Pemkab Sangihe Gelar Rapat Persiapan, Tuan Rumah Pelaksanaan MTQ 2020

SANGIHE,GN-Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi tuan rumah pada pelaksanaan MTQ se-Sulut tahun 2020.Sehingga demi persiapan dan pemantapan ,maka pemerintah kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar rapat persiapan,yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati selasa,(8/10/19).

Pemkab Sangihe Menggelar Rapat Persiapan

Kepala Kantor Kementrian Agama kabupaten Sangihe Rikson Hasanati saat menyampaikan pengantar berharap, agar Kabupaten Sangihe menjadi tuan rumah yang terbaik dan pelaksanaan MTQ sukses,”harapnya.

Sementara Sekretaris daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Edwin Roring mengatakan,berdasarkan petunjuk Bupati agar MTQ di Kabupaten Kepulauan Sangihe harus sukses.

“Kabupaten Sangihe menjadi tuan rumah yang terbaik.menjadi tuan rumah butuh perjuangan dan kerja keras,dan patut di apresiasi kabupaten Sangihe, menjadi tuan rumah pada pelaksanaan MTQ tahun 2020,”ujar Roring.

“Kita sebagai panitia ada 3 K yang Harus kita lakukan yaitu, kordinasi.ada komonikasi,dan kooperarif. Kiranya ini menjadi MTQ terbaik di tahun 2020”.

Hadir pada rapat tersebut Para Kabag,Asisten,sejumlah Camat,Ketua FKUB bersama anggota,dan ketua LTPQ.
(ROBIN).




3000 bibit Mangrov Ditanam,Untuk penghijauan Dan Selamatkan Bumi

SANGIHE,GN-Sebanyak 3.000 bibit mangrov (Rhizophora) ditanam di kompleks Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tahuna Kecamatan Tahuna Timur. Hal ini dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Penanaman bibit mangrov yang diselenggaran Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tahuna ini, melibatkan Instansi Vertikal seperti Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tahuna, Stasiun Karanti na Ikan Pengendalian Mutu (SKIPM) Tahuna, Pengawasan Sumber Daya Kelautan (PSDKP) Tahuna, Satpol PP, Siswa/siswi SMA serta unsur TNI/Polri.

Komandan Lanal (Danlanal) Tahuna Kolonel Laut (P) Donny Aribowo mengatakan, kegiatan penanaman mangrov ini merupakan perintah langsung dari Panglima TNI, dalam rangkaian kegiatan HUT ke-74 TNI.

“Tujuan dari kegiatan ini utamanya adalah menyelamatkan anak cucu kita,” ujar Aribowo.

Menurut Danlanal, sebenarnya mangrov ini memiliki banyak manfaat. Bila mangrov akan besar maka bisa dijadikan tempat wisata.

“Karena manfaat manggrov itu tidak hanya menahan abrasi, tetapi bisa sebagai Destinasi Pariwisata,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk penanaman hari ini sebanyak 500 bibit saja. Sisanya nanti akan dilanjutkan.

“Hari ini ditanam sekitar 500 bibit manggrov, selanjutnya akan diteruskan oleh TNI dalam hal ini Lanal Tahuna dan masyarakat sampai 3.000 bibit. Karena semuanya di seluruh Indonesia sebanyak 300.074 bibit,” jelas Aribowo.

Sementara itu Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana ME menyatakan, kegiatan penanaman manggrov ini merupakan gerakan yang memberikan pemahaman betapa pentingnya penghijauan, betapa pentingnya penanaman pohon dan dimulai dari pantai sampai ke gunung.

“Ini adalah sebuah komitmen kita dalam kerangka HUT TNI seperti tema menyelamatkan bumi, tentu sebagai pemerintah daerah kami sangat berterima kasih atas partisipasi aktif dari TNI dan Polri, untuk sama-sama kita yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe, untuk mengambil bagian gerakan penanaman pohon khususnya bakau di wilayah ini,” kata Gaghana.

Bupati berharap, penanamam mangrov ini akan terus dilakukan oleh masyarakat.

“Mudah diikuti oleh komponen yang lain, untuk mampu melihat betapa pentingan penghijauan. Ini adalah menjadi sebuah kepentingan kita semua yang ada di Kabupaten Sangihe,” tandasnya.(ROBIN).




Pemkab Sangihe Lobi Kemenhub Terkait Penerbangan Ke Bandara Naha

SANGIHE,GN-Pemerintah Kabupaten Sangihe akan melobi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI agar membuka kembali jalur penerbangan Wings Air dari Bandara Samratulangi Manado menuju Naha, Tahuna. Setelah sejak tanggal 3 Oktober 2019 ditutup oleh manajemen perusahaan tersebut.Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong SE kepada wartawan.

Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Helmud Hontong (Foto: gemparnews)

Wakil Bupati menyatakan, dampak dari penutupan jalur penerbangan otomatis akan berpengaruh pada aktivitas investor yang berkunjung ke kepulauan itu. “Ada investor yang belum terbiasa dengan naik kapal laut. Kalau pakai kapal laut waktunya cukup lama sehingga mobilisasi bisnis bisa terhambat,” ujarnya.
Maskapai Wings Air merupakan satu-satunya pesawat komersial yang melayani penumpang dari Manado menuju Naha. Perusahaan yang berada di bawah naungan Lion Grup itu menutup jalur penerbangan dikarenakan mahalnya harga avtur yang dijual berbeda harga penjualan di Bandara Soekarno-Hatta.
Seperti dikatakan Konsolidator Lion Group Nusa Utara Ferdy Panca Sinedu, ada pertimbangan yang telah dikaji matang hasil perbincangan dengan Direktur utama Lion Group, Rudi Lumenkewas.
Menurutnya, perlu ada dukungan pemerintah daerah memperjuangkan satu harga avtur untuk satu Indonesia. Agar tidak ada perbedaan yang mencolok antara Indonesia Bagian Timur dan Indonesia Bagian Barat.
lanjut dikatakannya, harga avtur yang ada di Bandara Soekarno Hatta Rp7.970 perliter. Sedangkan di Bandara Samratulangi Manado Rp10.050 perliter. Terjadi selisih yang cukup besar sekitar Rp3 ribu.
“Kalau tidak ada penerbangan akan terjadi kemunduran bagi Kabupaten Sangihe. Maka Kami akan terus berupaya ke Kementerian Perhubungan supaya agar pesawat Wings melakukan penerbangan Manado-Naha seperti biasanya,” papar Wabup Sangihe, Helmud Hontong kepada media.(ROBIN).




Bupati Dan Wakil Bupati Hadiri Syukur HUT YPK GMIST Ke-164 Tahun

SANGIHE,GN—Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana,SE,ME dan Wakil Bupati Helmud Hontong,SE menghadiri
ibadah syukur HUT Yayasan Pendidikan Kristen GMIST ke-164 tahun, bertempat di jemaat GMIST Imanuel Tahuna Sabtu (5/10/19) pekan lalu.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, bahwa pembangunan pada bidang pendidikan mempunyai korelasi dengam upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi UUD 1945 pada pasal 31 ayat 1 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.

“Karena itu eksistensi dan kehadiran YPK GMIST sebagai salah satu unit missioner, bukanlah suatu kebetulan namun merupakan bagian internal dari pelayanan dan kesaksian kepada masyarakat luas dgn menampilkan ciri khas dan identitasnya,” kata Gaghana.

Penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan YPK kata bupati, tidak hanya dilihat sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa saja tetapi harus dilakukan dalam kerangka tugas dan tanggung jawab kristiani. “yang akhirnya kembali lagi pada upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” kunci Gaghana.

Di akhir acara dilakukan penyerahan hadiah dari berbagai lomba yang telah digelar oleh panitia pelaksana.Pada kesempatan itu, turut dihadiri Ketua Umum BPM Sinode GMIST Pdt Patras Madonsa STeol bersama jajarannya, para pengurus YPK GMIST se-Sinode GMIST, serta undangan lainnya. (ROBIN)




Satgas TMMD Kodim 1301/Sangihe, Ibadah di Gereja GMIST Sinumarang

SANGIHE,GN-Walaupun di hadapkan dengan kesibukan bekerja,para anggota Satgas TMMD ke 106 Kodim 1301/Sangihe, tidak lupa untuk melaksanakan Ibadah minggu pagi, di Gereja GMIST Sinumarang Kelurahan Santiago Kecamatan Tahuna Barat,Minggu (06/10/19).

Para anggota Satgas menyempatkan diri melaksanakan ibadah minggu pagi,terlihat di dalam Gereja GMIST Sinumarang Danki Satgas Kapten Chb Celcius T Wangka, Danton Satgas Lettu Inf Saluareng bersama anggota Satgas dan masyarakat melaksanakan ibadah kebaktian minggu dengan penuh hikmat.

Menurut Danki Satgas kegiatan ibadah merupakan kewajiban dan selalu ditekankan kepada seluruh anggota,baik yang beragama Muslim maupun Nasrani,hal ini selalu ditekankan setiap hari pada saat apel,ibadah bertujuan agar selama berada di Kelurahan Pananekeng yang menjadi lokasi TMMD ini seluruh prajurit di berikan Kekuatan,kesehatan dan keselamatan dan bisa memberikan pengabdian yang terbaik serta menyelesaikan tugas TMMD ini dengan maksimal.

Kapten Chb Celcius T Wangka selaku Danki Sathas mengatakan bahwa,Hari minggu adalah waktu untuk mengucap Syukur kepada Tuhan dengan apa yang telah diberikan kepada kami selaku umat Kristiani,kami mengucapkan terima kasih atas berkat dan memohon diberikan kekuatan,kesehatan dan keselamatan dalam melaksanakan tugas,”tutup Wangka. (ROBIN).




Dandim Ajak Masyarakat Dan TNI Untuk Semangat Gotong Royong

SANGIHE,GN-Dandim 1301/ Sangihe Letkol Inf Saiful Parenrengi,M.PSi mengajak TNI dan Masyarakat untuk bersemangat dalam bergotong royong.Pada kegiatanTMMD, merupakan salah satu wujud peran TNI dalam operasi militer ,selain perang dan merupakan program terpadu antara TNI,Pemerintah setempat serta komponen lainya,yang menitik beratkan pembangunan di daerah terpencil maupun daerah perbatasan,program TMMD ke 106 Kodim 1301/Sangihe kali ini dilaksanakan di Kelurahan Pananekeng Kecamatan Tahuna Barat Kabupaten Kepulauan Sangihe.Kamis (03/10/19).

Tujuan diselenggarakan TMMD ini, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memantapkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa,bernegara dan bela negara serta mewujudkan kemanunggalan TNI Rakyat,pada TMMD kali ini Kodim 1301/Sangihe membangun jalan sepanjang 2250 m dan lebar 8 m serta membangun rumah tiga pilar, dalam kesempatan ini Kodim mengajak masyarakat untuk bersama dengan TNI bergotong royong membangun Desanya untuk membuat jalan sehingga akses masyarakat untuk membawa hasil kebun dapat lebih mudah.

Warga Pananekeng sangat menyambut baik dan memberi apresiasi, program TMMD yang di selenggarakan Kodim 1301/Sangihe dibuktikan dengan partisipasi dan keikut sertaan mereka bersama dengan anggota Satgas bergotong royong membangun jalan yang ada di desa mereka.

“Diharapkan dengan kesadaran masyarakat untuk bersama sama bekerjaakan terjalin hubungan kekeluargaan yang erat serta dalam pencapaian target dapat selesai dengan waktu yang telah ditentukan” tukas Dandim selaku Dansatgas TMMD ke106 Kodim 1301/Sangihe.(ROBIN)




Bupati Ajak Warga Sangihe Di Filipina Untuk Nyatakan Sikap Kewarganegaraan

SANGIHE,GN – Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME, mengajak masyarakat Sangihe yang berada di Mindanao Filipina Selatan, untuk menyatakan sikap dalam memilih kewarganegaraan.

Hal ini dikarenakan masih banyak masyarakat Sangihe yang berada di Filipina, dan masih belum jelas kewarganegaraannya apakah Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Filipina (WNF).

Dari 10 ribuan WNI yang ada di Mindanau Filipina 2.600 jiwa telah menjadi WNF dan 2.763 jiwa tetap menjadi WNI dengan tanda bukti KTP.

Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana mengajak seluruh warga Indonesia notebene beketurunan Sangihe, untuk dapat menyatakan sikap dalam memilih kewarganegaraan. Dan hal tersebut sudah diakomodir oleh pihak Konjen RI di Davao.

“Sangat sulit pemerintah untuk melegalkan warga keturunan jika masuk ke sangihe untuk melakukan berbagai aktifits. Sebab status kewarganegaraannya belum jelas. Ada berbagai program yang dilakukan pihak Konjen dan harus di taati sehingga semua harapan yang diutarakan dapat kami tindaklanjuti,” ajak Gaghana.

Bupati menjelaskan, di Konjen RI sekarang ini sudah ada petugas Imigrasi dan Kementrian Catatan Sipil, untuk melakukan pendataan dan sistem kerja jemput bola terus dilakukan, agar apa yang menjadi permasalahan kewarganegaraan akan segera tuntas.

“Segera tentukan status warga negara, jika memang WNI pasti akan lebih mudah untuk melakukan aktifitas di Indonesia, kalau abu-abu pasti akan bermasalah nantinya. Kami hadir ke Gensan juga untuk menjalin berbagai kerjasama di berbagai bidang ke Gensan ini,” tutur Gaghana.

Sementara itu Pendeta Ailin Arban yang berdarah Sangihe menuturkan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kedatangan Pemkab Sangihe. Bahkan dirinya menyatakan, apa yang menjadi problema selama ini dapat terjawab dengan sosialisasi soal pilihan untuk memilih status kewarganegaraan.

“Memang kami agak bingung untuk memilih, sebab sudah keturunan ketiga kami menetap di Mindanau. Kerinduan akan kembali ke Indonesia sangat besar dan itupun terganjal aturan, kini kami akan mengambil sikap dengan pendataan yang dilakukan oleh pihak Konjen di Tahun lalu,” ungkapnya.

Terpisah Jamaluddin Salah satu Imam di Mesjid Sarangani yang berasal dari Kampung Naha Tabukan Utara juga membeberkan soal border crosing, selama ini membatasi aktifitas mereka ketika hendak pulang ke kampung halaman.

“Kami dibatasi soal angkutan barang jika akan kembali pulang ke Sangihe, hal ini semoga kehadiran pemerintah ini dapat memberikan solusi terbaik bagi kami semua,” katanya.

Pada saat itu juga Bupati memberikan bantuan pembangunan Gedung Gereja dengan total 30 juta rupiah dan Mesjid dengan total 10 juta rupiah, hasil dari sumbangan pengusaha dan rombongan ke warga indonesia di General Santos.(ROBIN)




Berkunjung Ke Philipina Bupati Gaghana Harapkan Perubahan Taraf Ekonomi Di Sangihe

SANGIHE,GN-Kunjungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sangihe ke Negara tetangga Philipina merupakan komitmen dalam membangun kerja sama diberbagai sektor demi kemajuan daerah.

Bupati Kabupaten Sangihe, Jabes Ezar Gaghana mengatakan kunjungan Pemerintah Daerah ke Davao dan General Santos Philipina didasari oleh surat dinas dari Konsulat Jenderal RI Davao City nomor 622/PK/7/2019/01 perihal peluang bisnis dan kerjasama Sister City Kabupaten Kepulauan Sangihe dan General Santos City tanggal 16 Juli 2019 dan hasil pertemuan Pemerintah Daerah dan Konjen RI pada tanggal 25 Juli 2019 di Manado.

“Kita dukung bersama dari sektor perikanan pariwisata pertanian dan ekonomi kreatif, perlu beberapa komunikasi di beberapa bidang melihat sejarah warga Sangihe yang sudah menetap di Philipina dan jika Sister City ini sukses maka diyakini taraf ekonomi kedua negara akan ada perubahan, khususnya bagi Sangihe,”Ujar Gaghana, Selasa (1/10)

Gaghana menuturkan, akan ada beberapa pertemuan yang dilaksanakan baik dengan pihak pemerintah maupun pengusaha Philipina yang akan didampingi Komjen RI di Davao agar suksesnya program yang berdampak positif bagi warga perbatasan nantinya.

“Ada beberapa kerjasama yang akan terjalin dan saat ini Komjen dan pemerintah daerah sedang memperjuangkan Kapal Pelni dapat menyinggahi Sangihe ketika akan menuju Philipina ataupun sebaliknya,”jelasnya

Gaghana menambahkan, Pemerintah berkeyakinan kunjungan kerja ini dapat bermanfaat dan berdampak baik bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe yang memiliki posisi strategis di kawasan Pasifik Indonesia. (ROBIN)




Pembangunan Jalan TMMD 2019 Kodim 1301/Sangihe Mulai Dikerjakan

SANGIHE,GN-Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 106 Kodim 1301/Sangihe, yang dilaksanakan di Kelurahan Pananekeng Kecamatan Tahuna dengan sasaran fisik membangun jalan sepanjang 2250 m dan lebar 8 m mulai dikerjakan. Kamis (03/10/19).

Dibawah pimpinan Kapten Chb Celcius T Wangka selaku Danki Satgas,anggota bersama warga pananekeng bahu membahu dengan penuh semangat,nampak kebersamaan warga dengan anggota Satgas dengan terlihat keakraban dalam bekerja,salah satu warga mengungkapkan cukup senang dan bangga bisa bekerja bersama dengan Tentara.

Ari Anse salah satu warga Panenekeng mengatakan, merasa kagum dengan semangat gotong royong mereka dalam bekerja, sehingga memotivasi warga lebih bersemangat dalam bekerja,”ujar warga ini.(ROBIN).




Penyiapan Logistik Untuk Satgas TMMD 106,Warga Turut Membantu Menyiapkan

SANGIHE,GN-Guna mendukung tugas pelaksanaan TMMD ke 106 Kodim 1301/Sangihe mendirikan dapur umum untuk menyiapkan makanan dan minuman bagi anggota dan masyarakat yang bekerja di lapangan yang bertempat di salah satu rumah warga Pananekeng. Kamis (03/10/2019).

Saat memasak makanan dan minuman ,Anggota Kodim di bantu oleh ibu-ibu warga Pananekeng,antusias warga setempat sangat besar dan diapresiasi,dengan iklas dan senang hati ibu-ibu membantu menyiapkan untuk mereka yang bertugas dilapangan.

Salah satu warga mengungkapkan, sangat senang dengan program TMMD ini,karena jalan yang dibuat pengaruhnya sangat penting bagi warga Pananekeng.

“Kami merasa terbantu sekali dengan adanya ibu-ibu warga setempat yang membantu menyiapkan makanan,kalo tidak ada mereka kita pasti kerepotan sekali” ungkap Serda yuyut.(ROBIN).