Direksi RSUP Kandou Manado Terima Kunjungan Anhui Conch Venture Group Co Ltd China

Manado,GN- Direksi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado menerima kunjungan team Anhui Conch Venture Group Co.Ltd China , Senin (21/04/2025) bertempat di aula RSUP Kandou Manado.

Direksi Bersama Jajaran RSUP Kandou Manado (foto : Gemparnews)

Pada kesempatan itu, Direktur Utama yang diwakili Direktur SDM,Pendidikan dan Penelitian Ns Suwandi I Luneto,S.Kep,M.Kes menyambut baik kunjungan team Anhui Conch Venture Group Co.Ltd China di bawah pimpinan mr chang.

Luneto memperkenalkan satu persatu Direksi, Manager,Asisten Manager,Dokter spesialis RSUP Kandou Manado yang turut hadir.

Luneto menyampaikan terimakasih atas kunjungan pimpinan PT Conch group di RSUP Kandou Manado. “Atas nama kementerian kesehatan bersama jajaran civitas hospitalia RSUP Kandou Manado menyampaikan terimakasih atas kunjungannya. Kami akan memperkenalkan seluruh jajaran Direksi yang hadir mulai dari Direktur operasional, Direktur Keuangan, manager dan para asisten manager dan kemudian disamping kanan saya para dokter spesialis yang ada di rsup kandou,” kata Luneto.

“Kami menyambut gembira atas kunjungan ini dan kami berharap apabila dalam kunjungan ini jika kekurangan tolong disampaikan kepada kami dan sangat berbahagia apalagi bantuan dan kerjasama yang akan di berikan oleh PT Conch Indonesia,” sambung Direktur SDM Pendidikan dan penelitian.

Selanjutnya, Direktur Operasional dr Wega Sukamto memaparkan secara detil profil RSUP Kandou Manado untuk perlu diketahui oleh team Conch Group.

Team Anhui Conch Venture Group Co. Ltd China (foto : Gemparnews)

Sementara, team Conch Group melalui mr Chang memberikan apresiasi yang tinggi atas sambutan baik dari RSUP Kandou Manado dalam kunjungannya.

Mr Chang juga memperkenalkan team satu per satu yang hadir bersama dalam kunjungan di RSUP Kandou Manado.

“Kami tadi melakukan kunjungan kerjasama dengan Unsrat Manado. Dan kami melihat bahwa RSUP Kandou Manado juga ada kaitannya dengan Unsrat, maka kami menyempatkan untuk mengunjungi. Kami berharap dapat menjalin kerjasama dalam bidang pelayanan kesehatan,” ucap Mr Chang.

Team Anhui Conch Venture Group Co Ltd China Menyerahkan Cendera Mata (foto: Gemparnews)

Pada kesempatan tersebut, Pimpinan PT Conch Group menyerahkan cendera mata kepada Plh Direktur Utama RSUP kandou Manado, Ns Suwandi Luneto,S.Kep,M.Kes dan dilanjutkan foto bersama.

Usai pertemuan, team Conch Group melakukan peninjauan ke setiap ruangan termasuk ruangan laboratorium yang ada di RSUP kandou Manado. (sisco)




Luneto Sambut Kunjungan Kerja BKKBN Sulut di RSUP Kandou Manado

Manado,GN- BKKBN Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan kunjungan kerja di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Rabu (17/4/2025) di ruangan webinar RSUP Kandou. Kunjungan kerja BKKBN Sulut tersebut di pimpin dr Jeanny Yola Winokan,MAP bersama tim dan di sambut langsung Plh Dirut, Ns Suwandi I Luneto, S.Kep,M.Kes.

Foto Bersama Perwakilan BKKBN Sulut Saat Kunjungan Kerja di RSUP Kandou Manado (foto: ist)

Dalam kesempatan itu, dr Jeanny menjelaskan tujuan kunjungan ke RSUP Kandou Manado ini. “Penting bagi kami untuk terus melakukan akselerasi dan koordinasi dengan berbagai fasilitas kesehatan, termasuk RSUP Kandou, guna mendukung program peningkatan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.

Dia menegaskan RSUP Kandou Manado sebagai rumah sakit rujukan memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan KB yang optimal kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu, Ns. Suwandi Luneto menyampaikan komitmennya untuk bersinergi dan siap mendukung penuh program BKKBN, khususnya dalam optimalisasi layanan KB di lingkungan RSUP Kandou.

Plh Dirut RSUP Kandou Manado Ns. Suwandi I Luneto,S.Kep,M.Kes Menyambut Kunjungan Kerja Perwakilan BKKBN Sulut (foto : ist)

“Kami siap bersinergi melalui edukasi, sosialisasi, dan promosi kepada pasien serta masyarakat sekitar terkait pentingnya program KB. Harapannya, hasil dari pertemuan ini segera terealisasi demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.

Dengan adanya pertemuan ini merupakan langkah awal berkolaboratif antara RSUP Kandou dan BKKBN Sulut untuk terus memperkuat layanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana di bumi nyiur melambai.

Turut hadir, Manager Pelayanan Medik dr. Wiyono, Asisten Manager Keperawatan Ns. Alan Andi Sondakh, S.Kep, M.Kes, serta Asisten Manager Tim Kerja Hukum dan Humas, Novita, SH bersama tim Promosi Kesehatan RSUP Kandou Manado. (sisco)

 




Pegawai RSUP Kandou Rutin Periksa Kesehatan, Luneto : Ini Merupakan Program Kementerian Kesehatan

Manado,GN – Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan program pemeriksaan kesehatan tiga bulan sekali bagi seluruh pegawai di lingkup kementerian kesehatan.

Terkait dengan program tersebut, RSUP Kandou Manado, Rabu (15/4/2025) melakukan pemeriksaan kesehatan untuk seluruh pegawai.

Plt Direktur SDM,Pendidikan dan Penelitian Ns Suwandi Luneto,S.Kep, M.Kep melakukan pemeriksaan kesehatan( foto : Gemparnews)

Pantauan media ini, pegawai melakukan antrian dan sambil bergantian menjalani pemeriksaan kesehatan.

Direktur Utama melalui Plt Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian RSUP Kandou Manado,Ns Suwandi I Luneto,S.Kep, M.Kep menjelaskan pemeriksaan kesehatan ini sudah menjadi program kementerian kesehatan dan ada beberapa yang akan dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan tenaga kesehatan harus sehat dalam melayani pasien.

“Jadi pemeriksaan kesehatan sudah menjadi program kementerian kesehatan setiap tiga bulan sekali. Ada beberapa yang di ambil yakni kolesterol,Gula darah,tekanan darah, lingkar pinggang dan berat badan. Nah, ini dilakukan secara terus menerus,” jelas Luneto kepada awak media Gemparnews.com.

Program Pemeriksaan Kesehatan (foto: Gemparnews)

Seiring dengan pemeriksaan ini kata Luneto, diharapkan seluruh karyawan dilingkup kementerian kesehatan termasuk RSUP Kandou Manado dalam posisi yang sehat dan siap melaksanakan pelayanan kesehatan kepada pasien.

“Kemudian membiasakan kita, untuk pola hidup yang sehat dengan mengkonsumsi buah – buahan, olahraga yang cukup dan teratur, dengan demikian kita prima dalam melayani pasien,” pungkas ketua PPNI Sulut itu. (sisco)




Simak Penjelasan dr Praisilia RV Najoan,SpA(K) Terkait Penyakit Tuberkulosis

Manado,GN- Dalam.rangka memperingati hari Tuberkulosis se- sedunia RSUP Prof Dr RD Kandou Manado menggelar sosialisasi. Kegiatan ini di laksanakan di Poliklinik anak,Rabu (26/3/2025) dengan tema Lindungi Anak dari Tuberkulosis, pentingnya Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

dr Praisilia RV Najoan,SpA(K) (foto : Gemparnews)

Nara sumber kegiatan sosialisasi tersebut yakni dr Praisilia R.V Najoan,SpA(K) selaku dokter spesialis anak Subspesialis Respirologi. Kegiatan ini di hadiri pasien dan keluarga pasien.

Pada kesempatan itu, dr Praisilia menjelaskan terkait pentingnya Terapi Pencegahan Tuberkulosis. Menurutnya tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini penularannya melalui droplet (percikan udara red) saat batuk atau bersin dari penderita tuberkulosis aktif.

Tuberkulosis dapat dicegah atau diobati tetapi menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Peringkat kedua terbanyak di dunia,negara Indonesia dalam penyakit tuberculosis.

Untuk mengenal tanda dan gejala lain penyakit tuberkulosis yakni Demam yang umumnya tidak tinggi (berlangsung kurang lebih selama 15 hari dan atau berulang tanpa sebab, yang sering muncul di malam hari), pembengkakan kelenjar getah bening di daerah leher rahang bawah, ketiak, dan selangkangan, turunnya nafsu makan dan mengalami penurunan berat badan atau berat badan tidak naik selama 2 bulan berturut-turut.

Gejala yang sulit dideteksi ini menjadi tantangan utama dalam mengidentifikasi penyebab TB pada anak. Mencegah infeksi TBC bukan hanya membutuhkan tubuh yang sehat dan imun yang kuat, tetapi juga memperhatikan kebersihan lingkungan rumah atau tempat tinggal.

Usai sosialisasi, dr praisilia kepada sejumlah media menjelaskan  bahwa Indonesia adalah peringkat kedua di dunia terbanyak penyakit tuberkulosis. Sehingga  saat ini pemerintah Indonesia menyiapkan obat tuberkulosis secara gratis untuk pengobatan.

” Jadi hari kami mengajak setiap orang tua jangan takut untuk memeriksakan anaknya kalau ada kontak dengan orang dewasa yang sakit tuberkulosis,” kata dr praisilia.(sisco)




Keluarga Pasien Apresiasi Pelayanan Pengamanan di RSUP Kandou Manado

Manado,GN – Tingkat kepercayaan terhadap pelayanan kesehatan dan juga pengamanan di area RSUP Prof Dr RD Kandou Manado mendapat apresiasi dari keluarga pasien.

Respon baik atas pelayanan ini, menjadi motivasi bagi civitas hospitalia RSUP Kandou Manado untuk terus memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat.

Novi Rapar,ST (foto : Gemparnews.com)

Apresiasi ini datang dari keluarga pasien, juga selaku warga masyarakat Bolaang mongondow. Ibu Lian selaku keluarga pasien dari desa Imandi menuturkan selama menjaga keluarganya yang sedang dirawat di irina A, para petugas kesehatan begitu ramah. Tak terkecuali dokter dan perawat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggungjawab.

” Saya sudah tiga hari di ruangan ini menjaga keluarga yang sedang di rawat. Selama disini kami melihat pelayanan kesehatan oleh petugas kepada semua pasien dilakukan dengan ramah dan penuh tanggungjawab. Kami selaku keluarga pasien sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada management rumah sakit kandou,” tutur ibu lian kepada media Gemparnews.com Selasa, (18/3/2025).

Sementara, keluarga pasien lainnya yang berada di unit gawat darurat turut memberikan komentar dan penilaian terkait pengamanan di RSUP Kandou Manado.

” Pengamanan di sini sangat baik di bandingkan tahun – tahun sebelumnya. Dimana – mana terlihat petugas pengamanan saling komunikasi dan koordinasi. Dengan pengamanan seperti ini meminimalisir hal – hal yang tidak di inginkan bersama seperti kehilangan barang dari keluarga pasien,” kata bapak Aldi.

Dengan pengamanan dan pelayanan yang baik di rumah sakit kandou ini, Aldi menilai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit semakin tinggi.

“Artinya masyarakat semakin percaya, atas pelayanan yang di berikan oleh rumah sakit kandou Manado. Dan ini tentunya menjadi salah satu ukuran bagi masyarakat atas pelayanan,” ucapnya.

Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado melalui Manager umum Novi Rapar,ST menyampaikan terimakasih atas apresiasi masyarakat terhadap pelayanan di rumah sakit ini.

” Terimakasih apresiasi dari masyarakat atas pelayanan di rumah sakit ini. Kami tidak dapat menilai sendiri bagaimana  pelayanan kami terhadap masyarakat khususnya para pasien di rumah sakit kandou, hanya merekalah yang dapat menilai. Namun kami, rumah sakit kandou tetap optimisme dan terus berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dari segi pelayanan, kenyamanan dan keamanan di RSUP Kandou Manado,” tandasnya. (sisco)

 




Direktur Keuangan dan BMN RSUP Kandou Manado Buka Kegiatan Sosialisasi Coretax

Manado,GN – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah resmi meluncurkan sistem administrasi perpajakan baru bernama Coretax.

Coretax DJP ini bertujuan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para wajib pajak dalam menjalankan kewajiban perpajakan mereka.

Coretax adalah sistem administrasi perpajakan yang terintegrasi sehingga dapat memberikan layanan perpajakan yang Mudah, Andal, terintegrasi, Akurat dan Pasti (MANTAP) kepada wajib pajak.

Terkait dengan itu, RSUP Prof Dr RD Kandou Manado menggelar kegiatan sosialisasi Coretax, Rabu (12/3/2025). Kegiatan tersebut dibuka langsung Direktur Keuangan dan BMN,Dr Erwin Sondang Siagian,SSTP, MSi.

Sebagai Narasumber kegiatan sosialisasi coretax ini dihadirkan dari kanwil DJP Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Maluku Utara.

Direktur Keuangan dan BMN dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kehadiran para narasumber dalam memberikan materi terkait coretax.

“Saya mewakili rumah sakit Kandou Manado menyampaikan terimakasih atas kehadirannya yang telah memberikan pencerahan kepada kami,” kata Dr Erwin.

Lanjut kata Dr Erwin, sebagai warga negara Indonesia, bahwasanya kita untuk tetap berkontribusi pada pajak.

“Sebagai wujud nyata kita sebagai bangsa bagian dari warga negara Indonesia, untuk tetap berkontribusi dalam pajak,” ujar Dr Erwin.

Dr Erwin menegaskan ketika kita memberikan kontribusi terhadap pajak, maka itu akan kembali lagi kepada kita.

“Karena bagaimana pun juga, pajak akan kembali kepada kita melalui distribusi yang dibebankan kepada kita pula,” terangnya. (sisco)




Buka Kegiatan Orientasi, Luneto Ingatkan Peserta Hindari Praktik Bullying

Manado,GN- Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado menggelar Orientasi, Pendidikan, dan Pelatihan bagi dokter dan perawat.
Kegiatan di laksanakan Senin (10/3/2025) di Aula Lantai Dua Kantor Pusat Administrasi RSUP Kandou Manado dengan para peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis Satu (PPDS-1) Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, serta perawat dari berbagai rumah sakit yang mengikuti pelatihan dialisis untuk rumah sakit dan klinik khusus dialisis.

Mewakili Direktur Utama, acara di buka oleh Plt Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Kandou Manado Ns. Suwandi I. Luneto, S.Kep, M.Kes. Dalam sambutannya,menekankan bahwa orientasi awal ini merupakan syarat wajib bagi siapa saja yang akan bergabung di RSUP Kandou.

“Selamat datang kepada seluruh peserta. Para perawat akan menjalani pelatihan di RSUP Kandou selama tiga bulan, sedangkan peserta PPDS-1 akan menempuh pendidikan selama empat hingga lima tahun,” kata Luneto.

selama waktu yang cukup panjang, Luneto mengingatkan seluruh peserta untuk menghindari praktik perundungan dan bullying. Mereka akan berinteraksi, berbagi pengalaman, dan saling membantu agar pelayanan berjalan dengan baik, pendidikan berlangsung sesuai aturan.

Selain itu, Luneto mengatakan pentingnya menciptakan lingkungan kerja dan pendidikan yang bebas dari perundungan. Ia menekankan bahwa semua pihak harus memahami konsep perundungan serta dampak negatifnya, terutama dalam lingkungan rumah sakit yang melibatkan tenaga kesehatan, pasien, dan peserta pendidikan dari berbagai daerah.

“Saya berharap seluruh peserta dapat melaksanakan pendidikan dengan menjunjung tinggi norma, etika, dan aturan yang berlaku. Hormatilah para guru dan senior sewajarnya,” ujarnya.

“Dengan bertambahnya tenaga medis yang kompeten, kami berharap pelayanan di RSUP Kandou akan semakin baik ke depannya,” tandasnya.

Untuk di ketahui pelatihan ini mencakup berbagai aspek, antara lain Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), serta pelayanan prima. (sisco)




Dirut RSUP Kandou Manado Sambut Tim Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI

Manado,GN — Guna mengevaluasi perizinan berusaha, Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI menyambangi RSUP Prof DR RD Kandou Manado, Jumat (7/3/2025).

Diawali dengan pemaparan profil rumah sakit, kegiatan dilaksanakan di Aula Lantai dua Kantor Pusat Administrasi RSUP Kandou Manado.

Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola organisasi rumah sakit yang taat aturan, efektif, dan efisien.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang, dr Jehezkiel Panjaitan SH MARS memaparkan presentasi capaian dari RSUP Kandou Manado dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama RSUP Kandou Manado drg Yuli Astuti Saripawan, MKes, mengatakan proses penilaian ini merupakan bagian dari kewajiban yang harus dipenuhi oleh rumah sakit.

Hal ini agar perizinan berusaha di RSUP Kandou benar-benar sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Kegiatan ini adalah suatu proses yang harus diikuti. Semua aturan perizinan harus diselesaikan sesuai ketentuan. Dasar kegiatan ini mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2024, yang mengatur tata kelola organisasi rumah sakit, termasuk penilaian kesesuaian, kualitas, serta tertib administrasi,” kata drg Yuli Astuti.

Lanjut, drg Yuli berharap agar penilaian dapat menjadi momentum bagi RSUP Kandou untuk terus membangun dan meningkatkan mutu layanan rumah sakit dan berkomitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat. (sisco/*)




RSUP Kandou Terapkan Penyajian Layanan Gizi Makanan Pasien Sesuai Standar

Manado,GN – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado sampai hari ini menerapkan penyajian layanan gizi makanan untuk pasien sesuai standar yang ada.

hal itu dikatakan oleh Direktur Utama RSUP Kandou Manado melalui Kepala Instalasi Gizi, August Porajou Watak,S.ST kepada sejumlah media, ketika di temui di ruangan kerja, Jumat (28/2/2025).

Kepala Instalasi Gizi RSUP Prof Dr RD Kandou Manado August Porajou Watak,S.ST ( foto : Gemparnews)

“Jadi kami memberikan makanan yang spesifikasinya halal. Untuk ke depan sudah ada sertifikasi halal yang harus di ikuti oleh pihak rumah sakit di instalasi gizi khususnya. Karena dengan adanya hal seperti ini, masyarakat lebih percaya bahwa kegiatan kita menerapkan produk halal. Hal ini perlu di standarisasi sehingga pelayanan kita lebih bermutu. Jadi standar – standar seperti itu harus jelas ada,” kata Watak.

Lanjut Watak menjelaskan, Standar yang telah dibuat tidak menjadi patokan. “Memang ada standar-standar yang sudah dibuat oleh kita namun standar ini tidak menjadi patokan. Jika pasien di ijinkan untuk makan maka kami akan ikuti. Kecuali ada makanan yang nota bene dilarang atau tidak halal maka kami pun melarang untuk pasien,” ujarnya.

Sementara untuk pemberian makanan pada pasien kata Watak, pihaknya menyajikan pelayanan makanan sehari tiga kali plus extra.

” Layanan makanan kami sajikan sehari tiga kali plus ektra tambahan sesuai kebutuhan dan bukan terpaku pada kegiatan rutin namun hanya pada kebutuhan,” ucapnya.

Selain itu kata Watak, pihaknya juga memberikan edukasi kepada pasien bahwa pemberian makanan termasuk cita rasa untuk proses penyembuhan dan pemulihan kesehatan.

“Itu juga kami lakukan para ahli gizi untuk menyampaikan pola makanan kepada pasien. Demikian juga para dokter spesial gizi klinik untuk memberikan proses penanganan penyakit gizi yang berhubungan dengan pasien. Ada perbedaan kegiatannya antara ahli gizi dan dokter spesialis gizi klinik,” ungkapnya.

“Jadi fokus kita pada proses asuhan gizi atau layanan gizi sedangkan dokter spesialis gizi klinik fokus pada penyakit gizinya artinya penyakit yang disebabkan oleh gizi,” sambung watak.

Terkait pemberian bumbu makanan untuk pasien di rumah sakit, Watak menjelaskan menyesuaikan dengan kondisi dan penyakit yang di derita oleh pasien.

” Kami memberikan cita rasa garam dan kecap secukupnya dan juga bahan alami lainnya. Karena kami memberikan sajian layanan makanan sesuai standar dan kondisi penyakit pasien. Kami tidak memakai bumbu penyedap rasa seperti ajinomoto, masako dan bumbu penyedap rasa lainnya, karena itu sangat di larang untuk pemulihan dan penyembuhan kesehatan.di rumah sakit ini,” tandasnya. (sisco)




Stok Obat di RSUP Kandou Tahun 2025 Relatif Aman

Manado,GN – Memasuki tahun 2025 stok obat di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado masih relatif aman, artinya aman dalam taraf tertentu atau tidak mutlak.

Hal ini dikatakan Direktur Utama RSUP Kandou Manado melalui Manager Pelayanan Penunjang Nurliah Arsham, S.Si,Apt, MARS ketika ditemui awak media ini diruangan kerja, Kamis (20/2/2025).

Manager Pelayanan Penunjang,Nurliah Arsham,S.Si,Apt,MARS (foto : Gemparnews)

“Untuk stok obat tahun 2025, relatif aman. Seperti tahun lalu RSUP Kandou tetap komitmen melaksanakan pelayanan di rumah sakit, baik itu pasien BPJS maupun non BPJS,” kata Nurliah.

Lanjut Nurliah menjelaskan, meskipun tahun ini ada efisiensi anggaran namun harapan kami tidak berimbas kepada penyediaan obat obatan, karena obatan itu vital untuk pelayanan pasien.

” Kalaupun kemudian ada hambatan – habatan itu karena ada mekanisme yang harus rumah sakit ikuti ketetapan dari kementerian yaitu mekanisme konsolidasi. Jadi kalau selama ini pengadaan obat obatan mengacu pada pembelian via e-katalog, sekarang harus melihat hasil – hasil konsolidasi dari kementerian kesehatan,” jelasnya.

Nurliah mengatakan terkait pembelian obat pihaknya harus melihat perbedaan harga konsolidasi dan e-katalog.
“Inikan terus bergulir, jadi rumah sakit harus melihat apakah ada perbedaan harga dari harga konsolidasi dengan e- katalog. Jika harga konsolidasi itu lebih murah maka harus mengacu dari harga konsolidasi dengan negosiasi pada distributor,” ucapnya.

“Nah ini akan memakan waktu sedikit lama dan sedikit akan mengganggu penyediaan obat. Tetapi saya yakin teman teman pengadaan di rumah sakit akan tetap berupaya agar pelayanan terhadap pasien tidak terganggu,” tandasnya. (sisco)