Poltekes Kemenkes Manado Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat PPDM Tahun 2026 di Desa Kalasey Dua Mandolang

Manado,GN- Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Manado melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat, Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM).

Kegiatan tersebut menyangkut tentang Pelatihan Pengembangan Produk Daun Kelor Pada Remaja Dalam Upaya Mengatasi Anemia Remaja Putri di Desa Kalasey dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa.

Tim dosen yang ikut melaksanakan kegiatan ini yakni Ketua Nita R. Momongan,S.Pd,SST,M.Si (NIDN 4018017201), anggota Ana B. Montol,S.Pd,M.Si NIDN (4017086601)
Henry S. Imbar,S.Pd.,M.Kes (NIDN 4025096801), Olfie Sahelangi,S.Pd,M.Si (NIDN 4010107301).

Desa Kalasey Dua adalah salah satu desa yang terletak di wilayah administratif Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara yang merupakan desa mitra pembinaan Poltekkes Kemenkes Manado.

Berdasarkan wilayah pelayanan kesehatan desa Kalasey Dua bagian dari wilayah pelayanan Puskesmas Tateli Kabupaten Minahasa. Desa Kalasey dua saat ini merupakan desa Binaan Poltekkes Kemenkes Manado yang masih banyak ditemukan masalah kesehatan termasuk masalah anemia pada anak remaja dan ibu hamil.

Terdapat berbagai fasilitas umum yang ada di desa Kalasey dua, seperti sekolah, rumah ibadah, perkantoran,tempat usaha kuliner, dan tempat usaha lainnya. Desa Kalasey Dua memiliki satu buah sarana umum untuk pelaksanaan Posyandu.

Menurut World Health Organization WHO di tahun 2023 sebanyak (30,7%) perempuan berusia 15-49 tahun mengalami anemia. Berdasarkan data survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukan anemia di Indonesia menurut karakteristik umur 15-24 tahun sebesar (15,5%), dan prevalensi anemia pada perempuan Indonesia (18%). Berdasarkan data SKI 2023 tersebut, remaja putri yang tidak meminum tablet tambah dara sebanyak (33,96%)6).
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah anemia pada remaja putri adalah memanfaatkan tanaman lokal sebagai pangan fungsional yang ada disekitar tempat tinggal masyarakat yaitu daun kelor (moringo oliefera). Daun kelor memiliki kandungan zat besi sebanyak 28,2 mg/100 gram serbuk daun8).

Pengembangan produk aneka produk olahan daun kelor dapat memberikan nilai tambah dalam pemanfaatannya untuk meningkatkan nilai gizi yang memberi kontribusi terhadap pencegahan dan penyembuhan pada kasus anemia gizi. Fortifikasi dari beberapa mikronutrien pada minuman dapat menurunkan resiko terjadinya anemia defisiensi besi dan anemia gizi besi.

Berdasarkan analisis permasalahan tersebut, masyarakat di desa Kalasey dua lebih khusus remaja puteri perlu diberikan edukasi yang benar tentang permasalahan anemia pada remaja puteri. Pemberian edukasi tentang makanan yang baik untuk mencegah anemia berupa pelatihan pengolahan menu berbahan dasar daun kelor.

Dalam pelatihan ini juga, peserta akan mempraktekan bagaimana cara mengolah menu berbahan dasar daun kelor.Dengan diberikannya edukasi yang benar kepada remaja puteri sehingga mereka bisa langsung mempraktekan pola makan yang baik untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja puteri. Peserta juga dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengolah makanan dengan berbahan dasar daun kelor kepada keluarga dan teman-teman sebaya.

Sementara itu, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan dalam bentuk edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui pemberian materi, konseling dan demonstrasi kepada remaja puteri/siswa di Desa Kalasey dua Kabupaten Minahasa.

Dalam kegiatan ini diharapkan solusi untuk mengatasi permasalahan penyakit anemia remaja puteri dan permasalahannya di desa Kalasey Dua Kecamatan Mandolang Wilayah Puskesmas Tateli Kabupaten Minahasa.
Pemberian edukasi berupa pelatihan remaja puteri diharapkan juga dapat mencegah terjadinya masalah anemia di desa Kalasey Dua.

Kegiatan PkM dilakukan dalam bentuk edukasi dengan memberikan pelatihan kepada remaja puteri di desa Kalasey dua dengan memberikan informasi dan menu makanan untuk mencegahan dan menanggulangi anemia. Pelatihan ini disertai dengan praktek pembuatan makanan sesuai berbahan dasar daun kelor.

Dalam tahapan pelaksanaan kegiatan PkM yaitu melakukan intervensi PkM dalam bentuk memberikan pelatihan pada remaja puteri yaitu siswa SMP 4 Pineleng Kalasey sehingga mereka bisa lebih memahami tentang pembuatan menu dan pola makan yang baik pada penderita anemia sehingga akan diteruskan kepada keluarga dan teman-teman.

Pemberian pelatihan mengikuti modul dan buku resep yang sudah dibuat berdasarkan hasil kajian dan hasil riset yang telah dilakukan. Teknik pelatihan yaitu pemberian materi dalam bentuk ceramah dan diskusi serta praktek membuat menu makanan dan melakukan konseling.

Pemberi materi dalam pelatihan ini adalah Tim pengabmas yang berjumlah empat (4) orang dibantu oleh mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado yang berjumlah tiga (3) orang.

Pelatihan ini disertai dengan demonstrasi pembuatan makanan sesuai resep-resep bagi penderita anemia. Pelatihan dilakukan selama tiga hari di balai pertemuan umum desa Kalasey dua. Peserta pelatihan berjumlah 40 orang yang terdiri dari siswa remaja puteri.

 

Peserta yang mengikuti pelatihan dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang anemia pada Wanita usia subur/remaja puteri serta pola makan yang baik bagi penderita anemia. Peserta diberikan juga modul dan buku resep sesuai materi yang akan diberikan. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang sudah diterima kepada keluarga dan teman-teman remaja puteri.

Pada awal dan akhir kegiatan pelatihan dilakukan evaluasi berupa pretest dan postest untuk mengetahui keberhasil kegiatan pelatihan dan kesiapan peserta pelatihan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan PkM dilaksanakan pada bulan Agustus 2026.

Untuk keberlanjutan program ini, maka selain peserta pelatihan yang diberikan modul dan buku resep, masyarakat atau keluarga yang memiliki Wanita usia subur di desa Kalasey dua juga akan diberikan modul dan buku resep supaya menjadi acuan keluarga dalam pemberian pola makan yang baik bagi untuk mencegah dan menanggulangi anemia pada remaja puteri. (*/sisco)




Poltekes Kemenkes Manado Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat PPDM Tahun 2026 di Desa Kalasey Dua Mandolang

Manado,GN- Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Manado melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat, Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM).

Kegiatan tersebut menyangkut tentang edukasi gizi dan kesehatan dengan pengembangan resep pada masyarakat dan tokoh agama untuk mengatasi penyakit Diabetes Melitus di Desa Kalasey Dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa.

Tim dosen yang ikut melaksanakan kegiatan ini yakni Ketua Henry S. Imbar,S.Pd.,M.Kes (NIDN 4025096801), Anggota Jufri Sineke,S.Pd,M.Si (NIDN 4024066401), Nita R. Momongan, S.Pd, SST,M.Si (NIDN 4018017201), Cinthia Isima,M.Kes.

Desa Kalasey Dua adalah salah satu desa yang terletak di wilayah administratif Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara, yang merupakan desa mitra pembinaan Poltekkes Kemenkes Manado.

Berdasarkan wilayah pelayanan kesehatan, desa Kalasey Dua bagian dari wilayah pelayanan Puskesmas Tateli Kabupaten Minahasa.

Desa Kalasey dua merupakan desa Binaan Poltekkes Kemenkes Manado yang masih banyak ditemukan masalah kesehatan termasuk masalah penyakit tidak menular.

Dalam kehidupan bermasyarakat penduduk desa Kalasey dua taat dalam kehidupan beragama. Dan beridentitas kuat terhadap kebudayaan setempat. Terdapat berbagai fasilitas umum yang ada, seperti sekolah, rumah ibadah, perkantoran, tempat usaha kuliner, dan tempat usaha lainnya.

Masyarakat desa Kalasey dua sejak berdiri sampai saat ini kehidupan pola hidup masyarakat banyak dipengaruhi oleh tokoh-tokoh agama. Kehidupan keagamaan berperan penting dalam kehidupan masyarakat.

Desa Kalasey Dua terhampar di antara perbukitan yang hijau dan subur yang memberikan pemandangan yang memukau serta berdekatan dengan daerah pantai.

Berdasarkan analisis permasalahan tersebut, masyarakat lebih khusus tokoh-tokoh masyarakat tokoh agama termasuk tim penggerak PKK perlu diberikan edukasi yang benar tentang permasalahan penyakit DM. Pemberian edukasi berupa pengembangan resep makanan yang baik untuk mencegah dan menanggulangi permasalahan penyakit DM di Masyarakat.

Dengan diberikannya edukasi yang benar kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama termasuk tim penggerak PKK, sehingga mereka bisa meneruskan kepada masyarakat yang ada di Desa Kalasey Dua.

Tokoh masyarakat dan tim penggerak PKK yang banyak bersentuhan dengan masyarakat dapat memberikan edukasi yang benar tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit DM di Masyarakat khususnya di desa Kalasey dua.

Demikian juga tokoh agama dapat meneruskan pesan dan informasi yang benar tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit DM kepada jemaat/umat yang mereka pimpin sehingga terjadi perubahan perilaku makan dan dapat menurunkan angka kejadian penyakit DM di desa kalasey Dua wilayah Puskesmas Tateli Kabupaten Minahasa.

Sementara untuk tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan dalam bentuk edukasi melalui pemberian materi, konseling dan demonstrasi pengembangan resep makanan penderita DM kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama termasuk tim penggerak PKK di Desa Kalasey dua.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ada solusi untuk mengatasi permasalahan penyakit diabetes melitus.

Pemberian edukasi berupa pelatihan bagi tokoh masyarakat dan tokoh agama termasuk tim penggerak PKK diharapkan dapat mencegah terjadinya penyakit DM di desa Kalasey Dua. Kegiatan ini juga dapat merubah penderita DM untuk menjalankan pola makan yang sehat.

Pelatihan ini disertai dengan demonstrasi pembuatan makanan sesuai resep bagi penderita DM. Tahap pelaksanaan kegiatan PkM yaitu melakukan intervensi PkM dalam bentuk memberikan pelatihan pada tokoh agama dan tokoh masyarakat termasuk tim guru-guru dan penggerak PKK sehingga mereka bisa lebih memahami tentang pemberian makanan pada penderita DM yang baik sehingga akan diteruskan kepada masyarakat.

Pemberian pelatihan mengikuti modul dan buku resep yang sudah dibuat berdasarkan hasil kajian dan hasil riset yang telah dilakukan. Teknik pelatihan yaitu pemberian materi dalam bentuk ceramah dan diskusi serta praktik melakukan konseling. Pemberi materi dalam pelatihan ini adalah Tim pengabmas yang berjumlah empat orang dibantu oleh mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado yang berjumlah tiga orang.

Pelatihan ini disertai dengan demonstrasi pembuatan makanan sesuai resep-resep bagi penderita DM. Pelatihan dilakukan selama dua hari di SMP 4 Pineleng Kalasey. Peserta pelatihan berjumlah 25 orang yang terdiri dari tokoh agama dan tokoh Masyarakat, guru-guru, kader Kesehatan desa kalasey Dua termasuk tim penggerak PKK.

Peserta tokoh agama berasal dari perwakilan pimpinan agama yang di lokasi mitra yaitu pimpinan umat Kristen, Katolik, dan Islam.

Kegiatan persiapan, pelaksanaan pelatihan dan evaluasi kegiatan dilaksanakan selama bulan Agustus 2026.Peserta yang mengikuti pelatihan dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang resep makanan untuk penderita DM serta pola makan yang baik bagi penderita DM.

Peserta diberikan juga modul dan buku resep sesuai materi yang akan diberikan. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang sudah diterima kepada masyarakat dan jemaat/umat bagi tokoh agama.

Tokoh agama dan tokoh masyarakat termasuk tim penggerak PKK bisa melakukan edukasi langsung ke masyarakat dalam pertemuan dan berkunjung kerumah keluarga yang menderita penyakit DM.

Untuk tokoh agama mereka dapat memberikan edukasi kepada umat/jemaat pada saat melakukan ceramah/khotbah atau kegiatan keagamaan lainnya.

Pada awal dan akhir kegiatan pelatihan dilakukan evaluasi berupa pretest dan postest untuk mengetahui keberhasilan kegiatan pelatihan dan kesiapan peserta pelatihan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Untuk keberlanjutan program ini, maka selain peserta pelatihan yang diberikan modul dan buku resep, masyarakat atau keluarga yang memiliki anggota keluarga penderita DM di Kecamatan Mandolang. (*/sisco)

 

 

 




Rapat bersama Orangtua Siswa, Kepsek Sampaikan Apresiasi dan Terimakasih

Manado,GN – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Manado menggelar rapat bersama orangtua siswa. Rapat tersebut di bagi menjadi dua sesi, untuk sesi pertama kelas 8 dan sesi kedua kelas 9.

Terpantau media ini, animo orangtua siswa ikut rapat sangat tinggi. mengingat kelas 9 merupakan kelas akhir tahun ajaran 2026-2027.

Rapat di buka dengan doa, dan dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, rapat di pimpin langsung oleh Kepala SMPN 9 Manado Tineke Timpaulu,S.Pd dan didampingi Bidang kesiswaan Steven Jakobus,S.Pd dan Bidang Pembinaan OSIS Jurin Wuwungan,S.Pd.

Kepala SMPN 8 Manado dalam penyampaiannya mengatakan pertemuan ini akan membahas hal – hal penting terkait anak didik, dimana kelas 9 merupakan kelas akhir.

“Kelas 9 adalah kelas akhir di tahun ajaran 2026-2027 ketika mereka belajar di SMP, dan juga kelas persiapan akan menghadapi ujian kelulusan sekolah,” kata Kepsek Tineke, Kamis (23/7/2026).

Dengan antusias orangtua siswa menghadiri rapat perdana tahun ajaran 2026-2027, Kepsek pun memberikan apresiasi dan terimakasih. ” Kami pihak sekolah menyampaikan terimakasih kepada semua orangtua siswa kelas 9 yang sudah menghadiri undangan rapat hari ini. Semua untuk kepentingan anak – anak kita, jadi ada hal penting yang menjadi perhatian kita sebagai orangtua,” kata kepsek Tineke.

“Sehingga kita butuh kerjasama yang baik dengan orangtua agar siswa dapat menyelesaikan sekolah disini dan mendapatkan ijasah ketika mereka mengikuti proses belajar dan dapat di terima disekolah favorit, atau sekolah unggulan,” tandasnya. (sisco)




PT Pelindo Regional 4 Manado Jamin Pelabuhan Bebas Pungli

Manado – Manajemen PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Manado menjamin, tidak ada praktik pungutan liar (pungli) terkait pas masuk ke pelabuhan. Manajemen Pelindo memastikan seluruh prosedur administrasi dan pembayaran mengikuti regulasi dan ketentuan yang telah berlaku.

PT Pelindo Regional 4 Manado (foto:Gemparnews)

Tidak ada pungutan diluar aturan yang sudah berlaku, sehingga masyarakat penumpang maupun pengunjung, membayar sesuai dengan regulasi.

General Manager Pelindo Regional 4 Manado, Nurlayla Arbie menegaskan pengelolaan pas masuk ke pelabuhan dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang tinggi.

“Kami menjamin semua pembayaran dilakukan melalui mekanisme resmi dan tidak ada pungutan di luar ketentuan. Dan jika ada pihak yang menemukan indikasi pungli, kami mengimbau untuk segera melaporkannya melalui saluran pengaduan resmi Pelindo,” tegasnya.

Tarif pas masuk ke pelabuhan Manado menurutnya, telah diatur melalui Peraturan Direksi Nomor PD 5 Tahun 2020 dan tidak mengalami perubahan sejak penetapan pertama kali pada tahun 2020. Tarif pas masuk pengunjung, pengantar atau penjemput, misalnya, dikenakan Rp 5.000 per orang. Untuk kendaraan, tarifnya bervariasi sesuai jenisnya: truk atau bus besar Rp10.000, minibus dan kendaraan lainnya Rp12.500, sepeda motor Rp 4.000, serta gerobak sebesar Rp 3.000 per kendaraan.

Sementara, untuk pas kade untuk truk besar dikenakan tarif sebesar Rp 60.000, sementara untuk truk ¾ atau pick-up dikenakan Rp 40.000. Tarif ini hanya dibayarkan jika kendaraan memasuki dermaga. Setiap kegiatan di dermaga dipantau melalui CCTV untuk memastikan kelancaran operasional.

“Semua besaran tarif pas masuk Pelabuhan Manado dapat dilihat oleh siapa saja yang akan memasuki area pelabuhan karena terpajang dengan jelas di gate dan area publik lainnya di kawasan pelabuhan Manado,” ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa pihak PT Pelindo tidak memungut biaya lebih dari yang telah ditetapkan. Sehingga PT Pelindo Regional 4 Manado berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Selain itu, PT Pelindo dalam rangka menciptakan kenyamanan bagi pengguna jasa, Pelindo telah menerapkan sistem pembayaran non-tunai untuk kendaraan roda 4 ke atas sejak tahun 2025 lalu.

“Kami bertahap mengimplementasikan sistem non-tunai ini untuk memastikan operasional berjalan lancar,” ungkapnya.

PT Pelindo Regional 4 Manado mengimbau kepada pengguna jasa agar tidak memberikan imbalan dalam bentuk apapun kepada oknum yang mengatasnamakan perusahaan.

“Jika ada pelanggaran, pengguna jasa diminta untuk segera melaporkan melalui kanal pengaduan resmi yang telah disediakan,” tandasnya. (sisco)

 




Gratis! Rumah Singgah Sahabat Orang Sakit Manado

Manado,GN- Rumah Singgah Sahabat Orang Sakit (SOS) Manado menerima pasien dan pendamping dari luar kota untuk tinggal selama menjalani pengobatan di Manado.

Fasilitas ini di siapkan secara gratis tanpa di pungut biaya apapun. Tentu ini sangat membantu bagi mereka yang memerlukan rumah persinggahan bagi orang sakit.

Adapun lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Manado. Alamat berada di jalan Raya Manado–Bitung, Suaan – Sukur
Deretan Rumah Makan Pondok Kelapa
Depan LPK Wahana Danau Indah (tidak jauh dari RS Sentra Medika).

Fasilitas rumah singgah diantaranya terdapat 7 Kamar Tidur, 4 Kamar Mandi / Toilet, Ruang Tamu dan Dapur. Untuk lebih detil terkait informasi dapat menghubungi Ibu Meily Kambey di nomor (0895-8038-99000) yayasan Sahabat Orang sakit global ministry. (redaksi)




Pelindo Regional 4 Manado Salurkan Bantuan Hewan Kurban Melalui Program Pelindo Berbagi 1447 H / 2026 M

Manado, GN- Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M, Pelindo Regional 4 Manado kembali melaksanakan kegiatan sosial melalui Program Pelindo Berbagi dengan menyalurkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat dan Buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Manado.

Pada tahun ini, Pelindo Regional 4 Manado menyalurkan bantuan sebanyak 2 (dua) ekor sapi kurban yang diserahkan kepada Masjid Uswatun Hasanah Kota Manado serta Buruh TKBM Pelabuhan Manado sebagai bentuk kepedulian dan komitmen perusahaan dalam mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar serta Buruh TKBM yang berada di lingkungan pelabuhan.

General Manager Nurlayla Arbie hadir secara langsung untuk menyerahkan bantuan hewan kurban sekaligus mengikuti proses pemotongan hewan kurban bersama panitia dan masyarakat penerima manfaat pada Rsbu, 27 Mei 2026.

Melalui kegiatan ini, Pelindo Regional 4 Manado berharap semangat berbagi dan kebersamaan pada momentum Idul Adha dapat terus terjalin serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan Buruh TKBM Pelabuhan Manado. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung nilai-nilai sosial, kemanusiaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar pelabuhan.

Pelindo Regional 4 Manado senantiasa berupaya untuk hadir dan memberikan kontribusi positif melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang berkelanjutan.(*/sisco)




Dirut BSG Revino Pepah Berulang Tahun ke-61

Manado,GN- Rasa sukacita menyelimuti keluarga besar Bank SulutGo (BSG). Dimana tepat hari ini, Jumat 22 Mei 2026 Direktur Utama (Dirut) Revino Pepah berhari ulang tahun ke 61.

Pria kelahiran Manado pada 22 Mei 1965, yang menyandang gelar Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen dari Universitas Sam Ratulangi Manado mengucap syukur kepada Tuhan atas ketabahan usia.

Dirut Revino Pepah mengawali karier di Bank SulutGo sejak tahun 1989. Pernah menduduki beberapa Jabatan seperti Pemimpin Divisi Umum, Pemimpin Divisi Kredit, Staf Direksi Bidang Operasional, Pemimpin Divisi Perencanaan, dan sebagai Group Head Operasional pada tahun 2014 sampai dengan 2016.

Lalu kemudian diangkat sebagai Direktur Umum Bank SulutGo malalui RUPS-LB pada september 2016 dan melalui RUPS-LB pada Maret 2021 diangkat sebagai Direktur Utama. Dan pada tahun berjalan 2026 ini, oleh pemegang saham kembali di percayakan sebagai orang nomor satu di Bank Pemerintah Sulawesi Utara.

Segudang prestasi ini tentu bagi Dirut Revino Pepah menjadi torehan yang membanggakan. Sepak terjang di kancah perbankan menjadikan dirinya semakin rendah hati. Selamat hari ulang tahun Direktur Utama BSG Revino Pepah, karya dan pengabdian menjadikan dunia perbankan khususnya provinsi Sulawesi Utara semakin maju, Tuhan Yesus memberkati.
Penulis : sisco

 




PT Pelindo Regional 4 Manado Fokus Layanan Penumpang dan Dukung Konsep Dermaga Ramah Lingkungan

Manado,GN – PT Pelindo (Persero) Regional 4 Manado mengelola fasilitas kepelabuhanan di Pelabuhan Manado yang melayani kapal penumpang antar pulau dan provinsi (termasuk rute Manado – Sitaro, Sangihe, Talaud, dan Maluku Utara).

PT Pelindo yang berkantor cabang di lokasi jalan Pelabuhan III Nomor 1, Wenang, Manado, Sulawesi Utara menjadi salah satu dermaga atau pelabuhan yang melayani penumpang antar provinsi dan Kabupaten di ujung Utara.

Di bawah General Manager Nurlayla Arbie ,PT Pelindo Regional 4 Manado mengalami perubahan yang sangat signifikan. Dimulai dari penataan area parkir kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua, lalu kemudian penataan terminal penumpang atau laslzimnya di sebut ruangan tunggu hingga penataan tenan yang berada di dalam ruangan terminal di atur sedemikian rapi dan menarik bahkan indah untuk di pandang.

PT Pelindo Regional 4 Manado juga terus meningkatkan infrastruktur layanan penumpang dalam hal ini termasuk sterilisasi area dermaga dari pedagang untuk meningkatkan ketertiban dan kenyamanan penumpang.

Selain itu, PT Pelindo Regional 4 Manado mendukung konsep dermaga ramah lingkungan. Terpantau media ini, di setiap sudut bahkan tempat duduk di area pelabuhan sudah di siapkan tempat sampah sehingga pengunjung maupun penumpang di sadarkan untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Penataan pohon dan tanaman bunga di atur dengan indah berjejeran di sepanjang pembatas pagar depan area pelabuhan. Ini menandakan bahwa PT Pelindo Regional 4 Manado mendukung ramah lingkungan menjadi asri.

Pengunjung maupun penumpang juga dimanjakan dengan tersedianya menu makanan dan minuman di dalam terminal penumpang. Tidak perlu jauh keluar area pelabuhan, semua sudah tersedia. Bahkan layanan informasi sudah disiapkan dan paling menarik, PT Pelindo Regional 4 Manado telah menyiapkan kursi roda bagi pasien sebagai upaya kemanusiaan, apabila mengalami gangguan kesehatan di dalam terminal penumpang.

Untuk lebih jauh, layanan Pelanggan: Informasi jadwal kapal dan layanan pelabuhan dapat diakses melalui layanan resmi Pelindo Regional 4 Manado. (sisco)

 




Komposisi Kepengurusan IKKESINDO Sulut Periode 2026 – 2030 Terbentuk

Manado,GN- Setelah merampungkan penyusunan komposisi kepengurusan, Ikatan Konsultan Kesehatan Indonesia (IKKESINDO) Wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya memastikan kesiapan pelantikan pengurus periode 2026–2030 yang rencananya akan digelar tanggal 23 April 2026.

Sebagai bagian dari finalisasi persiapan, jajaran pengurus menggelar rapat koordinasi secara daring melalui Zoom Meeting pada 22 April 2026. Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek teknis pelantikan, mulai dari susunan acara, kesiapan panitia, hingga koordinasi antar bidang.

Seluruh persiapan terus dimatangkan guna memastikan pelantikan berjalan lancar. Ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengurus baru dalam menjalankan program kerja organisasi, khususnya dalam meningkatkan peran konsultan kesehatan di wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, IKKESINDO diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan berbagai pihak serta berkontribusi dalam pengembangan sektor kesehatan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Berikut ini komposisi kepengurusan IKKESINDO Wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya periode 2026 – 2030

Pelindung :
Jendral TNI (Purn.) HBL Mantiri
Penasehat:
Letjen. TNI (Purn.) Dr.A.Budi Sulistya, Sp.THT-KL(K ), MARS
Mayjen. TNI (Purn.) Wanti Waraney Mamahit
Dr. dr. Maxi R. Rondonuwu, DHSM, MARS
Dewan Pakar
Brigjen. TNI (Purn.) dr. Douglas S. Umboh, MARS
dr. Rima F. Lolong, M.Kes
Kol TNI (Purn.) dr. Hendrik Manueke, M.Kes
AR. Mohammad Ramdhan Pomanto. IAI
Ir. Roddy Tinggogoy, MM
Eduard P. Tumbuan, MBA

Ketua:
dr. Wim Damopolii, Sp.B,Sp.U, MM, M.Kes, FISQua, CHAE, CHt, (USA
IACHt) CI, CMMH, CI Ht, CPCCP
Wakil Ketua I:
Dr. Jehezkiel Panjaitan SH, MARS, MH.Kes
Wakil Ketua II:
Ir. Junaedi M. Sitorus
Sekretaris:
dr. H. Ramli Isa Kukuh, MHA, FISQua, CHAE,CHCEE,CHMEE
Wakil Sekretaris:
Drg. Juliko Suleman, M.Kes, FISQua.
Bendahara:
DR. Drs. Suranto, SE., MM
Wakil Bendahara:
Rohmani, SE

Bidang Pengembangan dan Pembinaan Organisasi
Ketua:
dr. Steaven Dandel, MPH
Anggota:
Dr. Erwin Sondang Siagian, SE
Usman Tantu, S.Sos, M.Kes.

Bidang Pendidikan dan Pelatihan
Ketua:
Ns Suwandi Luneto, S.Kep,M.Kes.
Anggota:
Ns. A. Dewi Batari, S.Kep., M.Kes, FISQua
Ns. Frida Mendur, S.Kep, M.Kep

Bidang Pengembangan dan Pembinaan Profesi
Ketua:
Dr. Wega Sukamto, Sp.BJP
Anggota:
dr. Yuanita Lang

Bidang Advokasi, Hukum & Etika Profesi
Ketua:
dr. Erwin Kristanto Sp.KF, SH
Anggota:
Ronaldo Lumy, SH, MH

Bidang Kemitraan & Pengembangan Usaha
Ketua:
dr. Judiwan Delias Maswar, MARS, FISQua
Anggota:
Ichwan Herinaldi, ST, MM
: dr. Christy Natalia Alouw, M.Kes

Bidang Promosi dan Pemasaran
Ketua:
Dr. Josef Rinta, M.Kes, MH
Anggota:
Ns. Khairun Nisa Nurakhyati, S.Kep., MARS, FISQua, CHAE

Bidang Teknologi dan Komunikasi & Informasi
Ketua:
Vernando Lenta,S.Kep.
Anggota:
Ns Oldi Rembet, S.Kep, MH.

Bidang Humas dan Publikasi
Ketua:
Ruslianto Apeldom Urendeng, SH
Anggota:
Yehezkiel Manoppo, S.IKom

(sisco)




Dinkes Manado Bakal Terima Bantuan Fasilitas Kesehatan

Manado,GN – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr Benjamin Paulus Octavianus,Sp.P,.FISR menegaskan Pemerintah Pusat akan memberikan bantuan fasilitas pemerataan kesehatan.

Kehadiran Wemenkes di RSUP Kandou Manado, Kamis (09/04/2026) dalam agenda sosialisasi pemerataan fasilitas kesehatan.

Wamenkes menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendorong pemerataan fasilitas kesehatan, khususnya di wilayah Sulawesi Utara. Program yang disosialisasikan mencakup distribusi sedikitnya 19 jenis alat kesehatan untuk setiap rumah sakit.

Wamenkes berharap, bantuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkecil kesenjangan layanan medis antar daerah. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara menyeluruh di setiap kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.

“Pemerataan fasilitas dan alat kesehatan menjadi kunci utama agar standar layanan di berbagai daerah bisa setara. Dengan kelengkapan fasilitas, masyarakat tidak perlu lagi dirujuk jauh untuk mendapatkan penanganan yang memadai di daerah,” ujarnya.

Wamenkes mengatakan distribusi alat tidak dilakukan secara seragam tanpa mempertimbangkan kebutuhan riil di lapangan. Setiap rumah sakit diminta aktif mengusulkan kebutuhan alat berdasarkan kondisi dan layanan yang dimiliki.

“Permintaan alat harus datang dari masing-masing rumah sakit. Mereka yang paling tahu apa yang dibutuhkan, alat apa yang belum ada, dan layanan apa yang ingin diperkuat,” sebutnya.

Terkait itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Manado bakal jadi percontohan dalam pemerataan fasilitas kesehatan di Sulawesi Utara. Hal itu, ditegaskan oleh Wamenkes saat mengunjungi sekaligus sosialisasi di RSUP Kandou.

Banyak hal yang di sampaikan oleh Wamenkes, terkait penanganan kesehatan penyakit Tuberkolosis atau TBC. Sesuai data yang ada, Kota Manado peringkat pertama di Sulawesi Utara penderita TB terbanyak. Sehingga Kota Manado akan menjadi percontohan dalam penanganan kasus kesehatan ini.

Kepala Dinas Kesehatan Manado Boby Kereh,SH.M.Si bersama Sekretaris Dinas hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Kadis menyambut baik dan memahami apa yang di sampaikan oleh Wamenkes terkait penanganan kasus kesehatan dan pemerataan fasilitas kesehatan. (sisco)