PC Pewarna Malang Raya dan KPU Sukses Gelar Sosialisasi Politik untuk Tingkatkan Kesadaran Pemilih Muda

Malang,GN- Pengurus Cabang (PC) Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Malang Raya, Kamis,(21/11/204) bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang menggelar sosialisasi politik bertema “Pentingnya Anak Muda dalam Menentukan Pilihan Saat Pemilu untuk Menjaga Kepentingan Berbangsa dan Bernegara”.

Acara yang berlangsung di SMKS BINA CENDIKA, jl. Semeru no. 42 Malang ini berhasil meningkatkan kesadaran politik di kalangan pemuda.

Penasehat Pewarna Malang Raya Sani Sinarsana Kisid, ST.MT, dalam sambutan menekankan pentingnya pelestarian bangunan bersejarah tersebut.

Sosialisasi ini menyasar komunitas jurnalis muda, pelajar, aktivis gereja, dan organisasi kepemudaan Kristen.

“Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik, memberikan akses informasi yang memadai bagi pemilih muda, dan mendorong partisipasi aktif dalam pemilu,” kata Wakil Yayasan Pendidikan Kristen Jawa Timur itu.

Sementara itu, Rita Inthe selaku Ketua Panitia menyampaikan, sosialisasi ini sangat penting untuk memberi pembekalan kepada generasi muda tentang proses demokrasi.

“Sosialisasi ini penting untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang proses demokrasi dan pentingnya menggunakan hak pilih.” ujar ketua panitia.

Diketahui acara dimoderatori oleh Agung Budi Santoso, dengan MC Ermin Kristyaningsih. George Da Silva, mantan Ketua Bawaslu Kabupaten Malang, hadir sebagai pembicara kunci, memberikan wawasan dan pemahaman yang komprehensif tentang pentingnya peran pemuda dalam menentukan arah bangsa.

Poin penting yang dibahas dalam sosialisasi ini antara lain pentingnya partisipasi aktif dalam pemilu bagi generasi muda, cara memilih calon pemimpin yang tepat dan bertanggung jawab. Juga peran pemuda dalam mengawasi jalannya proses pemilu.

Acara ini mendapatkan sambutan positif dari peserta. Mereka merasa terbantu dengan informasi dan pemahaman yang diberikan, dan berkomitmen untuk menggunakan hak pilihnya dengan bijak.

Kerja sama antara Pewarna Malang Raya dan KPU Kota Malang ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi positif dalam meningkatkan partisipasi pemilih muda di masa mendatang.(red/*)

 




Pewarna Indonesia Sukses Gelar Penganugerahan API 2024 di Lumajang Jawa Timur

Lumajang,GN – Pelaksanaan penganugerahan Apresiasi Pewarna Indonesia (API) tahun 2024 yang digelar di Lumajang, Jawa Timur, Jumat (15/11/2023) berjalan dengan aman dan tertib.

Acara yang di pusatkan di Gedung RCC Lumajang dengan menghadirkan para tokoh yang akan menerima  penghargaan di sebelas (11) kategori berbeda.

Kegiatan tersebut dibuka langsung Pj Bupati Kabupaten Lumajang diwakili oleh asisten 2 membidangi kesejahteraan, bapak Paiman. Pembukaan acara di tandai dengan pemukulan musik Kolintang secara bersamaan.

Tokoh yang terkenal yang juga selaku Pj Gubernur Papua Barat Drs.H.Baham Temongmare, MTP, menyampaikan terimakasih dan rasa syukur atas penghargaan apresiasi yang diterimanya.

Dia menyebutkan Papua Barat merupakan wilayah simbol yang menjaga nilai-nilai toleransi, persatuan dan kesatuan.

“Saya akan terus memperjuangkan hal ini,” tegas Baham Temongmare. “Pemerintah Papua Barat mendorong dialog antar umat beragama, pendidikan dan toleransi, serta penguatan nilai-nilai Pancasila,” ucapnya.

Ketua Umum Pewarna Indonesia Yusuf Mudjiono dalam sambutan mengucapkan terima kasih atas kerja keras panitia, baik di tingkat lokal Lumajang, panitia pusat maupun semua dukungan dari Pemerintah Daerah Lumajang.

Pembukaan Penganugerahan API Tahun 2024 Oleh Asisten 2 Pemerintah Kabupaten Lumajang Bapak Paiman. (Foto : Gemparnews)

Sementara itu, usai acara penyerahan penganugerahan API tahun 2204, pengurus PD Pewarna Jawa Timur dan panitia lokal melalui Pdt Jetty Lukar menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung suksesnya acara ini.

” Terimakasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah berkontribusi demi suksesnya acara penganugerahan API tahun 2024 di Kabupaten Lumajang,” ujar Pdt Jetty ketika diwawancarai media ini.

Dia berharap acara ini akan memberikan dampak positif bagi wilayah Lumajang, khususnya dalam meningkatkan ekonomi kreatif di daerah yang dikenal sebagai penghasil pisang dan susu sapi.

Acara penganugerahan API tahun 2024 ini, juga di meriahkan dengan musik Kolintang panti asuhan Barnabas Randuagung Lumajang, tarian Sriwijaya, tarian topeng, tarian dari Kalimantan tengah, menampilkan penyanyi solo dan penyanyi duet anak panti asuhan Barnabas Lumajang.

Turut hadir dalam acara ini, Pengurus Pusat, Penasihat dan Pengawas Pewarna Indonesia, Pengurus Daerah Pewarna Indonesia, dan Pengurus Cabang Pewarna Indonesia dari seluruh Indonesia, para penerima Apresiasi Pewarna Indonesia tahun 2024. (sisco)




Menteri Agama RI Ajak Konsisten Mengajarkan Agama dan Doktrinkan Bhinneka Tunggal Ika

Toraja,GN- Pada pembukaan Sidang Raya XVIII PGI di Kete Kesu, Toraja Jumat (8/11/2024) Menteri Agama Prof

Dr Nasarudin Umar, MA menyatakan dalam agama itu ada tiga hal yang penting yaitu myth (mitos dalam arti positif), logos dan etis.

“Saya mengajak kita konsisten mengajarkan agama kita masing-masing jangan sampai terdistorsi logos tadi harus mengedepankan etis,” katanya.

Prof Nasaruddin menambahkan, perlu ada semacam doktrin mengajarkan anak-anak untuk rasa cinta dalam perbedaan kita. Sebagai bangsa Indonesia pluralis, kita harus doktrinkan Bhinneka Tunggal Ika dan cinta satu sama lain.

“Negara-negara di dunia harus mengajarkan bahwa perbedaan adalah anugerah. Perbedaan jangan sampai dipermasalahkan tapi harus damai. Indahnya ciptaan Tuhan harus indahnya masyarakat Tuhan,” tutur Iman Besar Masjid Istiqlal.

“Saya juga mengamini apa dikatakan Pdt. Gomar Gultom bahwa jangan kita menjarah alam kita. Kalau kita konsisten menjalankan agama masing-masing maka pasti juga melestarikan alam juga,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PGI Pdt Gomar Gultom menyatakan bahwa PGI bagian integral bangsa dan karena itu kita berperan aktif dan kritis untuk memajukan bangsa. Membawakan semangat ekumenis dan berharap Bapak Menteri terus menjaga pluralisme.

“Harapan kami bahwa tidak ada umat beragama yang boleh dicederai dalam menjalankan ibadah maupun membangun tempat ibadahnya,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia Pdt Musa Salusu juga menyampaikan Gereja Toraja dan Panitia telah mempersiapkan yang terbaik untuk Sidang Raya XVIII PGI termasuk pembukaan di Kete Kesu.

Sementara itu, Uskup Agung Makassar Monsenyiur Fransiskus dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh Sidang Raya XVIII PGI. (*/sisco)




Ini Doa dan Harapan PGLII untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran

Jakarta,GN – Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) mengadakan konferensi pers pada Senin, 21 Oktober 2024, di Ghara Karmel, Kebayoran Lama, Jakarta Barat.

Acara tersebut dihadiri sejumlah pengurus pusat PGLII, termasuk Ketua Umum Pdt Ronny Mandang, Majelis Pertimbangan Pdt Ronny Sigarlaki, SH, Komisi Hukum Pdt Arnold Manurung, SH.,MH, dan tokoh muda PGLII, Jordan Panggabean.

Dalam kesempatan ini, PGLII menyampaikan doa serta harapan kepada pasangan presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Ketua Umum PGLII, Pdt. Ronny Mandang, menegaskan pentingnya peran pemerintahan baru dalam menjaga keutuhan bangsa dan menciptakan kesejahteraan yang merata.

“Kami berharap pemerintahan Prabowo-Gibran bisa membawa perubahan positif bagi seluruh rakyat Indonesia, serta memimpin dengan nilai-nilai keadilan dan kebijaksanaan,” ungkap Ketum PGLII sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo karena telah banyak berbuat bagi Indonesia, khususnya bagi Papua yang merupakan ladang pelayanan PGLII.

Sementara itu, Majelis Pertimbangan Pdt Ronny Sigarlaki juga menekankan bahwa PGLII mendukung segala upaya yang dilakukan pemerintah untuk memperkuat persatuan nasional.

“Sebagai bangsa yang majemuk, penting bagi kita untuk terus mempererat rasa persaudaraan dan toleransi antar umat beragama,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Pdt Arnold Hasudungan Manurung berharap lewat konferensi pers ini harapan besar PGLII terhadap pemerintahan baru agar mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik, di mana seluruh elemen bangsa dapat hidup dalam harmoni dan kesejahteraan. Secara khusus ia menyoroti terkait kebebasan beribadah tanpa adanya diskriminasi apalagi sampai ada kejadian perselisihan.

Tokoh muda PGLII, Jordan Panggabean, turut menyampaikan pandangannya terkait peran generasi muda dalam mendukung visi pemerintahan yang baru, kendati dengan melihat komposisi Menteri dan Badan Lembaga yang membantu Presiden dan Wakil Presiden yang besar.

Dia meyakini dan berharap bahwa kondisi tersebut akan mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. (*/sisco)




Pewarna Siap Kolaborasi Bersama Dirjen Aptika Kemkominfo

Jakarta,GN- Pengurus Pewarna Indonesia, organisasi yang mewadahi wartawan nasrani, mengadakan pertemuan strategis dengan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Hokky Situngkir, guna membahas kerja sama dalam meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat luas, Jumat (6/9/2024) di Gedung Kemkominfo, Jakarta.

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara Pewarna Indonesia dan Kemenkominfo dalam mendorong penggunaan teknologi digital secara positif dan membangun kesadaran akan pentingnya etika serta keamanan dalam dunia digital. Dirjen Aptika, dalam pertemuan ini, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, media, dan masyarakat untuk mengatasi berbagai tantangan yang muncul di era digitalisasi, termasuk penyebaran hoaks, keamanan data, dan perlindungan anak di internet.

“Kami melihat Pewarna Indonesia sebagai mitra strategis dalam menyebarkan informasi yang benar dan membangun narasi positif di tengah masyarakat, terutama dalam konteks memperkuat toleransi dan harmoni antar umat beragama di Indonesia,” ujar Dirjen Aptika.

Ketua Pewarna Indonesia, Yusuf Mujiono, didampingi beberapa pengurus pusat Pewarna Indonesia mengungkapkan harapannya agar kerja sama ini dapat membangun jaringan komunikasi yang lebih baik antara media dan pemerintah, sehingga publik mendapatkan akses informasi yang valid dan bermanfaat. “Media memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Kami berharap kolaborasi dengan Kemenkominfo dapat semakin memperkuat kapasitas jurnalis dalam menyampaikan informasi yang mendidik dan membangun,” jelasnya.

Pertemuan tersebut juga membahas program-program pelatihan literasi digital yang akan digagas bersama, terutama bagi komunitas-komunitas yang rentan terhadap penyebaran informasi palsu. Direncanakan beberapa program pendidikan digital akan diluncurkan di berbagai daerah, dengan fokus pada peningkatan kemampuan kritis masyarakat dalam menyaring informasi di era digital.

“Dengan kolaborasi ini, diharapkan media, khususnya yang tergabung dalam Pewarna Indonesia, dapat memainkan peran penting dalam menyebarkan informasi yang membangun dan memperkuat karakter bangsa di tengah kemajuan teknologi informasi,” tutup Hokky sembari pamit untuk melanjutkan pertemuan dengan Menteri Kominfo. (sisco/*)




Ribuan Umat Kristen Hadiri Acara Gerakan Indonesia Berdoa

Jakarta,GN – Kegiatan Gerakan Indonesia Berdoa di 400 Kabupaten/Kota bersama Diaspora di 15 Negara dihadiri ribuan umat kristen. Acara yang dilaksanakan di Dome GBI Mawar Saron Kelapa Gading Jakarta Utara Sabtu (24/8/2024) ini merupakan cerminan bahwa umat Kristen Indonesia sangat peduli dengan keberadaan bangsa Indonesia.

Tema yang diangkat dalam Indonesia Berdoa ini memerlukan lawatan Allah untuk menuju Indonesia Emas. Acara di buka oleh Pdt Dr Ir Bambang H Wijaya, MA selaku Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dan dilanjutkan dengan Doa Pembukaan oleh Pnt Ir Eddy Leo, MTh selaku founder Abbalove Ministry.

Ibadah dipandu oleh Love God Love People (LGLP) Worship Team dari GBI PRJ Kemayoran, Jakarta serta firman Tuhan dibawakan oleh Pdt Dr Jason Balompapueng, MBA Ketua Umum PGPI.

Dalam khotbahnya Pdt Jason mengkritisi adanya diskriminasi dan persekusi terhadap umat yang beribadah.

“Diberbagai kota masih saja gereja tidak diberikan ijin. Gereja bukan tidak mau dan tidak mampu mengurus ijin gereja tetapi tidak diberikan,” kata Pdt Jason.

Pdt Pandji My Home Indonesia mendoakan persembahan dan doa penutup ibadah oleh Pdt Dr Japarlin Marbun dari Bamag Nasional.

Cecilia Teguh Ayu Seniawati, SH., Bendahara Umum Jaringan Doa Nasional (JDN) yang juga Sekretariat Umum Panitia dengan pokok doa bersyukur khusus untuk 10 tahun kepemimpinan Presiden Jokowi dan mohon pimpinan Tuhan di era kepemimpinan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Selanjutnya Robertus Budi Setiono, S.Pd., MM, National General Secretary Full Gospel Business Man Fellowship International (FGBMFI) Indonesia, mendoakan Pilkada di 37 Propinsi, 415 Kabuaten/Kota pada tanggal 27 November 2024 mendatang agar berjalan damai dan agar lahir pemimpin yang takut akan Tuhan.

Pdt Dr Aristo Pariadji, MSi, MTh selaku Pimpinan Gereja Tiberias Indonesia mendoakan situasi bangsa terkini dalam bidang ekonomi, politik, hukum, keamanan sosial, budaya dan iklim, dan dilanjutkan oleh Pdt Aristarkus Joel Tarigan, SH, MTh., MMis selaku Fasilitator Umum Jaringan Doa Nasional (JDN) mendoakan Perdamaian Dunia. Serta Pdt Gilbert Lumoindong, MTh selaku Ketua Sinode GBI mendoakan Kesatuan Gereja-gereja untuk menjadi berkat bagi bangsa.

Sementara itu Dr Antonius Natan selaku Panitia Humas dan Protokol menyampaikan bahwa Gerakan Indonesia Berdoa di 400 Kabupaten/Kota bersama Diaspora di 15 Negara merupakan cerminan bahwa Umat Kristen Indonesia sangat mencintai tanah air Indonesia dan sangat peduli dengan keberadaan bangsa Indonesia. Kita menyadari bahwa Indonesia tidak sedang baik-baik saja harus dicermati dengan sungguh-sungguh.

“Sebagai umat berikan kepada Tuhan Yesus Kristus, kita menyadari Indonesia tidak tergantung kepada keputusan politik, namun Indonesia sangat bergantung kepada kehendak dan rencana Allah. Doa orang benar besar kuasanya. Kesejahteraan kota dan berkat turun atas bangsa Indonesia merupakan bagian dari jawaban doa-doa orang benar. Gereja terus berdoa agar Indonesia memasuki era baru dalam perubahan moral dan etika yang sesuai budaya bangsa,” pungkasnya.

Puncak acara doa bagi bangsa yang digelar tersebut menjadi momen penting dalam Sejarah Gereja Indonesia.

Acara ini disiarkan secara langsung melalui berbagai platform media dengan akun youtube @indoneaiaberdoa sehingga seluruh masyarakat Indonesia dapat turut serta dalam momen bersejarah ini. https://www.youtube.com/live/hm9Z-iat_tk?si=hk6R3RTtwiVMeA13

Dengan kegiatan doa ini pasti akan memberikan dampak positif bagi seluruh Masyarakat Indonesia. Perubahan besar akan terjadi dan umat Tuhan tetap bersatu dan biarlah Api Injil terus menyala membawa keselamatan bagi bangsa Indonesia.(*/sisco)




Serah Terima Jabatan Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir

Ketapang,GN- TNI AL, Kormar, Brigif 4 Mar/BS. Batalyon Infanteri 7 Marinir laksanakan Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir (Danyonif 7 Mar) yang dilaksanakan di Lapangan Apel Yonif 7 Marinir, Ketapang, Teluk Pandan, Pesawaran. Jumat (02/08/2024).

Komandan Batalyon Infanteri 7 Marinir yang sebelumnya di Jabat oleh Letkol Mar Alex Zulkarnain, S.E., M.Tr. Opsla di serah terima kan kepada Letkol Mar Irwan Abidin, M.Tr. Opsla., CBEI,. Upacara sertijab dipimpin langsung oleh Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Supriadi Tarigan, S.IP.,M.M.

Rangkaian Upacara Sertijab ditandai dengan penyerahan Tunggul Yonif 7 Mar, penyematan tanda pangkat dan jabatan, penyerahan tongkat komando serta penandatanganan naskah Serah Terima. Usai acara Sertijab Danyonif 7 Mar, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Ramah tamah dan acara Tradisi pelepasan Danyonif 7 Mar lama serta penyambutan Danyonif 7 Mar yang baru.

Dalam pesan taklimat akhirnya Danyonif 7 Mar Letkol Mar Alex Zulkarnain, S.E., M.Tr. Opsla bersama Ketua Jalasenastri Ranting A cabang 7 Ny. Fitria Alex Zulkarnain menyampaikan “Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Prajurit Yonif 7 Mar atas kerjasama dan dukungannya dalam mengemban tugas, amanah, serta tanggung jawab sebagai Komandan Satuan. Selanjutnya saya mohon doa restu dalam melaksanakan penugasan pada jabatan yang baru.

“Jaga Marwah Batalyon Infanteri 7 Marinir, Jaga Nama Baik Satuan, Jaga Nama Baik Pribadi Kalian dan Jaga Nama Baik Keluarga Kalian.” ujarnya. (Nosen)




Ribuan Hamba Tuhan Berbagai Sinode dan Aras Gereja Nasional Bakal Hadir di Acara Indonesia Berdoa

Jakarta,GN- Indonesia Berdoa akan diselenggarakan di Dome Mawar Sharon Kelapa Gading, Jakarta, 24 Agustus 2024 mulai pukul 15.00 WIB dengan menghadirkan sepuluh ribu pendoa dengan melibatkan berbagai Sinode-sinode dan Aras Gereja Nasional.

Perss conference yang berlangsung di Abbalove Industri, Jumat (19/07/2024) yang dihadiri Panitia Doa Bagi Bangsa, Sekum Ibu Cecilia Sianawati, SH., Bendum Pdt SuyaptoTandyawasesa, MTh., Ketua Mobilisasi Doa Pdt Marulitua Lumbangaol, SE, STh. dan wakilnya Pdt Zulfikar Nainggolan, MTh. Wasekum Pnt Heri Pratomo, SH Bidang Acara Pdt Ir Batara Sihombing serta dipandu Ketua Humas & Protokoler Dr. Antonius Natan.

Menurut Cecilia Sianawati bahwa gerakan Indonesia Berdoa merupakan visi dari Tuhan dengan latar belakang melihat kondisi situasi dunia seperti Perang Ukraina dan Rusia, Hamas dan Israel. Krisis ekonomi global, Perubahan iklim yang berpengaruh terhadap ketahanan pangan, persoalan moral dan etika yang terus memburuk.

Selain itu Gerakan Indonesia Berdoa ini merupakan bagian dari pengucapan syukur pada Tuhan, atas kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo selama 10 tahun di Indonesia. Serta menyambut pemerintahan baru yang terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Warga gereja perlu mendoakan penyelenggaraan Pilkada serentak di 501 kota pada bulan November 2024, agar terpilih anak bangsa yang terbaik, takut akan Tuhan, membela kebenaran serta membangun tanah air tercinta.

“Pilkada langsung ini perlu didoakan agar berlangsung damai,” imbuhnya.
Menurut Bendum JDN (Jaringan Doa Nasional) ini banyak gereja mendapat tuntutan Tuhan agar siap menghadapi tuaian besar-besaran yang terjadi di Indonesia, namun dengan kondisi gereja- gereja harus bersatu.

Gerakan Indonesia Berdoa harus dalam kesatuan tubuh Kristus agar Indonesia mampu menuju transformasi Indonesia Emas. Karena itu panitia minta dukungan dari semua pihak termasuk para ketua-ketua Sinode dan Aras Gereja Nasional.

Pada kesempatan itu, Antonius Natan mengungkapkan bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja, terlihat di medsos ada banyak pertentangan, kemerosotan moral dan etika, korupsi yang merajalela, jurang antara yang kaya dan miskin akan menumbuhkan perpecahan.

“Kita perlu berdoa, supaya Indonesia tetap dalam tuntunan Tuhan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Pdt. Suyapto mengingatkan bahwa kita tahu Indonesia bisa seperti sekarang juga berkat peran anak Tuhan yang turut berdoa lewat gereja.

“Kemajuan di Indonesia harus didukung seluruh umat kristiani. Maka doa itu penting dan pemimpin baru membutuhkan doa kita. Kita harus bergerak bersama berdoa untuk Indonesia dan ini akan terus bergulir,” paparnya.

Ditambahkan Maruli, mobilisasi yang kita (panitia) lakukan lebih bagaimana mengaitkan semua simpul yang sudah terjalin.

“Walau pusat acara di Jakarta semua ikut berdoa untuk bangsa di 400 kota. Kita akan berdoa pada waktu yang sama dari kota masing-masing, yang menunjukan kesatuan dan kesehatian mencintai Indonesia. Kami berharap acara ini bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.

Hal sama disampaikan Julfikar Nainggolan bahwa panitia perlu koordinasi untuk mobilisasi massa dengan semua lembaga- lembaga Kristen yang ada.

“Kita percaya dan rindu supaya kegerakan Indonesia Berdoa bisa berdampak bagi kemajuan Indonesia.”

Pencipta theme song lagu “Indonesia Berdoa,” Batara Sihombing mengungkapkan lagu ini akan menyentuh setiap hati dan membawa kita merendahkan diri dan meninggikan Tuhan, melalui berdoa bersama. Setiap orang bisa bernyanyi yang merupakan doa yang dipanjatkan kepada Tuhan.

Ketua Umum Gerakan Indonesia Berdoa Pdt. Kiki Tjahjadi yang rencananya akan mengajak 332 Sinode Gereja di Indonesia. Untuk bersehati dalam doa kesatuan.

Mari Warga gereja, Jemaat gereja dimanapun berada, catat tanggal 24 Agustus kita akan berdoa bersama-sama, bagi yang diluar Jabotabek manfaatkan YouTube Indonesia berdoa agar Indonesia penuh kemuliaan Allah. Atau dapatkan informasi Gerakan Indonesia Berdoa melalui website: indonesiaberdoa.org. (*/sisco)




Sambutan Ketum PGI pada Resepsi Interfaith PBNU bersama Imam Besar Al-Azhar Mesir

Jakarta,GN- Dengan penuh sukacita saya menyambut kehadiran Imam Besar Al-Azhar Mesir, Yang Mulia Prof Dr Sheikh Ahmed el-Tayyeb, di Indonesia. Kunjungan Yang Mulia sungguh merupakan suatu kehormatan bagi kami, bukan saja umat muslim di Indonesia, tetapi juga bagi kami gereja-gereja di Indonesia.

Di tengah dunia yang makin tercabik-cabik oleh ragam konflik dan peperangan dan oleh peradaban yang makin mengedepankan kuasa dan harta, sebagai buah dari budaya kerakusan, acapkali perdamaian dan kemanusiaan sering tinggal menjadi slogan, karena ternyata berbagai tatanan ekonomi dan politik global terbukti tidak mampu mengatasi berbagai kontestasi dalam berbagai lapangan hidup. Mereka yang lemah, miskin dan tak mampu bersuara, utamanya perempuan dan anak-anak, dari waktu ke waktu semakin terpinggirkan.

Agama-agama yang sejatinya hadir untuk memanusiakan manusia ternyata juga sering bias oleh kepentingan sesaat, bahkan acap terjebak menjadi kendaraan bagi kepentingan ekonomi atau politik tertentu. Akibatnya peran transformatif agama-agama yang menyejarah itu sering tinggal menjadi retorika karena hanya mengedepankan simbol-simbol agama dan kehilangan nilai-nilai substantifnya.

Di tengah kecenderungan sedemikian, dunia sangat tertolong dengan komunike bersama Imam Besar Al-Azhar, Yang Mulia Prof Dr Sheikh Ahmed el-Tayyeb, dan Bapa Suci, Sri Paus Fransiskus, tentang Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama.
Komunike yang dikenal dengan Dokumen Abu Dhabi ini menukik pada substansi hidup bersama sebagai umat manusia, yakni persaudaraan kemanusiaan, yang melewati batas-batas agama, suku bangsa, ras dan pilihan politik. Dan karenanya sangat relevan dengan masyarakat dunia saat ini.

Pernyataan bersama Yang Mulia Imam Besar mestinya telah menohok masyarakat dunia, yang punya kecenderungan beragama secara artifisial. Segala simbol-simbol agama dikedepankan, tetapi substansi hidup beragama malah diabaikan, yakni persaudaraan kemanusiaan.

Yang Mulia Imam Besar telah memotivasi kita semua untuk lebih mengedepankan perdamaian dunia dan hidup bersama, dan ini tentu akan menguatkan kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah masyarakat majemuk seperti kami, Indonesia, yang sangat beragam baik dari segi bahasa, suku bangsa dan agama.

Sekalipun masyarakat kami sangat beragam, kami terus menerus membangun hidup bersama atas dasar kemanusiaan dan persaudaraan di tengah keragaman yang ada. Dalam hal ini kami beruntung oleh dua hal: pertama, sebagai bangsa, kami berdasar pada ideologi Pancasila, yang merupakan kesepakatan bersama para pendiri bangsa ini, yang diikat oleh semangat Bhinneka Tungal Ika: meski berbeda-beda tetapi tetap satu adanya.
Dan kedua, kami beruntung memiliki saudara-saudara Muslim, sebagai penduduk terbesar di Indonesia, yang mengedepankan Islam sebagai “Rahmatan lil Alamin”, yang dalam syiar keagamaannya, selalu bergandengan tangan dengan agama-agama lain. Tidaklah berlebihan bila saya katakan, Islam Indonesia yang adaptif dengan perubahan jaman, koeksistensi dalam keberagaman dan menjunjung HAM dan demokrasi bisa menjadi sumbangan bagi peradaban dunia kini dan di masa depan.

Dengan semangat seperti itu, melalui dialog dan kerjasama antar agama kami bersama-sama mengembangkan kehidupan beragama yang menukik kepada nilai-nilai substansial dari agama masing-masing dan tidak terjebak pada simbol-simbol maupun formalisme beragama. Kami senantiasa mengajak umat untuk beragama secara substansial agar mudah mempertemukan para penganut agama dari agama apa pun, karena pada hakekatnya setiap agama ada dan hadir untuk mewartakan nilai-nilai yang kurang lebih sama yakni persaudaraan, perdamaian dan hidup bersama dengan rukun.

Bagi kami di Indonesia, ungkapan Dokumen Abu Dhabi yang menyebutkan “Tuhan tidak perlu dibela”, sudah sangat lama tertanam dalam sanubari kami, karena sekitar 25 tahun lalu, Presiden keempat Indonesia, dan juga mantan Ketua Umum PBNU, Abdurrachman Wahid atau Gus Dur pernah mengungkapkan, bahwa Tuhan itu tidak perlu dibela, karena Tuhan itu serba maha. Ganti membela agama dan Tuhan, selayaknyalah kita semua membela yang lemah dan tersingkirkan, karena dengan merekalah Tuhan mempersonifikasikan diriNya (Matius 25:40).

Semoga kehadiran Yang Mulia di Indonesia, dan ditambah lagi dengan rencana kehadiran Bapa Suci, Sri Paus September yang akan datang, semakin memperkokoh komitmen kami, masyarakat dan bangsa Indonesia, untuk ikut membangun peradaban dunia yang damai dan menata hidup bersama yang lebih adil dan rukun. (*/redaksi)




Pewarna Indonesia Gelar Diskusi Bertajuk Peran Pemerintah Dalam Menangani Judi Online dan Pinjaman Online

Jakarta,GN – Bertempat di Media Center PG, Salemba Raya, diskusi penting mengenai peran pemerintah dalam menangani judi online dan pinjaman online disambut antusiasme oleh peserta.

 

Acara diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia, menampilkan pembicara yakni Romo Antonius Benny Susetyo, Staff Khusus Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), dan Pdm Rosiana Purnomo, Kepala Biro Pemuda dan Remaja PGI.

Turut hadir dalam acara ini, Ketua Umum Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Harsanto Adi. Dan sebagai moderator Johan Sopahelukan dan Elly Wati Simatupang sebagai koordinator acara.

Diskusi ini dihadiri oleh anggota PEWARNA Indonesia dari berbagai media dan berlangsung dalam nuansa interaktif dan mendalam.

Benny Susetyo dalam pemaparannya menekankan pentingnya rasa keadilan dalam sistem pinjaman online.

“Pinjaman tidak boleh membuat bunga berbunga yang memberatkan rakyat,” ujarnya.

Benny juga menyoroti betapa pentingnya karakter kuat dengan mengutamakan kerja keras dan disiplin.

Sementara itu, Rosiana Purnomo menekankan bahaya psikologis dari judi online.

“Orang yang kecanduan judi online sangat rawan secara psikologis, selalu ingin menang, dan ini bisa berdampak fatal seperti bunuh diri,” ungkapnya.

Dia menyebutkan ada empat kasus bunuh diri yang dilatarbelakangi oleh kecanduan judi online.

Rosiana menyoroti dampak digitalisasi terhadap generasi muda saat ini.

“Anak-anak dan remaja menjadi lebih tertutup dan tegang karena terlalu fokus pada gadget mereka.

Era digital menjadi pintu untuk judi online. Judi online dampaknya bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga masalah psikologis dan sosial,” tambahnya.

 

 

Benny Susetyo menambahkan bahwa judi online telah menjadi bagian dari budaya yang merusak, membawa masyarakat ke jurang kemiskinan.

“Bangsa ini, terkadang seperti bermuka dua, di satu sisi menolak judi, namun di sisi lain praktik judi terus berlangsung karena sudah menjadi tradisi, sehingga masyarakat sulit merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya” kata Benny.

Selain itu, Benny menekankan bahwa edukasi literasi digital sangat diperlukan untuk menghambat budaya instan yang dihasilkan oleh teknologi saat ini.

“Lembaga keagamaan dan pendidikan harus berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai dan moralitas,” ujarnya.

Pendidikan holistik yang menggabungkan nilai-nilai etika dan moral harus ditekankan, menurut Rosiana.

“Budaya harus dipandang dari perspektif Alkitabiah sehingga tidak terjadi praktek-praktek yang tidak benar atau salah,” katanya.

Judi online, menurut Benny, harus diretas dan dihapuskan karena telah meresahkan masyarakat.

“Negara harus membangun proteksi dengan memblokir semua situs judi online dan membuat regulasi yang melindungi masyarakat kecil dan miskin, supaya tidak menjadi korban” tegasnya.

Penegakan hukum yang tegas juga menjadi sorotan dalam diskusi ini.

“Para bandar judi online harus ditindak tegas, dan pendidikan keluarga harus diperkuat untuk menghilangkan ilusi dari judi,” kata Benny.

“Judi itu sangat menggoda, tetapi kita harus menghadapinya dengan kekuatan moral dan etika yang kuat,” sebutnya.

Diskusi ini menggambarkan betapa mendesaknya peran pemerintah dan masyarakat dalam menangani masalah judi online dan pinjaman online yang telah meresahkan berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, diharapkan masalah ini dapat diatasi dengan baik. (*/redaksi)