Bupati Tatap Muka Dengan Lasia di Kecamatan Tahuna Timur dan Tahuna Induk

SANGIHE,GN- Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari,SE,MM bertahap muka dengan para lanjut usia (Lansia), di Kecamatan Tahuna Timur dan Tahuna induk di Penginapan Vania, Selasa (29/4/2025).

Tatap muka Bupati dengan Para lansia untuk membuka kegiatan bimbingan fisik mental spritual dan sosial bagi lanjut usia di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Dalam Sambutannya, Bupati menyampaikan,pertama-tama memberikan apresiasi kepada Dinas sosial yang telah menggelar acara tersebut.

” lansia merupakan pondasi bagi kita di Kabupaten Kepulauan Sangihe, karena telah mempersiapkan anak-anak muda kedepan untuk Kabupaten Sangihe, jadi kami sangat berharap dengan kegiatan ini,para lansia tetap semangat dan gembira,”ucap Bupati.

Lanjut Bupati, agar lansia tetap berperan aktif untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif. ” Saat ini pemerintah mempunyai wadah-wadah yang aktif untuk lansia untuk ikut berperan,contohnya saat ini sudah ada sekolah lansia,”kata orang nomor satu di Bumi Tampungang Lawo ini.

Sementara itu Kepala dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Sangihe Dokta Pangandaheng kepada media ini menyampaikan bahwa,ini kegiatan ini merupakan perhatian Pemerintah daerah bagi lansia yang dinilai atau dipandang perlu penanganan khusus dalam kehidupan mereka.

” ini merupakan wujud keberpihakan Pemerintah daerah bagi para lansia, dan wujud rangkaian pemerintah daerah, bahwa kepemimpinan Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati untuk memberikan perhatian dan layanan bagi para lansia di Kabupaten Kepulauan Sangihe,”Jelas Pangandaheng.(RB)




Sekretaris Pansus Pimpin Kunjungan ke RSUD Noongan

Sulut,GN- Usai melaksanakan kunjungan lapangan di beberapa wilayah di Sulut, Pansus LKPJ Gubernur TA 2024, Selasa (29/04/2025) tadi melaksanakan kunjungan ke RSUD Noongan yang pimpin langsung oleh Sekretaris Pansus LKPJ Gubernur Tahun 2024, Nick Adicipta Lomban.

Ketika turun lapangan, Pansus mendapati berbagai infrastruktur di RS Noongan sangat memprihatinkan dan butuh pembenahan ekstra.

“Kami Pansus LKPJ turun ke RSUD Noongan. Pansus nilai harus ada perbaikan karena kondisi RSUD memprihatinkan. Kondisi bangunan-bangunan,  instalasi listrik yang menjadi penyebab kerusakan alat-alat kesehatan dan hal lainya. Hal ini sangat menghambat pelayan kesehatan terhadap masyarakat,”kata Nick yang juga politisi Partai Nasdem itu.

Lebih jauh Nick mengatakan Pansus tentukan akan rekomendasikan kepada pemerintah terkait pembenahan infrastruktur dan tentu saja peningkatan pelayanan Rumah Sakit kepada masyarakat.

“Iya, pansus akan rekomendasikan hal itu,” ucapnya.

Selain RS Noongan, Pansus LKPJ ikut memantau kondisi ruas jalan Papakelan-Tanggari Tonsea Lama.

Pansus LKPJ akan lanjutkan agenda kunjungan lapangan. Setelah wilayah Bolmong Raya pekan lalu, saat ini di Minahasa, kemudian nantinya akan ke Minut dan Bitung.

Turut hadir saat kunjungan lapangan sejumlah personel Pansus LKPJ antara lain, Nick Lomban, Louis Schraam, Cindy Wurangian, Pierre Makisanti, Dhea Lumenta, Paula Runtuwene, Angel Wenas, Eldo Wongkar, Harry Porung, Ruslan Abdul Gani.(sisco/*)




Lakukan Kajian Cepat, Tim Kemenko PM Sambangi RSUP Kandou

Manado,GN- Direktur Layanan Operasional RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, dr Wega Sukanto, SpB,TKV (K) di dampingi Ketua Tim Persiapan Pelaksanaan KRIS JKN RSUP Kandou Manado, Novi Rapar, ST dan Manager Hukormas Ruslianto Urendeng,SH menerima tim Kementerian koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Selasa (29/4/2025) di Kantor RSUP Kandou.

Tim Kemenko PM Melakukan Survei di Ruangan dan di dampingi Manager Tim Kerja Umum Novi Rapar,ST (foto : Gemparnews)

Kehadiran tim Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka Pengumpulan Data Kajian Cepat Pendalaman Persiapan Implementasi Kebijakan KRIS-JKN.

Hal itu disampaikan oleh Novi Rapar,ST selaku Ketua Tim Persiapan Pelaksanaan KRIS JKN RSUP Kandou Manado usai menerima tim kemenko bidang pemberdayaan masyarakat.

“Jadi kedatangan tim Kemenko bidang pemberdayaan masyarakat ini dalam rangka Pengumpulan Data Kajian Cepat Pendalaman Persiapan Implementasi Kebijakan KRIS-JKN. Nantinya mereka akan melakukan survei ke setiap ruangan termasuk akan melakukan sedikit wawancara kepada pasien maupun keluarga pasien,” kata Manager tim kerja umum.

Direktur Layanan Operasional dr Wega Sukanto, SpB,TKV (K) Menerima Tim Kemenko PM RI (foto : Gemparnews)

Novi Rapar menekankan pentingnya kerja sama tim yang solid untuk keberhasilan implementasi KRIS JKN di rumah sakit.  “Koordinasi dan sinergi adalah kunci untuk memaksimalkan pelaksanaan KRIS JKN,” ujarnya.

“Rumah sakit memberikan perhatian serius terhadap implementasi KRIS JKN dan memastikan untuk memenuhi 12 kriteria dan siap menerapkan sistem ini,” pungkasnya. (sisco)




Gelar Halal Bihalal, Berikut Pesan Plh Dirut Ns Suwandi Luneto

Manado,GN – Keluarga Besar RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Badan Takmir Masjid As-Syifa menggelar acara halal bihalal, 1 Dzulqidah 1446 H – 29 April 2025.

Hadir pada kesempatan itu, Plh Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou Manado Ns Suwandi I Luneto,S.Kep,M.Kes, Manager dan Asisten manager dan staf serta undangan lainnya.

Plh Dirut RSUP Kandou Manado dalam sambutannya menyampaikan halal bihalal dilaksanakan setiap tahun dengan satu tujuan untuk ajang silahturahim sesama karyawan muslim yang ada di lingkup RSUP Kandou Manado.

Luneto berpesan agar pegawai selalu mensuport pengembangan rumah sakit kandou ini. “Torang saat ini lagi dalam pengembangan rumah sakit kandou secara keseluruhan, kita harus mensuport,” kata Luneto.

Selain itu, Luneto mengingatkan kepada pegawai untuk meningkatkan etos kerja. ” Diharapkan untuk terus meningkatkan etos kerja, jangan selalu mengeluh,” tukasnya.

Plh Dirut RSUP Kandou Manado Ns Suwandi I Luneto,S.Kep,M.Kes Saat Memberikan Sambutan (foto : Gemparnews)

“Apa yang ada harus disyukuri. Oleh sebab itu, mari kita sama-sama suport rumah sakit kandou ke arah yang lebih baik,” sambungnya.

Sementara itu, Ceramah dalam tausyiah yang disampaikan oleh ust KH Muyassir Arif, M.Pd.I bahwa halal bihalal merupakan ajang silahturahim untuk mempererat tali persaudaraan.

halal bihalal ini lanjut ust Muyassir mengatakan merupakan kegiatan unik, karena hanya ada di Indonesia.

“Kegiatan silaturahim hanya di Indonesia. Sehingga kita berharap kegiatan yang mulia ini dapat mempererat tali persaudaraan kita,” ucapnya.

Tujuan kegiatan halal bihalal kata ust Muyassir, untuk saling memaafkan. Halal bihalal adalah ingin mensucikan dosa-dosa kita. Kalau kita saling bersilahturahim membuat kita semakin kompak. (sisco)




568 Peserta Ikut Seleksi PPPK Lingkup Kemenkes RI Wilayah Sulut, Luneto : Proses Berjalan Lancar dan Transparan

Manado,GN – Panitia Seleksi Kementerian Kesehatan RI Wilayah Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan tahapan seleksi kompetensi PPPK Tahap II Tahun Anggaran 2024. Tahapan seleksi yang di laksanakan di Kantor Regional XI Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kecamatan Mapanget Kota Manado ini berjalan lancar dan sukses.

Ns Suwandi Luneto,S.Kep,M.Kes (foto: ist)

Ns Suwandi Luneto SKep MKes yang dipercayakan sebagai Ketua Panitia oleh Kemenkes, kepada media Gemparnews.com mengatakan, tahapan seleksi berkolaborasi antara panitia pelaksana dengan Kantor Regional XI BKN Manado.

Dia menjelaskan seleksi berlangsung selama empat (4) hari. “Seleksi kompetensi pada Kamis sampai Minggu, (24-27 April 2025) diikuti oleh 568 peserta,” jelas Luneto,Senin (28/4/2025) diruangan kerjanya.

Lebih jauh Direktur SDM, Pendidikan dan Pelatihan RSUP Prof Kandou ini mengatakan seleksi kompetensi tersebut juga diawasi langsung oleh Biro Umum dan Biro OSDM Kemenkes RI.

“Dari 568 peserta ujian tersebut memperebutkan formasi Calon PPPK yang tersebar di unit-unit Kemenkes RI di wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Diantaranya RSUP Prof Kandou Manado, Poltekkes Kemenkes Manado, Balai Karantina Kesehatan, BTKLPP, dan unit lainnya,” kata Luneto.

Proses seleksi ini kata Luneto, dijamin berlangsung secara transparan, akuntabel, serta memperhatikan prinsip meritokrasi dalam rekrutmen ASN. “Proses seleksi dipastikan berjalan secara transparan,” tandasnya. (sisco)




RSUP Kandou Manado Dukung Layanan Kesehatan ke Sistem KRIS JKN

Manado,GN- Ketua Tim Persiapan Pelaksanaan KRIS JKN RSUP Kandou Manado, Novi Rapar ST menegaskan arahan Dewan Direksi akan terus diupayakan seluruh tim untuk memenuhi 12 kriteria KRIS JKN.

“Kami selalu melakukan koordinasi dan sinergi agar program ini dapat berjalan. Dan ini menjadi dasar tim bekerja demi maksimalnya pelaksanaan KRIS JKN di RSUP Prof Kandou Manado,” kata Manager Tim Kerja Umum RSUP Prof RD Kandou Manado, Senin (25/4/2025) usai apel kerja.

Sebelumnya, Direktur Layanan Operasional RSUP Prof Kandou Manado dr Wega Sukanto SpB-TKV dalam arahannya ketika Apel Kerja, mengatakan bahwa RSUP Prof Kandou Manado mendukung penuh transisi layanan kesehatan ke sistem Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sesuai kebijakan BPJS Kesehatan.

“Kami telah membentuk tim untuk maksimalnya pelaksanaan KRIS Jaminan Kesehatan Nasional di RSUP Prof Kandou sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024,” ujar dr Wega panggilan akrabnya.

Berikut ini merupakan 12 kriteria dalam sistem KRIS JKN.
(1) Komponen bangunan yang digunakan tidak memiliki tingkat porositas yang tinggi. (2) Ventilasi udara memenuhi pertukaran udara pada ruang perawatan biasa minimal 6 kali pergantian udara per jam. (3) Pencahayaan ruangan buatan mengikuti kriteria standar 250 lux untuk penerangan dan 50 lux untuk pencahayaan tidur.

(4) Kelengkapan tempat tidur berupa adanya 2 kotak kontak dan nurse call pada setiap tempat tidur. (5) Adanya nakas per tempat tidur. (6) Dapat mempertahankan suhu ruangan mulai 20-26 derajat Celcius. (7) Ruangan telah terbagi atas jenis kelamin, usia, dan jenis penyakit (infeksi dan non infeksi).

(8) Kepadatan ruang rawat inap maksimal empat tempat tidur, dengan jarak antar tepi tempat tidur minimal 1,5 meter. (9) Tirai/partisi dengan rel dibenamkan menempel di plafon atau menggantung. (10) Kamar mandi dalam ruang rawat inap. (11) Kamar mandi sesuai dengan standar aksesibilitas.
(12) Outlet oksigen. (sisco)

 




Pimpinan RSUP Kandou Manado Dorong Pegawai Semangat Memberikan Pelayanan

Manado,GN- Seluruh unit pelayanan kesehatan maupun administrasi untuk terus mempertahankan kinerja baik yang telah dicapai. Hal ini di ingatkan oleh Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama RSUP Kandou Manado Ns Suwandi Luneto SKep MKes pada saat apel di halaman kantor utama gedung RSUP Kandou, Senin (28/4/2025).

Direksi RSUP Kandou Manado Memberikan Motivasi (Foto : Gemparnews)

“Melakukan evaluasi dan perbaikan jika ada target yang belum terlaksana sesuai harapan yang ada,” kata Luneto.

Luneto menekankan agar tidak neko – neko bekerja melaksanakan tugas pelayanan kesehatan.

“Kita jangan neko-neko untuk bekerja dan memberikan pelayanan kesehatan. Kita dalam posisi ‘Gas 100’, karena itu jangan kendorkan semangat sebagaimana harapan pimpinan di Kementerian Kesehatan RI,” ujarnya.

Dikesempatan Apel Kerja, dua direksi lainnya yakni Direktur Layanan Operasional dr Wega Sukanto SpB-TKV serta Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang dr Jehezkiel Panjaitan SH MARS turut memotivasi kepada setiap staf untuk terus meningkatkan target kerja yang ada. (sisco)




Rayakan Paskah 2025, Pewarna Indonesia Sulut Tanam Pohon di Halaman Kantor DPRD

Sulut,GN – Pengurus Daerah Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) Indonesia Sulawesi Utara (Sulut) merayakan paskah tahun 2025 dengan melakukan penanaman pohon di depan halaman kantor DPRD Sulawesi Utara, Jumat (25/4/2025).

 

Kegiatan yang mengambil tema “Merayakan Kebangkitan Dengan Menanam Harapan” ini di laksanakan secara serentak oleh Pengurus Pusat Pewarna hingga ke pengurus daerah di seluruh wilayah Indonesia.

Untuk PD Pewarna Sulut, lokasi penanaman pohon dilaksanakan di halaman kantor DPRD Sulut. Penanaman secara simbolis dilakukan oleh Sekretaris DPRD Niklas Silangen,S.Sos, M.Si didampingi Kasub Justman Etjaurau,ST,MAP dan staf.

Usai kegiatan Ketua Pewarna Sulut Sanfransisco Manossoh menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Sekretaris DPRD Sulut bersama jajaran, yang sudah hadir dalam kegiatan Pewarna Sulut.

Lebih jauh, Ketua Pewarna Sulut mengatakan kegiatan ini dalam rangka merayakan paskah 2025 dan mendukung program pengurus pusat dengan konsep Go Green melestarikan alam dengan menanam pohon secara serentak hingga ke daerah di seluruh Indonesia.

” Kami menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada sekretaris DPRD Sulut yang sudah hadir dalam kegiatan pewarna Sulut. Kegiatan ini merupakan program pengurus Pewarna pusat yang harus kami dukung,” kata Sisco sapaan akrab Ketua Pewarna Sulut di dampingi Sekretaris Pewarna Sulut Midle Onibala.

Dia berharap dengan pelaksanaan kegiatan ini dapat membangkitkan semangat dan harapan yang baru untuk terus berkarya, dan menjadi saluran berkat lewat karya pemberitaan bagi semua orang.. (YP)




Ada Keluhan Tentang Pelayanan Publik,Silahkan Mengadu Ke Layanan “Lapor Bupati Sangihe”

Sangihe,GN- Demi untuk menanggapi berbagai keluhan masyarakat, terutama di sektor pelayanan publik yang belum optimal, maka Pemerintah daerah Kabupaten Sangihe dalam hal ini, Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari didampingi Wakil Bupati Tendris Bulahari secara resmi meluncurkan layanan pengaduan “Lapor Bupati Sangihe” serta meresmikan Ruang Ibadah Oikumene dan Mushola di RSUD Liun Kendage Tahuna, Kamis (24/04/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari menjelaskan RSUD Liun Kendage lokasi peluncuran bukan tanpa alasan, bahwa rumah sakit merupakan salah satu titik layanan publik, yang paling sering menerima aduan dari masyarakat.

“Kami ingin menciptakan ruang yang nyaman bagi masyarakat,agar lebih mudah dan tidak takut menyampaikan keluhan maupun saran,” kata Bupati.

Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktur RSUD, dr. Aprikonus Loris, atas inisiatif dan partisipasi penuh dari seluruh pihak RSUD dalam membangun tempat ibadah tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada RSUD Liun Kendage yang telah sepenuhnya berpartisipasi membangun tempat ibadah oikumene,” ungkap Thungari.

Bupati pun menambahkan,bahwa pembangunan fasilitas keagamaan di rumah sakit sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten dalam program Sabta Membara, khususnya dalam upaya membangun kesejahteraan rakyat dan memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

“Rumah sakit sebagai pusat pelayanan publik harus menjadi tempat yang inklusif, memberikan ruang bagi setiap individu untuk mengekspresikan keyakinannya dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Pelayanan rumah sakit yang maksimal akan sangat membantu masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Liun Kendage, dr Aprikonus Loris, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terlaksananya berbagai agenda penting tersebut.

“Kami bersyukur bahwa sejumlah agenda telah terlaksana, mulai dari peluncuran layanan ‘Lapor Bupati’ sebagai bagian dari program 100 hari kerja, hingga peresmian Mushola dan Ruang Ibadah Oikumene sebagai bagian dari program Sabta Membara di bidang religius. Ini juga mendukung program digitalisasi dari Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sangihe,” jelasnya.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pejabat dan keluarga besar RSUD Liun Kendage atas dukungan dan keterlibatan mereka dalam menyukseskan acara tersebut.

“Atas segala kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” tutup dr Apri.

Turut hadir sejumlah pimpinan OPD,tokoh agama, tokoh masyarakat dan pegawai di rumah sakit Liun Kendage.(RB)




Legislator Sulut Cindy Wurangian Tanyakan Sampah Medis

Sulut,GN- Anggota Pansus LKPJ Gubernur 2024 Cindy Wurangian turut menanyakan soal sampah medis pada saat rapat pansus LKPJ Gubernur 2024.

“Saya ingin bertanya kepada semua yang terkait tentang penanganan sampah medis ini. Rumah Sakit ini kan menyembuhkan, jangan sampai Rumah Sakit ini justru menjadi biang dari penyebaran penyakit melalui sampah-sampah ini terutama sampah medis.

Cindy Pricilia Wurangian (foto : Gemparnews)

“Mohon ada penjelasan singkat dari setiap kepala Rumah Sakit, termasuk juga dari kadis kesehatan bagaimana penanganan sampah-sampah medis ini,” ucap Cindy.

Legislator dapil Bitung-Minut ini juga mencontohkan, dimana sampah medis yang ada di Kota Bitung dan ditangani salah satu perusahaan, sesuai informasi hanya ditampung di salah satu gudang yang tidak memenuhi standar.

“Penyakit ini menyebar lewat udara, tidak harus disentuh. Mohon penjelasan dari kepala-kepala Rumah Sakit,” ujar Cindy.

Cindy pun menanyakan anggaran yang disiapkan dalam APBD untuk penanganan sampah medis tersebut.

“Berapa sih anggaran yang dialokasikan untuk penanganan sampah medis ini yang begitu penting. Memang penyebaran penyakit itu tidak kelihatan tapi mana tahu banyaknya orang sakit ini karena penanganan sampah medis ini belum sesuai standar. Jadi mohon informasi,” tutup Cindy.

Menanggapi itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, dr Rima F Lolong,MKes mengatakan bahwa semua penanganan sampah medis itu jadi perhatian. “Karena ada konsekuensi kalau tidak dilaksanakan,” tutup Kadis Kesehatan. (sisco)