Pelabuhan Manado Sebagai Pilot Project, Easybook Permudah Pelayanan E-Tiketing Bagi Masyarakat
Manado,GN- Perkembangan teknologi digital saat ini semakin membuat masyarakat di permudah untuk mendapatkan informasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan pesatnya pertumbuhan sistem teknologi informatika menjadikan masyarakat semakin maju dan cerdas mengembangkan kemampuan dalam melakukan potensi bisnisnya. Sementara dari sisi pariwisata,membuat masyarakat mampu mengakses informasi yang menyenangkan untuk di kunjungi. Aplikasi Easybook Mempermudah Masyarakat Dalam Pelayanan e-tiketing. Penumpang Yang Melakukan Cek-in Tiket. (foto: gemparnews)
Demikian pula dari segi bisnis, baik penjualan e-tiketing tidak lagi mempersulit masyarakat untuk membelinya. Hanya dengan mendownload aplikasi Easybook, warga masyarakat sudah boleh mendapatkan informasi mengenai penjualan tiket kapal ferry, pesawat,keretaapi maupun bus dan informasi pariwisata lainnya. Sebelum Masuk Ke Kapal Penumpang Harus Melewati Pintu Scaning Di Area Terminal Penumpang. (foto: gemparnews)
Beranjak dari kemajuan teknologi, Easybook telah merambah dunia bisnis secara Internasional. Easybook yang berkantor pusat di negara Singapore, telah melebarkan sayapnya hingga ke Benua Asia Tenggara, termasuk, Malaysia, Indonesia,Brunai dan Philipina.
Azman Mansor selaku Directur Regional Easybook Indonesia,Malaysia,Brunei dan Philipina kepada media gemparnews.com menjelaskan bahwa Easybook mempunyai tujuh produk unggulan dan semuannya sudah eksis di Asia tenggara. Untuk semua produk menurut Azman dapat di link kemana saja,misalnya pemesanan transportasi bus, dapat langsung masuk aplikasi Easybook, demikian pula misalnya para turis maupun wisatawan dari Manado bahkan dari tempat lain, dapat memesan mengunjungi langsung melalui aplikasi Easybook. Termasuk produk dan layanan Bus, Kereta Api, Pesawat,E-Wallet,Kapal Laut, Penyewaan Mobil, CTT & Sistem serta Penyewaan Hotel. Dia berharap dengan aplikasi Easybook dapat lebih mempermudah masyarakat dan bisnis lainnya. Business Development Rahmat Ishak Bersama Rekannya (Foto: gemparnews)
Sementara itu, Rahmat Ishak Business Development Easybook Indonesia Timur menjelaskan untuk Indonesia di pilihlah Sulawesi Utara Kota Manado sebagai pilot project yang memulai bisnisnya sejak awal Maret lalu. Loket
Dipilihnya pelabuhan Manado, menurut Rahmat, karena di lihat dari segi persiapan fasilitas pelabuhan Manado sudah sangat lengkap dan memenuhi syarat. “Pelabuhan Manado kami pilih sebagai pilot project karena fasilitasnya sudah memenuhi persyaratan,”ungkapnya. Aplikasi “easybook” Dapat Di Download Melalui Playstore Handphone Android. (Foto: ist)
Dia berharap dengan kehadiran Easybook dapat membantu masyarakat bahkan dapat menggairahkan pariwisata yang ada di Sulawesi utara lebih khusus Kota Manado.
“Dari segi pariwisata,tentunya ini sangat baik mempromosikan wisata yang ada di Sulawesi utara khususnya di Kota Manado,” tutupnya.
Penulis: sisco
Wakili KadisPar Sulut, Paerunan Hadiri Rakornis Pengembangan Destinasi Regional 3 di Jokyakarta
Kepala Dinas Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang (foto: gemparnews)
Sulut,GN- Mewakili Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Sulut, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Jhon Paerunan menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pengembangan Destinasi Regional Tiga di gelar di hotel Alyana Convention Centre Jokyakarta 11-14 Maret 2019. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Sulut Jhon Paheruan (foto: gemparnews)
Kegiatan tersebut di buka oleh Asisten Deputi Destinasi Regional 3 Deputi bidang destinasi pengembangan Pariwisata kementerian pariwisata RI dan turut dihadiri Wakil Gubernur DI Jokjakarta Sri Paduka Alam X sekaligus memberikan sambutan.
Dalam kegiatan tersebut, 180 Kabupaten dan Kota hadir. Deputi pengembangan pariwisata satu sebagai pembawa materi menyampaikan bahwa Pelaku pariwisata yang dianggap berhasil seperti di Desa sambirajo yang objek wisatanya sudah di kenal di dunia.
Kepada awak media ini, Kepala Bidang Pengembagan Destinasi Pariwisata Jhon Paheruan mengatakan pihaknya sudah menyampaikan dan membicarakan terkait hasil Rakornis di Jokyakarta.
“Kami sudah membicarakan dengan pak Kadis tentang hasil kegiatan di Jokyakarta. Kami juga menyampaikan bahwa yang hadir disana 180 Dinas pariwisata se kabupaten dan kota. Ketika kami turun lapangan usai melakukan kegiatan Rakornis, banyak destinasi yang juga melibatkan desa dan memberdayakan masyarakat disekitarnya,” jelas Paerunan.
Lanjutnya mengatakan, di sulawesi Utara (Sulut) juga dapat di kembangkan destinasi air terjun. Namun perlu koordinasi dengan Kabupaten dan kota bahkan Desa terkait untuk pengembangan destinasi tersebut. “Perlu kerjasama dengan desa misalkan untuk pengelolaan BUMdes yang siap mengelola pariwisata tersebut dan juga memberdayakan masyarakat sekitar wilayah pariwisata,” tukasnya.
Dia juga mencontohkan Destinasi Pariwisata danau linouw. Dikatakannya, destinasi danau linouw sudah baik pengelolaannya,namun masih perlu dan penting untuk memberdayakan masyarakat disekitarnya. ” Misalnya untuk lebih memberdayakan masyarakat disekitarnya diberikan space untuk tempat berjualan disekitar lokasi,” ucap Paerunan. Dia berharap kedepannya perlu pengelolaan yang baik. (sisco)
Tunjang Program ODSK, Dinas Pariwisata Sulut Tingkatkan Tiga Destinasi Wisata
Sulut,GN- Guna menunjang program pemerintah Sulawesi Utara (Sulut) di bawah kep pemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw, Dinas Pariwisata Sulut terus melakukan inovasi dan terobosan meningkatkan kunjungan wisatawan datang di bumi nyiur melambai. Ada 3 (tiga) destinasi wisata yang sedang ditingkatkan di Sulawesi Utara (Sulut) yakni, Tahura Gunung Tumpa Manado, Bukit Kasih Kanonang dan Sumaru Endo Romboken yang sedang ditingkatkan pengelolaan dan pengembangannya.
Kepala Dinas Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang menjelaskan walaupun Tahura Gunung Tumpa Manado PADnya masih masuk di Dinas Kehutanan, namun pihaknya juga mengelolanya dengan melakukan pembangunan gedung disana.
Dijelaskannya, di tahun 2018 pihaknya mendapatkan anggaran DAK sebesar Rp.1.669.000.000.00- dan di tahun 2019 Rp 2.681.399.000.000.00-.
“Proses anggaran DAK ini kami desain sesaui kebutuhan yang ada dilapangan yang diminta ke Pemerintah Pusat untuk diapprove,” jelas Mewengkang.
Sedangkan pembangunan Sumaru Endo di tahun 2019 ini, akan memperoleh penyaluran anggaran DAK terbanyak.
“Tahun 2018 lalu disana dulunya tidak ada pagar dan jalan. Sekarang ini sampai tempat berjualan dan WC kami sudah buat rapih,” pungkas Mewengkang.(sisco)
Launching Kalender of Iven Wisata Pesona Manado 2017
Jakarta, GN – Pemerintah Kota Manado resmi melaunching Kalender of Iven Wisata Pesona Manado 2017 yang digelar di gedung Sapta Pesona kantor Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Senin (21/11/2016).
Peresmian langsung dilakukan Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Republik Indonesia, DR Arief Yahya, didampingi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut -Wakil Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan SE, dan Plt Gubernur DKI Jakarta DR Sonny Sumarsono MDM.
”Ini merupakan langkah maju yang realistis dilakukan pemerintah Kota Manado untuk menggenjot serta mengembangkan sektor pariwisata di Manado, apa yang dilakukan Walikota Manado bersama Wakil Walikota Manado yang didukung penuh Gubernur Sulawesi Utara akan kami dukung sepenuhnya,” jelas Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Republik Indonesia, DR Arief Yahya dalam sambutannya, Senin (21/11/2016).
Menteri Arief juga menyampaikan apresiasinya kepada Walikota Manado yang memiliki perhatian untuk mendorong kemajuan sektor pariwisata di Kota Manado. Arief juga menilai keseriusan Gubernur Sulut dalam mengembangkan dunia pariwisata di Sulut merupakan suatu upaya pembangunan berkelanjutan yang sangat baik.
“pendapatan Manado dari sektor pariwisata juga begitu fantastik, sehingga dengan begitu pengembangan pariwisata di Manado merupakan keharusan yang akan kita dukung bersama,” Ujar Arief saat melaunching kalender wisata pesona Manado 2017.
Walikota Manado GS Vicky Lumentut dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pariwisata RI atas kesediaan waktu menghadiri kegiatan launching tersebut sekaligus pembinaan terhadap pemerintah Kota Manado demi mendorong majunya sektor pariwisata.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulut Pak Olly Dondokambey, SE yang begitu memperhatikan posisi dan keberadaan sektor pariwisata di Kota Manado untuk terus dikembangkan, keseriusan itu begitu dinamis ditunjukkan Pak Gubernur demi tercapainya pariwisata Manado yang mendunia,” ujar GSVL sapaan akrab Walikota Manado.
Kegiatan launching dihadiri juga para Duta-Duta besar Indonesia, Bupati, Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota se-Sulawesi Utara, anggota DPRD Sulut, anggota DPRD Kota Manado, Ketua KNPI Kota Manado Erick G Kawatu SE MM, para penggiat pariwisata di Kota Manado, Dinas Pariwisata dan sejumlah pimpinan SKPD di jajaran pemerintah Kota Manado.
17 Wisata Sejarah di Kota Manado
Manado, GN – Tidak perlu khawatir bakal bosan saat berkunjung ke Manado. Sebab, di sini terdapat banyak tempat untuk sekadar menghabiskan waktu luang sambil refreshing.
Selain destinasi wisata alam beserta kulinernya yang terkenal, Manado juga memiliki objek wisata bersejarah yang sayang kalau dilewatkan. Berikut beberapa objek wisata yang bisa Anda kunjungi:
Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara / Foto. anekawisatanusantara.blogspot.com
1. Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara
Bangunan bergaya tradisional Kota Manado ini dibangun pada tahun 1974 sampai dengan 1975. Koleksi yang terdapat di Museum ini antara lain geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika/heraldika, keramologika, filologika, seni rupa dan teknologika.
Di Museum ini juga terdapat peninggalan Megalit yaitu waruga yang merupakan wadah kubur yang terbuat dari batu monolith. Ditempat ini, antara lain anda bisa melihat dan mengenal tata cara hidup suatu masyarakat.
Museum Perjuangan TNI AD / Foto. ceritadimulai.blogspot.co.id
2. Museum Perjuangan TNI Angkatan Darat
Didalam museum ini tersimpan dan dikoleksi berbagai jenis persenjataan tempur milik TNI Angkatan Darat yang tidak dipakai dan berbagai jenis persenjataan tempur lainnya yang berhasil diambil dari berbagai tempat pertempuran.
Goa Peninggalan Jepang di Singkil, Manado / Foto. Budi Susilo
3. Goa Jepang
Goa Jepang tersebar dibeberapa wilayah Kota Manado, yakni Kelurahan Singkil Satu, Tanjung Batu, Titiwungen Selatan, Pakowa, Tikala Ares, dan Kairagi.
Salah satu Goa Jepang yang masih terpelihara yakni yang terdapat di Jalan Lorong Bukit Kelurahan Tikala Ares Kecamatan Tikala. Goa ini memiliki 2 pintu masuk dan menyerupai terowongan dan berdinding beton. Lebar terowongan tersebut ± 2 Meter dan panjang ± 10 Meter. Didalam goa Jepang ini terdapat sebuah kamar berukuran kecil dan sebuah meja yang terbuat dari batu.
Terdapat pintu penghubung menuju terowongan yang ada disebelah. Jadi, apabila kita masuk melalui pintu yang berada disebelah kiri akan keluar pada pintu sebelah kanan dan begitu sebaliknya. Terowongan ini memiliki jalan tembus yang menghubungkan dengan jalan raya disebelah kanan goa. Jalan yang akan dilalui menuju goa tersebut agak berbukit dan diatas goa tersebut terdapat perumahan penduduk.
Makam Kanjeng Ratu Sekar Kedaton di Manado, Istri Sri Sultan HB V / Foto. Subhan
4. Makam Kanjeng Ratu Sekar Kedaton
Berada di kawasan pemakaman umat muslim di belakang gedung persekolahan Eben Haezar.
Makam Kanjeng Ratu Sekar Kedaton di buat seperti rumah yang dikelilingi makam keluarga serta putranya tepat di pintu masuk. Posisinya yang strategis terletak di tengah-tengah kompleks pekuburan sehingga terlihat lebih agung dan terkesan sangat dihormati.
Disekitar pekuburan terdapat pepohonan yang rindang sehingga terasa sejuk dan tenang.
Kanjeng Ratu Sekar Kedaton adalah Permaisuri Sri Sultan Hamengku Buwono V yang meninggal dan dimakamkan di Manado.
Monumen Perang Dunia II / Foto. Subhan
5. Monumen Perang Dunia II
Pada tahun 1675, Ds Mantanus, seorang pendeta dari Belanda untuk pertama kali mengunjungi Manado dan melaporkan bahwa Manado sudah ada golongan orang kristen.
Selanjutnya pada pemerintahan VOC tahun 1677 ditempatkan seorang Pendeta Belanda di Manado yang bernama Pendeta Zacharias Coners. Sebelum nama Gereja Sentrum Manado dikenal dengan nama Gereja Besar Manado.
Pada masa penjajahan Jepang Gereja Besar Manado pernah menjadi Markas/Pusat MSKK (Manado Syuu Kiri Sutoktop Kyookai) yang dipimpin oleh pendeta Jepang Hamasaki.
Namun, Gedung Gereja Besar Manado yang begitu sarat akan nilai historis religius ini hancur di bom pada perang dunia II atau agresi militer.
Sebagai tanda atau prasasti maka didirikan monumen yang berada disebelah kiri gereja yang sudah hancur tersebut. Monumen perang dunia II ini sampai sekarang masih kokoh berdiri.
Merupakan makam dari Dotu Lolong Lasut yang lahir pada bulan November 1450 dan meninggal pada tahun 1520.
Pada nisan tugu tersebut tertulis : Dotu Lolong Lasut alias Ruruares Teterusan dan Kepala Agama Tombulu yang sudah merintis dan membangun TUMANI negeri WENANG kemudian berkembang menjadi Manado.
Dotu Lolong Lasut adalah seorang tokoh perjuangan yang berhasil mengusir penjajah dari Portugis untuk menjajah Wenang pada saat itu. Oleh karena itu nama Dotu Lolong Lasut tetap dikenang sepanjang masa oleh masyarakat SULUT lebih khusus masyarakat Manado dan Minahasa.
Salah Satu Velld box yang berada di Komo Luar / Foto. Subhan
7. Velld Box
Velld box ini terbuat dari bahan beton berbentuk bundar yang merupakan bekas benteng pertahanan tentara Jepang pada masa penjajahan di Indonesia.
Tersebar di beberapa wilayah kota Manado, yakni Kelurahan Kleak, Wanea, Pakowa, Tuminting, Bumi Beringin, Istiqlal, dan Titiwungen Selatan.
Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi Milik TNI AD di Manado / Foto. Subhan
8. Markas Dan Penjara Belanda
Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi milik TNI AD, dahulunya adalah Markas Dan Penjara ex Belanda ketika mereka menduduki Indonesia.
Banyak pejuang asal Sulawesi Utara yang ditahan bahkan gugur ditempat ini.
Minahasa Raad / Foto.ceritadimulai.blogspot.co.id
9. Minahasa Raad (Gedung Dewan Minahasa)
Bangunan lama milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang terletak di Jalan Sam Ratulangi depan Gedung Bank Sulut, dahulunya adalah Gedung Dewan Minahasa (Minahasa Raad) pada jaman pendudukan Belanda di Manado atau Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sekarang.
Oude Kerk, Gereja Sentrum Sekarang / Foto. Subhan
10. Oude Kerk
Gereja Sentrum milik umat GMIM ini dahulunya adalah Oude Kerk (Gereja Tua) Bangsa Belanda yang ketika itu menduduki Indonesia. Pada masa penjajahan Jepang menjadi Markas/Pusat MSKK (Manado Syuu Kiri Sutoktop Kyookai) yang dipimpin oleh pendeta Jepang Hamasaki.
Klenten Ban Hin Kiong / Foto. Subhan
11. Klenteng Ban Hin Kiong
Tempat ini merupakan pusat bagi umat Budha untuk beribadah. Bila sedang berada di Manado pada saat dua minggu setelah bulan kamariah, maka kita akan menyaksikan Parade Tradisional Cina yang menampilkan berbagai macam atraksi keagamaan umat Budha.
Pada setiap tahun sejak awal abad XIX di Klenteng Ban Hin Kiong diadakan upacara adat oleh penganut aliran Kong Hu Chu yang disebut Toa Pe Kong atau Cap Go Meh.
Dalam upacara ini dimeriahkan dengan atraksi yang dinamai Ince Pia, yakni seseorang yang memotong-motong badan dan mengiris lidahnya dengan sebilah pedang tajam serta menusuk pipinya dengan jarum besar yang tajam akan tetapi tidak terluka sedikitpun.
Dalam Upacara ini juga ditampilkan atraksi kuda Locia dan pikulan-pikulan serta Mobil hias yang diiringi kelompok musik bambu. Upacara ini diikuti oleh seluruh penganut Kong Hu Chu yang ada di Kota Manado dan sekitarnya.
Patung Toar Lumimuut / Foto. Subhan
12. Patung Toar Lumimuut
Nampak indah dan mengagumkan menghiasi wajah Kota Manado di Kelurahan Komo Luar Kecamatan Wenang yang dapat ditempu selama 20 menit dari pusat Kota Manado dengan menggunakan transportasi darat.
Patung ini mengingatkan pada sejarah orang Minahasa, yakni seorang putri bernama Karema mengucapkan doa didepan sebuah batu karang. Tiba-tiba batu karang itu terbelah dan keluarlah seorang wanita cantik yang diberi nama Lumimuut, yang artinya tercipta dari batu karang.
Setelah melalui suatu upacara, dimana Lumimuut berdiri menghadap arah barat yang sedang berhembus angin kencang, tiba-tiba dia hamil lalu melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Toar. Akhirnya Toar mengawini ibunya Lumimuut dan keturunan mereka hidup sepanjang masa.
Sangat gagah perkasa berdiri ditengah-tengah Teater Terbuka Taman Kesatuan Bangsa Pusat Kota Manado Kelurahan Wenang Utara Kecamatan Wenang. Dotu Lolong Lasut adalah cikal bakal berdrinya Kota Manado.
Patung Ibu Maria Walanda Maramis / Foto. Subhan
14. Patung Ibu Maria Walanda Maramis
Dibangun dengan sosok wanita asal daerah Sulawesi Utara yang bersifat kepribadian seorang Ibu Sejati Indonesia dan menghiasi wajah Kota Manado di Kelurahan Komo Luar Kecamatan Wenang yang dapat ditempu selama 15 menit dari pusat Kota Manado dengan menggunakan transportasi darat.
Ibu Maria Walanda Maramis adalah pelopor pejuang kaum wanita dalam bidang pendidikan di jaman pendudukan Belanda. Ia juga adalah pendiri organisasi PIKAT (Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunnya).
Patung DR. G.S.S.J Ratulangi / Foto. www.indonesiakaya.com
15. Patung DR. G.S.S.J Ratulangi
Dengan sangat berwibawa berdiri dipersimpangan Jalan Sam Ratulangi Kelurahan Ranotana Kecamatan Sario yang dapat ditempuh selama 25 menit dari pusat Kota Manado dengan menggunakan transportasi darat.
DR. G.S.S.J Ratulangi atau dikenal dengan sebutan Sam Ratulangi lahir pada tanggal 5 Nopember 1890. Putera Minahasa yang meraih Dokter Matematika pertama di Indonesia. Semboyannya yang terkenal, yaitu Sitou Timou Tumou Tou (Manusia Hidup Untuk Menghidupkan Manusia).
Patung Wolter Robert Mongisidi dan Piere Tendean / Foto. www.indonesiakaya.com
16. Patung Wolter Robert Mongisidi Dan Piere Tendean
Didirikan sebagai peringatan atas jasa-jasa dua putera yang bersal dari Minahasa, yakni Wolter Robert Mongisidi atau yang akrab disapa Bote putera Bantik Malalayang yang tewas dibunuh regu tembak Belanda di Makassar,Sulawesi Selatan karena berjuang melawan Belanda ketika itu.
Semboyannyanya ialah “Setia Hingga Akhir Dalam Keyakinan”. Kapten Piere Tendean putera Minahasa yang gugur pada peristiwa G 30 S/PKI dalam usahanya mempertahankan Pancasila dan digelari pahlawan revolusi.
Terletak di pusat Kota Manado Kelurahan Wenang Utara Kecamatan Wenang. Tugu ini dibangun sebagai peringatan terhadap perjuangan salah satu Batalyon TNI AD (Tentara Naional Indonesia Angkatan Darat) pimpinan Mayor H. V. Worang seorang putera asal Minahasa (Mantan Gubernur Sulawesi Utara) yang ketika itu melakukan pendaratan di Minahasa untuk melawan penjajah. Monumen ini terlihat sangat patriotik dan menggugah semangat juang. (Lipsus/*pm)