Perbaikan Pembangunan Jalan Kampung Bira Jadi Skala Prioritas di Tahun 2026

SANGIHE,GN – Kondisi ruas jalan Bira,Kahenesang,Kulur saat ini sudah rusak parah dan sangat berbahaya bagi para pengendara roda dua maupun roda empat, dan sudah ada korban yang jatuh,sehingga pemerintah setempat dan masyarakat meminta ada perhatian dan kepedulian dari Pemerintah Kabupaten.

Kerinduan masyarakat Kampung Bira untuk adanya perbaikan jalan yang rusak parah ,yang merupakan akses utama bagi para pejalan kaki maupun kendaraan roda dua dan roda empat akan segera terwujud.

Hal ini tentu menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk menjawab kerinduan masyarakat.

Kepedulian dan perhatian Pemerintah Kabupaten Sangihe di Kampung dengan icon buah cengkih ini, terbukti dengan adanya kunjungan Bupati Michael Thungari ,SE,MM bersama rombongan ke Kampung Bira belum lama ini, melihat langsung kondisi jalan yang rusak.

Kepedulian Pemerintah tidak hanya melihat dilapangan tetapi juga Bupati memperjuangkan sampai Pemerintah pusat yaitu diusulkan di program inpres jalan desa.

Hal ini pun di sampaikan kepala dinas PUPR daerah Kabupaten Sangihe Sherman Abast ketika di temui media ini kamis (11/6/2026) di ruang kerjanya.

” Jadi ini sudah diusulkan ke Pemerintah Pusat lewat program inpres jalan desa, jadi tahun ini Pak Bupati sangat konsen di situ, kami dengan segala macam upaya jalan poros,Bira,Kahenesang, Kulur ini dapat terealisasi di tahun 2026 ini,saat ini kami dalam melengkapi dokumen, ketika semuanya sudah lengkap ,pasti akan dilaksanakan,” jelasnya.

Lanjut Kadis PUPR Sangihe ini, bahwa harapan Pemerintah Daerah agar ketika program ini sudah mulai dikerjakan meminta dukungan dari seluruh masyarakat yang berkaitan dengan poros jalan tersebut.

” Harapan Pemerintah agar seluruh masyarakat dapat mendukung program ini termasuk yang berkaitan dengan poros Jalan ini, yaitu pembebasan lahan agar masyarakat dapat mendukung dan bekerja sama,” tutup Abast.

Sementara Itu Kapitalaung Kampung Bira Janlyd Vidy Launa menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah daerah yang telah memperjuangkan perbaikan jalan Kampung Bira.

“Atas Pemerintah Kampung Bira dan seluruh masyarakat menyampaikan terimakasih kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati bersama jajaran yang boleh melihat langsung kondisi jalan kampung Bira dan juga boleh memperjuangkan perbaikan jalan ini sampai ke pemerintah pusat,harapan kami agar proses perbaikan jalan ini boleh terealisasi ditahun ini,” harap Launa.(RB).




Pemkab Sangihe Gelar Rapat, Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Pasca Gempa

SANGIHE,GN – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar rapat forum koordinasi pimpinan daerah,(Forkopimda), menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan menyusul gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kepulauan Sangihe pada Senin (8/6/2026).

Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah yang dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, di Aula Rumah Jabatan Bupati, Selasa (9/6/2026).

Dalam Rapat koordinasi pimpinan daerah dihadiri unsur Forkopimda, TNI, Polri, BPBD, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah itu secara khusus membahas langkah-langkah penanganan pascabencana, terutama bagi masyarakat terdampak di wilayah pulau-pulau terluar Kecamatan Marore.

Bupati mengatakan penetapan status tanggap darurat menjadi langkah strategis agar pemerintah dapat bergerak lebih cepat dalam penanganan dampak bencana dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.

“Melalui penetapan status tanggap darurat ini, seluruh sumber daya pemerintah daerah dapat dimaksimalkan untuk membantu masyarakat yang terdampak. Keselamatan warga menjadi prioritas utama dan seluruh perangkat daerah harus bergerak cepat sesuai tugas dan fungsinya masing-masing,” kata Bupati.

Thungari menambahkan bahwa,pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan pemerintah pusat untuk mempercepat penyaluran bantuan serta pemulihan kondisi masyarakat di wilayah terdampak.

“Kami tidak akan membiarkan masyarakat menghadapi situasi ini sendiri. Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, mulai dari logistik, layanan kesehatan, hingga dukungan pemulihan pascabencana,” katanya.

Selain menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, rapat juga membahas pendataan kerusakan rumah warga, fasilitas umum, sarana ibadah, serta kebutuhan mendesak yang diperlukan masyarakat di Pulau Kawio, Matutuang, dan wilayah lainnya di Kecamatan Marore.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk mempercepat asesmen lapangan guna memperoleh data yang akurat sebagai dasar penyaluran bantuan dan pelaksanaan program rehabilitasi serta rekonstruksi.

Sampai saat ini, tim gabungan masih melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta mengikuti arahan dari pemerintah dan petugas di lapangan,” kunci Bupati Thungari. (RB)




DPPKBD Sangihe Gelar Penyuluhan Peningkatan Kapasitas Tenaga Lini Lapangan

SANGIHE,GN – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DPPKBD), menggelar penyuluhan peningkatan kapasitas pencegahan stunting untuk lini Lapangan tahun 2026 di Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara (Tabseltra).

Kegiatan Langsung dibuka oleh Camat Tabukan Selatan Tenggara Alfried J.P Makagansa,S.Sos
Dalam sambutannya Camat menyampaikan bahwa, pentingnya peranan tenaga Lini Lapangan, sebagai ujung tombak dari Pemerintah.

” Tugas berat ini membutuhkan bekal yang kuat bagi Bapak/Ibu sekalian oleh karena itu kegiatan peningkatan kapasitas lini Lapangan Untuk Pencegahan stunting tahun 2026, yang dilaksanakan hari ini agar para kader,dapat melaksanakan sebaik mungkin dengan mempertajam data, pengisian dalam aplikasi dilakukan dengan akurat, mari kita perkuat pendampingan, tingkatkan kualitas edukasi kepada masyarakat, fokuslah pada perubahan perilaku pola asuh,pemberian ASI yang eklusif makanan yang kaya Protein,”Kata Makagansa

Kepala Dinas DPPKBD Sangihe dr.Yopi Thungari,M.Kes melalui Kepala Bidang Penyuluhan dan Penggerakan Imelda Lawendatu,SSTP ketika membawakan materi menyampaiakan bahwa garda terdepan dalam penanganan stunting adalah tenaga lini Lapangan.Untuk TPK mereka pendamping keluarga, setiap keluarga yang berisiko stunting harus dalam pendampingan.

Lawendatu menambahkan bahwa,yang menjadi tenaga lini lapanganan adalah tim pendamping keluarga (TPK), yang didalamnya ada PKK,nakes, Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD).

Lanjutnya juga bahwa dari dinas DPPKBD ada program kelompok kegiatan yaitu, bina keluarga balita, bina keluarga lansia,dan untuk bina keluarga balita dan remaja mengumpulkan orang tua yang punya anak balita dan remaja.

Pun disampaikan Lawendatu bahwa,persoalan -persoalan di masyarakat bukan hanya tanggung jawab satu dua orang saja, atau bukan hanya tanggungjawab Pemerintah tetapi menjadi tanggungjawab bersama, bisa melibatkan tokoh agama,tokoh masyarakat yang masuk sebagai mitra, tokoh pendidikan, tokoh pemuda,tokoh petani .

” Kita sama-sama komitmen, sama-sama membangun bahwa persoalan yang ada dimasyarakat bukan hanya persoalan satu dua orang,keluarga ketika mengalami persoalan atau masalah itu menjadi urusan semua, karena itu saat ini hadir tenaga lini Lapangan, ketika ada persoalan ada pendampingan TPK.

Lebih jauh Imelda menjelaskan bahwa,program keluarga berencana bukan untuk membatasi jumlah anak, tetapi lebih menjaga jarak kelahiran.

” Program keluarga berencana bukan untuk membatasi jumlah anak,tetapi lebih menjaga jarak kelahiran,itu point paling penting, tidak dibatasi jumlah anak berapa, selama keluarga masih mampu dipersilahkan yang penting mampu mendampingi, menghidupi dan menyekolahkan anak,” ucapnya.

Lawendatu juga memberikan apresiasi pada Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara yang sampai saat ini tidak ada penderita stunting atau zero kasus.

” Luar biasa ini di Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara sampai saat ini masih mempertahankan zero kasus penderita stunting dan ini adalah hasil kerja sama dan kerja keras dari semua pihak,dan kiranya ini terus dipertahankan,”tutup mantan Camat Tahuna Timur ini.

Turut hadir Kapitalaung Se Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara,
Tim pendamping keluarga
Tokoh agama,tokoh masyarakat dan undangan.(RB).




Kepala SMAN 1 Tabukan Utara Bantah Tahan Ijazah Siswa

Sulut,GN- Postingan disalah satu group Potensi Pembangunan Sangihe yang beredar luas di media sosial terkait SMAN 1 Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe menahan ijazah salah satu siswa yang tidak membayar komite, di bantah oleh Kepala Sekolah (Kepsek) Juinar,S.Pd.

SMAN 1 Tabukan Utara (foto: ist)

Ketika dihubungi awak media Gemparnews.com melalui Telephone selularnya, Kepsek Juinar menjelaskan semua siswa yang dinyatakan lulus punya hak untuk mendapatkan ijazahnya. Pihak sekolah tidak menahan satu pun ijazah tersebut. Justru, kata Juinar ada siswa yang belum membayar uang partisipasi ijazahnya pun diberikan.

“Bukan uang komite tapi partisipasi. Kami tidak menahan ijazah siswa. Justru ada siswa yang belum memberikan partisipasi, pihak sekolah memberikan ijazahnya ketika siswa maupun orangtua datang,” ujar Juinar, Kamis (4/6/2026).

Sampai hari ini, Juinar mengatakan pihak sekolah tetap menunggu siswa datang mengambil ijazahnya di sekolah. Dalam pengambilan ijazah ini, Juinar menjelaskan tidak ada kompensasi apapun dari sekolah.

“Sekali lagi kami katakan, tidak pernah sekolah menahan ijazah siswa. Dan tidak ada kompensasi apapun dalam pengambilan ijazah tersebut,” tegas Juinar.

Terkait dengan sekolah minta bawa sapu dan Pel, Juinar menegaskan kemungkinan itu ada siswa yang nilainya kurang atau atau mungkin ada perbaikan nilai, sehingga itu juga jadi permintaan dari siswa sendiri. “Jadi itu mungkin permintaan siswa sendiri,” kata Juinar.

Sementara terkait pengumpulan dana 50 ribu untuk sewa tenda dan dekorasi saat ibadah syukur kelulusan siswa, Juinar menerangkan bahwa itu kesepakatan semua orangtua saat rapat. “Jadi saat ibadah syukur, sewa tenda dan dekorasi itu ada. Dan itu kesepakatan bersama,” terang Juinar.

Dia berharap, bagi siswa yang mengambil ijazah, pihak sekolah terbuka dan tidak ada kompensasi apapun dalam pengambilan ijazah tersebut. ” Silahkan bapak,Ibu dan Siswa yang mau mengambil ijazahnya, datang di sekolah. Sekali lagi pihak sekolah tidak menahan ijazah siswa,” tutupnya. (sisco)




Johanis Pilat Resmi Dilantik Bupati Thungari Sebagai Pj Sekda Sangihe

SANGIHE,GN – Bertempat di Ruang Serbaguna Rumah Jabatan Bupati, Selasa (2/6/2026), Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe,secara resmi melantik Johanis Pilat sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Pilat ditunjuk untuk menggantikan Melanchton Harry Wolff yang telah memasuki masa pensiun terhitung mulai tanggal 1 Juni 2026.

Salah satu tugas utama dan mendesak yang akan diemban oleh Johanis Pilat dalam waktu dekat adalah mempersiapkan serta mengawal seluruh proses administrasi menuju pendefinitifan jabatan Sekda Sangihe. Sesuai regulasi dan aturan yang berlaku, masa jabatan Pj Sekda berjalan selama tiga bulan serta dapat diperpanjang hingga pelantikan Sekda definitif terlaksana.

Bupati Michael Thungari,SE,MM pada sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam serta ucapan terima kasih atas dedikasi tinggi Harry Wolff yang telah mengabdikan dirinya sekian lama untuk kemajuan daerah. Bupati juga memberikan ucapan selamat bertugas kepada Johanis Pilat atas amanah baru yang diembannya.
Bupati menegaskan bahwa pengisian jabatan struktural Sekda bukan sekadar seremonial pergantian posisi strategis semata, melainkan instrumen krusial dalam menjaga stabilitas internal roda pemerintahan daerah.

“Kita punya komitmen bersama untuk menjaga stabilitas pemerintahan dan memperkuat birokrasi yang profesional, melayani, dan berintegritas. Pelantikan ini bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan bagian penting dalam menjaga kontinuitas penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ungkap Thungari.

Lanjut Bupati Michael Thungari bahwa Sekretaris Daerah memegang peran yang sangat vital sebagai koordinator birokrasi sekaligus motor penggerak utama manajemen pemerintahan di daerah.

“Posisi Sekda merupakan puncak karier tertinggi bagi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), maka figur yang terpilih sudah pasti merupakan ASN yang memiliki kompetensi unggul, integritas moral yang kuat, serta rasa tanggung jawab yang besar dalam melayani masyarakat Tampungang Lawo,” tutup Bupati Thungari.(RB)




Demi Kedisiplinan ASN,Selain Absen Digital Bupati Tegaskan untuk Buat Absen Khusus Terkait Kehadiran Mengikuti Upacara Dan Apel Bersama

SANGIHE, GN – Pada Momentum Upacara peringatan hari lahir pancasila dan apel kerja bersama di lingkup Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Sangihe senin (1/6/2026).Pada kesempatan itu Bupati menegaskan terkait kehadiran Para ASN Pada setiap mengikuti upacara dan apel kerja bersama agar selain absen digital, Bupati meminta agar dibuatkan absen khusus terkait kehadiran Para ASN mengikuti upacara dan apel kerja bersama.

Hal ini merupakan suatu kedisiplinan kehadiran bagi para ASN untuk mengikuti upacara dan apel kerja bersama.

” Saya juga ingin berpesan kedepan atau mulai hari ini, dalam setiap Upacara ataupun apel Saya minta dibuatkan absen khusus, tidak hanya absen digital untuk setiap yang mengikuti upacara dan mohon dimonitor oleh setiap pimpinan OPD masing-masing dan juga BKPSDM,” tegas orang nomor satu di Bumi Tampungang Lawo ini.(RB).




Bupati Irup Peringatan Hari Lahir Pancasila,Bacakan Sambutan Kepala BPIP RI

SANGIHE,GN – Tanggal 1 Juni adalah hari peringatan Lahir pancasila yang diperingati dengan dilaksanakan upacara bendera di seluruh wilayah Indonesia.Seperti di Kabupaten Kepulauan Sangihe Senin, (1/6/2026) upacara peringatan hari lahir Pancasila Pemkab Sangihe melaksanakan upacara bendera, dan bertindak selaku inspektur upacara (Irup) adalah Bupati Michael Thungari,SE,MM yang dihadiri para asisten setda,Pimpinan OPD dan pegawai di lingkup Pemerintahan Kabupaten Sangihe.

Bupati Michael Thungari,SE,MM pada kesempatan itu membacakan sambutan kepala Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP)RI menyampaikan bahwa, pada peringatan hari lahir pancasila bukan sekedar seremoni tahunan, Melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai pancasila tetap hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tema tahun ini adalah pancasila pemersatu bangsa,fondasi perdamaian dunia, menegaskan bahwa pancasila tidak hanya menjaga persatuan dan keutuhan bangsa, tetapi juga menjadi landasan terciptanya perdamaian dan keadilan.

Lanjut Bupati membacakan sambutan BPIP RI bahwa,ditengah ketidakpastian global dan perkembangan teknologi yang cepat pancasila tetap menjadi bintang penuntut dan jangkar moral bangsa.

“Melalui semangat musyawarah, toleransi, kemanusiaan sesuai dengan amanat undang-undang Dasar 1945, mari kita membangun Indonesia yang religius, bersatu dan berkemanusiaan dengan pancasila sebagai pedoman dan napas pengabdian kita bagi bangsa dan negara,” tutup Bupati Thungari membacakan sambutan Kepala BPIP RI.

( RB )




Wakil Bupati Sangihe Lepas Peserta Takbiran Keliling di Kelurahan Tidore

SANGIHE,GN – Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe melepas peserta takbiran keliling di Kelurahan Tidore dalam rangka Menyambut Hari Besar keagamaan, yakni Perayaan Idul Adha 1447 H tahun 2026, Panitia Hari Besar Islam melaksanakan kegiatan Takbiran Keliling, yang dipusatkan di Kelurahan Tidore, Kecamatan Tahuna Timur , Selasa(26/5/2026).

Dalam sambutannya wakil Bupati menyampaikan bahwa, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memberikan apresiasi kepada seluruh panitia Hari Besar Islam yang sudah menyelenggarakan kegiatan Takbiran Keliling ini.

” Hari raya Idul Adha mengajarkan kita tentang nilai ketaatan. Takbiran malam ini bukan hanya sekedar tradisi tahunan melainkan bukti syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat peserta Takbiran Keliling agar dapat melaksanakan kegiatan ini dengan tertib dan penuh tanggung jawab,”ucapnya. (RB)

 




Serahkan Hewan Kurban Bantuan Presiden RI, Bupati Thungari Apresiasi dan ucapkan Terima kasih

SANGIHE,GN – Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari,SE,MM menyerahkan hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia di Masjid AT-Taqwa Kendahe II, Kecamatan Kendahe, Senin (25/5/2026).

Penyerahan Hewan kurban ini, dalam rangka menyambut hari raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh tempo pada tanggal 27 mei 2026.

Selain menyerahkan bantuan Presiden RI berupa satu ekor sapi kurban, Bupati juga menyerahkan bantuan hewan kurban secara simbolis dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe kepada dua masjid lainnya di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Sangihe Ronny Pasiale, dalam laporannya menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Kabupaten Kepulauan Sangihe menerima bantuan hewan kurban dari Presiden RI untuk Masjid AT-Taqwa Kendahe II.

“Selain bantuan Presiden berupa satu ekor sapi kurban untuk Masjid AT-Taqwa Kendahe II, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga menyerahkan bantuan dua hewan kurban bagi dua masjid lainnya sesuai kemampuan daerah,” ujar Pasiale.

“Dua masjid penerima bantuan hewan kurban dari Pemkab Sangihe tersebut yakni Masjid Al-Fajar Daripa Marange Timbelang di Kecamatan Tabukan Tengah dan Masjid Al-Iman Gihang Bahu,” tambah Kabag.

Sementara itu, Bupati Michael Thungari dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, atas perhatian dan kepedulian kepada masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui bantuan hewan kurban.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Kepulauan Sangihe, kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Bapak Prabowo Subianto atas bantuan kemasyarakatan berupa hewan kurban bagi masyarakat di daerah perbatasan,” kata Thungari.

Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya bantuan serupa diserahkan di Masjid Al-Jihad Kampung Petta, Kecamatan Tabukan Utara, sedangkan tahun ini disalurkan kepada Masjid AT-Taqwa Kendahe II.

Lanjut Bupati , pemilihan Masjid AT-Taqwa Kendahe II sebagai penerima bantuan Presiden didasarkan pada kriteria masjid dengan jumlah jamaah yang besar serta memiliki peran penting di tengah masyarakat.

“Perhatian ini memiliki arti penting bagi masyarakat perbatasan utara NKRI karena menunjukkan bahwa negara hadir dan terus memperhatikan seluruh masyarakat tanpa membedakan wilayah,” ujarnya.

Ditegaskan Bupati bahwa bantuan hewan kurban bukan sekadar bentuk penyaluran bantuan sosial, tetapi menjadi simbol kepedulian, solidaritas, dan penguatan tali persaudaraan antarwarga.

“Momentum Idul Adha harus menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memastikan sukacita hari raya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, khususnya saudara-saudara kita yang membutuhkan,” lanjutnya.

Ia berharap proses penyaluran hewan kurban dapat dilakukan secara baik, transparan, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat penerima.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan panitia dan pengurus masjid agar menjaga amanah penyaluran hewan kurban dengan penuh tanggung jawab.

Mengakhiri sambutannya, Bupati menegaskan bahwa semangat pembangunan daerah melalui program Sapta Membara tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan kehidupan sosial yang harmonis.

“Pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur semata, tetapi juga tumbuhnya rasa kepedulian, solidaritas, dan kehidupan sosial yang damai. Mari kita terus menjaga kebersamaan dalam membangun Kepulauan Sangihe yang maju, sejahtera, dan bermartabat,” tutupnya. (RB)




Sekda Harry Wolf Buka Lomba Boat Race Champoinship

SANGIHE,GN – Sekda Harry Wolf membuka Boat Race Championship Sabtu (23/05/2026), di Teluk Peta, Kampung Peta, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Event balap perahu yang menyedot perhatian masyarakat ini dijadwalkan berlangsung hingga 11 Juli 2026 mendatang.

Turut hadir anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Vioneta Kiera, Plt Ketua DPRD Kabupaten Sitaro Alfred Ronald Takarendenang, S.E., Ak., serta anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe Arsat Lawendatu dan Muslim Sasikome, S.Pd.I.

Ketua Dekopimda Kabupaten Kepulauan Sangihe, Abdul Aziz Maaling, S.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini memiliki tujuan lebih besar daripada sekadar perlombaan balap perahu.
Menurutnya, Teluk Peta Boat Race Championship menjadi wadah untuk menyalurkan minat dan bakat generasi muda di bidang olahraga air, sekaligus mendorong pengembangan potensi wisata bahari di wilayah Kepulauan Sangihe.

“Ini bukan sebatas ajang lomba, tapi lebih dari itu, Dekopimda terpanggil untuk mengembangkan minat generasi muda di daerah Sangihe sekaligus mengembangkan potensi mereka, serta menjadi bagian dari wisata bahari yang terus dikembangkan di masa-masa mendatang,” ujar Abdul Aziz Maaling.
Ajang adu ketangkasan dan sportivitas tersebut mempertandingkan empat kelas utama dengan total peserta mencapai 58 orang. Rinciannya yakni Kelas Pakura Bangkarera atau kelas bebas sebanyak 12 peserta, Kelas Pambut 18 PK kategori lomba sebanyak 16 peserta, Kelas Pambut 18 PK kategori nelayan sebanyak 14 peserta, serta Kelas Pambut 8 PK kategori nelayan sebanyak 16 peserta.
Para peserta akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp53 juta berupa uang pembinaan, trofi, dan medali.

Sekda Kabupaten Kepulauan Sangihe Harry Wolff membacakan sambutan Bupati berharap event tersebut dapat menjadi titik awal berkembangnya destinasi wisata baru di Teluk Peta, sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara dari Dekopimda serta para sponsor yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Atas nama pemerintah daerah, Bapak Bupati, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Keberhasilan acara yang sebelumnya sempat dilaksanakan sebagai penunjang Festival Sangihe ini menjadi pemikiran awal teman-teman Dekopimda untuk menyelenggarakan kegiatan hari ini. Semoga ini menjadi titik awal perkembangan Teluk Peta sebagai salah satu destinasi wisata dan pusat pergerakan ekonomi dan H
harapan Pemerintah daerah dengan kegiatan Boat Race Championship mampu meningkatkan motivasi para nelayan di wilayah kepulauan perbatasan, sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat secara inklusif,” tutup Sekda membacakan sambutan Bupati
(RB)