Aksi Damai LSM KIBAR Desak PT Mariat Utama Perhatikan Hak Pekerja, Awaludin : Perusahaan Punya Aturan

Sorong,GN- Aksi Damai LSM Komunitas Independen Bersama Asas Rakyat (KIBAR) mendesak manajemen PT Mariat Utama di kota Sorong Papua Barat untuk memperhatikan hak-hak karyawan yang tidak terakomodir sesuai dengan undang-undang tentang Serikat Pekerja Buruh.

Ketua DPT KIBAR Kota Sorong Paulus Ferdinant Mamondol Sementara Melakukan Orasinya (foto : ist)

Rilis yang diterima media ini menyebutkan aksi damai tersebut menuntut agar perusahaan memperhatikan serta membayar hak karyawan atas nama Jumris Ragho.

Jumbris Ragho mengatakan bahwa dirinya bekerja sejak 8 tahun sebagai supir di PT Mariat Utama. Sekira bulan Maret 2020 lalu dirinya mengalami kecelakaan kerja saat memperbaiki kendaraan perusahaan yang rusak. Sehingga dirinya harus dirawat kurang lebih satu Minggu di rumah sakit dan melakukan rawat jalan selama 4 bulan.

Lanjut Ragho, selama dirawat di rumah sakit tidak ada itikad baik dari perusahaan untuk memperhatikan dirinya. Ia juga berharap supaya perusahaan bisa menerima keluhannya, karena rasa sakit di bagian vitalnya akibat kecelakaan tersebut dan berharap pihakanajemen memberikan memberinya pekerjaan secara permanen. Namun semua itu tidak didapatinya hingga saat ini.

Di sela-sela aksi damai, Presiden DPP KIBAR Andreas R Lasut, mengatakan PT Mariat Utama tidak mengindahkan hak-hak karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.

“Kenyataannya dari perekrutan tidak sesuai, THR pun tidak dapat, BPJS dan bahkan kecelakaan pun tidak diindahkan oleh PT. Mariat Utama,” ujarnya kepada wartawan usai menyampaikan aspirasi ke pihak perusahaan PT. Mariat Utama di kantornya di kilo meter 9 kota Sorong, Jumat (19/2/2021).

“Kami juga memberi ultimatum kepada Direktur PT. Mariat Utama untuk menerima aspirasi kami dan mengakomodir seluruh karyawan yang dipekerjakan hanya dianggap sebagai buruh lepas. Ini melanggar hak asasi manusia dan melanggar undang-undang perburuan,” tambah Lasut.

Dia mendesak, jika tidak ada itikad baik dari PT. Mariat Utama, maka pihaknya akan membawakan persoalan tersebut ke Disnaker maupun ke Pengadilan hubungan industrial, untuk memperjuangkan hak-hak buruh, terutama salah satu pekerja yang sudah bekerja selama 8 tahun, dan memberikan kuasa kepada pihaknya.

Usai menyampaikan aspirasi mereka, kata Andreas Lasut, persoalan tersebut, nantinya akan dimediasi bersama Direktur dan manajemen PT. Mariat Utama.

Sementara itu, saat di konfirmasi kepihak perusahaan melalui Supervisor PT Mariat Utama, Awaludin, mengatakan PT Mariat Utama mempunyai aturan yang disebut dengan aturan perusahaan. Ia mengatakan bahwa, setiap karyawan yang dipekerjakan di perusahaan tersebut, ada aturan mainnya.

“Jadi begini, perusahaan ini mempunyai dua kategori pekerjaan, yang pertama karyawan tetap dan kedua adalah pekerja lepas atau borongan. Nah, terkait persoalan aksi tadi itu, mereka minta supaya perusahaan memperhatikan hak-hak karyawan, termasuk bapak yang pernah mengalami kecelakaan waktu itu, beliau itukan statusnya sebagai supir lepas atau borongan, yang dibayar sesuai ret atau barang yang diantarnya,” jelas Awaludin.

Dikatakan, yang bersangkutan selama 8 tahun bekerja di perusahaan dengan status sebagai supir lepas, menurutnya itu adalah pilihannya sendiri. “Masing-masing perusahaan tentunya punya aturan yang berbeda-beda, terkait status pekerja di perusahaan. Kalau dibilang perusahaan tidak melihat yang bersangkutan, saya pikir itu keliru, itu versi yang bersangkutan. Artinya sebagai buruh lepas saja, perusahan masih memberikan fasilitas mess atau tempat tinggal secara gratis, kepada yang bersangkutan,” jelasnya.

Selain itu, Awaludin mengatakan bahwa perusahaan dalam aturannya telah mengatur tentang hak masing-masing karyawan dengan kategori pekerjaan, mulai dari THR sampai kepada tunjangan-tunjangan yang ada.

Terkait persoalan tersebut, Kuasa Hukum PT. Mariat Utama, Raymond Morintoh, S.H, M.H, mengatakan, aspirasi yang disampaikan LSM KIBAR terhadap PT Mariat Utama, adalah meminta supaya perusahan memperhatikan hak-hak karyawan. Salah satunya adalah Pdt.Jumbris Ragho, yang menurut Raimond, statusnya di perusahaan adalah supir lepas.

“Intinya bapak Jumbris ini, informasi yang saya terima, dulunya ia pernah mengalami kecelakaan. Ia meminta supaya perusahan bisa memperhatikan dirinya. Namun yang bersangkutan ini hanya merupakan supir lepas yang dibayar berdasarkan ret. Jadi kalau barang diantar ke toko atau di luar kota Sorong begitu, berarti ia dibayar sesuai pengantaran. Beliau inikan bukan karyawan tetap begitu,” tegas Morintoh.

Menurut Raymond, pada dasarnya pihak perusahan siap untuk melakukan mediasi untuk mengklarifikasi tuntutan yang disampaikan oleh LSM KIBAR saat menyampaikan aspirasi mereka kepada PT. Mariat Utama. “Perusahaan tentunya siap untuk melakukan mediasi, sekaligus mengklarifikasi hal tersebut, namun kita tunggu informasi dari owner-nya, karena beliau inikan sudah lanjut usia,” terangnya.

Diketahui sebagai penanggung jawab aksi damai tersebut Ketua DPT KIBAR Kota Sorong Paulus Ferdinant Mamondol. (sisco/*)




LSM KIBAR Kota Sorong Terbentuk, Mamondol : Kami Hadir Untuk Membantu Masyarakat Yang Terzolimi

Sorong,GN- Komunitas Independent Bersama Azaz Rakyat ( KIBAR ) Kota Sorong periode 2021-2024, Kamis (10/2/2021) secara resmi terbentuk. Berdasarkan Surat mandat yang diberikan Presiden Kibar Andreas Ragho Lasut SH, STh, MTheol.

Ketua Dewan Pimpinan Teritorial (DPT) Kibar
Kota Sorong Paulus Ferdinant Mamondol melalui rilis yang diterima media ini mengatakan berdirinya LSM Kibar Kota Sorong tidak terlepas dari kejelian dan kelihaian Andreas Ragho Lasut sebagai Presiden Kibar. ” Beliau melihat bahwa banyak terjadi ketimpangan dan persoalan di tengah – tengah masyarakat kota Sorong, maka beliau merasa perlu untuk mendirikan LSM Kibar di Kota Sorong untuk menjawab dan memberi solusi atas permasalahan yang terjadi di masyarakat,” ujarnya.

Pelantikan LSM KIBAR Kota Sorong (foto : ist)

Selain itu, Mamondol menjelaskan LSM adalah wadah atau sarana bagi masyarakat yang satu visi dan misi untuk mencapai tujuan bersama. “Dari beberapa fungsi LSM, LSM Kibar mengambil Fokus pada Bidang Hukum dan Pengawasan. Maksudnya banyak masalah hukum yang terjadi di tengah masyarakat, yang mana masyarakat kecil seringkali mengalami penindasan dalam bidang hukum. Oleh sebab itu LSM Kibar hadir untuk membantu masyarakat yang terzolimi dan yang termajinal,” tegas Mamondol.

Sementara dalam bidang hukum lanjut mamondol mengatakan bahwa LSM Kibar membantu masyarakat dalam konteks hukum Litigasi dan Non Litigasi.U ntuk Bidang Pengawasan kata Mamondol, LSM Kibar Mengawasi Arsip, Dokumen dan Aset Negara, mengawasi Penyelenggaraan Negara/Pembangunan negara, Mengawasi Lembaga Negara yaitu Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, mengawasi Pejabat Negara/pemerintah, pejabat pengguna anggaran dan juga mengawasi pihak Swasta.

“Jadi di tigkat Pusat akan di awasi oleh DPP Kibar dan di tingkat kota khususnya di kota sorong pelaksanaan pembangunan dan penyelenggara kebijakan dari semua kelembagaan akan di awasi LSM kibar Kota Sorong. LSM Kibar bukan musuh tetapi merupakan Mitra Kerja dari Pemerintah dan semua pihak yang bekerja untuk melaksanakan pembangunan di Kota Sorong,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa Tugas ini tidak mudah dan penuh tantangan , untuk itu bagi Para Kibar (anggota Kibar) bekerja harus mengedepankan Profesionalitas dan Mentalitas yang kuat. ” Oleh sebab itu, saya sebagai ketua Kibar mempunyai 3 acuan atau panduan yang saya sebut dengan 3 A bagi Para Kibar sekalian dalam melaksanakan Tugas. Pertama Amanah Kemudian yang kedua Amanat serta terakhir Aturan,” terangnya.

Mamondol berharap semoga LSM Kibar dapat bekerja sama dengan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta dan semua pihak yang peduli dan yang bekerja guna mewujudkan pembangunan nasional dan mewujudkan cita cita luhur bangsa sesuai dengan amanat UU Dasar 45. ” Yaitu yang pertama adalah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa dan yang kedua Mewujudkan Masyarakat yang Adil dan Makmur,” tutupnya. (sisco)




CEDPRED: Soal Polemik Komisaris-Direksi BUMD, Lebih Produktif Jika Publik Desak Audit Dan Transparansi BUMD Riau

PEKANBARU ,GN- Polemik pengangkatan calon komisaris dan direksi dua BUMD milik Pemprov Riau yakni PT PIR dan PT SPR dinilai tidak produktif. Kelompok masyarakat yang mempersoalkan soal identitas “putera daerah” dalam pengangkatan pejabat publik tersebut dinilai banyak mempermainkan isu lama yang tidak membuat BUMD menjadi lebih baik.

“Mari kita beralih dari isu lama ke agenda baru ke depan. Tujuannya agar BUMD Riau bisa sehat, profitable dan, akuntabel dan transparan,” kata Direktur Eksekutif Center for Democracy, Policy and Regional Development-CeDPRED (Pusat Kajian Demokrasi, Kebijakan dan Pembangunan Daerah), Raya Desmawanto, M.Si dalam keterangan tertulis kepada media, Sabtu (30/1/2021).

Raya menegaskan, hingga saat ini publik Riau tidak pernah mengetahui arah pengembangan serta peta jalan (road map) BUMD. Padahal, sebagai perusahaan yang profesional dan mengejar keuntungan, BUMD harus memiliki dasar usaha dan bisnis yang memadai serta dikelola secara efektif dan produktif.

“Agar BUMD kita tidak sekadar menetek ke APBD yang merupakan uang rakyat. Juga agar BUMD tidak diisi oleh para pencari kerja yang hanya ingin mendapatkan gaji tanpa kerja-kerja profesional untuk mengembangkan BUMD,” tegas Raya.

Menurutnya, audit secara kredibel sumber daya dan keuangan perusahaan BUMD Riau merupakan langkah fundamental yang harus dilakukan oleh Pemprov Riau. Tanpa audit yang jujur dan profesional, maka Pemda tidak akan mampu menemukan masalah dan tantangan BUMD dalam melakoni aktivitas bisnisnya.

“Ujung-ujungnya hanya ribut dalam hal pergantian pengurus (komisaris-direksi) secara berkala. Namun nihil dalam upaya pengembangan bisnis profitable perusahaan. Ini merupakan pekerjaan pokok yang harus dilakukan oleh Pemda. Kalau soal pengurus BUMD, banyak stok SDM yang mumpuni, namun jika sistem tak dibenahi maka kondisi BUMD akan makin terpuruk,” tegas Raya.

Ia menagih janji political will penguasa pemerintahan Provinsi Riau sebagai pemegang saham mayoritas BUMD Riau. Perbaikan kinerja BUMD harus diawali dari pembenahan sistem, core bisnis, rekrutmen SDM, transparansi dan kredibilitas BUMD.

“Sampai sejauh ini kita belum melihat adanya political will pemegang saham untuk melakukan reformasi total BUMD Riau. Masih terlihat kental dengan budaya lama organisasi. Ini akan membuat BUMD makin terpuruk dalam mempertahankan dan mengembangkan bisnisnya, apalagi saat ini kompetisi bisnis makin keras dan meluas,” tegas Raya.

Ia melanjutkan, posisi dan peran BUMD Riau sebenarnya amat strategis dan terbuka lebar sebagai salah satu sumber penerimaan daerah dari deviden hasil usaha BUMD.

“Namun kenyataannya, BUMD Riau tidak menunjukkan perbaikan yang memadai, selain hanya menggantungkan nafasnya pada penyertaan modal dari APBD semata,” pungkas Raya. (*/sisco)




Parkindo 1945 Siap Selenggarakan Kongres Luar Biasa Di Bandung

Bandung,GN – Kongres Luar Biasa (KLB) Parkindo 1945 siap dihelat di Hotel Bumi Sangkuriang, Bandung, menurut jadwal dibuka Selasa, 10 November 2020 pukul 09.00 pagi. Sampai saat ini panitia sudah bekerja keras menyiapkan perhelatan penting ini agar bisa berlangsung dengan baik. Hal itu diungkapkan careteker Sekjen Max Melen Tumundo, SH,MH saat ditemui disela-sela kesibukannya menyelenggarakan persiapan glade resik, Senin (9/11/2020).

“Puji Tuhan panitia KLB sudah siap. Sampai saat ini sudah memasuki 90 persen persiapan yang kita lakukan. Para peserta juga sudah berdatangan demikian juga peserta yang mengikuti lewat zoom di seluruh Indonesia, sudah menyatakan kesiapannya. Jadi ada tatap muka (konvensional) maupun secara virtual. Nantinya unsur yang hadir adalah DPP, DPD, peninjau dan undangan,” tutur Max Tumundo.


Adapun KLB Partai Kristen Indonesia (Parkindo) 1945 kali ini, kata Tumundo mengambil Tema Aktualisasi Iman Kristen dalam Pembangunan Nasional sebagai Pengamalan Pancasila dengan Sub tema Harapan dan Tantangan Masyarakat Plural dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika demi tegaknya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 melalui Pemilu 2024.

Lebih jauh, sambung Tumundo bahwa KLB Parkindo 1945 kali ini terasa berbeda karena memiliki agenda khusus yakni agenda tunggal memilih Ketua Umum definitif 2020-2025. “KLB kali ini merupakan yang pertama dan memiliki agenda tunggal yakni memilih Ketua Umum definitif Parkindo 1945 periode 2020-2025,” tegasnya.

Disampaikan bahwa pemilik suara dalam KLB kali ini berjumlah 36 suara, terdiri dari 2 suara dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan 34 suara dari Dewan Perwakilan Derah (DPD) yang ada di seluruh Indonesia.  Ditanya legalitas penyelenggaraan KLB Parkindo 1945, Max Tumundo menjelaskan bahwa lewat Kemenhukham 2016 No AHU.4. AH.11.01.-72 ditetapkan Careteker Ketua Umum Hendrik Patinama dan Sekjen Max Melen Tumundo, SH, MH (7 September 2016).  “April 2020 berhubung Caretaker Bapak Ketua Umum meninggal, untuk melanjutkan partai maka perlu memilih ketua umum yang baru. Kemudian dilaksanakan Rapat Pleno yang dihadiri semua unsur pengurus Parkindo 1945 periode 2006-2011 dan unsur pengurus caretaker Parkindo 1945 perde 2016 untuk menetapkan pengurus caretaker yang baru. Terpilih Alida Guyer sebagai Caretaker Ketua Umum. KLB Parkindo 1945 adalah kelanjutan dalam rangka memilih ketua umum definitif,” urainya dengan jelas.

Meski KLB diselenggarakan dalam masa pandemi Covid 1945, menurut Max Tumundo bahwa pihaknya sudah menetapkan protokol ketat sesuai dengan peraturan satgas dan menkes dalam melaksanakan kegiatan di masa Covid-19. “Tidak hanya peserta yang hadir di sini, teman-teman DPD yang mengikuti KLB lewat Zoom di daerah juga menerapkan dan taat peraturan Covid-19 secara ketat. Kita memang patuh dengan aturan yang diterapkan pemerintah,” paparnya.

Suksesnya penyelenggaraan KLB Parkindo 1945 di Bandung ini, selain memilih Ketua Umum definitif yang diharapkan akan segara bekerja keras membangun infrastruktur partai sehingga bisa menjadi kontestan Pemilu 2024 yang akan datang. “Partai ini hampir mati suri, karena itu sangat mendesak menetapkan Ketum defenitif sehingga mampu membangun infrastruktur partai demi menghadapi Pemilu 2024. Harapan kita, bahwa Parkindo 1945 akan bangkit dan tampil menjadi peserta pemilu 2024 dan bahkan mampu menjadi salah satu partai yang bisa menempatkan wakil di Senayan,” pungkasnya.

Pantauan di lapangan, gladi resik diikuti sekitar 30 orang dari pengurus berbagai wilayah. Mereka dengan semangat mengikuti setiap tahapan persiapan persidangan. Sebelum memasuki pembukaan KLB Parkindo 1945 esok hari, terlebih dulu akan diselenggarakan ibadah pembukaan.(*/red)




Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto Tinjau RW 019 Blok Gelatik

Bekasi,GN- Wakil Walikota Bekasi Dr H Tri Adhianto, Selasa (03/11/2020) meninjau RW 019 Blok Gelatik perumahan Bekasi Timur Regency kelurahan Cimuning kecamatan Mustika Jaya kota Bekasi.

Mas Tri demikian panggilan akrab wakil walikota dalam sambutannya menyampaikan kekagumannya atas hasil yang di capai RW 019. “Saya salut dengan warga RW 019 yang mampu memanfaatkan lahan yang tidak luas untuk hal-hal yang produktif dan kegiatan ini membangun lingkungan yang guyub. Perlu di informasikan bahwa RW siaga ini bukan hanya bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan lingkungan tapi mendorong partisipasi seluruh warga untuk ikut terlibat,” kata Wakil Walikota Bekasi ini.

Ketua RW 019 Agus Sutarto, MARS (foto :moko)

 

RW 019 memanfaatkan lahan Fasos di lingkungan blok Gelatik dan lingkungan lantai 2 Mesjid Al Ikhlas . Ada 9 kolam ikan dan tempat untuk menanam sayuran seperti Kangkung, Bayam, dan sawi. Selain itu ada juga Pembibitan tanaman.

Sementara itu, Ketua RW 019 Agus Sutarto MARS menyampaikan terima kasih kepada Wakil Walikota Bekasi dan jajaran, Kecamatan Mustika Jaya dan Lurah Martam kelurahan Cimuning atas dukungannya menuju RW siaga di RW 019 Blok Gelatik ini.
Ditambah lagi warga menyambut antusias adanya program RW siaga dalam bidang ketahanan Pangan dan dan Kesehatan Lingkunga dengan dibentuknya Satgas Covid19 RW 019.

Lanjut Agus program ini juga didukung oleh DKM Mesjid Al Ikhlas yang ada di lingkungan Blok Gelatik RW.019. Memanfaatkan lahan fasos tidak kurang dari 800 meter persegi dan lantai 2 diLingkungan Mesjid Al Ikhlas.

Slogan warga Tetap Sehat dan Tetap Produktip di masa Pandemi. Harapan Agus agar seluruh warga bisa turut berpartisipasi untuk kelanjutan pengelolaan program ini.

Ditempat yang sama, warga RT 01/RW 019 Cipto Susanto (52) menyambut antusias program pemerintah kota Bekasi yang sudah di jalankan ketua RW bersama warga. “Semoga program ini bisa menjagi ketahanan pangam bagi warga RW 019” harap Cipto.

Kunjungan Wakil Walikota Bekasi ini juga dihadiri oleh yang mewakili Camat Mustika Jaya dan Muhamad Martam Lurah Cimuning dan Jajarannya. (*/sisco)




Pewarna Indonesia Jabar Gelar Konferda I Di Kota Bekasi

Bekasi, GN- Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Indonesia Jawa Barat (Jabar) menggelar Konferda I di Kota Bekasi Rabu (28/10/2020).

Pewarna Indonesia sebagai organisasi profesi Wartawan terus mengembangkan kepengurusan Daerah (DPD) di seluruh Indonesia. Ini adalah bagian dari amanat Konggres ke 2 PEWARNA Indonesia 2019 yang lalu.

Pelaksanaan Konferda I Jawa Barat bertempat di GBI BICC Lt3 Mega Mall Bekasi Barat yang dihadiri oleh Kasubbid Bela Negara dan Karakter Bangsa Kesbangpol Kota Bekasi Abdul Kadir Djaelani, Kasubag Hubungan Dokumentasi Internal Bagian Humas Setda Kota Bekasi Diah Setiyawati, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bekasi Abdul Manan, Perwakilan MUI Kota Bekasi, Anggota TWUP4 Kota Bekasi Beny Tunggul serta Ketua dan para pengurus Pewarna Indonesia Jabar.

Ketua Penyelenggara Konferda I Jabar , Kefas Hervin Devananda menjelaskan bahwa di Tahun 2020 ini sudah ada 4 DPD yang sudah menyelenggarakan Konferensi Daerah (Konferda). Yaitu DPD DKI Jakarta, DPD Banten, DPD Sulawesi Utara dan DPD Jawa Barat.

Konferda Jabar yang diselenggarakan pada tanggal 28 Oktober 2020 ini mengangkat tema “Merajut Kebhinnekaan, Peran Jurnalis Dalam Membangun Kebersamaan Lintas Agama Dalam Bingkai Pancasila.”

Kefas sebagai ketua panitia mengungkapkan bahwa Konferda I Jabar ditengah situasi pandemi tidaklah mudah. Dikarenakan Jawa Barat memilki wilayah yang lebih luas dengan penduduk yang lebih banyak dibanding daerah lainnya. Tapi dengan modal keyakinan bersama tim panitia bahu membahu menghubungi berbagai jaringan rekan-rekan jurnalis di Jawa Barat.

“Kami panitia modalnya hanya doa dan keyakinan serta langkah nyata dalam mensukseskan Konferda I Jawa Barat” tuturnya. Lebih lanjut dijelaskannya bahwa kerja-kerja panitia dan dukungan rekan-rekan jurnalis di Jawa Barat menghasilkan tahapan persiapan hingga pelaksanaan Konferda I Jabar.

Rangkaian Konferda dimulai dengan pembukaan, sesi diskusi dan lanjut dengan proses pemilihan dan penetapan Ketua DPD. Para pembicara dalam diskusi menyampaikan kesepahaman tentang bagaimana peran Jurnalis dalam pemberitaan. Bahwa Peran Jurnalis ditengah kehidupan berbangsa dan bernegara mengikuti ketentuan UU Pers dan menjadi sumber informasi terpercaya bagi seluruh masyarakat.

Sementara itu Kasubbag Hubungan Dokumentasi Internal yang hadir mewakili Humas Pemkot Bekasi pada Konferda Jabar tersebut memberi apresiasi atas penyelenggaraan Konferda I Jabar yang pelaksanaannya dilakukan di Kota Bekasi.

Dikatakannya peran Jurnalis saat ini sangat penting dalam memberikan informasi yang baik dan benar kepada masyarakat. “Saya berharap konferda I Jabar ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai harapan bersama, tandasnya. (*/sisco)




Mengasihi Dalam Kemanusiaan, Pondok Pesantren Al-Zaytun Kembali Salurkan 1 Ton Beras

Jakarta,GN- Kasih tidak mengenal syarat latarbelakang suku, ras, maupun agama. Kasih mampu dimanifestasikan menjadi banyak wujud, termasuk rasa kemanusiaan.

Rasa kasih dan kemanusiaan itulah yang tampak dari persaudaraan yang terjalin antara keluarga besar Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun dengan Persatuan Wartawan Nasrani Indonesia (PEWARNA Indonesia). Di tengah masa pandemi yang serba sulit, pondok pesantren pimpinan Syaykh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang Al-Zaytun, itu, kembali menjadi saluran berkat bagi para wartawan nasrani dan hamba Tuhan yang tergabung di PEWARNA Indonesia.

Senin pagi (07/09/2020), pihak Pondok Pesantren Al-Zaytun kembali menyalurkan paket bantuan berupa 1 ton beras dan sejumlah bahan pokok lainnya. Simbolis penyerahan bantuan dilakukan oleh Ustadz Ali Aminullah yang mewakili pihak pondok pesantren, di Kantor Redaksi Majalah Gaharu, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Dalam kesempatan itu ustadz Aminullah mengatakan selaku anak bangsa sudah menjadi kewajiban dari Pondok Pesantren Al-Zaytun untuk berbagi kasih di tengah pandemi yang sedang melanda Indonesia.

“Saya ditugaskan oleh Syaykh Al-Zaytun untuk menyampaikan bingkisan sebagai tanda cinta kasih kami. Kemanusiaan, yang dikedepankan oleh Syaykh itu adalah kemanusiaan. Jadi Syaykh memahami hari ini semua serba sulit. Kebetulan, Alhamdulillah, kami di pesantren sana baru saja panen jadi kita berbagi dengan sesiapapun sahabat-sahabat sebangsa Indonesia,” ujarnya.

Meski tengah menjalankan ibadah puasa, pria yang dipercaya sebagai pengurus yayasan Al-Zaytun juga pendidik di sekolah menengah dan Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia itu tetap semangat menempuh perjalanan dari Indramayu ke Jakarta, guna mendukung penyaluran bantuan kepada PEWARNA Indonesia.

Dirinya juga berharap dengan ada kegiatan penyaluran bantuan ini kiranya dapat mempererat tali persaudaraan yang sudah ada antara Pondok Pesantren Ma’had Al-Zaytun dengan pihak PEWARNA Indonesia.

“Maka kita tidak melihat perbedaan apapun. Kita ini sama-sama bangsa Indonesia yang ketika ada kesulitan maka kita harus berbagi, sesuai dengan kemampuan kita tentunya. Ya harapan kita adalah ini (bantuan) bisa menjadi manfaat, ya tentunya semakin mengikat tali persaudaraan dalam rangka mengukuhkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” kata Ustadz.

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Pusat PEWARNA Indonesia, Yusuf Mujiono, turut mengucapkan terima kasihnya kepada Syaykh Al-Zaytun dan seluruh jajarannya, atas kepedulian mereka kepada PEWARNA Indonesia sebagai salah satu pihak yang terdampak pandemi Covid-19. Terlebih, telah 3 kali pihak Al-Zaytun menyalurkan bantuan untuk PEWARNA selama masa pandemi berlangsung. Total hampir 3 ton beras dan bahan pangan lainnya yang telah disalurkan Al-Zaytun.

“Masa pandemi ini tentunya memiliki pengaruh yang besar terhadap keberadaan maupun kinerja wartawan nasrani yang tergabung di PEWARNA Indonesia. Dengan adanya bantuan ini tentu makna dan manfaatnya sangat besar bagi kami. Terima kasih kepada Syaykh Panji Gumilang yang telah begitu perhatian kepada kami, dan mau memberi diri untuk menjadi saluran berkat bagi PEWARNA Indonesia. Puji Tuhan. Doa kami semoga Syaykh berserta jajarannya selalu diberi karunia kesehatan dan di dalam perlindungan Tuhan. Sekali lagi terima kasih,” ujarnya saat ditemui di kawasan Harmoni, Jakarta Utara.

Pondok Pesantren Al-Zaytun Ma’had Al-Zaytun didirikan oleh Dr. Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, di Indramayu, Jawa Barat. Dengan mengusung tagline “Pusat Pendidikan dan Pengembangan Budaya Toleransi serta Pengembangan Budaya Perdamaian”, pondok pesantren yang baru saja merayakan ulang tahun peraknya itu menjadi salah satu barometer pengajaran nilai-nilai toleransi, perdamaian, sekaligus pengamalan nilai-nilai kebangsaan.

Berdiri di atas lahan seluas 1.200 hektare, Pondok Pesantren Al-Zaytun juga ikut menjadi penggerak bagi lumbung pangan nasional. Secara mandiri, pihak pondok pesantren memproduksi kebutuhan pangan mulai dari beras unggulan, gula, garam, hingga daging ayam berkualitas tinggi.(*/sisco)




Diskusi Daring Pewarna Indonesia,Mengatasi Kepanikan Orang Tua Terhadap Pendidikan di Masa Pandemi

Jakarta,GN- Pandemi covid-19 sangat berdampak pada dunia Pendidikan, perubahan sistem tatap muka dengan daring menjadi persoalan tersendiri. Maka tak jarang orang tua jadi panik menghadapi cara mendidik putra-putrinya.

Diskusi Daring PEWARNA INDONESIA

Menjawab atas kepanikan tersebut PEWARNA Indonesia menghadirkan diskusi dalam jaringan yang dikaji dari beragam perspektif. Diskusi yang di gelar Jumat, 21 Agustus 2020 Pukul 19.00 – 21.00 WIB menghadirkan Dr Donna M Sampaleng, MPd, DTh dan nara sumber lainnya.

Dr Dona mengatakan, kalau mengutip pernyataan John Dewey Education is Not preparation for life, education is life itself atau diterjemahkan secara bebas Pendidikan Bukanlah persiapan untuk hidup melainkan pendidikan adalah hidup itu sendiri.

Lanjut Dosen STT IKAT ini bahwa Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia dengan cara yang tepat. “Permasalahan seputar pendidikan sejak dulu kala adalah Akses Pendidikan, Sarana Prasarana, Sumber Daya Manusia, Sistem Pendidikan, Luaran Pendidikan, Pembiayaan Pendidikan, maupun Hubungan Sekolah dan Masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya, Pandemi mendorong perubahan yang terjadi lebih cepat new normal life, new paradigm, new spirit. Selain itu, dalam catatan akhir disebutkan, Pendidikan adalah tanggung jawab bersama.
“Pemerintah dan lembaga pendidikan memanfaatkan masa pandemi ini untuk mendorong melakukan peningkatan sarana prasarana yang mendukung pembelajaran yang berkualitas. Era sudah berubah mari berubah dan beradaptasi dengan situasi baru. Orang tua dan guru bersinergi mewujudkan pembelajaran PAIKEM GEMBROT (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan, Gembira dan Berbobot) di sekolah maupun di rumah atau dimana saja. Hidupi tatanan kehidupan baru dengan optimis bahwa kemajuan pendidikan Indonesia akan membawa Indonesia maju dalam pengertian yang sesungguhnya,” terang Dr Dona.

Sumber lainnya Jenny Gichara, SH, BEd, MPd menyoroti kepanikan orang tua saat pandemi.

Meskipun demikian, ada dampak positif yang bisa dirasakan dengan pandemi ini. “Akrab atau sosialisasi terbina kembali dalam keluarga, lebih sehat karena menjaga kondisi hidup sehat; memunculkan keterampilan baru, misalnya yang tidak bisa masak menjadi bisa masak, karena dikondisikan untuk memasak; munculnya layanan online yang menyeluruh baik sekolah, pedagang atau kegiatan lainnya,” tutupnya. (sisco)




Komandan Brigif 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Nawawi,SE,MM Secara Simbolis Serahkan Hewan Kurban

Lampung,GN – Dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 H, Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Nawawi, S.E,.M.M menyerahkan secara simbolis hewan kurban kepada ketua panitia kurban Mayor Marinir Anam yang dilaksanakan di halaman Masjid Al Bahri Brigif 4 Marinir/BS, Piabung, Padang Cermin Pesawaran Lampung Jumat (31/07/2020).

Dalam penyerahan hewan kurban secara simbolis berupa satu ekor sapi jantan dengan berat sekitar 400 kg. Komandan Brigif 4 Marinir/BS di dampingi oleh Ust Solihin, MAg dari Kemenag Provinsi Lampung serta turut hadir para Perwira Staf Brigif 4 Marinir/BS beserta keluarga dan Prajurit Brigif 4 Marinir/BS.

Komandan Brigif 4 Marinir/BS menyampaikan “semoga hewan kurban Brigif 4 Marinir/BS dapat membantu masyarakat disekitar Mako Brigif 4 Marinir/BS serta ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya rangkaian kegiatan Idul Adha pada tahun ini”, ujarnya.

Idul Adha 1441 H kali ini, Brigade Infanteri 4 Marinir/BS berkurban sebanyak 9 ekor sapi dan 13 ekor kambing dan daging kurban tersebut akan di distribusikan ke masyarakat sekitar Brigif 4 Marinir/BS, Yayasan Panti Asuhan serta Pondok Pesantren di wilayah Padang Cermin Pesawaran Lampung.(nosen)




TONPURSUS YONIF 10 MAR/SBY BRIGIF 4 MAR/BS Tingkatkan Kemampuan Selam

Lampung,GN- Brigif 4 Mar/BS (Batam) Dalam rangka penyegaran kembali kemampuan dasar prajurit Tonpursus Yonif 10 Mar/SBY laksanakan latihan selam dasar di pantai teluk air, Setokok-Batam, Jumat(24/07/2020).

Komandan Batalyon Infanteri 10 MarinirSBY Letkol Marinir Alim Firdaus S.H.M.,Tr.Hanla Menyampaikan kegiatan latihan selam dasar ini dilaksanakan bertujuan untuk penyegaran serta mengingat kembali teori maupun praktek dalam pelaksanaan menyelam. sehingga diharapkan kedepannya prajurit tonpursus Yonif 10 Mar/SBY lebih profesional didalam segala bidang mengingat tugas yonif 10 Mar/SBY sebagai prajurit tapal batas NKRI.”jelasnya.

Kemudian di lanjutkan dengan pemberian materi oleh Praka Mar Joko Sitanggang menyampaikan beberapa macam jenis selam yaitu Skin diving dan Scuba diving, namun yang kita laksanakan penyegaran kali ini adalah scuba diving karena ini mengunakan peralatan lengkap scuba (Self Contained Underwater Breating Apparatus). Perlengkapan scuba sendiri meliputi Face mask, BCD (Bouyancy Control device), regulator, tabung udara (Tank), pakaian selam (Wetsuit), sabuk pemberat (Weightbelt) dan fins.(nosen)