KPU Sulut Gelar Rakor Persiapan Menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2024

Sulut,GN- Ketua KPU Provinsi Sulawesi Utara Kenly Poluan membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2024 dan Sinkronisasi Data Hibah Pada Aplikasi SIRAMAH serta Monitoring Penyelesaian di SP2HL di Wilayah Provinsi Sulawesi Utara , di Manado, Selasa (29/10/2024).

Kenly dalam sambutannya menyampaikan agar bendahara dan pengelola keuangan melengkapi berkas-berkas pertanggungjawaban. Dia juga menambahkan bahwa penggunaan aplikasi-aplikasi seperti SIRAMAH, SITAB, dan lain-lain sangat membantu dalam memonitoring proses pengelolaan keuangan, karena itu harus dimaksimalkan penggunaannya secara efektif.

Peserta dalam rakor ini adalah Sekretaris, Kasubbag Keuangan, Umum dan Logistik, Bendahara Pengeluaran dan Operator dari 15 KPU Kabupaten/kota di Sulawesi Utara.

Rakor yang berlangsung selama 3 (hari) ini dengan menghadirkan Narasumber dari BPK Perwakilan, KPPN Manado, Kanwil DJPB, KPP Pratama, dan Kepolisian Daerah juga dari Biro Keuangan KPU RI.

Sekretaris KPU Provinsi Sulawesi Utara Meidy Malonda menutup rangkaian kegiatan pada Kamis 31 Oktober 2024. (*/sisco)

 




KPU Sulut Umumkan DPTb Tahun 2024




KPU Sulut Umumkan DPTb Tahun 2024




KPU Sulut Umumkan DPTb Tahun 2024




Debat Publik Kedua, Sukses Menarik Perhatian Pendukung Ketiga Paslon

Minahasa,GN- Debat Publik kedua Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Tahun 2024 berlangsung meriah di gedung Wale Ne Tou Tondano Rabu, (23/10/2024).

Debat publik ini diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulut. Acara ini dihadiri berbagai pihak, termasuk Bawaslu Sulut dan Forkompinda.

Ketua KPU Sulut, Kenly Poluan, menekankan pentingnya substansi dari tema debat, yang mencakup pendidikan, kesehatan, pemuda dan olahraga, kesejahteraan serta inklusi sosial, perlindungan perempuan dan anak, penyandang disabilitas, serta penguatan demokrasi lokal dan budaya masyarakat adat.

Adapun ketiga paslon dalam debat hari ini yakni Paslon Nomor Urut 1, Yulius S. Komaling dan Victor Mailangkay. Paslon Nomor Urut 2, Elly E Lasut dan Hanny J Pajouw dan Paslon Nomor Urut 3: Steven Kandouw dan Afrets Denni Tujeh.

Ketiga paslon dalam debat ini memaparkan visi dan misi, dengan program perlindungan dan kesehatan bagi masyarakat. Paslon nomor urut 1, Yulius S Komaling menegaskan bahwa pemberantasan korupsi menjadi prioritas utama, disertai program peningkatan pendidikan dan kesehatan, termasuk penguasaan bahasa Inggris dan Mandarin.

Paslon nomor urut 2, Elly E Lasut fokus pada pentingnya pendidikan yang mendorong siswa berpikir kritis, serta peningkatan infrastruktur pendidikan untuk menciptakan sekolah-sekolah unggulan.

Sementara Paslon nomor urut 3, Steven Kandouw menyampaikan rencana untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia melalui penambahan jumlah dokter dan perbaikan fasilitas kesehatan di Sulut, termasuk membangun rumah sakit lengkap dengan peralatan modern.

Empat belas (14) panelis, yang telah disiapkan dalam debat ini, memberikan perspektif beragam terhadap setiap program yang diusulkan oleh para paslon. KPU Sulut berharap melalui debat ini, masyarakat dapat lebih memahami visi dan misi para calon, serta membuat pilihan yang tepat dalam pemilihan mendatang.

Debat publik kedua kali ini, sukses menarik perhatian publik dengan banyak pendukung dari masing-masing paslon untuk hadir menyaksikan secara langsung pemaparan visi, misi dan program yang diusulkan ketiga Paslon tersebut. (sisco)

 




KPU Sulut Gelar Media Gathering Persiapan Debat Kedua Paslon Gubernur Dan Wakil Gubernur Pilkada 2024

Minahasa, GN— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi utara (Sulut) menggelar Media Gathering persiapan Debat Kedua Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Pilkada 2024 bersama jurnalis biro KPU Sulut dan Minahasa, Rabu (23/10/ 2024).

Media Gathering di buka oleh Ketua Devisi Hukum KPU Sulut Meidy Y Tinangon.  Saat membuka kegiatan bersama Media Tinangon mengatakan debat Paslon akan dilaksanakan hari ini bertempat di Wale ne tou Tondano Minahasa dengan tema Pendidikan kesehatan, pemuda dan olahraga raga, kesejahteraan dan inklusi sosial perlindungan perempuan anak dan penyandang disabilitas, penguatan demokrasi lokal, hukum dan HAM.

Lanjut kata Tinangon, Sebelum Indonesia merdeka, praktik demokrasi sudah di buat oleh kabupaten Minahasa sebelum ada DPRD di Minahasa.

“Minahasa punya sejarah pada tahun 2012 Minahasa merupakan Pioneer demokrasi Indonesia yang saat itu disampaikan Ketua KPU RI Arif Budiman. Sebagai bukti, Minahasa Reed yang berkantor pusat di Kota  Manado,” ujarnya

Lebih jauh Tinangon menjelaskan setelah memperhatikan aspek geografis, pilihan debat kedua diadakan di Kabupaten Minahasa karena identik dengan tema kita terkait kearifan lokal dan budaya.

“Dari keterangannya, untuk persiapan pada pelaksanaan debat kedua ini telah dilakukan secara maksimal. “Sejak senin kami mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Berdasarkan evaluasi pada debat pertama, semua telah kami antisipasi. Tempat sudah ditata dengan baik. Kita telah bekerjasama dengan PLN, telkom dan semua Perangkat-perangkat dijaga ketat oleh pihak Kepolisian untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.

 Tinangon juga menjelaskan persiapan untuk panelis merupakan orang-orang yang berintegritas ahli di bidangnya, akademisi doktor dari unima dan Unsrat, perwakilan dari kaum disabilitas.

Dia mengingatkan untuk pemberitaan media, Pers harus memperhatikan perimbangan. Pengawasan pemberitaan oleh Bawaslu.

Sementara itu di tempat yang sama, Karo Ops Polda Sulut Kombes S Lumowa menyampaikan, Sistem pengamanan dilaksanakan Polda dan Polres serta Kodam kodim yang di wilayah hukum Minahasa. “Tugas negara ini, semua berkaitan dasarnya pola operasi dilindungi dasar hukum peraturan KPU, ” ucapnya. (sisco)




KPU Sulut Menggelar Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara Pilgub, Pilbup dan Pilwako Tahun 2024

Sulut,GN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara serta Rekapitulasi Hasil Perhitungan Perolehan Suara dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota tahun 2024, Jumat (18/10/2024).

Kegiatan Simulasi tersebut dilaksanakan di Kantor KPU Sulut jalan Diponegoro Kecamatan Wenang Kota Manado. Kegiatan ini disaksikan langsung Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU RI Idham Holik, Ketua Bawaslu Sulut Ardiles Mewoh, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Steffen S Linu, Kaban Kesbangpol Sulut Jhonny Suak, Perwakilan Kejati, Perwakilan Pengadilan Tinggi serta Ketua KPU Sulut Kenly Poluan dan Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Salman Sailangi.

Anggota KPU RI Idham Holik dalam sambutannya mengatakan, kegiatan simulasi ini sebagai satu sarana bagi kita semua untuk melakukan pembelajaran dan mengevaluasi sampai dimana efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemungutan penghitungan suara.

“Jika ada yang mengatakan pemungutan suara kan bukan kali ini saja, kita semua sudah paham betul, itu tentunya benar sekali. Tapi tentunya kami sebagai penyelenggara Pilkada harus memastikan bahwa proses pemungutan dan penghitungan suara ini berjalan lebih baik lagi, berjalan lebih tertib. kami percaya PPS yang saat ini sedang dibentuk oleh KPU Kabupaten Kota. Begitu juga dengan pemilih, pasti dapat melangsungkan pemungutan dan penghitungan suara dengan tertib aman nanti pada hari pemungutan suara,” kata Holik.

Menurut Holik, kegiatan kali ini menjadi hal penting bagi masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara bahwa penyelenggara Pilkada sudah sangat siap untuk memberikan pelayanan di hari pemungutan suara.

“Kegiatan ini tentunya juga menjadi hal penting buat kita bersama untuk mengetahui sampai sejauh mana pemilih memiliki literasi berkaitan dengan penggunaan hak pilihnya dan kami yakin rekan-rekan di Provinsi Sulut telah melakukan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih yang cukup efektif sehingga dari sisi literasi pemilih hari ini bisa semakin meningkat,” ujarnya.

Dia menambahkan Literasi Pemilih merupakan hal yang sangat penting bagi kita dalam rangka melakukan konsolidasi demokrasi.

“Itulah kenapa dari sisi tata letak kursi atau tempat duduk saksi dan Pengawas TPS kini kami tempatkan di belakang Ketua dan anggota KPPS atau KPPS 1 KPPS 2 dan KPPS 3. Mengapa ! Karena untuk memastikan bahwa, pertama mereka yang menerima surat suara itu adalah pemilih yang berhak, pemilih yang namanya ada dalam daftar pemilih tetap, pemilih yang namanya ada dalam daftar pemilih pindahan, pemilih yang namanya ada dalam daftar pemilih tambahan dan mereka memenuhi administrasi yaitu membawa identitas kependudukan ataupun surat pemberitahuan,” ucapnya.

Tujuan ditempatkannya saksi dan pengawas TPS di belakang Ketua dan anggota KPPS, untuk memastikan ketua KPPS menandatangani bagian depan surat suara.

“Kenapa surat suara harus ditandatangani, ini berkaitan dengan penentuan suara sah dan tidak sahnya. Apabila ada surat suara tidak ditandatangani maka surat suara dinyatakan tidak sah apabila sudah terlanjur kehitung. Karena ini berkaitan dengan hak kedaulatan kita sebagai warga dalam menentukan pilihan politik, sehingga itulah alasan kenapa kami mengubah tempat duduk TPS untuk memastikan tidak ada human error dalam proses pemungutan dan penghitungan suara ini”, jelasnya.

Dia juga mempertegas kebijakan tentang kepelayanan terhadap Pemilih Prioritas.

“Apa yang dimaksud dengan pemilih prioritas ini, mereka adalah pemilih yang harus diperlakukan dengan perlakuan khusus baik itu pemilih disabilitas ataupun pemilik lansia. Saya berharap, dalam prakteknya di lapangan pada hari pemungutan suara mohon kursi prioritas ditulis dengan kalimat kursi prioritas. Itu harus ada dan tidak boleh diduduki oleh pemilih pada umumnya”, ujarnya.

Holik menyampaikan apresiasi kepada KPU Provinsi Sulawesi Utara yang telah melibatkan secara aktif para pemilih disabilitas dan sudah berkenan bersama kita dalam mengikuti kegiatan simulasi ini.

“Di Pilkada Serentak 2024, kita pastikan bahwa meja tempat pemberian suara itu adalah meja yang akses untuk pemilih dengan kursi roda. Nanti di lapangan kita pastikan meja untuk pemilih disabilitas itu lebih rendah daripada meja pada umumnya termasuk yang bilik suara. Kami KPU Republik Indonesia  menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada KPU Provinsi Sulawesi Utara yang telah berhasil menyelenggarakan kegiatan simulasi yang pada hari ini dan kami menyaksikan secara langsung proses kegiatan ini,” pungkasnya. (sisco)




Dihadiri Perwakilan 15 Kabupaten/Kota, KPU Sulut Gelar Bimtek Penggunaan Aplikasi Sirekap dan DPTb Pilkada 2024

Sulut,GN- Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Utara (KPU Sulut) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait penggunaan Aplikasi Sirekap dan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung di Roger’s Hotel Manado pada 6-7 Oktober 2024, dihadiri oleh perwakilan dari 15 kabupaten/kota.

Acara dibuka oleh Lanny Ointu, Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Provinsi Sulawesi Utara, yang menekankan pentingnya kesiapan seluruh admin untuk standby dengan perangkat gadget mereka guna memudahkan koordinasi dan komunikasi. Lanny juga mengingatkan bahwa siapa pun bisa menjadi operator Sirekap di lapangan, dan setiap proses rekapitulasi harus diselesaikan maksimal 3 jam setelah perhitungan suara. Pemetaan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) juga dilakukan untuk menentukan siapa yang akan memegang aplikasi Sirekap, dan uji coba akan dilakukan pada 10-12 Oktober 2024. Modul Sirekap disiapkan oleh KPU RI, dan pengelolaan serta pengumuman DPTb akan dilakukan secara terjadwal.

Dalam sambutannya, Carles Worotitjan, Plh. Sekretaris KPU Provinsi Sulawesi Utara, menyampaikan apresiasi atas kontribusi 15 kabupaten/kota pada pemilihan sebelumnya dan menyoroti pentingnya evaluasi guna meningkatkan koordinasi di masa mendatang. Ia juga menekankan pengurangan jumlah TPS serta pentingnya komunikasi antara KPU Provinsi dan kabupaten/kota.

Heddy Lugito, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, turut hadir sebagai narasumber dan mengingatkan jajaran KPU agar berhati-hati dalam mengelola Sirekap karena aplikasi ini memainkan peran kunci dalam proses rekapitulasi suara. Ia menekankan pentingnya integritas dan kehati-hatian dalam pengelolaan Sirekap, mengingat ketidakpatuhan terhadap prosedur dapat merusak kredibilitas pemilihan.

Ferry Liando, Dekan FISIP Unsrat, memberikan pandangan bahwa aplikasi seperti Sirekap berperan penting dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan pemilihan, terutama dalam jangka panjang. Sirekap dinilai telah memfasilitasi koordinasi yang lebih baik dan memberikan manfaat besar, meskipun untuk jangka pendek masih ada tantangan yang harus dihadapi terkait sumber daya manusia dan infrastruktur.

Ardiles Mewoh, Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara, juga menekankan pentingnya penggunaan Sirekap dalam menciptakan proses pemilihan yang lebih efektif dan efisien. Ia menyoroti log activity Sirekap sebagai alat penting untuk memastikan setiap tahapan pemilihan berjalan sesuai prosedur dan transparansi publik tetap terjaga.

Kegiatan ini dihadiri oleh anggota KPU kabupaten/kota Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Kasubbag Perencanaan Data dan Informasi, serta admin/operator Sidalih dan Sirekap dari 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara




KPU Sulut Ikut Bimtek Penggunaan Aplikasi Sirekap Untuk Pemilih 2024

Jakarta,GN- Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara (KPU Sulut) mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) penggunaan aplikasi Sirekap untuk Pemilihan 2024, yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 5 Oktober 2024 di Hotel Borobudur, Jakarta. Acara ini dibuka oleh Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, didampingi oleh anggota KPU RI lainnya, yaitu Betty Epsilon Idroos dan August Mellaz.

Dalam sambutan, Afif menyampaikan bahwa prinsip penggunaan Sirekap adalah sebagai alat bantu untuk menunjang proses rekapitulasi penghitungan suara pada Pilkada 2024. Penting juga dilakukan uji coba dan simulasi untuk pengoprasian Sirekap ini, harapannya KPU Provinsi dan KPU kabupaten/kota dapat secara langsung mengimplementasikan Sirekap pada Pilkada 2024.

Di samping itu, Betty Epsilon Idroos menyampaikan bahwa Sirekap mempunyai beberapa jenis yaitu Sirekap Mobile berbasis Android dan Sirekap Web yaitu Sirekap Mobile berbasis Android untuk KPPS yang akan mengunggah hasil dari TPS, dan Sirekap Web yang digunakan oleh PPK hingga KPU provinsi untuk rekapitulasi suara dan Sirekap Informasi Publik

Selanjutnya semua peserta bimtek mengikuti Simulasi/Uji Coba internal terhadap Sistem Sirekap Mobile dan Sirekap Web.

Tujuan dari kegiatan Bimtek ini adalah untuk memastikan setiap peserta mendapatkan ilmu sehingga menjamin Sirekap Mobile dan Sirekap Web dapat digunakan maximal di semua tingkatan

Bimtek ini dihadiri oleh peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri dari Anggota Divisi Data dan Informasi serta operator Sirekap dari KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota. Dari Sulawesi Utara, perwakilan yang hadir adalah Anggota KPU Sulut Lanny Anggraini Ointu, bersama Ketua Divisi Data dan Informasi dari 15 kabupaten/kota, serta operator Sirekap. (*/sisco)




Sosialisasi Pilkada Damai Pilgub dan Wagub Tahun 2024, Ketua KPU Sulut Apresiasi Kehadiran Ketiga Paslon

Sulut,GN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar Sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Damai 2024 yang digelar diLapangan Basket Kawasan Megamas, Rabu (25/9/2024) sore.

Kegiatan tersebut diawali dengan doa keenam tokoh agama umat Muslim, Katolik,Protestan, Budha, Hindu dan Konghucu.

Ketiga pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Pilkada 2024 yakni pasangan nomor urut 1 Yulius Selvanus Komaling -Victor Mailangkay (YSK-VM), pasangan nomor urut 2 Elly Engelbert Lasut dan Hanny Joost Pajouw (E2L-HJP) serta pasangan nomor urut 3 Steven Kandouw dan Denny Tuejeh (SK-DT) hadir dalam acara itu.

Ketua KPU Provinsi Sulut, Kenly Poluan dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada ketiga Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur yang sudah hadir lengkap beserta partai pengusung atau pengusul masing- masing.

“Kami berharap Kampanye yang berlangsung 25 September -23 November 2024 berlangsung dengan baik,” kata Kenly.

Sesuai komitmen bersama ketiga pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Pilkada tahun 2024, kampanye berlangsung secara damai.

Setelah melakukan penandatanganan deklarasi dilanjutkan pelepasan burung merpati sebagai simbol perdamaian.

Usai Sosialisasi Pilkada Damai Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2024, KPU Sulut menghadirkan artis ibukota group band GIGI dan artis lokal, untuk turut meramaikan acara tersebut. (sisco)