Usung Tagline “Care and Trust” Direktur RS Manembo-Nembo Optimis Capai Target Tahun 2024

Bitung,GN- Direktur RS Manembo-nembo Bitung Dr dr Nicolas Chally Tirayoh, MKes optimis target yang di bebankan kepada RS Manembo-nembo akan tercapai tahun 2024 ini.

Hal ini disampaikan oleh Direktur RS Manembo-nembo kepada sejumlah media, ditemui di ruangan kerjanya, Kamis (30/5/2024).

Direktur menjelaskan sewaktu dirinya  masuk di rumah sakit RS Manembo-nembo, Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun pertama hanya berkisar 700 sampai 800 juta.

“Setelah itu, satu tahun berikutnya meningkat menjadi 1 sampai 2 miliar dan tahun ini mencapai 4 miliar lebih dan mendekati 5 miliar. Jadi on the track artinya sesuai dengan target,” kata Dr Chally sapaan akrabnya.

Menurut Dr Chally pencapaian ini  juga di imbangi dengan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit. “Jadi makanya kami memakai tagline “care and trust” artinya melayani tapi dipercaya juga sebagai rumah sakit paripurna dalam pelayanan bagi pasien,” jelasnya.

Selain mengenai kepercayaan masyarakat, kata Dr Chally keinginan para dokter juga sudah meningkat dan banyak yang telah bergabung dengan RS Manembo-nembo.

Selain itu, Dr Chally menjelaskan dengan adanya peningkatan Pendapatan Asli Daerah di RS Manembo-nembo , maka diharapkan tahun ini semua utang dapat diselesaikan.

” Kami berharap dengan adanya kenaikan PAD, maka bisa melunasi utang di RS Manembo-nembo,” ungkapnya.

Direktur RS Manembo-nembo Bitung Dr dr Nicholas Chally Tirayoh,MKes (foto: Gemparnews)

Sementara target yang di berikan oleh pemerintah provinsi untuk RS Manembo-nembo tahun ini kata Dr Chally sebesar 42 miliar. Untuk pencapaian tri wulan pertama sudah 17 miliar atau mendekati 50 persen pada bulan Mei 2024.

“Kami optimis pada tahun ini penyerapan anggaran melebihi target dari pemerintah yang sudah di berikan kepada kami di RS Manembo-nembo,” pungkasnya.

Di sisi lain, Dr Chally menjelaskan dari segi pelayanan data kesehatan di RS Manembo-nembo memakai sistem digitalisasi.

“Dengan adanya perkembangan teknologi, RS Manembo-nembo memakai sistem digitalisasi Sistem Informasi Management Rumah Sakit (SIMRS) untuk mengelola data kesehatan secara terintegrasi,” tutupnya. (sisco)




Polres Bitung Amankan Ratusan Liter Minuman Keras Captikus

Bitung,GN- Polres Bitung berhasil mengamankan Ratusan liter Captikus di Kelurahan Girian WERU Satu dalam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Sabtu, (06/05/2023) pukul 22:45 Wita.

Dalam pelaksanaan KRYD malam itu, petugas berhasil mengamankan ratusan liter minuman keras (Miras) jenis Cap Tikus di wilayah Kelurahan Girian Weru Satu, Kecamatan Girian Kota Bitung, yang diduga milik RM alias Raynold (44), wiraswasta, warga Kelurahan Girian Weru Satu, Lingkungan 1.

“Kejadian berawal dari laporan warga kepada petugas, bahwa ada masyarakat yang menjual Miras jenis Captikus di wilayah Kelurahan Girian Weru Satu,” jelas Kapolres Minahasa AKBP Tommy Bambang Souissa, melalui Kasi Humas Polres Bitung, Ipda Iwan Setyabudi.

Lanjutnya, mendapatkan informasi tersebut, Satuan Intelkam Polres Bitung di bawah pimpinan Kaur Bin Ops Sat Intelkam Polres Bitung Ipda Alfons Kawang yang didampingi oleh Kanit IV Sat Intelkam Aipda Donald Nicodemus bersama 2 personil melakukan penyelidikan dan langsung menuju ke lokasi.

“Petugas berhasil mengamankan ratusan liter Miras jenis Captikus yang terdiri atas, 26 Kantong Plastik (Sekira 20 botol ukuran 600 ml), 16 Kantong Plastik (1 plastik seukuran 1 botol ukuran 600 ml), 2 Botol ukuran 1,5 Liter dan 1 Botol ukuran 600 ml, dengan total keseluruhan 541 botol ukuran 600 ml. Kemudian barang langsung diamankan di lokasi TKP,” jelasnya.

Tak lama berselang, Patroli Blue Light di bawah pimpinan Kabag Ops Polres Bitung Kompol Jendry Lewan,SE yang didampingi oleh Kabag SDM Polres Bitung AKP Everhard Kawatu dan Padal Ipda Novie Pamula bersama Tim Patroli Presisi tiba di TKP, yang diikuti oleh piket Reskrim tiba di TKP dan membuat surat tanda terima terhadap pemilik barang.

Selanjutnya barang bukti dibawa ke Mako Polres Bitung untuk diproses lebih lanjut.(CIPI)




Mabuk Sambil Bawa Sajam, TP Diamankan Tim Resmob Polsek Aertembaga, Diduga Ingin Balas Dendam

BITUNG, GN – Tim Resmob Polsek Aertembaga mengamankan seorang remaja berinisial TP (17) yang kedapatan membawa senjata tajam (Sajam) jenis pisau penikam.

“Remaja ini diamankan di Kelurahan Tandurusa Kecamatan Aertembaga, Sabtu (6/5/2023) sekira pukul 02.00 Wita,” jelas Kapolres Bitung AKBP Tommy Bambang Souissa melalui Kasi Humas Ipda Iwan Setiyabudi.

Remaja tersebut diamankan polisi berdasarkan laporan warga, yang melihat pelaku bersama 2 orang temannya mondar mandir di sekitar TKP.

“Warga melihat pelaku bersama 2 orang lainnya yang diduga sudah mabuk, mondar mandir di sekitar TKP. Warga kemudian melaporkannya ke polisi,” lanjutnya.

Mendapatkan informasi warga, Tim Resmob Polsek Aertembaga langsung mengamankan 3 remaja tersebut, dan setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan salah satu dari mereka kedapatan membawa senjata tajam jenis pisau penikam yang diselipkan di pinggang kirinya.

“Ketiga remaja tersebut mengaku dari sebuah pesta dan ingin mencari orang yang pernah berkelahi dengan pelaku,” kata Ipda Iwan.

Selanjutnya pelaku beserta barang bukti sajam dan 2 rekannya diamankan ke Kantor Polsek Aertembaga untuk diperiksa lebih lanjut. (CIPI)




Polres Bitung Gelar Jumat Curhat Di Pasar Pinasungkulan Sagerat.

Bitung, GN – Tim Jumat Curhat Polres Bitung yang di pimpin oleh Kasat Sabhara Kompol Julianus Korompis melaksanakan kegiatan Jumat Curhat Polres Bitung bertempat di dalam Pasar Sagerat Kelurahan Sagerat, Kecamatan Matuari, Jumat (5/5/2023).

Kegiatan Bitung Bakudapa Bersama Polres Bitung Dengan Tema ” Curhat Jo dengan Torang, Baku Malendong Jaga Bitung Tetap Aman, dengan sasaran kegiatan yaitu para pedagang, pembeli dan pengunjung Pasar Pinasungkulan Sagerat.

Pada kegiatan Jumat Curhat tersebut, Tim Jumat Curhat Polres Bitung beraudiens dengan beberapa pedagang sambil mendengarkan beberapa keluhan dan masukan dari pedagang Pasar Pinasungkulan Sagerat, seperti mengecek Perkembangan harga Sembako berupa beras, minyak dan gula, Telur serta bahan masakan berupa Cabe dan Tomat, mengecek situasi Kamtibmas seputaran wilayah Pasar Pinasungkulan Sagerat dan memberi imbauan kepada para pembeli yang menggunakan Kendaraan Bermotor Khususnya R2 untuk selalu mematuhi aturan berlalu lintas dengan selalu menggunakan helm dan melengkapi surat-surat kendaraan bermotor, serta memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar untuk saling menjaga situasi Kamtibmas dan apabila memerlukan kehadiran pihak Kepolisian agar menghubungi Call Center/Hot Line Resmob Presisi Polres Bitung dengan nomor HP 082139741489.

Beberapa penyampaian masyarakat yang memberikan masukan dan laporan kepada Tim Jumat Curhat Polres Bitung.

“Sampai saat ini, situasi seputaran Pasar Sagerat Pinasungkulan Masih dalam keadaan aman tidak ada gangguan atau permasalahan yang terjadi sehingga dapat berakibat pada situasi kamtibmas selama berjualan,” kata Ibu Misna seorang pedagang buah.

“Sampai saat ini masih dalam keadaan aman dan kondusif tidak ada Gangguan selama dalam kegiatan aktivitas berjualan batas dan Untuk perkembangan Harga sembako masih stabil tidak ada kenaikan yang signifikan,” kata Ibu Norma Badarap, b.Pedagang Sembako.

“Terima Kasih karena dari pihak Kepolisian dapat berkunjung/menyambangi pedagang di Pasar sagerat dan sampai saat ini situasi kamtibmas di Pasar Sagerat masih aman dan Kondusif,” Hi.Sultan, Pedagang Klontong.

“Untuk perkembangan harga Sembako di Pasar sagerat masih terjangkau dan normal, belum ada kenaikan yg signifikan namun untuk Keluhan yaitu masih sulitnya mendapatkan minyak goreng kemasan sehingga para pedagang hanya membeli di Indomaret ataupun Alfamart kemudian di jual kembali di pasar dengan harga lebih mahal,” kata Ibu Priska, seoran pedagang Kue.

Hadir dalam kegiatan tersebut adalah, Kasat Binmas Polres Bitung AKP Rocky David, S.Sos,
Kasi Humas Polres Bitung Ipda Iwan Setiyabudi, S.Sos, Kanit Bintibsos Sat Binmas Polres Bitung Ipda Edy Lumbu, Kanit Provost Polres Bitung Ipda Yance Berhitu, Kanit Turjawali Sat Sabhara Polres Bitung Ipda Ronny Wangkanusa serta perwira Polres Bitung Ipda Tommy Sorongan.(CIPi)




Pencanangan Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting Di Kota Bitung, Kadis Haidy Malingkas : Sebagai Kepedulian Kita Menjadikan Anak Di Kota Bitung Sehat Dan Cerdas

Sulut,GN- Pelaksanaan Kegiatan Pencanangan Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) di Kota Bitung berlangsung sukses.

Kegiatan kolaborasi yang melibatkan swasta, BUMN, BUMD, pemerintah dan perguruan tinggi serta media serta Kerjasama dengan KODIM 1310 kota Bitung, dilaksanakan di ruang SH Sarundajang kantor Walikota Bitung Selasa (18/10/2022).

Acara yang di hadiri langsung Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN RI dan Wakil Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE.

Dalam laporan Kepala Dinas Pengendalian Pendudukan dan KB Kota Bitung Dr Haidy Malingkas mengatakan dasar pelaksanaan kegiatan pencanangan BAAS Kota Bitung yakni Surat dari Komando Distri Militer 1310 Bitung Nomor B/477/X/2022 perihal Pencanangan Orang Tua Asuh Balita Stunting Kota Bitung dan Surat Perwakilan BKKBN Sulawesi Utara perihal Pemberitahuan Kunjungan Kerja Deputi Kependudukan BKKBN RI di Kota Bitung.

Lanjut kata Malingkas, Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan dan perkembangan pada anak akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, infeksi berulang dan stimulasi psikososial yang tidak memadai terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (270 hari masa kehamilan sampai 720 hari setelah kelahiran sampai usia anak 2 tahun merupakan Periode Emas yang penting bagi perkembangan otak dan pertumbuhan fisik anak.

“Kasus stunting di kota Bitung berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bitung sebanyak 284 anak yang terdiri dari 159 anak Baduta (0-2 tahun) dan 125 anak Balita (>2 tahun – 5 tahun) tersebar di 7 Kecamatan minus Kecamatan Ranowulu,” katanya.

Lebih jauh Malingkas mengatakan Stunting merupakan ancaman pembangunan di masa yang akan datang karena berpengaruh pada kualitas SDM. Dampak stunting yaitu gagal tumbuh (berat lahir rendah, kecil, pendek, kurus), hambatan perkembangan kognitif dan motoric, gangguan metabolisme saat dewasa, resiko penyakit tidak menular (diabetes, obesitas, stroke, penyakit jantung).

“Siklus terjadi stunting, Ketika seorang remaja kurang gizi dan anemia, Ketika seorang remaja menjadi ibu yang kurang gizi dan anemia, hidup dilingkungan dengan sanitasi kurang memadai sehingga waspada stunting sudah dimulai sejak Remaja,” ungkapnya.

Malingkas menjelaskan bahwa upaya pencegahan dan penanganan kasus stunting dilaksanakan secara kolaboratif dengan pelibatan berbagai pihak melalui pendekatan multi sector dan multi pihak yaitu Pemerintah, Swasta, Perguruan Tinggi, Masyarakat dan Media.

“Kita melaksanakan kegiatan Pencanangan Bapak Bunda Asuh Anak Stunting sebagai kepedulian kita untuk menjadikan anak-anak kita di Kota Bitung secara khusus menjadi anak sehat dan cerdas, punya masa depan dan mampu bersaing sebagai penerus masa depan bangsa dan negara. Untuk itu kami ucapkan selamat datang dan tentunya ada harapan untuk peduli dan berpartisipasi sebagai Bapak Asuh Anak Stunting untuk percepatan penangan anak stunting Kota Bitung,” tandasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Bitung, Kepala Perangkat Daerah Kota Bitung, Kepala Perwakilan BKKBN Kota Bitung, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Daerah Provinsi Sulut, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Bitung dan Pimpinan BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta. (sisco)




Tunjang Pelayanan Di GMIM Bahtera Lirang, Panitia Dan Jemaat Adakan Kendaraan Operasional

Bitung,GN- Guna menunjang pelayanan di Jemaat GMIM Bahtera Lirang Wilayah Bitung VI, melalui program yang sudah direncanakan akhirnya panitia dan jemaat membeli 1 unit kendaraan operasional yaitu mobil Daihatsu Luxio Tipe X.

Manfaat dari kendaraan ini adalah untuk operasional Jemaat GMIM Bahtera Lirang. Selain itu, akan digunakan untuk Komisi Pengembangan Daya dan Diakonia.

Ketua BPMJ GMIM Bahtera Lirang, Pdt Nonvie Jeiny Kalalo Bororing, STh mengatakan transportasi ini sangat penting, apalagi jarak Dermaga Papusungan ke Lirang yang sangat jauh kira-kira 23 KM dan transportasi di Pulau Lembeh (Kelurahan Lirang) mengikuti jadwal jalur kendaraan yang biasa beroperasi dipagi hari. “Maka hal ini memberi inspirasi buat kami akan kebutuhan pelayanan untuk orang sakit yang akan di bawa di RS, aktifitas pelayanan lainnya di Jemaat GMIM Bahtera Lirang dan masyarakat pada umumnya,” ujar pendeta Jeiny.

Pendeta Jeiny menjelaskan bahwa dana yang didapat untuk membeli kendaraan tersebut, dilakukan dengan Penggalangan Dana melalui kantin Percepatan Pembangunan Jangka Pendek (yakni Program Pengadaan Kendaraan Operasional Jemaat). “Dengan Keajaiban, Mujizat dan Perbuatan Tuhan yang besar bagi kami, kami hanya dapat berkata bahwa Semua Karena Anugerah Tuhan,” ucapnya.

Pendeta Jeiny menambahkan melayani di Pulau Lembeh tepatnya di Jemaat GMIM Bahtera Lirang, punya seni dan warna tersendiri, dengan medan pelayanan yang begitu menantang maka sangat dibutuhkan sebuah keberanian, kesabaran dan keuletan.

“Kekompakan dan kebersamaan yang saling menopang, mendorong semangat Badan Pekerja Majelis Jemaat amat terlebih Panitia Percepatan Pembangunan jangka Pendek yakni Program Setahun dengan Pengadaan Kendaraan Operasional Jemaat,” terangnya.

Sementara itu ketua Panitia Percepatan Pembangunan Jangkah Pendek dan Anggota Jemaat GMIM Bahtera Lirang menyambut baik program ini. “Tuhan pe sayang pa torang, sehingga torang sangat terharu. Ini adalah Pertolongan Tuhan. biar torang ada di Pulau, Jemaat paling ujung, tapi boleh dapa beli kendaraan operasional Jemaat. Dengan susahnya transportasi di Pulau Lembeh apalagi torang pe kelurahan Lirang pe jao, kalaupun ada kendaraan pasti mahal biayanya. Ini torang so ada kendaraan jemaat, kalu ada niat, ada usaha pasti torang boleh berhasil Terima Kasih Tuhan Yesus.l,” tutup ketua panitia dan di timpali anggota jemaat Lirang dengan penuh rasa haru. (sisco/*)




Gubernur OD Melepas Eksportir Green Whispers Wakili Sulut Ekspor Komoditas Pertanian di 14 Negara

Bitung, GN – Di masa Pandemi C19 ini, tingkat ekspor Sulut tetap dalam situasi stabil. Hal itu terlihat saat Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Olly Dondokambey melepas ekspor komoditas Pertanian Sulut di Container Freigth Station (CFS) PT Pelindo IV (Persero) Terminal Peti Kemas Bitung. Sabtu, 14/8. Ini juga menjadi kado HUT RI ke 76 Tahun.

Acara ini adalah bagian dari program Merdeka Ekspor yang diluncurkan oleh Presiden Jokowi dan dilaksanakan secara virtual ke beberapa Propinsi termasuk Sulawesi Utara.

Dalam sambutannya Olly sangat menaruh apresiasi tinggi khusus untuk para petani karena meski di tengah pandemi Covid 19 mampu memberikan sumbangsih di sektor perkonomian.

Sementara untuk Eksportir, Green Whispers jadi perwakilan Sulut sebagai peserta kegiatan yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Ir. Jokowidodo. Dalam wawancaranya, Enjie Jacklin yang adalah owner Green Whispers menyampaikan rasa terimakasihnya terhadap pimpinan teratas Propinsi Sulawesi Utara Gubernur Olly Dondokambey dan beberapa pihak terkait.

“Kami Green Whispers Plant Nursery mengucapkan terimakasih kepada Bapak Olly yang sudah menyempatkan diri berbincang dan juga mengapresiasi kami sebagai tani yang memang tetap bertahan disituasi pandemik saat ini”, kata Enjie.

Kami juga berterimakasih kepada Balai Karantina Manado Bapak Donny yang sudah menyertakan kami dalam kegiatan nasional ini, yang pastinya acara ini sangat spesial dan bermanfaat bagi kami untuk kelanjutan pasar kami selanjutnya, juga untuk pemimpin daerah Kota Bitung Pak Walikota Maurits Mantiri dan dinas terkait lainnya salam kenal dari kami petani milenial untuk bidang tanaman hias”, lanjutnya.

Pada kesempatan yang cukup singkat itu, Enjie Jacklin mengaku ada kebanggaan tersendiri saat Gubernur bertanya-tanya mengenai produk Green Whispers yang mengunggulkan tanaman jenis Alocasia yang diberi nama Alocasia Jacklin.

“Kami sangat bangga Bapak Gubernur sempat berbincang dan bertukar pikiran tentang teknis pengiriman usaha kami, dan yang lebih membuat saya senang adalah saat Pak Olly menghampiri stand display saya dan mengatakan beliau suka dengan beberapa tanaman saya, itu adalah satu kebanggaan tersendiri buat saya karena itu artinya kualitas saya diakui”, ujar Enjie tersipu.

Dengan menjadi satu-satunya eksportir yang terundang dalam acara itu, Enjie mengatakan bahwa itu adalah hal yang sangat berkesan sebab Green Whispers akhirnya bisa mendapat tempat dalam giat Nasional dan berharap semoga ini adalah awal yang baik untuknya.

“Terundang sebagai peserta di kegiatan ini merupakan hal yang sangat berarti buat saya, dan ini adalah pembuktian bahwa Green Whispers diterima di daerah dengan dukungan penuh oleh pemerintah, dan harapan saya ini adalah permulaan yang baik untuk saya Green Whispers agar bisa lebih bekerja keras dan layak dalam setiap kegiatan lainnya”, tutup pemilik Green House yang berlokasi di Desa Senduk Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut : Kepala Balai Karantina Kelas I Manado, Donni Muksydayan MSi, Dr. Cerah Bangun SH MH, Kepala Kantor Wilayah DJPC Sulawesi Bagian Utara, Sekprov Edwin Silangen, Ketua DPRD Provinsi Sulut Andi Silangen, Irjen Pol Nana Sudjana Kapolda Sulut, Brigjen TNI Prince Meyer Putong Dandrem 131 Santiago, Brigjen TNI (Mar) I Wayan Ariwijaya Danlantamal VIII juga Wali Kota Bitung Maurits Mantiri, kepala KSOP Bitung Stanislaus Wetik, Kepala Kantor Bea Cukai Bitung, Agung Riandar Kurnianto, Komandan Guskamla Koarmada II Laksma TNI I Gung Putu Alit Jaya, S.H., M.Si., dan Praseno Hadi Asissten II Setda Prov Sulut , Asissten I Edison Humiang, GM PT PT Pelindo IV Persero Ramdan Kyai Demak, Edwin Kindangen Kadis Perindag Provinsi Sulut, Audy Pangemanan sekda Bitung serta sejumlah forkopimda Bitung. (**/dfy)




Lepas Kafilah,Ini Pesan Walikota Maximiliaan Jonas Lomban ke Duta MTQ Bitung

Bitung,GN- Keikutsertaan Kota Bitung dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi yang rencananya akan digelar di Kota Manado menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung di bawah arahan Walikota Maximiliaan Jonas Lomban (MJL).

Walikota Bitung Memberikan Sambutan Saat Melepas Kafilah (foto: ist)

Hal tersebut dibuktikan dengan dititipkannya sejumlah pesan oleh Walikota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban (MJL) kepada sejumlah Kalifah MTQ Bitung, saat pelepasan di Lapangan Tenis Kota Bitung, Rabu (19/08/2020) siang ini.

“Pertama, lakukan tugas kalian dengan baik dan benar, yang paling utama adalah memuji dan membesarkan nama ALLAH SWT dengan apa yang kalian berikan sebagai Qori dan Qoriah,” ajak Walikota MJL dalam sambutannya.

Dirinyapun berharap, peserta MTQ dapat menjadi duta Kota Bitung dan membawa nama harum selama berada di lokasi lomba.

“Maka ciptakan itu di lokasi kalian berada. Kalian adalah duta-duta Kota Bitung yang akan membawa nama baik di tingkat Provinsi. Maka tampilah memukau disana dengan teman lain, supaya mendapat simpati dari juri, wasit dan panitia,” lanjutnya.

Untuk itu, MJL juga berharap para peserta dapat melaksanakan tugas dengan baik dan benar serta sepenuh hati. Soal juara ataupun belum, itu diserahkan pada Allah SWT.

“Yang penting, lakukan tugas kalian dengan baik dan benar,” tandasnya lagi.

Kepada Tim official, Walikota MJL berpesan untuk tetap menjaga dengan baik para peserta selama berlomba.

Pada kesempatan itu, Walikota MJL menyampaikan bahwa Pemkot Bitung turut mendukung kegiatan ini baik melalui bantuan rapid test, masker, hand Sanitizer, VCO dan vitamin bagi setiap peserta dan official, termasuk bantuan bagi panitia sebesar Rp 59 juta.

“Harapan saya, bawalah nama baik Kota Bitung di lokasi MTQ dan tunjukkan bahwa peserta dari Bitung berintegritas,” tutup Walikota Lomban.

Kepala Kantor Agama Kota Bitung Fatah Noh menyampaikan terima kasih ata dukungan bantuan dan perhatian Walikota Max Lomban baik sejak persiapan hingga pelepasan Kafilah MTQ Kota Bitung.

Ia berharap dengan sinergitas Pemkot Bitung dengan lembaga dan organisasi keagamaan Islam di Kota Bitung, akan membawa Kota Bitung semakin maju.

Ketua LPTQ Kota Bitung Yusuf Sultan menyampaikan, peserta MTQ asal Kota Bitung ke tingkat Provinsi Sulut kali ini sebanyak 30 Qori dan Qoriah yang terpilih dari 8 cabang yang dilombakan. (*/sisco)




Walikota Max J Lomban Salurkan BLT Dan Sosialisasikan Program GEBRAK MASKER

BITUNG,GN- Pastikan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) berjalan lancar dan tepat sasaran kepada masyarakat, Walikota Bitung, Maximilian Jonas Lomban (MJL) turun dan menyalurkan langsung BLT kepada masyarakat di 6 Kelurahan pada 3 Kecamatan di Kota Bitung.

Walikota Bitung Maxmilian j Lomban Turun dan Menyalurkan BLT Kepada Masyarakat

Ditegaskan Walikota MJL, penyaluran BLT harus tepat sasaran sebagaimana jumlah penerima yang diusulkan pemerintah kelurahan setempat.

“Jadi pemberian BLT ini tidak pilih-pilih penerimanya. Nama-nama yang terdata sesuai hasil musyawarah dan mufakat di setiap kelurahan,” tegas Walikota MJL.

“Penerima berhak menerima BLT dengan jumlah Rp 300 Ribu tak ada potongan. Kalau ada potongan, laporkan ke saya,” sambung Walikota MJL.

Walikota pun berpesan agar BLT yang diberikan pemerintah tersebut, dimanfaatkan sebijak mungkin untuk kebutuhan pokok setiap hari.

“Jangan dipakai untuk membeli handphone atau barang lainnya yang tak terlalu penting,” kata Walikota.

Dalam penyaluran BLT tersebut, Walikota MJL juga memastikan berjalannya program Gerakan Bersama Memakai (GEBRAK) MASKER sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Jadi selain penyaluran BLT ini, ada juga pembagian masker dalan rangka Program GEBRAK MASKER dari Presiden Jokowi. Sehingga saya minta perencanaan Kelurahan kedepan harus ada pengadaan masker, agar supaya setiap orang memiliki 4 buah masker,” kata Walikota di sela penyaluran BLT, Selasa (18/8/2020).

Lanjut dikatakan Walikota, untuk pengadaan masker di setiap kelurahan harus memanfaatkan jasa penjahit lokal, sehingga perputaran ekonomi hanya berputar di kota Bitung saja.

“Kita pesan kain disini lalu dibagikan kepada para penjahit yang ada di setiap kelurahan, lalu dibeli kembali dari penjahit. Sehingga perputaran ekonomi yang dialokasikan pemerintah berputar terus di kota Bitung,” ujar Walikota MJL.

Ditambahkan Walikota, dengan adanya pembagian masker diharapkan ada kesadaran dari masyarakat untuk menggunakan masker di setiap beraktifitas di luar.

“Sudah diberi masker harus dipakai, karena sesuai peraturan yang saya keluarkan ada sanksi sosial bagi yang tak memakai masker. Baik itu berupa menyapu jalan, menyanyikan lagu Indonesia Raya lalu akan direkam dan diviralkan. Sehingga akan memberi efek malu bagi yang tak memakai masker,” tukas Walikota MJL.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota MJL terus mengingatkan masyarakat agar menerapkan 5 M untuk mencegah terkena COVID-19. Yaitu, Memakai Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjaga Imun dan Memanjatkan doa pada Tuhan.

Diketahui, Walikota MJL turun di enam Kelurahan diantaranya, Kelurahan Tendeki Kecamatan Tendeki, Kelurahan Manembo-nembo Kecamatan Matuari, Kelurahan Manembo-Nembo Atas Kecamatan Matuari, Kelurahan Girian Bawah Kecamatan Girian, Kelurahan Sagerat Weru Dua Kecamatan Matuari dan Kelurahan Sagerat Weru Satu Kecamatan Matuari.(*/sisco)




Sosialisasi GEBRAK MASKER, TP-PKK Bitung Bagikan 5000 Masker di Pusat Kota

BITUNG,GN- Menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), tentang keterlibatan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam penyelenggaraan Gerakan Bersama Pakai Masker – GEBRAK MASKER, Tim Pergerak (TP) PKK kota Bitung berkoordinasi dengan Bhayangkari Polres Bitung, Persit Kodim 1310 dan Jalasenastri Yonmarhanlan VIII Bitung serta organisasi perempuan lainnya langsung bergerak turun sosialisasi menemui warga.

Ketua TP-PKK Kota Bitung, Khouni Lomban Rawung Membagikan Masker(foto:ist)

Terpantau media, usai upacara HUT Kemerdekaan RI ke-75, tim GEBRAK MASKER dibawah arahan Ketua TP PKK Kota Bitung, Khouni Lomban Rawung, langsung turun ke kawasan pusat kota Bitung dengan membagikan sekira 5000 masker.

Giat GEBRAK MASKER ini juga mendapat perhatian dari Pusat, dimana tampak Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) yang dipimpin Ketua Umum Dirjend Otda Kemendagri, Akmal Malik ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Ketua TP PKK kota Bitung, Khouni Lomban Rawung dalam kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan tersebut akan terus dilakukan, hingga dipastikan seluruh masyarakat Kota Bitung telah memiliki dan menggunakan masker setiap beraktifitas.

“Kami akan terus upayakan hingga masyarakat Kota Bitung telah memiliki paling sedikit empat buah masker setiap orang,” ujar First Lady Kota Bitung.(*/sisco)