Wakili KadisPar Sulut, Paerunan Hadiri Rakornis Pengembangan Destinasi Regional 3 di Jokyakarta

Kepala Dinas Pariwisata Sulut Daniel Mewengkang (foto: gemparnews)

Sulut,GN- Mewakili Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Sulut, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Jhon Paerunan menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pengembangan Destinasi Regional Tiga di gelar di hotel Alyana Convention Centre Jokyakarta 11-14 Maret 2019.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Sulut Jhon Paheruan (foto: gemparnews)

Kegiatan tersebut di buka oleh Asisten Deputi Destinasi Regional 3 Deputi bidang destinasi pengembangan Pariwisata kementerian pariwisata RI dan turut dihadiri Wakil Gubernur DI Jokjakarta Sri Paduka Alam X sekaligus memberikan sambutan.

Dalam kegiatan tersebut, 180 Kabupaten dan Kota hadir. Deputi pengembangan pariwisata satu sebagai pembawa materi menyampaikan bahwa Pelaku pariwisata yang dianggap berhasil seperti di Desa sambirajo yang objek wisatanya sudah di kenal di dunia.

Kepada awak media ini, Kepala Bidang Pengembagan Destinasi Pariwisata Jhon Paheruan mengatakan pihaknya sudah menyampaikan dan membicarakan terkait hasil Rakornis di Jokyakarta.

“Kami sudah membicarakan dengan pak Kadis tentang hasil kegiatan di Jokyakarta. Kami juga menyampaikan bahwa yang hadir disana 180 Dinas pariwisata se kabupaten dan kota. Ketika kami turun lapangan usai melakukan kegiatan Rakornis, banyak destinasi yang juga melibatkan desa dan memberdayakan masyarakat disekitarnya,” jelas Paerunan.
Lanjutnya mengatakan, di sulawesi Utara (Sulut) juga dapat di kembangkan destinasi air terjun. Namun perlu koordinasi dengan Kabupaten dan kota bahkan Desa terkait untuk pengembangan destinasi tersebut. “Perlu kerjasama dengan desa misalkan untuk pengelolaan BUMdes yang siap mengelola pariwisata tersebut dan juga memberdayakan masyarakat sekitar wilayah pariwisata,” tukasnya.
Dia juga mencontohkan Destinasi Pariwisata danau linouw. Dikatakannya, destinasi danau linouw sudah baik pengelolaannya,namun masih perlu dan penting untuk memberdayakan masyarakat disekitarnya. ” Misalnya untuk lebih memberdayakan masyarakat disekitarnya diberikan space untuk tempat berjualan disekitar lokasi,” ucap Paerunan. Dia berharap kedepannya perlu pengelolaan yang baik. (sisco)




Liputan Khusus : Hasil Rakorev Tim Evaluasi Dan Pengawasan Penyerapan Anggaran (TEPPA) Triwulan II Pemkot Manado

Foto EPRA Pemkot Manado
Foto EPRA Pemkot Manado

Manado,GN – Selang beberapa waktu berjalanannya Pemerintahan Kota Manado yang di Nahkodai oleh Walikota  DR Vicky Lumentut dan Wakil Walikota  DR Harley Mangindaan bersama Sekretaris Daerah  Hanfrey sendoh, tentunya sudah banyak kemajuan yang dicapai lewat program – program mereka untuk mensejahtrakaan Masyarakat Manado. namun itu semua perlu ada eavaluasi dan pengawasan untuk menuju ke – Pemerintahan yang transparan dan baik (good governance).

 

Salah satu bentuk Program pengawasan adalah dilaksanakannya   Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan sekaligus Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran Pemerintah (EPRA) Pemerintah Kota Manado yang dibuka oleh Walikota GS Vicky lumentut,Rabu (2 /09/ 2015) di Aula Serbaguna Pemkot Manado

 

Rapat Koordinasi yang ikut dihadiri Wakil Walikota, Harley A.B. Mangindaan, Kepala Bappeda, Peter K.B. Assa, Ph.D, memaparkan kinerja seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Manado. Dalam laporan dan presentasinya, Kaban Bappeda memberi penjelasan, dari pagu anggaran sekitar 1.399 trilyun, dari 3.816 paket, 703 paket berstatus biru (sudah selesai), 1.957 berstatus hijau (sementara dilaksanakan), 1.182 paket berstatus kuning (belum jatuh tempo), dan terdapat 28 paket berstatus merah atau pekerjaan yang belum diselesaikan .

 

Realisasi keuangan 26.43 persen, sementara realisasi fisik berada pada angka 33.24 persen. Asisten III Sekda Kota Manado, Dra. Henny Giroth memandu diskusi pendalaman terkait beberapa SKPD yang kinerjanya berlabel merah.

 

 

 

 

 

Berikut disajikan lampiran  beberapa informasi terkait kinerja SKPD :

 

 

A.                                                                                               Tabel 1.

Peringkat Deviasi SKPD Pemkot Manado
Peringkat Deviasi SKPD Pemkot Manado

 

Terdapat delapan kategori yang disusun dalam pemeringkatan Deviasi keuangan SKPD Pemerintah Kota Manado.

1.       Kategori A (1%) terdapat 7 SKPD                     (lihat tabel 1.)

2.       kategori B (1- 3 %)  terdapat 4 SKPD               (lihat tabel 1.)

3.        kategori  C  (3- 5 % )  terdapat 4 SKPD             (lihat tabel 1.)

4.       kategori   D  ( 5  % )  terdapat 41 SKPD             (lihat tabel 1.)

5.       kategori    D 1 ( 5- 10%)  terdapat 18 SKPD      (lihat tabel 1.)

6.        kategori    D2 (10 – 20 %)  terdapat 17 SKPD    (lihat tabel 1.)

7.       kategori     D3  (20-30% )  terdapat 10 SKPD    (lihat tabel 1.)

8.        kategori   D4   (> 30%) terdapat 4 SKPD            (lihat tabel 1.)

 

 

 

 

B.                                                                                             Tabel 2.

 

Tabel deviasi Keuangan kelurahan kelurahan di Pemkot Manado
Tabel deviasi Keuangan kelurahan kelurahan di Pemkot Manado

 

 

Terdapat tujuh kategori pemeringkatan Deviasi keuangan di Kelurahan – kelurahan yang ada di lingkungan Pemerintahan Kota Manado.

 

1.        Kategori A (1%) terdapat 35 kelurahan                     (lihat tabel 2.)

2.       kategori B (1- 3 %)  terdapat 12 kelurahan               (lihat tabel 2.)

3.       kategori  C  (3- 5 % )  terdapat 15 kelurahan            (lihat tabel 2.)

4.       kategori   D  ( 5  % )  terdapat 25 kelurahan             (lihat tabel 2.)

5.       kategori    D 1 ( 5- 10%)  terdapat 9 kelurahan         (lihat tabel 2.)

6.       kategori    D2 (10 – 20 %)  terdapat 11 kelurahan     (lihat tabel 2.)

7.      kategori     D3  (20-30% )  terdapat 5 kelurahan      (lihat tabel 2.)

 

 

 

C.                                                                                                  Tabel 4.

Tabel Lima Tertinggi SKPD penyerapan anggaran terbaik di Lingkungan Pemerintahan Kota Manado
Tabel Lima Tertinggi SKPD penyerapan anggaran terbaik di Lingkungan Pemerintahan Kota Manado

 

 

 

 

Berikut daftar lima SKPD yang menjadi penyerapan anggaran terbaik di Lingkungan Pemkot Manado dengan  serapan anggaran kumulatif sebagai berikut :

 

1. Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol     –   Serapan anggaran : Rp 3.878.878.000.    (68,34%).

2. Bagian Adm. Kemasyarakatan                                               –  Srapan anggaran    :  Rp 390.000.000.    (54,36%)

3. Sekretariat Daerah                                                                      – serapan Anggaran :   Rp. 54.440.516.000.     (44,61%)

4.  Inspektorat                                                                                  – Serapan Anggran    :  Rp . 9.733.791.000.    (42,20%)

5. Dinas koperasi dan UMKM                                                        – Serapan Anggaran :  Rp. 3.747.083.000.    (42,20%)

 

 

 

 

 

 

D.                                                                                                  Tabel 5.

Tabel. 5 SKPD Penyerap realisasi anggaran terendah di lingkungan Pemkot Manado
Tabel   5 SKPD Penyerap realisasi anggaran terendah di lingkungan Pemkot Manado

 

 

 

 

Berikut daftar lima SKPD yang menjadi penyerapan anggaran terendah di Lingkungan Pemkot Manado dengan  serapan  anggaran kumulatif sebagai berikut :

 

1. Dinas Pekerjaan Umum                                            – Serapan Anggaran Rp . 146.541.578.000.     (2,77%)

2. Dinas Perindustriaan dan Perdagangan                – Serapan Anggaran Rp.  16.543.307.000.       (10,66%)

3. Dinas Kelautan dan Perikanan                                 – Serapan Anggaran Rp.  10.493.762.000.       (14,31%)

4. Bagian hukum dan Perundangan-undangan        – Serapan Anggaran .Rp.       889.345.000.       (15,77%)

5. Dinas Tata Kota                                                            – Serapan Angggaran Rp. 20.513.540.000.      (15,77%)

 

Sumber : Humas dan Protokol Pemkot Manado.                       (dfy)