Kondisi Rumah Memprihatinkan, Kadis Dinsos Sangihe Serahkan Bantuan Buat Dua Lansia di Kelurahan Lesa
SANGIHE,GN – Sangat memprihatinkan Kondisi rumah Dua warga lanjut usia (Lansia), Lourens Liatahi dan Efraim Tampil, Warga Kelurahan Lesa, Kecamatan Tahuna Timur , atap dan dinding bocor, sehingga ini perlu mendapat perhatian Pemerintah.

Mengetahui keberadaan kedua Lansia Kadis Dinas Sosial (Dinsos) Kepulauan Sangihe Dokta Pangandaheng bersama staf langsung menuju ke rumah kedua warga untuk menyerahkan bantuan.
Bantuan diserahkan Kepala Dinas Sosial Sangihe, Doktarius Pangandaheng, didampimgi Staf dan Fasilitator PKH, langsung di kediaman masing-masing kedua penerima, Jumat (12/12/2025).
Jenis bantuan yang diberikan berupa beras, gula putih, minyak goreng, terpal, kasur, selimut, makanan siap saji serta famili kid, didalamnya ada peralatan cuci dan mandi serta senter dan jenis lainnya.
Kadis Sosial Kepulauan Sangihe, Doktarius Pangandaheng mengatakan, kedua lansia yang telah hidup sendiri di rumahnya masing-masing dengan kondisi rumah yang memprihatinkan, wajib mendapat bantuan meski keduanya tidak terdata pada Program Keluarga Harapan (PKH).
Doktarius bahkan mengakui baru mengetahui keberadaan kedua lansia, setelah ada netizen yang memosting di FB kondisi rumah salah satu lansia yang sangat memprihatinkan dengan rumah yang dipenuhi bocor.
“Setelah mengecek kondisi rumah Bapak Lourens dan Bapak Efraim, hari ini kami langsung ke Lesa mengantarkan bantuan,” kata Doktarius.
Melihat kondisi rumah kedua lansia yang sangat memprihatinkan serta mengingat bantuan Dinsos yang terbatas, Doktarius berharap pihak terkait maupun instansi teknis juga tergerak untuk membantu, khususnya perbaikan rumah kedua lansia.
“Bantuan Dinsos hanya terbatas, tidak sampai pada fisik rumah, kiranya untuk bantuan bahan rumah dapat difasilitasi intansi teknis, seperti seng untuk perbaikan atap yang bocor dan bantuan semen,” ungkap Doktariius.
Salah satu penerima bantuan, Lourens Liatahi, mengaku sangat terbantu dengan sentuhan Dinsos, apalagi selama ini dirinya mengaku tidak pernah menerima bantuan sosial dari Pemkab Sangihe.
“Pokoknya cuma kamar tidur saya yang tidak bocor, ruangan lain bocor semua. Selama ini saya juga tidak pernah mendapat bantuan dan saya tidak terdata dalam PKH,” ucap Lourens.
Sementara Lurah Lesa Ruth Makadolang saat dihubungi media ini, menanyakan terkait keberadaan warga ini yang tidak termasuk penerima bantuan menyampaikan bahwa, jika ada bantuan dari Kelurahan kedepan maka akan memperhatikan dan mendata masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan tepat sasaran.
” Kedepan Kami selaku Pemerintah Kelurahan dalam Pendataan pemberian bantuan, benar- benar mendata masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan tepat sasaran,” Jelas Makadolang.(ROBIN)














