Bantu Warga Kolong Toll Pluit, Pewarna Indonesia dan MKN Salurkan Bantuan Produk PT Bintang Toedjoe

Sulut,GN- Dampak pandemi corona (Covid-19) turut mempengaruhi kondisi perekonomian di Indonesia. Sejumlah harga kebutuhan pokok ikut meroket, termasuk obat-obatan. Warga masyarakat yang paling terbeban dengan kondisi saat ini adalah mereka yang hidup di kelas ekonomi bawah.

Rasa peduli terhadap sesama mendorong Dewan Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia) dan Yayasan Mutiara Kasih Negeriku (MKN) memberikan bantuan obat-obatan kepada warga masyarakat prasejahtera yang tinggal di kawasan simpang kolong tol Pluit, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Penyerahan bantuan dilaksanakan di TK dan SD Informal (Smart School) binaan MKN yang ada di wilayah tersebut. Thony Ermando mewakili DPP PEWARNA, dan Johan Silaban mewakili PEWARNA DKI Jakarta, secara simbolis menyerahkan sejumlah produk PT. Bintang Toedjoe kepada Ketua Umum MKN, Agusten Harahap STh. “Kondisi masyarakat di sini setelah mewabahnya corona mungkin tidak berbeda dengan masyarakat di tempat lain, di mana mereka terbatas untuk bekerja dan beraktivitas, dan mungkin pendapatan mereka juga berkurang jadi memerlukan dukungan dan perhatian dari teman-teman yang punya berkat lebih,” ujar Agusten usai penyerahan bantuan, di lokasi, Rabu pagi (01/04/2020).

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini terdapat 72 anak yang tengah mengikuti KBM (Kegiatan Belajar-Mengajar) di Smart School MKN. Namun tak jarang kegiatan belajar diikuti sampai dengan 100-an anak. Dirinya menambahkan, dengan adanya wabah dan imbauan dari pemerintah praktis seluruh kegiatan di tempat itu harus dihentikan.

Dengan bantuan dari PT. Bintang Toedjoe diharapkannya, dapat meringankan warga masyarakat dalam mendapatkan obat-obatan yang sangat berguna untuk menjaga kesehatan mereka.

Kesempatan itu, Agusten menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak telah bersama-sama dengan MKN menjangkau masyarakat prasejahtera, yang ada di kawasan kolong Tol Pluit. “Terima kasih PT. Bintang Toedjoe. Produknya sangat bermanfaat baik untuk kesehatan, menjaga kondisi tubuh, supaya ketahanan tubuh masyarakat di sini bisa tetap prima menghadapi keadaan yang sekarang ini. Sekali lagi terima kasih buat PT. Bintang Toedjoe dan PEWARNA,” ucapnya.

Agusten menambahkan, saat ini MKN juga tengah berfokus membantu meringankan beban masyarakat yang ada di sejumlah daerah, khususnya yang ada di luar wilayah Jakarta. “Kami juga memiliki rencana menyalurkan bantuan untuk keluarga prasejahtera. Kebetulan kami, MKN, tidak hanya ada di Jakarta. Kemarin kami mendapatkan laporan pula di Ambon, Jawa Tengah dan Riau sudah ikut bergerak menjangkau masyarakat di sekitar mereka,” tutupnya.

Usai mendistribusikan bantuan di kolong tol, PEWARNA Indonesia juga turut membagi-bagikan obat-obatan kepada masyarakat yang memang membutuhkan, mulai dari pedagang asongan, pedagang warung kopi, hingga petugas kebersihan.

Marpuah (42) tahun, salah seorang warga masyarakat di Penjaringan menuturkan saat ini kondisi kesehatan pernafasan memang harus mendapatkan perhatian ekstra. Dirinya meminta agar pihak pemerintah juga memberikan perhatian kepada mereka. “Ya kita butuhlah obat-obatan kaya gini juga,” pungkasnya. (*/sisco)




Ketua FOKAN : Masyarakat Butuh Bantuan

Sulut,GN- Ketua Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (FOKAN) Jeffry Tambayong, bersama GMDM Bekasi dan Pewarna Indonesia bergerak memberi bantuan berupa makanan dan Snack kepada pengemudi Ojek Daring(Ojol) di pinggir jalan I Gusti Ngurah Rai arah stasiun Cakung, Bekasi.

Ketua Fokan Jefry Tambajong

Ditengah terik panas Matahari tak menyurutkan semangat membagikan makan siang dan makanan ringan. Para driver ojok sangat antusias menyambut pemberian tersebut

Ketua FOKAN, mengatakan bantuan tersebut bukan hanya makanan tapi juga sebelumnya ada bantuan Alat Pelindung Diri (APD) yaitu, masker,sarung tangan dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer). Menurutnya yang dibutuhkan masyarakat saat ini bantuan dari berbagai pihak. “Bantuan ini setidaknya bisa mengurangi beban yang ditanggung masyarakat kecil,” ungkapnya.

Ketua DPP Pewarna Indonesia Yusuf Mudjiono

Hal senada dikatakan Ketua Pewarna Indonesia Yusuf Mudjiono, bahwa ini waktu yang tepat untuk kita bersama-sama membantu masyarakat yang kurang mampu dalam menghadapi Wabah COVID 19.
“Segera Indonesia bisa Bersih dari Covid19” pungkasnya. (*/sisco)




Berikut Ini Pesan Pastoral PGLII Terkait Covid-19

Sulut,GN- Pastoral Persekutuan Gereja-Gereja Dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) menyampaikan pesan berikut ini.
Mahami Tema PGLII 2020-2024, yakni Menghadirkan Kabar Baik dan Membangun Bangsa Melalui Iman yang Dalam dan Kokoh” (Markus 16:15; Yesaya 25:3) kita diajak untuk kembali merenungkan bangunan kehidupan iman Kristen kita, panggilan kita dan tanggung jawab kita masing-masing.

Anggota dan Pengurus PGLII
Pertama, Tidak ada seorang pun di Indonesia yang sebelumnya telah menduga akan terjadi sebaran Covid19 yang merebak dari Wuhan-China ke seluruh dunia, lebih dari 200 negara, bahkan termasuk di Indonesia. Pengaruh Covid19 telah “merubah” banyak tatanan kehidupan keagamaan, sosial-ekonomi, politik, dunia tenaga kerja, termasuk kehidupan masing-masing keluarga. Banyak ahli bependapat untuk merestorasi akibat Covid19, dalam ukuran suatu negara besar dan maju saja dibutuhkan waktu diatas dua tahun. Dari sisi, tatanan ekonomi tidak ada satupun negara yang mencapai target, mata uang banyak negara anjlok, pengangguran di seluruh dunia meningkat, sementara kebutuhan pokok mulai dari bayi hingga lanjut usia menjadi sangat sulit diperoleh dan mahal. Hal ini, belum termasuk kebutuhan energi, kesehatan, pendidikan dan keuangan yang menjadi sangat tidak stabil. Covid19 benar-benar telah membuat banyak kepala negara menjadi sangat repot karena vaksin Covid19 belum juga ditemukan, dan masih belum tahu berapa lama harus me-lockdown atau mengkarantina negaranya, wilayahnya atau kotanya? Korban yang berjatuhan akibat Covid19 tidak mengenal batas dan status sosial manusia. Ada Pangeran, Ratu, Menteri, Artis, Olahragawan, Pengusaha, Tenaga medis, Pendeta, Kiayi, rakyat biasa dan siapa saja. Dan hingga hari ini, tidak ada seorang pun yang tahu kapan waktunya Covid19 akan segera berhenti?

Kedua, Kita adalah orang yang percaya dan beriman kepada Allah Bapa, Yesus Kristus Juruselamat dan Kepala Gereja kita, dan Roh Kudus Penolong dan Penghibur kita sekalian. Kita hidup dalam suatu hubungan yang terjaga dengan Allah kita, kasih kita dan keyakinan iman kepada Tuhan Yesus melampaui apapun yang ada di dunia ini. Kita adalah anak-anak-Nya (Yohanes 1:12), kita memiliki Roh Kristus (Roma 8:9,10); kita memiliki roh yang lebih besar dari roh yang ada dalam dunia ini (1 Yohanes 4:4), karena Roh Kudus dicurahkan di dalam kehidupan kita, kita memiliki kuasa dan menjadi saksi-Nya (Kisah Para Rasul 1:8), kita diberi kuasa di dalam namaNya untuk mengusir setan (Markus 16:17); dan kita juga diberi kuasa untuk menginjak ular dan kalajengking, dan kuasa untuk menahan segala kekuatan musuh (Lukas 10:19); dan tidak ada hal apapun yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus (Roma 8:35). Namun demikian, tidak dibenarkan jika kita menjadi lalai atau ceroboh dalam menghadapi sebaran Covid19. Hal-hal yang telah telah dihimbau dan diatur oleh World Health Organization (WHO) dan Pemerintah RI, untuk menghentikan sesaat seluruh kegiatan peribadahan yang mengumpulkan banyak orang, bekerja dari rumah, belajar dari rumah, beribadah di rumah; Menjaga jarak – Social Distancing, Phisical Distancing, tetap menjaga hidup sehat dan tetap tinggal di rumah, sangat perlu disambut dan diikuti dengan baik.

Ketiga, Karena itu betapa kita patut bersyukur dan menjadi sangat penting karena kita sekalian hidup “di dalam Kristus”, memiliki kesempatan menghadirkan Injil Kabar Baik, sekaligus tetap terlibat dalam pembangunan bangsa melalui iman yang dalam dan kokoh (Markus 16:15; Yesaya 25:3). Memiliki iman yang semakin dalam dan semakin kokoh *Deeper and Stronger Faith* (Yohanes 15:7, Kolose 2:6,7); memiliki Pikiran Kristus (1 Korintus 2:16); dimana kita hidup dengan percaya dan bukan dengan melihat (2 Korintus 5:7). Ya, hanya dengan “Iman yang makin dalam dan makin kuat” kita dimampukan menghadapi semua ujian dan tantangan yang tengah terjadi, namun tetap berada pada barisan perarak-arakan pembangunan bangsa yakni melalui ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika melawan musuh bangsa ini termasuk Covid19. Dari adanya sebaran Covid19 ini, kita patut belajar memahami maksud dan rencana Tuhan, sekaligus memeriksa dan merenungkan kembali bangunan seluruh hidup keimanan kita, keluarga kita, ibadah kita dan pelayanan kita. Betapa kita patut menyadari, bahwa “Kekristenan yang dangkal” hanya berakibat pada kehidupan iman kita jauh dari kemampuan untuk berdiri kuat, yang memampukan kita bertahan menghadapi gelombang ujian yang sangat besar ini. Saat seperti ini, bukan lagi suatu pilihan tetapi keharusan, bahwa Kekristenan kita haruslah “Kekristenan yang dalam dan kuat” karena dengan demikian, sehebat apapun tantangan dan ujian yang datang, setiap orang Kristen tidak dibenarkan jatuh sampai tergeletak (Mazmur 37:24). Di dalam Kristus, kita diajarkan untuk merayakan kehidupan ini, yang karenanya kita diajarkan untuk mengutamakan dan memperjuangkan juga kehidupan ini, yang kelak memampukan kita mengkomunikasikan kehidupan Kristiani kita yakni sebagai garam dan terang dunia (Matius 5: 13-16), sebagai suatu kesaksian Allah kita di dalam Kristus, bahwa Ia hidup, berkuasa dan peduli atas kehidupan kita, keluarga kita, pelayanan kita dan jemaat serta masyarakat yang majemuk.

Empat, Berdiam di rumah adalah kesempatan yang harus digunakan untuk membangun kembali relasi di antara sesama anggota keluarga, sekaligus membangun ibadah keluarga yang kemungkinan selama ini tidak pernah atau jarang dilakukan, termasuk oleh keluarga Anggota dan Pengurus PGLII. Demikian pula bagi gereja-gereja dan lembaga-lembaga keagamaan, situasi yang berkembang akibat Covid19 yang telah membawa banyak perubahan dan akibat, seperti kehidupan ini menjadi sulit, perlu segera secara bersama-sama untuk saling membantu dan memberi bantuan baik dalam bentuk doa, tenaga sukarela, barang maupun uang, yang diperlukan baik untuk warga gereja, hamba-hamba Tuhan atau masyarakat luas. Dan tentu saja dalam situasi seperti ini, bukan saja ibadah on line menjadi “salah satu” pilihan yang baik untuk tetap menggembalakan kawanan domba Allah, tetapi juga kesempatan untuk membangkitkan iman serta melaksanakan Amanat Agung yang sedang terbuka luas. Inilah waktu penuaian yang besar bagi siapa saja yang meleyani Tuhan dan tetap setia terhadap Amanat Agung, karena hari ini sedang banyak orang yang hidup dalam rasa takut, ketidakpastian dan kecemasan, yang membutuhlan keselamatan sejati dari Tuhan Yesus Kristus. Inilah waktunya menyebarkan Injil Kabar Baik itu. (*/sisco)




Pewarna Indonesia Salurkan Bantuan Untuk Elemen Masyarakat Kota Bekasi

Sulut,GN- Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) Indonesia Selasa,(31/03/2020) berbagi kasih dengan menyalurkan produk kesehatan dari Bintang Toedjoe bekerjasama dengan Forum umat Nasrani bagi kota Ihsan, (Forbakti) Bekasi, Komunitas Ojek Online (Ojol) WWW.KALONG WEWE Setu, dan Komunitas Muda Milenial POSLAH.

Bantuan diberikan kepada Ketua Forbakti Pdt Djajang Buntoro,MTh,ketua Komunitas Ojol Bang Ortega bersama Bang Ray Hantu Blau, Ketua POSLAH Afrizal bersama Muhammad Ikbal.

Dengan kerjasama ini DPP Pewarna Indonesia dapat menjangkau penyaluran bantuan kepada yang membutuhkan.

DJajang Buntoro mengungkapkan kita sabagai umat Tuhan percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi dan kita alami seijin Tuhan. Djajang mengutip firman Tuhan dari Kitab Roma 8:28 (TB) “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. “Kita sebagai umat Tuhan jangan takut berlebihan tetapi juga jangan meremehkan,” ujarnya.

ketua Forbakti ini berharap himbauan pemerintah sebagai salah satu otoritas dari Tuhan dalam hidup kita agar beraktivitas dari rumah dan menjaga jarak, ini waktunya kita lebih banyak bangun kembali kedalaman hubungan dengan Tuhan. Disamping kita praktekan kasih Tuhan yang kita terima di lingkungan, untuk orang lain yang membutuhkan kasih Tuhan.”Tuhan panggil kita sebagai garam dan terang,” tegasnya.

Menurut Djajang Ini waktunya kita berkati dan doakan pemerintah, doakan team medis dan juga orang-orang yang terjangkit covid 19.

Ada beberapa kegiatan yang sudah dilakukan Djajang bersama Forbakti di kelurahan lingkungan, bantuan untuk ANSOR dengan APD, serta penyemprotan desinfektan, pemberian masker. Bantuan juga diberikan untuk jemaat gereja berupa sembako.

Sementara, Afrizal ketua POSLAH mengatakan bantuan sangat dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi keadaan saat ini. “Seperti halnya pemerintah Philipina yang berikan bantuan makanan buat setiap warganya”,kata Ikbal.
Dia menambahkan, keadaan saat ini memberikan dampak yang serius bagi kehidupan para pekerja. Dia berharap wabah ini segera berlalu agar perekonomian tidak ambruk.

Di tempat yang lain, Ketua Komunitas Ojol, Ortega menyakini bahwa wabah ini harus disikapi dengan tetap menjaga kesehatan diri dan keluarga. Senantiasa berdoa dan Yakin bahwa Allah yang menjaga hidup kita.(*/sisco)




Komisi IX Minta Anggaran Infrastruktur Dialihkan Ke Penanganan Covid 19

Felly Estelita Runtuwene (foto:ist)

Sulut,GN- Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene meminta pemerintah serius dalam penanganan wabah Covid-19 lewat anggaran yang ada di APBN 2020.
Felly mengatakan, penanganan virus ini tidak boleh ada batasan. Dimana minimal Rp250 triliun, atau 10 persen hingga 15 persen dari APBN 2020 yang berjumlah Rp2.540 triliun segera dikucurkan untuk daerah-daerah yang tingkat kasus Covid-19 sangat tinggi.
“Jumlah korban meninggal kita sudah lebih dari 100. Padahal kasus positifnya ada di angka 1.000 lebih. Death rate kita berarti 8,8 persen. Ini menjadi angka tertinggi di Asia dan nomor dua di dunia. Dan ini terjadi setiap hari. Berarti ada yang salah atau belum on the track dalam penanganannya,” bebernya kepada wartawan, Minggu (29/3/2020) siang pukul 13.00 Wita.
Politisi Partai Nasdem itu mendesak pemerintah untuk menahan anggaran pembangunan infrastruktur ke Covid-19.
“Kami, Komisi IX sangat memahami keadaan pemerintah hari ini. Tapi tidak ada jalan lain selain fokus anggaran ke Covid-19. Untuk pembangunan fisik, infrastruktur sebaiknya di-hold dulu. Realokasikan ke Covid-19,” ungkap Felly kepada wartawan,
Menurut dia, anggaran sebesar Rp250 triliun tersebut akan digunakan untuk pembangunan dan penambahan infrastruktur laboratorium Covid-19 yang memadai di seluruh propinsi. Khususnya di rumah-rumah sakit rujukan.
“Untuk menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia yang sudah mencapai 8 persen, kita harus punya infrastruktur laboratorium yang memadai dengan alat-alat yang berstandar WHO,” terang Felly.
Bagi Felly, angka tersebut menunjukkan lemahnya penanganan Covid-19 dalam dua sisi, yakni perlindungan dan pelayanan terhadap warga negara. Terlebih, perlindungan terhadap para tenaga medis.
“Kita fokus bereskan Covid-19 ini dulu. Guna apa pembangunan maju, tapi generasi bangsa kita tewas karena virus ini. Jika Covid ini beres, baru bicarakan pembangunan,” tambahnya.
Selain itu, anggaran yang akan dialihkan nanti akan digunakan untuk pemeriksaan secara MASAL kepada seluruh warga, agar diagnosa Covid-19 bisa segera diikuti dengan perawatan intensif.
“Pemerintah harus segera melakukan Rapid Test Secara MASSIVE di tiap-tiap kecamatan, dan diteruskan dengan pemeriksaan Swab dan PGR (Polymerase Chain Reaction, red),” katanya.
Selain itu, anggaran ini juga untuk menyewa tenaga medis dan volunteer untuk test Covid-19.
“Pemerintahan harus segera melakukan rapid test secara massive di tiap-tiap kecamatan. Anggaran ini juga untuk menyewa tenaga medis dan volunteer untuk test Covid-19. Kita harus sediakan payung sebelum hujan. Bukan sudah hujan baru cari payung. Jangan sampai sudah dilakukan partial lockdown, tapi kemudian hanya menunggu jika ada pasien yang positif baru bergerak,” desak Felly.
Karena meski pemerintah telah menyiapkan Wisma Atlet Jakarta menjadi tempat mengisolasikan pasien positif corona, namun Felly mengatakan peralatan kesehatan di sana belum secanggih di Rumah Sakit penyakit infeksi Prof Dr Sulianti Saroso Sunter.
“Jadi anggaran yang akan direalokasi ini juga untuk memperlengkap peralatan-peralatan kesehatan di rumah-rumah sakit rujukan, ataupun tempat-tempat yang disediakan pemerintah untuk mengisolasi pasien positif corona,” tukasnya.
Felly juga menyoroti dua sisi yang dalam hematnya menjadi kendala utama pola penanganan Covid-19 sejauh ini. Pertama adalah birokrasi, kedua dari sisi administrasi.
“Ini artinya, birokrasi kita masih jadi soal; dan kedua, administrasi atau kerja sama di antara lembaga-lembaga pemerintahan tidak terjadi dengan baik. Dan ini tidak bisa menunggu lagi, korban jiwa bisa semakin banyak jika situasinya terus begitu,” kata dia.
Felly menilai, harus ada terobosan yang dilakukan oleh pemerintah. Pertama, dia mengusulkan adanya kepres tentang status bencana non alam. Kedua, harus ada alokasi anggaran yang memadai.
Menurut dia, belum optimalnya penanganan adalah dalam hal alokasi anggaran yang belum jelas. Oleh karena itu, seiring dengan rencana karantina wilayah yang tengah disiapkan oleh pemerintah, dia mengusulkan anggaran untuk penanganan Covid-19 setidaknya di angka 10 sampai 15 persen APBN.
“Ini angka minimal. Amerika mengalokasikan 32 ribu triliun rupiah untuk menangani virus ini. Malaysia hampir 1.000 triliun. Bahkan Singapura saja terakhir mengalokasikan 505 triliun. Ini yang namanya serius menangani,” tuturnya.
Untuk mengalokasikan anggaran tersebut, Presiden Jokowi segera mengeluarkan Perppu pengganti UU APBN Tahun anggaran 2020. Dengan Perppu tersebut, lanjut Felly, realokasi anggaran berbagai sektor bisa dilakukan dengan cepat.
Dia menilai Inpres No 4 Tahun 2020 tidak memadai untuk pola penanganan yang serius terhadap wabah ini. Selain pelaksanaannya juga belum terlihat hingga detik ini, alokasinya juga jauh dari memadai.
“121 triliun untuk melindungi dan melayani 270 juta lebih rakyat kita itu tidak cukuplah. Apalagi kalau alokasinya tidak hanya untuk penanganan Covid 19 Angka ini sangat tidak memadai, dan kita sedang berkejaran dengan waktu. Pemerintah harus cepat,” tutupnya. (*/sisco)




Saling Menopang Dan Peduli Warga, Pewarna Indonesia Kerjasama PT bintang Toejoe Salurkan Bantuan Obat-Obatan

Sulut,GN- Pelaksanaan kegiatan pendistribusian obat-obatan dari PT. Bintang Toedjoe kali ini merupakan titik kedua yang sudah dilakukan oleh PEWARNA Indonesia. Sebelumnya, pendistribusian dilakukan oleh PEWARNA bersama dengan MUKI untuk pihak kampu STT Paulus, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada hari Minggu lalu (29/03/2020).

Kesehatan masyarakat saat ini menjadi fokus utama pemerintah, khususnya dalam menghadapi penyebaran virus corona (Covid-19).

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi yang tengah dihadapi masyarakat, Dewan Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (DPP PEWARNA Indonesia) kembali mendistribusikan paket obat-obatan. Pendistribusian dilakukan untuk masyarakat di wilayahRT 007 dan 008, RW 06, Kramat Sentiong (Mesjid), Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, pada Senin pagi (30/03/2020).

Mewakili PEWARNA Indonesia Johan. P. Silaban (jurnalis Bertanyanews.co.id) dan Joe Macpal (Heartline FM) menyambangi warga kurang mampu yang ada di kawasan tersebut. Total sebanyak 100 pack produk Komix Herbal dan Masuk Angin Plus didistribusikan kepada warga setempat.

“Kami merasa terima kasih mendapatkan bantuan obat-obatan, karena sangat membantu. Kebetulan kami juga sering masuk angin dan batuk-batuk akibat kurang bergerak di rumah, akhir-akhir ini,” ujar Wati (47 thn) yang ditemani Eroh (62 thn), warga dari RW 06 yang mendapatkan bantuan.

Pada kegiatan ini PEWARNA menggandeng pihak gereja di kawasan Kramat. Pdt. Tumiur. P. Sihombing, S.Th, turut berpartisipasi mewakili Gereja Kristen Maranatha Indonesia (GKMI) Jemaat Immanuel, yang terletak di Kramat 5. Dirinya menuturkan, bantuan obat-obatan dari PT. Bintang Toedjoe sangat membantu situasi yang serba darurat, seperti halnya saat ini.

“Terima kasih kepada PT. Bintang Toedjoe. Bantuan ini semoga dapat meringankan keadaan saat ini. Kita juga merespon pemberian-pemberian untuk orang-orang di sekitar kita, khususnya dari PT. Bintang Toedjoe yang peduli dengan keadaan masyarakat yang sekarang ini banyak sekali membutuhkan obat-obatan. Puji Tuhan, kiranya Tuhan memberkati pihak PT. Bintang Toedjoe ini,” tutur Pdt. Tumiur yang saat ini melayani sebagai Ketua Bidang Penginjilan GKMI.

Selaku tokoh setempat, Pdt. Tumiur juga menyampaikan bahwa kehadiran umat Kristen dan gereja mesti senantiasa menjadi berkat bagi warga sekitar. Untuk itu dirinya mengatakan, bahwa gereja yang dipimpinnya siap membantu ataupun menjalin kerja sama dengan pihak lain yang memang terketuk pintu hatinya untuk mengulurkan bantuan. Terlebih, banyak warga di kawasan itu berprofesi sebagai buruh harian ataupun ojek pangkalan.

“Kami di sini terbuka sekali untuk bentuk kerja sama apapun. Kami ingin berpartisipasi, karena kami hadir di daerah ini di mana masyarakatnya berasal dari kalangan menengah ke bawah. Orang yang susah harus kita bantu, kita perhatikan. Saya berharap kerja sama model seperti ini tidak berhenti sampai di sini,” pungkasnya.
(sisco/*)




Seriusi Penanganan Covid-19, FER Sambangi BPBD Sulut

Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene Saat Melakukan Pertemuan Dengan BPBD Provinsi Sulut (Foto: gemparnews)

Sulut,GN- Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Felly Estelita Runtuwene (FER) Jumat, (27/03/2020) menyambangi kantor Balai Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang beralamat di jalan bethesda Sario Kota Manado.

Dalam kunjungan tersebut,Ketua Komisi IX DPR RI di sambut oleh Kepala BPBD Provinsi Sulut Ir Joy Korah di dampingi kabid dan staf BPBD Provinsi Sulut langsung menggelar rapat diruangan kepala BPBD Provinsi Sulut.

Dari pantauan awak media ini,pertemuan tersebut berlangsung sekira pukul 13.00 wita sekaligus menanyakan langkah dan meminimalisir penanganan yang di lakukan oleh BPBD Provinsi Sulut terkait pencegahan Covid-19 di Sulut.
Usai melakukan pertemuan singkat, Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene kepada sejumlah awak media menjelaskan pertemuan tersebut.

” Jadi penjelasan hasil pertemuan tadi, BPBD pertama memberikan informasi kepada masyarakat bagaimana menjaga diri dan lain sebagainya,kemudian urusan mitigasi juga menjadi bagian dari BPBD ke tempat lain,apalagi orang dalam pemantauan yang sudah menjadi tanggung jawab juga BPBD, kemudian melakukan penyemprotan disinfektan ke fasilitas umum dan tempat ibadah dan yang ke empat melakukan pemantauan di terminal-terminal pintu masuk, bandara dan pelabuhan laut,” jelas Runtuwene.

Selain itu, Runtuwene memberikan masukan kepada BPBD Provinsi Sulut agar juga melakukan pemantauan di Darat termasuk perbatasan pintu masuk dari daerah lainnya.

” Jangan cuma pantau di pelabuhan laut dan bandar udara saja tapi darat pun penting, karena kita ini trans solusi. Ingat, kita ini belum belum ada namanya lockdown, berarti dari perbatasan bisa masuk kendaraan trans sulawesi ke daerah kita. Nah, ini juga penting jadi terminal harus di jaga,” tukasnya. Penulis: sisco




Pejuang Bravo 5 Bali Gelar Sarasehan Potret Kerukunan Umat Beragama di Pulau Dewata

Sekretaris Wilayah Eka Setiawan Hasibuan, S.Pd. M.Pd. mendampingi Ketua PBL Bali I Putu Putra Jaya Wardana, ST. MT. (Foto:istimewa)

 

DENPASAR ,GN- Pulau Bali merupakan pulau favorit untuk dikunjungi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Bahkan Pulau Bali di pahami sebagian orang di luar sana adalah sebuah negara yang berada di dalam Negara Indonesia.

Tidak hanya itu Pulau Bali memiliki jumlah masyrakat yang heterogen dari berbagai macam suku, adat, budaya dan agama berbaur dalam satu mata rantai bermasyarakat yang sangat harmonis.

Melihat tingkat toleransi yang luar biasa antar umat beragama, Ketua PBL Bali I Putu Putra Jaya Wardana.ST.MT(MsTR) bersama seluruh komponen Pejuang Bravo 5 Bali akan menyelenggarakan Sarasehan bertajuk “Potret Kerukunan Umat Beragama di Pulau Dewata Bali” dan sekaligus pada puncak acara ini akan diadakan Launching buku Bapak Presiden RI. Buku dengan judul “Kiprah Jokowi Membangun NKRI”. Ujar Ketua PBL Bali Kepada awak media, selasa 18/02/20 malam.

Adapun sarasehan tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 20 Februari 2020 yang bertempat di Aula Universitas Hindu Indonesia, Bali.

Ketua Pejuang Bravo 5 Bali, I Putu Putra Jaya Wardana berharap dengan diselenggarakannya sarasehan tersebut dapat meningkatkan rasa bangga kita menjadi bangsa Indonesia, bangga menjadi anak Indonesia, dan bangga memiliki Indonesia yang dengan keberanekaragaman agama, bahasa, adat dan budayanya tetapi tetap menjadi satu kesatuan yang solid.

I Putu Putra Jaya Wardana menambahkan bahwa yang akan menjadi Narasumber utama adalah Menteri Agama RI, Jenderal TNI Purn. Fachrul Razi, Ketua Umum FKUB Indonesia, Ida Pengelingsir Agung Putra Sukahet dan juga Rektor Universitas Hindu Indonesia, Prof.DR.Drh.I Made Damriyasa,MS.
Sekretaris Pejuang Bravo 5 Bali, Eka Setiawan Hasibuan mengatakan bahwa kegiatan ini akan dihadiri Gubernur Bali, Kapolda Bali, Pangdam IX Udayana, Dan seluruh Bupati/Walikota se Propinsi Bali, seluruh komponen Lintas Agama se Bali, seluruh Rektor se Bali, BEM se Bali dan seluruh ormas se Bali. pungkasnya. (*/sisco)




PEWARNA Indonesia Dan STT IKAT Sukses Menggelar Kuliah Umum

Jakarta,GN- Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia dan Sekolah Tinggi Theologi (STT) IKAT sukses menggelar kuliah Umum dengan Tema “Merajut Kebersamaan, Merawat keindonesian, Memperkokoh Persatuan”.

Kuliah umum ini sebagai respon dari sebagian kecil persoalan ditengah-tengah kehidupan anak bangsa. Keberagaman yang diwarnai dengan isu-isu negatif yang bila dibiarkan akan berdampak buruk bagi keutuhan bangsa.

Secara khusus, pelaksanaan kuliah umum dilatarbelakangi oleh isu-isu agama yang kerap kali digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Masyarakat yang berbeda-beda keyakinan yang semula hidup damai, aman dan tentram diusik dengan isu-isu hoak yang memecah belah sesama anak bangsa.

Syekh. Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, Ketua Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Indramayu diundang sebagai narasumber di sesi pertama kuliah umum, yang memulai dengan pembahasan tentang sejarah peradaban bangsa Indonesia dan sejarah masuknya agama-agama di Indonesia.

Syekh Abdussalam menyampaikan dengan sangat rinci dan mendetail tentang sejarah sebagai tonggak penting dalam menjaga kerukunan, menjadi dasar kita untuk hidup berdampingan dan bersahabat.

Syekh Abdussalam mengingatkan bahwa sejarah harus dipahami dengan benar, sebab pemahaman yang benar akan melahirkan perilaku hidup yang benar.

Syek Abdussalam juga menyampaikan bahwabperjalanan sejarah itu penting untuk diketahui agar dapat mengambil nilai-nilai yang hidup dan tumbuh pada masa lalu.

“Karena untuk menyambung segala yang baik pada masa lalu, haruslah mengingat masa lalu sebagai acuan melanjutkan kebaikan-kabaikan dan kedamaian itu” ucapnya.

“seperti halnya kebiasaan kita menyanyikan Indonesia Raya hanya dengan 1 stanza, itu salah. Karena Indonesia Raya sebenarnya 3 stanza. Jika kita menyanyikannya hanya 1 stanza, maknanya akan berbeda saat kita menyanyikannya 3 stanza” ucapnya.

Syehk menegaskan bahwa pemahaman sejarah yang benar adalah bagian dari upaya mempertahankan, merawat dan menumbuhkan kebersaman, kedamaian dan persatuan sesama anak bangsa.

Ketua Pompes Al Zaytun ini juga menyampaikan bahwa Pancasila sebagai ideologi Indonesia sudah sangat tepat dalam bingkai keberagaman yang ada di Indonesia. Memantapkan penerapannya harus kita tumbuh kembangkan lagi, agar hidup rukun dapat terwujud seperti sebelumnya.

Syekh menyampaikan, lahirnya intoleransi salah satunya disebabkan oleh kurangnya ilmu seseorang, karena orang yang tak berilmu tidak akan bisa memerdekakan dirinya. Orang-orang yang radikal dan intoleran adalah orang yang belum merdeka dalam berfikir.

Syekh Abdussalam meminta semua anak bangsa harus memiliki ilmu yang benar, ilmu yang mampu memerdekan cara berfikir kita yang berfokus pada kesatuan dan Keindonesian.

Dr. Ali Mocthar Ngabalin, MA, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Badan Koordinasi Mubaligh Seluruh Indonesia (BAKOMUBIN) diundang sebagai narasumber di sesi 2 kuliah umum,

Dr. Ali Mocthar menyampaikan bahwa masyarakat terpelajar itu diidentifikasi dalam 5 variabel penting yakni,

Believe in God

Kita percaya pada satu titik yang mengatur kehidupan kita, yaitu kepercayaan pada Tuhan yang maha esa. Kita meyakini hidup kita tidak lepas dari campur tangan Tuhan. Semua sendi kehidupan manusia berpusat dan bermuara dari Padanya (Tuhan/Allah).

“Kita memang berbeda dalam keyakinan, kita berbeda dalam banyak hal, tapi mustahil kita tak bisa ketemu dalam satu hal, tidak mungkin” ucapnya.

Dr. Ngabalin juga menyampaikan bahwa takdirlah yang membuat kita berbeda, tapi kasih yang mempersatukan kita.

“kalau ada yang klaim hidupnya paling bersih dan suci, maka itu adalah manusia paling hina dalam sejarah panjang manusia” tegasnya.

Ngabalin menjelaskan bahwa doktrin believe in God itu harus ada, itulah sebabnya semua orang harus percaya kuasa Tuhan hadir dalam hidup semua manusia, itu adalah konsep orang-orang yang memiliki peradaban.

“Tidak ada dikolong negeri ini yang merasa hidupnya tanpa kuasa Tuhan, karena setiap orang yang ada di republik NKRI harus percaya bahwa kuasa Tuhan hadir dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, itulah konsep manusia yang memiliki peradaban” tegasnya.

Intelektual Knowledge

Dr. Ngabalin yang merupakan Tenaga Ahli Utama KSP mengatakan bahwa kehadiran STT IKAT adalah sebagai kampus yang mempersiapkan generasi yang memiliki kemampuan intelektual knowledge.

Ngabalin dalam penjelasannya menyampaikan, bahwa ilmu lah yang merangsang keyakinan pada setiap diri manusia. Karena ilmu pengetahuanlah yang membuat kita dapat membedakan mana hak dan kewajiban, itulah tanda kelompok terpelajar.

“Hanya orang bodoh yang tidak mengerti tentang sistem nilai kebenaran dalam membangun kehidupan, kebersamaan dalam kerangka kesatuan Republik Indonesia” tegas Dr. Ngabalin.

Dr. Ngabalin juga meminta rektor STT IKAT
agar pertemuan-pertemuan seperti ini harus terus dilakukan.

Ngabalin juga menyampaikan bahwa dirinya sudah banyak mengundang tokoh-tokoh lintas agama untuk bicara, kita duduk bersama, ndak mungkin kita tak bisa ketemu dalam satu titik, kita pasti ketemu dalam satu titik tertentu. Karena Roh Keyakinan (Allah) yang ada padaku, ada juga pada pastor, pendeta, karena Tuhanlah yang menjadikan semua. karena itu sebuah keberkahan yang tak mubgkin siapapun bisa menolak.

The founding father kita, sudah sangat tepat mengambil keputusan yang baik untuk negeri ini. tidak mungkin kita lebih pintar dari mereka, Ketuhanan yang maha esa adalah salah produk dari hasil kesepakatan founding father kita, yang awalnya Indonesia ingin dejadikan sebagai negara yang berdasar pada syariat Islam, kemudian diganti jadi ketuhanan yang maha esa, kenapa? demi masa depan peradaban bangsa ini.

“Islam saya ini adalah islam indonesia, maka culture dalam sujud dan peribadatan saya, dalam berfikir saya, dan sikap saya dalam membangun silaturahmi adalah dalam culture Indonesia.

CULTURE

Ngabalin menjelaskan perbedaan-perbedaan keyakinan itu kita pertemukan dalam culture kita yang sama.

“pantang bagi kami, jangankan berbicara dan berteriak, karena dalam culture kami; berjalan didepan guru pun kami tak sanggup” ucap Ngabalin.

“Konsep moral culture yang dibangun oleh STT IKAT mendirikan kampus, karena menyadari kalau Indonesia ini membutuhkan generasi-generasi pelanjut teladan agama, pengembang cinta dan kasih pada orang banyak, dengan nilai-nilai, budaya, iman dan ilmu yang benar” ucap Ngabalin.

THE YOUNG GENERATION

Ngabalin meyakini bahwa kehadiran
injil-injil datang dari tangan-tangan yang telah Tuhan berkati.

“Tuhan menjamin setiap kehidupan manusia. Karena Tuhanlah yang menciptakannya, Kenapa manusia berani menghakimi sesama manusia? bukankah segala ciptaan harus tunduk pada Tuhan? Semua manusia harus juga menghormati semua ciptaannya. Karena Tuhan yang ciptakan kita berbeda, kalau Tuhan mau bisa ciptakan 1 agama. Tapi Tuhan punya kehendak kita berbeda.

“Generasi muda harus melihat perkembangan teknologi
Four Point Zero (4.0) adalah alam teknologi yang semakin maju dan terbuka. Pikiran kita juga harus semakin terbuka tak perlu takut tak karu-karuan, semua sudah terbuka disemua sektor, kenapa masih ada yang takut tak karu-karuan menghadapi perbedan-bedaan yang ada” ucap ngabalin.

Dr. Ali Mochtar Ngabalin menjelaskan bahwa urusan agama adalah urusan pribadi dengan Tuhan, biarkan semua manusia meyakini setiap nilai-nilai kebenaran dengan kepercayaan masing-masing.

“Rakyat Indonesia Itu adalah Kristen, Rakyat Indonesia itu adalah Islam, Rakyat Indonesia itu adalah Hindu, Budha, Khatolik dan Khonghucu” Tegas Ngabalin dengan penuh semangat.

“Negeri ini adalah negeri patahan surga, yang sengaja Tuhan jatuhkan di benua Asia. Karena setiap agama mengajarkan tentang cinta dan kasih” ucap Ngabalin.

Ngabalin juga menyampaikan bahwa dirinya sudah berpidato dimana-mana, bahkan di Gereja Khatolik di Belanda, semua karena nilai-nilai kebenaran, cinta, dan kasih. kerana tak mungkin saya bisa sampai kesana berpidato tanpa semua nilai-nilau itu.

Diakhir pengantar pemaparan, Ngabalin menyampaikan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru.

Rektor STT IKAT, Dr. Jimmy Lumintang dalam sambutannya menyampaikan bahwa STT IKAT dalam memilih tema kuliah umum berdasar pada persoalan keberagaman yang sedang dihadapi bangsa Indonesia.

Kuliah umum yang digelar di Ruang Serbaguna Kampus STT IKAT, Jl, Rempoa Permai, Bintaro, Jakarta Selatan (28/01/20) dimulai dari jam 10 pagi hingga jam 4 sore dihadiri ratusan mahasiswa STT IKAT, Mahasiswa Pascasarjana Ikat, anggota Pewarna Indonesia dan tokoh-tokoh Masyarakat Kristen dan Masyarakat Umum.(*/sisco)




Pleno DKPP Tetapkan Prof Muhammad Sebagai Plt Ketua DKPP

Jakarta, DKPP – Sehubungan dengan dilantiknya Dr Harjono, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Periode 2017-2022 sebagai Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jumat, 20/12/19 di Istana Kepresidenan, Jakarta.

DKPP, lembaga yang dibentuk untuk menjaga kemandirian, integritas, dan kredibilitas penyelenggara Pemilu berkomitmen untuk tetap menjalankan amanat konstitusional sesuai ketentuan Pasal 159 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yakni menerima aduan dan/atau laporan dugaan adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh penyelenggara Pemilu.

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar Rapat Pleno dengan agenda terkait kelembagaan DKPP, Rabu 08/01/2020. Rapat pleno ini dihadiri oleh anggota DKPP, Prof. Muhammad, Prof. Teguh Prasetyo, Dr. Alfitra Salamm, Dr. Ida Budhiati, Hasyim Asy’ari (ex officio KPU), dan Rahmat Bagja (ex officio Bawaslu).

Dalam rapat pleno tersebut dilakukan musyawarah untuk menentukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DKPP. Dan, berdasarkan hasil musyawarah tersebut, kemudian rapat pleno menetapkan Prof. Muhammad sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DKPP sampai dengan dipilihnya Ketua DKPP yang definitif. Penetapan tersebut berdasarkan Berita Acara No. 001/K.DKPP/SET-01/I/2020.

“Ditetapkannya Prof.Muhammad sebagai Plt. Ketua DKPP, artinya DKPP telah melakukan antisipasi terkait dinamika lembaga khususnya jelang Pilkada serentak 2020. Segala aktivitas DKPP mulai penerimaan pengaduan,verifikasi formal dan material, pleno, persidangan hingga putusan dan kegiatan lain di luar persidangan dapat tetap berjalan”, kata Bernad D. Sutrisno, Sekretaris DKPP.(sisco/Humas DKPP)