berikut Komposisi Kepengurusan PERSI Sulut dan MAKERSI Periode 2026 – 2030

Komposisi Kepengurusan PERSI Wilayah Sulut dan MAKERSI Periode 2026 – 2030 :

PELINDUNG: Gubernur Sulawesi Utara
KETUA: Prof. Dr. dr. Starry Homenta Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS
WAKIL KETUA: dr. Hezky Lintang SEKRETARIS: dr. Abraham Talumewo, MHSM
BENDAHARA: dr. Juriko Piter Pandean, M.A.R.S., Sp.KKLP
WAKIL BENDAHARA: dr. Limbert Christian Reinhard Lepa

KOMPARTEMEN PENELITIAN, PENGEMBANGAN DAN HEALTH TECHNOLOGY ASSESSMENT (HTA)
Ketua : Dr. (C) dr. James Komaling, M.Kes
Anggota :

Dr. Eka Yudha Lantang, Sp.An, M.Min, MM

Dr. dr. Nicolas Chally Tirayoh, M.Kes, FISQua

Djunarto, S.SiKOMPARTEMEN

PENUNJANG DAN TANGGAP BENCANA
Ketua : dr. Ivan M. Worung, Sp.PK., FISQua., M.M
Anggota :

Dr. Vivi Tumbel

Dr. Randya Permadi

Dr. Vestia. P. R. Kindangen, M.A.R.S.

Novi Dionesius Rapar, ST2

KOMPARTEMEN HUKUM, ADVOKASI, DAN MEDIASI
Ketua : AKBP dr. Chandra Tanoeisan, Sp.KFR, MARS
Anggota :

Kolonel Ckm dr. Awaluddin TJ., MMRS.

dr. Elisa Rompas, M.Kes, Sp.FM

Novita, SH., MM

Ronaldo S. Lumi, SH, MH

KOMPARTEMEN MUTU DAN TATA KELOLA KLINIS
Ketua : dr. Bofi Kasenda, M.Kes Anggota :

Dr. Ronaldy Tumbel, SpTHT-KL(K), FISQua

Dr. dr. Yuanita Asri Langi, Sp.PD, K-EMD, FINASIM

Dr. Andrian Widianto, Sp.OG

Dr. Neni Ekawardani, M.Kes5. Ns. Alan Sondakh, S.Kep, M.Kes

KOMPARTEMEN PEMBIAYAAN DAN JAMINAN KESEHATAN
Ketua : drg. Firlia Mokoagouw
Anggota :

Dr. David Kolibu, M.M.Rs

dr. Ivan Wijaya Widianto, MARS

Yehezkiel Putra Dondokambey, SE,

MMKOMPARTEMEN FARMASI, ALAT KESEHATAN DAN PENGGUNAAN OBAT
Ketua : dr. Billy Manengkei, M.KesAnggota :

Drg. Jenny N. Sumual

Dr. Andrew Ch. Pangemanan, M.Kes, FISQua

Dr. Hessyani Patrisia Theodora Raranta, Sp.PK, Subsp. H.K(K), MARS.

Agus Setiawan, S.Si, Apt

KOMPARTEMEN PUSAT DATA DAN INFORMASI
Ketua : Dr. dr. Novie H. Rampengan, Sp.A, Subsp. IPT (K), DTM&H, MCTM(TP)
Anggota :

Dr. Tanty Korompot, M.Kes

dr. Sherly Kulaleen, MARS

Patrick M. Andries, ST, MBA, QWP

Deiby Steify Mokoagouw, SP

Nurain Huntua, SE

KOMPARTEMEN SDM DAN PENDIDIKAN
Ketua : dr. Alain Beiyah, M.Kes
Anggota :

Dr. (C). dr. Frankly O. Palendeng, MARS, FISQua, CHAE, CHQP, CHRME

Dr. Sadly Mokodongan, M.Kes

dr. Polideng Markus Dalawir

Ns. Abram Babakal, S.Kep, M.Kes

KOMPARTEMEN HUMAS DAN PEMASARAN
Ketua : dr. Nancy C. Mongdong, MHSM, Sp.PD, FINASIM
Anggota :

Dr. Viera R. Sendow

Dr. Daud Alexander Kiroyan, M.Kes

dr. Meilany M.T Muaja

Dr. dr. Sekplin Andries Semuel Sekeon, MPH, Sp.N(K), FMIN, FISQua

MAJELIS KEHORMATAN ETIK RUMAH SAKIT INDONESIA (MAKERSI)
Ketua : Dr. dr. Erwin Gidion Kristanto, SH, Sp.FM(K), FISQua
Sekretaris : dr. Harto Necsen Linelejan, M.M.R.S., CHCM
Anggota :

Drg. Pritartha Sukatrini Anindita, Sp.Ortho

dr. Fandy Albert Gunawan Gosal, MPPM, Sp.PD, K-GEH

Dr. Liany Theresia Mokoginta, MM

Dr. Jason C.J.H. Rampengan, MH.Kes

Dr. Ester M.S.S. Wowor, M.MKes

dr. Theresia Tatie Marksriri, MPH

Dr. Donny C. Bato, M.Kes

Ns. Jeavery Bawotong, S. Kep, MM.

Femmy Ango, SS.




Dirut Prof Starry Rampengan Resmi Nahkodai PERSI Sulut Periode 2026 – 2030

Manado,GN- Bertempat di Four Points Hotel Manado, Jumat (14/8/2026) secara resmi di Lantik Kepengurusan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dan Majelis Kehormatan Etik Seluruh Indonesia (MAKERSI) Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) periode 2026–2030.

 

Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PERSI Pusat, dr. Bambang Wibowo, Sp.OG, Subsp.K.Fm, MARS, FISQua, FCHMC, FISOG, didampingi Ketua MAKERSI Pusat, Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, SH, M.Si., Sp.FM, Subsp.EM(K), DFM.

Sebagaimana terpilih dalam kepengurusan periode ini, Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes, dipercaya menjabat sebagai Ketua PERSI Wilayah Sulut.

Sementara itu, posisi Ketua MAKERSI Wilayah Sulut dijabat Dr. dr. Erwin Gidion Kristanto, SH, Sp.FM, Subsp.PF(K), FISQua.

Tema prosesi pelantikan ini “Sehat Bersama, Maju Bersama” menjadi pijakan penting bagi seluruh fasilitas kesehatan di Sulawesi Utara untuk memperkuat mutu pelayanan, tata kelola rumah sakit, keselamatan pasien, serta penegakan etika kedokteran.

Acara diawali dengan laporan Ketua Panitia, dr. Ronaldi E. C. Tumbel, Sp.THT-KL(K), FISQua, dan lanjutkan dengan Seminar Nasional, Workshop, dan Pameran Kesehatan ke-3.

Dirut Prof Starry Rampengan menegaskan jabatan yang diembannya bukan sekadar penghargaan, melainkan tanggung jawab bersama untuk memajukan perumahsakitan di daerah.

Dirut memberikan apresiasi kepada pengurus periode sebelumnya, yakni Dr. dr. Jimmy Panelewen, SpB-KBD dan dr. Ivonne Elisabet Rotty, M.Kes yang sudah hadir dalam prosesi pelantikan hari ini.

“Apa yang kita kerjakan hari ini berdiri di atas fondasi kuat yang telah dibangun oleh pengurus sebelumnya. Hari ini kita mulai bekerja, belajar bersama, dan melangkah bersama,” ujar Dirut.

Dia menyoroti pergeseran paradigma rumah sakit saat ini, di mana sistem rujukan tidak lagi kaku berdasarkan klasifikasi tipe rumah sakit, melainkan berbasis kompetensi, ketersediaan alat medis, dan kesiapan SDM.

Untuk merespons perubahan tersebut kata Dirut, harus menyiapkan tiga langkah konsolidasi praktis bagi PERSI Sulut. Langkah tersebut yakni Penyusunan Alur Rujukan Berbasis Data: Membangun kesepakatan alur rujukan dan rujukan balik antar-rumah sakit di Sulut berdasarkan data kompetensi real, bukan faktor kedekatan.

Jejaring Pengampuan & Transfer Kompetensi: Mendorong kerja sama nyata yang terukur, mencakup penguatan SDM hingga riset bidang kesehatan.

Sinkronisasi Data Berintegritas: Mengintegrasikan sistem informasi guna mempermudah analisis masalah, intervensi medis, dan tata kelola klinis terhadap pola penyakit di daerah.

Kondisi geografis Sulawesi Utara yang terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan, lanjut Dirut menjelaskan, harus dijadikan sebagai kekuatan untuk saling melengkapi, bukan saling berkompetisi (growing together).

Secara konkret, PERSI Sulut ke depan akan fokus pada penguatan kapasitas SDM, pembentukan forum diskusi untuk mencari solusi masalah klaim BPJS Kesehatan, serta pendampingan pemenuhan standar sarana rawat inap, khususnya bagi rumah sakit kecil dan di daerah kepulauan.

Mengenai sinergi dengan lembaga etik yang baru dilantik, Prof. Starry optimistis kedua organisasi dapat berjalan beriringan.

“PERSI akan memperjuangkan kepentingan rumah sakit, sedangkan MAKERSI bertugas menjaga agar perjuangan tersebut tetap berada di koridor etik dan tidak kehilangan arah,”tandasnya. (sisco)




Menelisik Cara Dirut Prof Starry Rampengan Telusur di Rumah Sakit

Manado,GN- Direktur Utama RSUP Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes, Selasa (11/8/2026) kembali melakukan telusur ke sejumlah ruangan.

Turut hadir Direktur Medik dan Keperawatan dr. Wega Sukanto, Sp.B., TKV(K), Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian dr. Yune Laukati, M.Kes, MARS dan Direktur Layanan Operasional Dr. Erwin Sondang Siagian, SSTP., M.Si, beserta para manajer dan asisten manajer.

Tinjauan awal dari ruangan laboratorium patologi anatomi, Instalasi Bedah Sentralr (IBS), IGD, Ruang Tindakan. Di ruangan IGD Dirut menyapa pasien dan keluarga pasien. Selanjutnya Dirut melakukan komunikasi dengan petugas kesehatan di ruangan.

Selanjutnya menuju ke ruangan Resusitasi IGD, Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang ICU, dan layanan rawat jalan, menelusuri setiap titik pelayanan yang menentukan keselamatan pasien.

Dirut Prof Starry Rampengan tidak sekadar memeriksa kelengkapan infrastruktur dan alat kesehatan, namun turun berdialog langsung dengan dokter, perawat, dan petugas medis lain untuk mendengar persoalan nyata di garis depan.

“Kita pastikan tidak ada hambatan bagi pasien. Keselamatan pasien adalah nomor satu,” ucapnya saat berinteraksi dengan tim medis.

Dirut Prof Starry meminta peningkatan disiplin petugas dalam menjalankan protokol pelayanan dan memastikan tindak lanjut setiap temuan berjalan cepat dan tuntas.

Dirut Prof Starry Rampengan juga menyempatkan diri untuk menyapa pasien dan keluarga, memberi semangat serta memastikan kebutuhan medis mereka terpenuhi.

Langkah yang dilakukan oleh Dirut Prof Starry Rampengan mendapat apresiasi dari keluarga pasien. Mereka menyebut kunjungan itu sebagai bukti bahwa manajemen rumah sakit peduli dengan kondisi pasien yang ada di rumah sakit. (sisco)




Dirut RSUP Kandou Manado Tandatangani Komitmen Nasional Percepatan Pelayanan Ibu dan Anak

Jakarta,GN – Komitmen nasional percepatan pelayanan ibu dan anak di Indonesia berfokus pada penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) serta pencegahan stunting melalui penguatan fasilitas kesehatan, perluasan akses jaminan persalinan, dan peningkatan mutu layanan kesehatan secara berkesinambungan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Direktur Utama (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado Prof Dr dr Starry Rampengan,SpJP(K), FIHA, MARS,MH.Kes melakukan penandatanganan komitmen nasional dalam upaya percepatan dan peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, Jumat (07/08/2026).

Acara penandatanganan ini dilakukan saat kegiatan Rapat Koordinasi Percepatan dan Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak yang diselenggarakan di Jakarta, 5 -7 Agustus 2026. Turut menyaksikan acara penandatangan ini oleh Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS.

“Penandatanganan komitmen ini bukan sekadar seremonial, melainkan janji dan tanggung jawab besar. RSUP Dr. M. Kandou Manado bertekad sepenuh hati untuk meningkatkan standar pelayanan kesehatan ibu dan anak yang lebih baik, lebih aman, dan lebih merata. Kami akan terus memperkuat sistem rujukan, meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, serta menyediakan fasilitas dan sarana penunjang yang memadai, sehingga setiap ibu dan anak yang datang ke rumah sakit kami mendapatkan pelayanan terbaik tanpa pengecualian. Semua ini kami lakukan demi menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mewujudkan generasi bangsa yang lebih sehat dan berkualitas. Ini adalah wujud pengabdian kami kepada masyarakat, khususnya masyarakat Sulawesi Utara dan Indonesia secara keseluruhan.”kata Dirut.

Penandatanganan komitmen ini menjadi bukti nyata keseriusan RSUP Kandou Manado dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya.

Turut hadir mendampingi Direktur Utama RSUP Dr. M. Kandou Manado dalam melakukan penandatangan, Direktur Medik dan Keperawatan, dr. Wega Sukanto, Sp.B,TKV,(K).(sisco)




RSUP Kandou Manado Bersama Kajati Sulut Gelar Sosialisasi Good Governance dan Penanganan Gratifikasi di Era Digital

Manado,GN – Tindak lanjut  implementasi Nota Kesepahaman (MoU) dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, meningkatkan kepatuhan hukum, serta mencegah praktik korupsi maka RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado bersama Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Sosialisasi Good Governance dan Penanganan Gratifikasi di Era Digital, Kamis (6/8/2026).

Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K)., FIHA., MARS., MH.Kes., menegaskan rumah sakit sebagai institusi pelayanan publik memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, profesional, dan berintegritas.

“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama yang harus terus dijaga. Karena itu, prinsip good governance harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar memenuhi aturan administrasi. Transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, dan keadilan harus menjadi landasan dalam setiap pelayanan yang kita berikan,” kata Dirut.

Dijelaskannya bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru dalam menjaga integritas aparatur. Praktik gratifikasi kini tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga melalui transfer elektronik, dompet digital, voucher elektronik, hingga berbagai bentuk hadiah berbasis platform digital.

“Seluruh pegawai harus memahami apa yang termasuk gratifikasi, bagaimana cara menolak, melaporkan, serta mengelolanya sesuai ketentuan. RS Kandou telah memiliki Unit Pengendalian Gratifikasi sebagai bagian dari komitmen membangun organisasi yang bersih dan berintegritas,”ujar Ketua PERSI Sulut itu.

Kegiatan ini kata Dirut, diharapkan  mampu memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan rumah sakit serta meningkatkan kepatuhan seluruh pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Jacob Hendrik Pattipeilohy, SH., MH., yang diwakili Koordinator Bidang Pidana Khusus, Dr. R. Bayu Probo Sutopo, SH., MH., menyampaikan, sosialisasi ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Kejati Sulut dan RS Kandou Manado  dalam memberikan pendampingan hukum kepada mitra strategis.

“Kehadiran kami bertujuan memberikan proteksi dini agar potensi permasalahan hukum dapat dicegah sejak awal. Kami ingin membangun kesadaran bahwa etos kerja, rasa memiliki terhadap institusi, dan kekompakan merupakan benteng utama dalam mencegah terjadinya pelanggaran,” terangnya.

Kata Dia, sebagian besar persoalan hukum berawal dari lemahnya pengawasan internal dan kurangnya kepedulian terhadap organisasi.

“Saya berharap tidak ada persoalan yang harus sampai menjadi laporan kepada kami. Jabatan itu bersifat sementara, tetapi integritas harus dijaga selamanya. Manfaatkan MoU ini untuk berkonsultasi dan mencari solusi sebelum muncul persoalan hukum,” ucapnya. (sisco)




Dirut Pimpin Rapat, Transformasi Pelayanan Rumah Sakit Langkah Strategis RSUP Kandou Manado Jadi Pilihan Masyarakat

Manado,GN- Rapat bersama para manajer dan asisten manajer dalam rangka peningkatan mutu layanan di lingkungan RSUP Kandou Manado, Rabu (5/8/2026) di pimpin langsung Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, M.Kes., MH.Kes.

Turut dihadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian, dr. Yune Laukati, MARS, serta Direktur Perencanaan dan Keuangan, Ekwanto, SE., Ak., MM.

Prof Dr dr Starry Rampengan menyampaikan materi mengenai transformasi pelayanan rumah sakit sebagai langkah strategis untuk mewujudkan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado menjadi rumah sakit pilihan masyarakat.

Kata Dirut Prof Dr dr Starry Rampengan, transformasi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik maupun pengadaan fasilitas kesehatan, tetapi juga harus diwujudkan melalui perubahan pola pikir, budaya kerja, serta peningkatan kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh pasien dan keluarga.

“Kepercayaan masyarakat dibangun melalui pelayanan yang berkualitas, cepat, aman, ramah, dan profesional. Karena itu, setiap manajer dan asisten manajer memiliki peran penting sebagai motor penggerak perubahan di unit kerja masing-masing,” ujarnya

Lanjut Dirut mengatakan seluruh jajaran manajemen harus mampu menghadirkan inovasi, memperkuat koordinasi lintas unit, serta memastikan setiap standar pelayanan dijalankan secara konsisten. Ia mengajak seluruh pimpinan unit untuk membangun budaya kerja yang berorientasi pada mutu, keselamatan pasien, dan kepuasan pelanggan.

Transformasi yang sedang dijalankan RSUP Kandou kata Dirut, diharapkan mampu meningkatkan daya saing rumah sakit sebagai rumah sakit rujukan nasional dan rumah sakit pendidikan, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang diberikan. (sisco)