Timnas U23 Indonesia Libas Myanmar

gemparnews.com- Tim nasional (Timnas) U23 Indonesia melibas Myanmar dengan skor 4-2 pada pertandingan sepak bola Sea Games 2019 Manila Philipina.
Drama enam gol dan satu kartu merah terjadi pada laga tersebut.

Dengan kemenangan ini Timnas U23 Indonesia menjadi tim pertama yang melaju ke final SEA Games 2019 setelah menang 4-2 hingga babak perpanjangan waktu.

Laga timnas U23 Indonesia vs Myanmar ini berlangsung di Stadion Rizal Memorial, Sabtu (7/12/2019).
Indonesia sukses unggul dua gol terlebih dahulu lewat tembakan Evan Dimas Darmono pada menit ke-57 dan sundulan Egy Maulana Vikri (70′).
Myanmar akhirnya menyamakan skor sehingga berubah skor menjadi 2-2 hingga wasit meniup pluit tanda berahirnya babak kedua. Dua gol Myanmar dicetak oleh Aung Kaung Mann pada menit ke-79 dan Win Naing Tun (81′).

Babak perpanjangan waktu, Indonesia mencetak dua gol lewat kaki Osvaldo Haay pada menit ke-101 dan Evan Dimas (102′).
Setelah masuk pada menit ke-119, Myanmar harus bermain dengan 10 orang setelah Aung Naing Win mendapat kartu merah. Hingga perpanjangan waktu selesai,skor tidak berubah dan Timnas U23 menang atas Myanmar. Di partai final, Indonesia akan berhadapan dengan pemenang laga Vietnam vs Kamboja.
Penulis: sisco




Jokowi Rekrut Milenial Jebolan Kampus Luar Negeri, Rumah Nawacita: Ada Apa Dengan Kampus Di Tanah Air?

JAKARTA,GN- Keputusan Presiden Jokowi mengangkat 7 orang staf khusus yang berusia muda (milenial) disambut positif oleh Rumah Nawacita. Eks organisasi relawan pemenangan Jokowi-Amin ini menilai keputusan tersebut semakin meyakinkan anak-anak muda Indonesia mendapat tempat dalam menentukan arah dan masa depan bangsa.

Direktur Eksekutif Rumah Nawacita, Raya Desmawanto, MSi

“Sekali lagi, Presiden Jokowi mengambil kebijakan di luar pakem. Out the box. Keputusan mengangkat 7 milenial dalam posisi strategis itu sangat mengejutkan, namun tampaknya Presiden memahami selera dan suara anak-anak muda Indonesia,” kata Direktur Eksekutif Rumah Nawacita, Raya Desmawanto, MSi kepada media, Sabtu (23/11/2019).

Raya menyatakan, keberanian Jokowi mengangkat 7 stafsus milenial sekaligus merupakan sebuah batu ujian dan kesempatan anak-anak muda yang sudah berkarya di level start up untuk semakin membuktikan kemampuannya.

“Ini akan membuka keran partisipasi, kompetisi dan uji kemampuan anak-anak muda Indonesia untuk semakin giat dan bersemangat serta terlibat aktif bersuara untuk kepentingan dan kebaikan negara. Ibaratnya, 7 milenial itu etalase baru yang akan memotivasi anak-anak muda Indonesia lainnya untuk ikut maju, aktif bersuara dan ikut dalam pembangunan bangsa negara,” tegas Raya.

Namun, kata Raya pada sisi lain keputusan Presiden Jokowi tersebut merupakan ‘pukulan telak’ bagi kampus-kampus di Tanah Air. Soalnya, sebanyak 6 dari 7 milenial yang menjadi stafsus tersebut merupakan alumni jebolan kampus luar negeri. Publik, kata Raya bertanya-tanya mengapa kampus di dalam negeri tidak mampu menghasilkan alumni milenial yang sesuai dengan selera Istana (Presiden).

“Saya melihat ini cambuk dan pukulan keras bagi kampus-kampus di Tanah Air. Ada pertanyaan besar, mengapa kampus di dalam negeri kesannya tidak mampu menciptakan milenial selera Presiden. Emang ada apa dengan kampus kita? Saya tidak tahu apakah ini cuma sekadar kebetulan, tapi memang kalau dilihat datanya ya begitu,” tegas Raya.

Kondisi ini kata Raya harus menjadi motivasi dan beban moral bagi Kemendikbud dan Kemenristek untuk berbenah diri. Sebab, selama ini dikesankan perguruan tinggi terjebak pada birokratisasi pendidikan dan penelitian, bahkan output penelitian tidak sesuai dengan kebutuhan tren pasar.

“Mumpung Mendikbud kita juga masih milenial (Nadiem Makarim), maka ini menjadi kesempatan Beliau untuk membuktikan kelas dan kemampuannya. Sehingga kelak, Istana tidak lagi memprioritaskan milenial asal kampus luar negeri, namun juga memberi prioritas bagi anak-anak muda Indonesia di kampus dalam negeri,” kata Raya. (*)




STT LETS Gelar Wisuda Dan Dies Natalis XX

Jakarta,GN- Sekolah Tinggi Theologia (STT) Lighthouse Equipping Theological School (LETS) menggelar Wisuda Dan Dies Natalis XX Jumat,(08/11/19) pakan lalu di Kampus STT LETS – Gedung Rhema Lantai 5 Jl KH Noer Ali, Bekasi.
STT LETS mewisuda 68 mahasiswa,di jenjang S2 Magister Teologi sebanyak 23 orang, jenjang S1 Sarjana Teologi dan Sarjana Pendidikan Agama Kristen 29 orang serta Jenjang Diploma 3 Pendidikan Vokasi sebanyak 16 orang.

Ketua STT LETS Pdt Dr Ir Rachmat Manullang MSi saat membuka sidang senat terbuka didampingi Dr Antonius Natan, MTh selaku Waket I Bidang Akademik, Dr Jakoep Ezra, MBA PhD selaku Waket II Bidang Administrasi dan Keuangan, Dr Elly Hutagalung, MTh Selaku Waket III Bidang Kemahasiswaan beserta Direktur Pascasarjana Pdt Dr Ir Eduard Monijong, MTh dan para Kaprodi serta dosen-dosen.

Wisuda kali ini sangat penting bagi kemajuan Pendidikan Tinggi Keagamaan Kristen,karena mengingatkan kita terhadap pidato Presiden RI Joko Widodo diperiode kedua yang menyatakan perlunya peningkatan sumber daya manusia dan penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran di sekolah dan kampus.

Dalam orasi ilmiah yang disampaikan Prof Dr. Hoga Saragih, MSi mengatakan sesuai dengan tema wisuda adalah “Kepempinan Berteologi di Era Milenial” ini menyadarkan bahwa generasi sekarang yang berubah begitu Cepat, teknologi telah sedemikian canggihnya, pekerjaan manusia akan terus digantikan dengan robot. Dan seakan dunia telah berada digenggamam tangan. Satu hal yang perlu diingatkan kembali bahwa kedatangan Tuhan yang kedua telah dekat dan tentunya dunia pendidikan turut bertangggung jawab sebagai GerejaNya yang mengambil bagian menyelesaikan pertandingan di estafet yang terakhir.

Pdt Dr Ir Patisari Ginting, MTh mewakili Senat dalam sambutannya mengatakan bahwa moment Wisuda STT LET adalah penggalan pertandingan pembelajaran yang sudah diselesaikan oleh para mahasiswa, untuk selanjutnya siap memasuki penggalan pertandingan yang berikut yaitu memasuki pelayanan dan masuk dalam tingkatan yang lebih tinggi atau mendalam di masyarakat yang dituntaskan.

Sementara, sambutan Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI Prof Dr Thomas Pentury, MSi mengharapkan lulusan STT LETS mampu mengaplikasikan dan melipatgandakan benih Firman Tuhan yang didapat selama pembelajaran di Kampus atau melalui e-learning atau dalam pembelajaran mandiri sehingga kemanapun para lulusan diutus dan apapun yang dikerjakan. “Semakin besar masyarakat bisa merasakan buah Roh Kudus dan Keharuman Kristus sebagai terang dan garam dunia,” ucapnya.

STT LETS adalah Sekolah Bagi Para Pembaharu membuka kesempatan bagi Para Hamba Tuhan dan Profesional untuk bergabung dalam kelas On Campus maupun Off Campus. Pro ecclesia et Patria. (*/sisco)




Sah! Gultom Dan Manuputy Nahkodai PGI, Berikut Komposisi Kepengurusan PGI Periode 2019-2024

Sumba,GN- Setelah melalui proses dan mekanisme pemilihan melalui Panitia Nominasi SR PGI XVI yang bersidang di GKS Payeti Cabang Praiwora Selasa (11/11/19) untuk memilih pengurus PGI periode 2019-2024 dan akhirnya Pdt Gomar Gultom, MTh menjadi Ketua Umum PGI dengan meraih 79 suara, sementara dua pesaingnya Pdt Albertus Patty meraih 32 suara dan Pdt Tuhoni Telambanua meraih 12 Suara, sedangkan Pdt. Jacky Manuputy sebagai calon tunggal, terpilih sebagai sekretaris umum (Sekum) PGI.

Dilansir dari majalahgaharu.com Pdt Gomar Gultom Menyampaikan terimakasih kepada Peserta pemilihan yang telah mempercayakan dirinya sebagai Ketum. Diapun mengapresiasi, pemilihan Ketum hanya berlangsung sekali putaaran. Dia mengajak semua agar tetap menghormati apa yang diputuskan oleh panitia nominasi adalah sebuah amanat yang sangat disyukurinya.

“Saya kira yang pertama, saya ucapkan puji Tuhan dan terimakasih kepada pemilih yang telah memilih dan mempercaya saya untuk dapat memimpin PGI ke depan. Yang kedua, bahwa ini adalah amanat besar XVII di peserta SR PGI yang musti diemban dengan baik. Karena itu, saya berjanji akan menjaga kepercayaan itu,” ujarnya usai terpilih sebagai Ketum PGI.

Dikatakannya, dirinya akan menjaga hubungan baik dan menjalin kerjasama dengan dua kandidat Pdt Albertus Patty dan Pdt Tuhoni Talembanua dalam memajukan PGI ke depan nanti.
Sementara, untuk posisi Wakil Sekretaris Umum (Wasekum) diraih oleh Pdt Krise Gosal,MTh.

Berikut susunan komposisi Kepengurusan
Persekutuan Gereja Gereja Indonesia (MPH PGI)Periode 2019 – 2024:
Ketua umum : Pdt Gomar Gultom,MTh(HKBP)
Ketua 1 : Bpk. Olly Dondokambey, SE (GMIM)
Ketua 2 : Pdt. Dr. Bambang Wijayanto ( GKPB)
Ketua 3 : Pdt.Dr. Lintje Pellu, STh (GMIT)
Ketua 4 : Pdt. Alfret Samani, STh,M.Si (GKS)
Sekum : Pdt. Jacky Manuputty MTh (GPM)
Wasekum : Pdt. Krise Gosal, STh (GMIM)
Bendahara : Pdt. Dr. Yakub Sutisna (GBIS)
Wabendum : Ari Moningka, STh (GKKI)
(Sisco)




Tiga Tokoh Gereja Ini Dirasa Tepat untuk Menjabat Pimpinan PGI, Berikut Profil Singkatnya

Waingapu,GN- Acara Sidang Raya XVII Persektuan Gereja-gereja di Indonesia (SR-PGI) memasuki hari keempat. Pada hari ini (11/10/2019), agenda persidangan diisi dengan Laporan Umum yang disampaikan oleh Majelis Pekerja Harian PGI, juga laporan keuangan.

Selain persidangan dan laporan, agenda hari ini juga diisi dengan diskusi tematik, atau yang lebih dikenal dengan bahasa lokal sebagai Bata Bokul Pulu Pamba, yang digelar di Gereja Kristen Sumba jemaat Payeti, Kota Waingapu, Sumba Timur.

Di sela-sela kegiatan persidangan, para peserta Sidang Raya XVII PGI yang mewakili sinode anggota juga dipastikan akan menggunakan hak pilih mereka untuk menentukan sejumlah nama yang akan mengisi pucuk pimpinan dari lembaga aras beranggotakan 89 sinode ini.

Di antara nama-nama yang digadang maju untuk mengisi posisi Ketua Umum (Ketum), Sekretaris Umum (Sekum) dan Wakil Sekretaris Umum PGI (Wasekum), menguat tiga nama hamba Tuhan yang dirasa sebagian besar perwakilan gereja di SR-PGI tepat untuk mengisi sejumlah posisi tersebut. Mereka adalah Pdt. Gomar Gultom M.Th, yang akan maju sebagai Ketum PGI; Pdt. Jacky Manuputty, sebagai Sekum PGI; dan Pdt. Manuel. E. Raintung, yang digadang maju untuk mengisi posisi Wasekum PGI.

Ketiga hamba Tuhan ini memang telah lama dikenal aktif dalam mendukung pergerakan oikumene dan perdamaian di Indonesia. Selain itu, ketiganya dirasa memiliki pengalaman yang mumpuni di dalam penatalayanan gereja.

Pendeta Gomar Gultom misalnya, pernah menjabat selama dua periode Sekretaris Umum PGI, untuk periode 2009-2014 dan periode 2014 hingga 2019. Dunia pelayanan Pendeta Gomar Gultom dimulai pada tahun 1986, saat dirinya ditahbiskan sebagai pendeta oleh Sinode Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Di gereja ini pula Pdt. Gomar Gultom mengabdikan diri sebagai Dosen STT HKBP yang berlokasi di Pematang Siantar, Sumatera Utara, di tahun 1988.

Kepercayaan yang diberikan HKBP kepadanya kemudian semakin besar ketika dia dipercaya untuk menjabat Sekretaris Biro Pembinaan HKBP pada tahun 1991 hingga 1996.

Tak hanya di lingkup pelayanan gerejawi, Pdt. Gomar Gultom juga dikenal sebagai sosok yang peduli dengan keadaan bangsa. Di tahun 1996 misalnya, dia pernah menjabat sebagai Direktur Lembaga Pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) “Jetro”. Jabatan ini dipegangnya selama 3 tahun.

Selanjutnya, Sinode HKBP kembali memercayainya sebagai Kepala Biro Pembinaan HKBP. Biro ini dipimpinnya dari tahun 2000 hingga 2005.

Sedangkan pelayanannya melalui PGI dimulai ketika dirinya dipercaya sebagai Sekretaris Eksekutif Bidang Diakonia, yang dipegangnya selama empat tahun sejak 2005, sebelum dipilih sebagai Sekretaris Umum PGI.

Sepanjang pelayanannya melalui PGI, Pdt. Gomar dikenal sebagai pribadi yang hangat kepada semua kalangan, selalu berperan aktif dalam membina hubungan lintas aras, serta ikut mendukung terpeliharanya semangat kerukunan antar umat bergama di Indonesia.

Nama Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty S.Th., MA, atau yang akrab disapa Pdt. Jack Manuputty, juga telah lama dikenal peranannya dalam upaya mendorong terciptanya perdamaian di Maluku.

Pendeta dari Gereja Protestan Maluku (GPM) ini, kini dipercaya sebagai Asisten Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama dan Antarperadaban. Jabatan tersebut diberikan kepada Pdt. Jack Manuputty pasca kerja kerasnya dalam mendamaikan Maluku yang tengah dilalap api konflik antaragama. Bahkan, dirinya pernah dijuluki sebagai ”provokator perdamaian” karena berhasil menjadi penengah konflik.

Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara dan jebolan Hartford Seminary pada graduate program on Islamic Study (Moslem-Christian Relationship) ini adalah seorang pendiri sekaligus Direktur dari Lembaga Antar Iman Maluku (LAIM).

Saat ini Pdt. Jacklevyn Manuputty merupakan Direktur Badan Penelitian dan Pengembangan GPM, dan menjadi utusan resmi Sinode GPM untuk maju dalam pencalonan Sekum PGI.

Sedangkan nama yang belakangan menguat untuk mengisi posisi Wasekum PGI adalah Pdt. Manuel Raintung. Ketua Umum PGI Wilayah DKI Jakarta ini memang sudah sejak lama malang-melintang dalam melakukan pendampingaan terhadap sejumlah gereja di wilayahnya.

Mantan Ketua Majelis Jemaat di sejumlah gereja GPIB ini memang tak hanya aktif di dalam arak-arakan pergerakan oikumene. Namun, ikut mendorong terciptanya kerukunan antar umat beragama di Jakarta melalui FKUB (Forum Kerukunan antar Umat Beragama).

Saat ini dirinya menjabat sebagai Wakil Sekretaris dari lembaga tersebut, dan dipastikan maju sebagai calon Wasekum PGI usai mengantongi rekomendasi tunggal dari Sinode GPIB. (*/Ron)




Buka Sidang Raya XVII PGI, Yasonna Laoly Singgung Era 4.0

NTT,GN- Era 4.0 yang ditandai dengan kemajuan teknologi, telah merambah ke berbagai belahan dunia,termasuk indonesia. Hal ini tentunya menambah semakin kerasnya persaingan. Persaingan bukan lagi siapa yang terbesar atau terkecil, tetapi siapa yang tercepat. Oleh sebab itu, gereja juga diminta ikut mempersiapkan diri, dengan menyiapkan generasi muda yang dapat memanfaatkan berbagai peluang di tengah persaingan tersebut.

Acara Pembukaan PGI Di Sumba Timur NTT.(foto:ist)

Hal tersebut ditegaskan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna Laoly, saat membuka Sidang Raya XVII PGI, di Pantai Puru Kambera, Waingapu, Sumba Timur,NTT,Jumat (8/11).
“Sekarang segala sesuatu bisa dijangkau dengan hand phone, dan tinggal pencet. Nah, perubahan ini harus kita respon. Perlu ketrampilan yang mumpuni untuk menangkap peluang, dan semuanya itu harus dimulai dengan pendidikan. Pendidikan semakin penting. Pertanyaannya, sejauhmana gereja telah mempersiapkan jemaat, secara khusus generasi muda, yang unggul di masa depan,” katanya.

Dalam sambutannya, juga disinggung mengenai tantangan radikalisme yang kini terjadi di bangsa Indonesia. Sebab itu, dia mengajak gereja dan tokoh adat, terus menggelorakan semangat kebersamaan dan gotongroyong. Selain itu, pentingnya menjaga kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Sementara itu, Dalam sambutannya, Ketua Umum PGI Pdt. Dr. Henriette Hutabarat-Lebang menyambut dengan rasa syukur atas kehadiran jemaat GKS yang datang dari berbagai tempat, dan penuh semangat menghadiri acara ini. “Kehadiran kalian semua dari tempat yang jauh menandakan adanya kesatuan hati kita untuk merayakan pesta iman ini,” tandas Pdt. Ery, panggilan akrabnya.

Lanjut Ketua Umum PGI, tema Sidang Raya XVII PGI adalah pengakuan iman dari gereja mula-mula yang tidak akan dilupakan, dan ini juga menjadi pengakuan iman gereja-gereja di abad 21 ini. “Banyak pergumulan yang melilit kita, namun harus yakin bahwa Allah tidak akan meninggalkan kita. Itu pula yang kita rayakan pada Sidang Raya ini. Kita akan membicarakan karunia yang sudah diberikan Allah, begitu juga karunia yang sudah diberikan kepada Sumba dengan keindahan alamnya,” ujarnya.

Pembukaan SR XVII PGI berlangsung semarak. Tidak hanya peserta sidang, jemaat dari 4 kabupaten di Sumba serta masyarakat, beribadah bersama-sama, dan menyaksikan acara pembukan yang luar biasa. Sekitar 7000 orang tumpah ruah di pinggir pantai nan indah dan mempesona itu.

Antusiasme jemaat Gereja Kristen Sumba (GKS) dan masyarakat perlu diacungi jempol. Menurut informasi yang dihimpun tim media PGI, sebelum pembukaan mereka telah berdatangan ke lokasi dengan menggunakan kendaraan roda dua, bis, mobil pribadi, hingga truk. Teriknya matahari sama sekali tak mematahkan niat mereka untuk hadir.

Prosesi pembukaan yang diawali ibadah ini, diisi tarian, atraksi seribu kuda, dan fragmen perjuangan masyarakat Sumba mula-mula yang dikolaborasi dengan masuknya Injil ke Tana Humba. Kesemuanya itu membuat decak kagum, dan rasa haru yang luar biasa dari mereka yang hadir.

Mewakili Presiden RI Joko Widodo, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Yasonna H. Laoly tiba di Pantai Puru Kambera didampingi Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat serta Wakil Gubernur NTT Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi. Kedatangan mereka diterima MPH-PGI dan Pimpinan Sinode GKS dengan adat budaya Sumba.

Pembukaan Sidang Raya XVII PGI ditandai dengan pemukulan gong oleh Yasona Laoly ,didampingi oleh Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Bupati Sumba Barat, Wakil Bupati Sumba Barat, Bupati Sumba Tengah, Ketua Sinode GKS serta MPH-PGI. Usai pemukulan gong Yasonna menerima kuda putih yang diberikan oleh panitia. (*/Sisco)




Jusuf Mudjiono Pimpin Kembali Pewarna Indonesia Masa Bakti 2019-2024

Bogor,GN- Pelaksanaan Kongres II Pewarna Indonesia Tahun 2019 di gelar di hotel pelangi Sentul,Bogor Jawa Barat selama tiga hari 01-03 November 2019.
Tujuan Kongres II Pewarna Indonesia selain membahas program Kerja Dan mendengarkan laporan pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus DPP Masa Bakti sebelumnya juga menggelar pemilihan Ketua Umum (Ketum) dan Sekretaris Umum (Sekum) Pewarna Indonesia Masa Bakti 2019-2014.

Sebelum acara puncak Pemilihan Ketum dan Sekum anggota Pewarna Indonesia yang tergabung DPD Pewarna daerah melakukan pemilihan Pimpinan sidang sementara. Adapun terpilih sebagai pimpinan sidang sementara yaitu Efrain Limbong (Pewarna Sulteng),Raya Deswanto (Pewarna Riau) dan Luther Kembaren (DPP Pewarna Indonesia).

Pada acara puncak Pemilihan Ketum dan Sekum Pewarna Indonesia,terpilih sebagai Ketum yakni Jusuf Mudjiono (Petahana) menyisihkan Raya deswanto (Pewarna Riau). Jumlah yang memilih yaitu 13 suara DPD Pewarna Daerah dan 1 suara DPP Pewarna Indonesia. Adapun perolehan suara Jusuf Mudjiono (Petahana) memperoleh 11 suara dan Raya Deswanto (Pewarna Riau) memperoleh 3 suara.

Sementara, untuk pemilihan Sekum sebanyak 8 Calon yakni Toni Armando,Raya Deswanto,Ronald Onibala, Sisco Manossoh,Thomas,Efrain Limbong,Robert Muntu,Argo Pandoyo yang akan bertarung. Namun setelah masuk pada season kesiapan 7 Calon mengatakan mundur dan satu calon menyatakan maju bertarung. Setelah diambil keputusan sidang,akhirnya menetapkan Ronald Onibala sebagai Sekum Pewarna Indonesia secara aklamasi.

Untuk tim formatur ada 3 Pewarna daerah yang akan mendampingi Kepengurusan baru, dari 13 Pewarna daeah yang terpilih yakni Pewarna DKI Jakarta, (9 suara), Pewarna Sulawesi Utara/Sulut (7 suara) dan Pewarna Riau (8 suara).

Usai pemilihan, Ketua Umum Pewarna Indonesia yang terpilih Jusuf Mudjiono mengatakan bahwa Kongres ini di laksanakan penuh dengan kebersamaan dan kegembiraan . ” Kongres ini merupakan satu Persaudaraan dalam Pewarna Indonesia.
Saya Mengucapkan terimakasih banyak atas kepeecayaan dari semua pihak termasuk dari Pewarna daearah. Juga kepada saudara Raya Deswanto yang sudah maju, kedepan pasti Menjadi pemimpin yang hebat,” tutup ketum Jusuf Mudjiono dengan nada merendah. (**)




Pewarna Sulut Pimpin Rapat Komisi A Bahas Program Kerja Pewarna Indonesia

Bogor,GN- Ketua DPD Pewarna Sulawesi Utara (Sulut) Sanfransisco Manossoh dipercayakan oleh pimpinan sidang sementara mengemban tugas sebagai ketua komisi A pada rapat Pewarna Indonesia, Sabtu(02/11/19) di hotel pelangi Sentul Bogor Jawa Barat.

Ketua DPD Pewarna Sulut Sisco Manossoh Memimpin Rapat Komisi A Membahas Program Kerja Pewarna Indonesia Lima tahun kedepan

Rapat Komisi A membahas terkait program rencana kerja Pewarna Indonesia Lima tahun kedepan (2019-2024).

Adapun,yang menjadi program prioritas Pewarna Indonesia adalah melanjutkan kegiatan yang sudah dilaksanakan pada program sebelumnya dan merencanakan setiap anggota Pewarna Indonesia maupun Pewarna Daerah untuk mengikuti UKW.

Selain itu, program yang belum terlaksana pada periode sebelumnya akan di lanjutkan pada periode berikutnya.

Diketahui, komisi A yang membahas program Kerja Pewarna Indonesia Lima tahun kedepan yakni Pewarna Sulut, Pewarna DKI Jakarta,Pewarna Jateng dan Pewarna Lampung. (**)




Panitia Dilantik, Paskah Nasional 2020 Bakal Semarak

Paskah Nasional 2020 Didukung 8 Organisasi Gereja di Indonesia

JAKARTA,GN– Perayaan Paskah Nasional tahun 2020 akan dipusatkan di Kota Manado, Sulawesi Utara. Delapan organisasi gereja di Indonesia memberikan kepercayaan kepada Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak (FK PKB) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) untuk menjadi panitia penyelenggara Paskah Nasional 2020.

Ketua Umum FK PKB PGI Olly Dondokambey SE yang juga Gubernur Sulut, beserta Ketua Umum Panitia Paskah Nasional 2020 Dr Jan Maringka, Ketua Harian Paskah Nasional 2020 Alvin Taulu, Sekretaris Panitia Jemmy Mokolengsang SH, Bendahara Dr. Roland Roeroe serta panitia pelaksana lainnya, Kamis (24/10/2019) malam, diteguhkan bersamaan dengan Ibadah Perayaan Hari Ulang Tahun ke-12 FK PKB PGI di Grha Oikumene, Salemba 10 Jakarta.

Kedelapan organisasi gereja di Indonesia yakni Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Gereja Ortodoks Indonesia (GOI), Bala Keselamatan, Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII), Persekutuan Baptis Indonesia (PBI), Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI), dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK).

Peneguhan Panitia Paskah Nasional 2020 dipimpin Pdt. Dr Ronny R. Mandang, MTh. Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII, didampingi sejumlah pemimpin organisasi gereja-gereja yang hadir. Adapun dalam Ibadah Syukur HUT ke-12 FK PKB PGI, menghadirkan pelayan firman Sekretaris Umum PGI Pdt Gomar Gultom.

Ronny Mandang dalam sambutannya berharap Panitia Paskah Nasional 2020 bisa mempersiapkan perayaan Paskah Nasional 2020 di Sulawesi Utara dengan sebaik-baiknya, dan mengucapkan Selamat HUT ke-12 kepada FK PKB PGI.

Ketua Umum FK PKB PGI Olly Dondokambey dalam sambutan yang disampaikan Sekretaris Umum FK PKB PGI Michael Roring menyatakan sejak awal berdirinya FK PKB PGI tanggal 18 Oktober 2007 di Amurang, Minahasa Selatan, Sulut, organisasi tersebut mempunyai tugas yang mulia dan cukup Berat.

“FK PKB PGI menjadi tempat merembukkan, merumuskan, dan melakukan sharing untuk melahirkan berbagai rekomendasi kepada semua pihak terkait berbagai hal dalam kehidupan bergereja, berbangsa, dan bermasyarakat. Sungguh penyertaan Tuhan bagi kiprah dan kelangsungan FK PKB PGI selama 12 Tahun merupakan anugerah Tuhan Yesus,” kata Michael.

Beberapa waktu lalu, FK PKB PGI sukses menyelenggarakan Konsultasi Nasional (Konas) ke-13 di Solo, Jateng yang dihadiri Presiden Joko Widodo. Lewat Konas tersebut FK PKB PGI diharapkan mampu memberikan kontribusi di tengah gereja, masyarakat, bangsa dan negara.

Di tengah perkembangan teknologi informasi yang pesat, Pria Kaum Bapak diharapkan berperan aktif dalam membangun keluarga. “Lalu apa peran kita, kaum Bapak. Keluarga adalah forum terkecil dari forum besar suatu bangsa. Seorang bapak adalah kepala keluarga, yang berperan sangat penting dalam membimbing dan melindungi keluarga. Seorang bapak, berperan dalam membangun keluarga yang penuh kasih dengan memulai kebaikan dan teladan dalam keimanan,” katanya.(*/Sisco)




Sambangi Kalimantan, Presiden Jokowi Tindaklanjuti Pemindahan Ibu Kota

Jakarta,GN- Presiden Joko Widodo pagi ini, Selasa, 7 Mei 2019, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Pulau Kalimantan. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut keseriusan pemerintah dalam hal pemindahan ibu kota negara Republik Indonesia.

Melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Kepala Negara beserta rombongan lepas landas dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada pukul 09.00 WIB. Setibanya di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, pada pukul 11.55 WITA, Presiden Jokowi langsung menuju ke lokasi yang menjadi alternatif rencana pemindahan ibu kota tersebut.

Setelah itu, Presiden Jokowi beserta rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Provinsi Kalimantan Tengah. Rencananya, Presiden Jokowi akan bermalam di Kota Palangkaraya, untuk melanjutkan rangkaian kunjungan kerja keesokan harinya. Di antaranya meninjau lokasi yang menjadi alternatif rencana pemindahan ibu kota.

Sebelumnya, Presiden Jokowi kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak main-main terkait rencana pemindahan ibu kota negara Republik Indonesia. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi di hadapan para kepala lembaga tinggi negara saat acara buka puasa bersama di Istana Negara, Jakarta, kemarin (6/5) sore.

“Kita serius dalam hal ini karena sejak 3 tahun yang lalu sebetulnya ini telah kita bahas internal. Kemudian 1,5 tahun yang lalu kami minta Bappenas untuk melakukan kajian-kajian yang lebih detail baik dari sisi ekonomi, sosial-politik, dan juga dari sisi lingkungan,” ujar Presiden.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam penerbangan menuju Provinsi Kalimantan Timur adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri PPN/ Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN Sofyan A. Djalil, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjutak.
(Bey Machmudin/sisco)