Hasil Tangkapan Ikan Sedikit di Festival Seke Maneke, Ini Penyebabnya

SANGIHE,GN- Kamis 12 juni 2025 adalah hari dan tanggal yang sudah ditentukan dan disepakati oleh Panitia, tua-tua adat di Kampung Para Lelle, untuk pelaksanaan tradisi adat seke Maneke Pulau Para Lelle.

Sebelum hari H Pada pelaksanaan seke maneke ini, terlebih dahulu diawali dengan acara ritual yaitu “mamata” yang dilaksanakan di sore hari rabu (11/6/2025).

Pun di hari H subuh sekitar pukul 03.00 sudah ada petugas disebut ” Mengenggo” yang tugasnya membangunkan orang-orang dari rumah ke rumah untuk persiapan ke laut pada acara seke maneke,dan orang-orang pun bangun bersiap-siap mengikuti seke Maneke.

Sekitar pukul 04.00 Tua-tua adat dan tokoh masyarakat naik perahu membawa alat seke maneke untuk memasang di tempat yang sudah ditentukan.

Menariknya,Bupati dan wakil Bupati Sangihe, pun ikut di rombongan Perahu masyarakat dan nelayan ketika melaksanakan penangkapan ikan dengan cara tradisional ini.

Ratusan orang di Pantai,baik dari para tamu propinsi,Kabupaten,warga sekitar bahkan beberapa turis mancanegara dari subuh sudah berada di Pantai menunggu alat seke maneke ditarik oleh nelayan,tua-tua adat, tokoh masyarakat ke pantai untuk melihat langsung hasil tanggapan ikan dengan cara tradisional ini.

kamera dari para pemburu berita, para tamu dan warga sekitar pun sudah stand by, untuk mengambil gambar dan vidio ketika alat seke maneke sudah di tarik di Pantai, dan ketika tua-tua adat serta masyarakat selesai melaksanakan tugas menangkap ikan dengan cara tradisional ini, orang-orang langsung mengambil gambar dan vidio.

Dari hasil tanggapan ikan dengan cara tradisional ini, hasilnya tidak seperti tahun 2024 lalu, kalau tahun lalu hasil tanggapan dengan jumlah yang banyak ribuan ekor ikan, namun di seke maneke tahun 2025 ini, hasil tanggapan ikan sedikit, sehingga dengan hasil tanggapan ikan yang sedikit tentu ada penyebabnya.

Benhur Takasihaeng Pemerhati adat dan budaya,yang juga sebagai putra asli Kampung Para Lelle menyampaikan bahwa, hasil tanggapan ikan di seke maneke 2025 sedikit penyebabnya adalah karena, tua-tua Kampung dan panitia salah hitung penentuan hari dan bulan dilangit.

” Tua-tua Kampung dan panitia pada penentuan tanggal dan perhitungan bulan dilangit salah , yang sebenarnya diperkirakan tepat sekitar tanggal 17 atau 18 perhitungan bulan ketujuh (letu), tidak air naik seperti ini, dan saat ini di bulan purnama (Limangu).

Sehingga dengan ini, Takasihaeng berharap ada evaluasi bersama antara tua-tua adat dan seluruh panitia.

” Saya berharap agar nanti ada rapat evaluasi panitia bersama tua-tua adat untuk mengevaluasi sehingga pelaksanaan festival seke maneke kedepan lebih bagus lagi dan lebih sukses,”harap Takasihaeng.

Sementara itu Sudiro Rikpan Macpal, S.Pd selaku ketua panitia Seke Maneke ketika diwawancarai gemparnews mengatakan, bahwa menurutnya penyebab sedikit ikan hasil tanggapan di seke maneke tahun 2025 dikarenakan, karena faktor perubahan cuaca.

” Jadi perubahan cuaca juga memengaruhi hasil tanggapan ikan, biasanya teduh tapi beberapa hari lalu kencang sehingga kurang ikan,”kata Macpal.

Meski hasil tanggapan ikan sedikit di festival seke maneke tahun 2025,namun prosesi ritual adat telah berjalan dengan baik, dan keistimewaannya adalah turut di hadiri langsung kepala dinas Pariwata sulut dr.Kartika Tanos,yang begitu mengagumi dan mensupport festival seke Maneke, staff Gubernur Sulut bidang Pariwisata DR.Drevy Malalantang, serta turut disaksikan dan dihadiri langsung oleh tamu mancanegara.(RB).




Festival Seke Maneke, Kadisparda Sulut : Unik dan Jadi Magnet Wisatawan

SANGIHE,GN- Kampung Para Lelle Kecamatan Tatoareng Kabupaten Kepulauan Sangihe Kembali menggelar tradisi adat yaitu, festival seke maneke yang sudah sekian lama tidak digelar dan terakhir digelar sekitar tahun 1980-an, sehingga dengan gagasan dari para Pemerhati budaya di Kampung Para Lelle,Pemerintah Kampung,tokoh masyarakat dan masyarakat setempat,maka tahun 2024 tradisi seke Maneke kembali dilaksanakan, dan tahun 2025 ini luar biasa pelaksanaannya karena dihadiri para tamu dari Propinsi, Kabupaten bahkan tamu mancanegara.

Pada pelaksanaan ritual “mamata” yang dilaksanakan sore hari ini rabu (11/6/2025) pukul 17.00 wita, di lapangan Kampung Para Lelle terlihat istimewah karena di Saksikan lansung Bupati Sangihe Michael Thungari,SE,MM, Wakil Bupati Tendris Bulahari, Kepala Dinas Pariwisata daerah Propinsi Sulawesi Utara dr.Kartika Tanos ,staff Khusus Gubernur bidang Pariwisata DR.Drevy Malalantang kadisparda Kabupaten Sangihe Sony Kapal dan Para Undangan.

Ketika menyaksikan ritual “Mamata” Kepala dinas Pariwisata Sulut Kartika Tanos menyampaikan, merasa unik dan hal ini menjadi magnet untuk para wisatawan,baik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berwisata di Pulau Para Lelle.

” Ritual di festival seke maneke ini, hal yang unik dan menjadi magnet destinasi wisata untuk para wisatawan,baik wisatawan lokal dan mancanegara untuk berkunjung disini, dan acara seperti ini tidak semua daerah yang ada,” katanya.

Kadis pun mengagumi akan keindahan dan Pesona di Pulau Para Lelle negeri 8 Pantai.

” Ternyata pulau Para Lelle,ini bagus sekali banyak pantainya, dan Pemandangannya indah,apa lagi ada adat istiadatnya ya, yaitu Seke Maneke dan tidak semua daerah di Indonesia ada acara adat seperti ini Saya pun baru pertama kali datang ke sini,apa lagi Para Lelle Desa Wisata dan masuk di 300 besar di nasional, oleh karena itu kedepan kita harus berkabolasi baik Pemerintah Propinsi, Pemerintah daerah,stakeholder dan masyarakat untuk mempersiapkan desa Para Lelle ini sebagai Desa Wisata yang lebih maju dan berkembang kedepan”tutupnya.(RB).




RDP Komisi I Bersama ABPK, Royke Anter: DPRD Tidak Dapat Membatalkan Putusan MA

Sulut,GN – Komisi I DPRD Sulawesi Utara bersama Aliansi Bersatu Pondol Keraton (ABPK) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait putusan Mahkamah Agung (MA) atas eksekusi lahan tanah di lorong pondol Bolivard Manado pekan lalu.

Pimpinan Rapat Komisi 1 DPRD Sulut (foto: Gemparnews)

Rapat tersebut di Pimpin oleh Wakil Ketua Komisi 1 Rhesa Waworuntu, dan di hadiri Koordinator Komisi 1 Royke Anter bersama anggota komisi 1 dan Aliansi Bersatu Pondol Keraton. RDP di laksanakan di ruangan rapat Komisi 1 DPRD Sulut, Rabu (10/06/2025).

Setelah mendengarkan penyampaian masyarakat Aliansi Bersatu Pondol Keraton, koordinator komisi I Royke Anter angkat bicara.

Anter mengatakan bahwa DPRD tidak dapat membatalkan hasil keputusan Mahkamah Agung. Menurut Anter, hasil keputusan MA sudah Inkrah. ” Jadi kami tidak dapat membatalkan keputusan itu, karena keputusan MA sudah Inkrah,” kata Anter.

Anter menjelaskan apabila punya bukti – bukti yang baru temukan, masyarakat boleh memasukan laporan lagi untuk sidang kembali.

“Kalau ada bukti – bukti yang baru, silahkan bapak,ibu boleh memasukan laporan baru lagi, untuk sidang kembali. Tetapi hasil putusan MA yang sudah di keluarkan ini, kami tidak bisa membatalkannya, sebab putusan MA ini sudah Inkrah,” ucapnya.

Anter sangat menyayangkan ketidak hadiran pihak BPN Manado dalam rapat dengar pendapat.

“Sangat disayangkan, BPN tidak hadir hari ini, pada hal kami ingin menanyakan kenapa BPN dapat mengeluarkan SHM tersebut,” terang Anter.

Selanjutnya pimpinan rapat menutup RDP, dan akan di agendakan kembali lanjutan RDP dengan menghadirkan pihak BPN Manado. (sisco)




Henry Walukow di Percayakan Sebagai Ketua Pansus RTRW

Sulut,GN- Legislator DPRD Sulut Henry Walukow,SE di percayakan sebagai Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2025-2044.

Ketua Pansus RTRW Henry Walukow Ketika di Wawancarai Sejumlah Media (foto: Gemparnews)

Henry di percayakan sebagai Ketua Pansus pada rapat pimpinan DPRD Sulut, Selasa (10/06/2025). Adapun pimpinan pansus RTRW yang terpilih yakni Henry Walukow (Demokrat) sebagai Ketua, Cindy Wurangian (Golkar) sebagai Wakil Ketua dan Berty Kapojos (PDI P) sebagai Sekretaris.

Usai rapat pimpinan kepada sejumlah media, Henry mengatakan dirinya akan menjalankan mandat dan kepercayaan ini dengan penuh tanggung jawab.

“Sebuah kepercayaan, saya harus siap menjalankan kepercayaan dan mandat yang sudah di berikan dengan penuh tanggung jawab,” ucap Henry Selasa (10/06/2025) di kantor DPRD Sulut.

Terkait rencana jadwal pembahasan pansus, Henry menjelaskan segera akan dilakukan pertemuan untuk membahas jadwal khusus dan rencana kerja

“Kita akan segera melakukan pertemuan khusus untuk rencana kerja dan kita akan mempelajari dokumen – dokumen yang ada,” tandasnya.

Di ketahui sebelumnya, DPRD Sulut telah melakukan rapat paripurna dalam rangka Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Tahun 2025–2044, dihadiri langsung oleh Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus. (sisco)




Braien Waworuntu Dorong DOB Kota Langowan

Sulut,GN- Ketua Komisi I DPRD Sulut Braien Waworuntu komitmen dalam mendukung Daerah Otonom Baru (DOB) Kota Langowan.

Braien Waworuntu Saat Menyuarakan dan Mendorong Pemekaran Kota Langowan dalam rapat paripurna DPRD Sulut (foto : ist)

Hal itu di sampaikan oleh Braien Waworuntu dalam rapat paripurna penyampaian/penjelasan Gubernur terhadap Ranperda Provinsi Sulawesi Utara tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) Tahun 2025-2044 sekaligus pemandangan umum fraksi, Selasa (10/06/2025).

Braien mendorong agar kampung halaman Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto dimekarkan menjadi Kota Langowan.

“Saya mendorong agar Langowan dimekarkan menjadi Kota,” Ucap Braien di hadapan Gubernur YSK.

Untuk diketahui, Langowan masuk dalam daftar 32 Daerah Otonom Baru (DOB) yang bakal ditetapkan tahun 2025, Sesuai dengan apa yang disampaikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) belum lama ini.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus juga telah mengumumkan bahwa DOB Kota Langowan akan segera terwujud.

Braien mengatakan Dia siap mendukung berdirinya pemekaran Langowan sebagai Kota.

“Saya sejatinya mensupport langkah Pemerintah Pusat bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam hal DOB Kota Langowan,” terang legislator dapil Minahasa Tomohon itu.
(sisco)




Ketua DPRD Sulut Umumkan Pengusulan Ketua Fraksi Demokrat

Sulut,GN- Ketua DPRD Sulut, Fransiskus Andi Silangen mengumumkan Surat pengusulan ketua Fraksi Partai Demokrat dari Royke Anter kepada Ronald Sampel.

Rapat Paripurna DPRD Sulut (foto: ist)

Surat masuk dari Partai Demokrat itu disampaikan Ketua DPRD di akhir Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian/penjelasan Gubernur terhadap Ranperda Provinsi Sulawesi Utara tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) Tahun 2025-2044 sekaligus pemandangan umum fraksi, Selasa (10/06/2025).

Ketua DPRD juga menyampaikan pengusulan nama-nama Alat Kelengkapan DPRD (AKD) Fraksi Partai Demokrat.

“Dimana Bapak Frangky Roger Mamesah sebagai anggota badan anggaran dan Ronald Sampel sebagai anggota badan musyawarah,” Tutur Ketua Andi di hadapan Gubernur Sulut Yulius Selvanus, Wagub Victor Mailangkay, Forkopimda serta para pimpinan dan anggota DPRD.

Berikutnya, Ketua DPRD mengumumkan AKD Fraksi Demokrat, dimana Anggota DPRD Ronald  Sampel sebagai anggota Komisi III dan Billy Lombok sebagai Anggota Komisi IV.

“Demikian informasi untuk selanjutnya akan dituangkan dalam keputusan DPRD,” Ucap Ketua DPRD. (*/sisco)




Rapat Paripurna Penyampaian Ranperda RTRW, Fraksi – Fraksi Setuju di Bahas Pada Tingkat Selanjutnya

Sulut,GN- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Fransiscus A Silangen, Selasa (10/06/2025) membuka Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Tahun 2025–2044, dihadiri langsung oleh Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus.

Rapat Paripurna DPRD Sulut (foto : ist)

Gubernur Sulut dalam sambutannya mengatakan patut bersyukur karena proses panjang Ranperda RTRW Provinsi Sulut yang diinisiasi sejak tahun 2018, hari ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) dapat menyampaikan sekaligus akan dibahas bersama dengan fraksi-fraksi di DPRD Sulut untuk bagaimana arah dan proses Ranperda RTRW ini selanjutnya.

“Proses ini dalam undang-undang, dimana pemprov Sulut harus dipastikan bahwa Perda RTRW ini dapat mudah dilakukan melalui seluruh rangkaian kebijakan perencanaan pembangunan. Ranperda RTRW merupakan pemberian pemerintah pusat, pemerintah daerah serta kabupaten/kota,” kata Gubernur.

Lanjut Gubernur mengatakan, pemprov harus mengakomodasi seluruh masukan melalui diskusi publik termasuk infonisasi dan konsultasi publik. Tujuan RTRW ini dirancang kata Gubernur, untuk penguatan ekonomi pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang bertumpu sektor pariwisata, perikanan dan pertanian secara terpadu dan berkelanjutan untuk masyarakat.

“Pentingnya RTRW sebagai dokumen strategis dalam memastikan bahwa pembangunan di Sulut dilaksanakan dengan prinsip berkelanjutan dan berbasis pada kompetensi nilai spirit dan kearifan lokal,” ujarnya.

Dalam.pemandangan fraksi – fraksi DPRD, yakni Fraksi Partai Golkar melalui Cindy Wurangian menyatakan fraksi PG menyetujui Ranperda RTRW di bahas pada tingkat selanjutnya.

Angelina Wenas dari fraksi Demokrat, mengingatkan agar Ranperda RTRW selaras dengan visi misi gubernur terpilih. Fraksi Demokrat menyorot kerisauan lingkungan akibat tambang ilegal, dan mengingatkan pemprov terhadap lahan pertanian dan kawasan pariwisata.

Fraksi Partai Nasdem melalui Ketua Fraksi Braien Waworuntu menyampaikan agar wilayah Langowan di kabupaten Minahasa dimekarkan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Fraksi Nasdem setuju Ranperda RTRW dapat dibahas lebih lanjut.

Sementara, Fraksi Gerindra oleh Louis Schramm menyetujui atas pembahasan Ranperda RTRW, yang disebutnya sebagai instrumen vital dalam arah pembangunan daerah. (sisco)




Ronald Sampel Resmi Jabat Ketua Fraksi Demokrat

Sulut,GN – Legislator DPRD Sulut Ronald Sampel secara resmi menjabat Ketua Fraksi Demokrat. Sebelumnya ketua fraksi Demokrat di jabat oleh Royke Anter. Kini Royke Anter menjabat Wakil Ketua DPRD Sulut menggantikan Billy Lombok.

Ketua Fraksi Demokrat Ronald Sampel (foto : Gemparnews)

Pergantian Ketua Fraksi Demokrat DPRD Sulut ini dibacakan oleh Sekertaris DPRD Sulut, Niklas Silangen disela-sela rapat Paripurna mendengarkan penjelasan Gubernur terhadap Ranperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Tahun 2025-2044, Selasa (10/06/2025) bertempat diruang paripurna DPRD Sulut.

Selain membacakan surat masuk dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulut tentang pergantian pimpinan fraksi, Niklas Silangen juga membacakan surat masuk dari DPD Partai Demokrat tentang pergantian Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di fraksi Demokrat.

Dalam isi surat tersebut, Ronald Sampel yang sebelumnya sebagai anggota Komisi IV DPRD Sulut, ditempatkan di Komisi III DPRD Sulut. Sementara Franky Roger Mamesah ditempatkan sebagai personil Badan Anggaran (Banggar), dan Billy Lombok sebagai anggota Komisi IV DPRD Sulut.

Ronald Sampel mengatakan, dirinya bersyukur atas kepercayaan yang diberikan Partai Demokrat Sulut di bawah kepemimpinan Elly Engelbert Lasut.

“Tentunya saya berterima kasih kepada Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara, Bapak Elly Engelbert Lasut atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin Fraksi Demokrat di DPRD Sulut,” kata legislator dapil Nusa Utara itu.

Sampel berjanji akan menjalankan amanah dengan bekerja sesuai tupoksi dan memimpin Fraksi Demokrat untuk lebih efektif dalam menjalankan tugas legislasi, anggaran, dan pengawasan.

“Kami sebagai kader yang ditugaskan siap melaksanakan tanggung jawab yang diberikan pimpinan partai untuk mengkoordinir kegiatan anggota fraksi, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat yang dititipkan melalui Partai Demokrat,” ucapnya.

Terkait program fraksi Demokrat, Sampel menjelaskan pihaknya akan menunggu hasil rapat internal fraksi. “Kalau program kerja, kita menunggu hasil rapat internal,” tandasnya.(sisco)

 




Ketua Lingkungan VI Niklas David Bantah Rampas Microfon Dari Kapolsek

Sulut,GN – Ketua Lingkungan VI Kelurahan Bunaken Kepulauan Niklas David, membantah atas pemberitaan di media Sulutzone.com, menyebut dirinya telah merampas microfon dari petugas kepolisian saat Kapolsek menyampaikan izin pemberitahuan keramaian pada pesta pernikahan, Sabtu 30 Mei 2025 lalu.

Ketua Lingkungan VI Kelurahan Bunaken Kepulauan, Niklas David (foto : Gemparnews)

Niklas mengatakan, dirinya tidak pernah merampas microfon dari tangan kapolsek. Justru kata Niklas, pihaknya memberikan waktu kepada Kapolsek untuk menyampaikan pemberitahuan izin keramaian kepada warga masyarakat di lingkungan VI.

” Saya tidak merampas microfon dari kapolsek, justru malam itu saya selaku ketua lingkungan VI memberikan kesempatan kepada bapak kapolsek untuk menyampaikan pemberitahuan izin keramaian, kebetulan juga malam itu bapak kapolsek hadir, dan memberitahukan kepada saya untuk di berikan waktu menyampaikan pemberitahuan pada warga yang hadir dalam pesta pernikahan saat itu,” ungkap Niklas kepada media gemparnews.com, Senin (9/6/2025).

Lebih jauh Niklas menjelaskan, usai kapolsek menyampaikan izin keramaian, pihaknya langsung menerima kembali microfon untuk meminta agar memberikan dispensasi izin waktu keramaian hingga pukul 24.00 wita (jam 12 malam).

” Saya kembali menerima mocrofon usai bapak Kapolsek menyampaikan pemberitahuan izin keramaian. Kalau acara tidak kondusif malam itu, saya juga harus bertanggungjawab, karena saya selaku ketua lingkungan VI harus bertanggung jawab terhadap warga dan masyarakat saya,” ucapnya.

Niklas sangat keberatan atas pemberitaan di media Sulutzone.com tanpa ada konfirmasi terhadap dirinya.

“Saya sangat menyayangkan pemberitaan itu, tanpa bertanya atau konfirmasi langsung kepada saya. Berita itu hanya sepihak. Saya tidak melawan pemerintah tetapi sebagai ketua lingkungan, pun saya harus bertanggung jawab terhadap warga dan masyarakat,” tandasnya.

penulis : Sisco Manossoh




Plt Dirut RSUP Kandou Berkurban di Masjid As Syifa

Manado,GN – Idul Adha, juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, adalah salah satu hari raya umat Islam yang penuh makna. Idul Adha dirayakan setiap 10 Dzulhijjah pada kalender Islam.

Idul Adha tahun 2025 ini, bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1446 Hijriah, yang jatuh pada hari Jumat, 6 Juni 2025.

Hewan Kurban yang akan di bagikan bagi tenaga cleaning service,security,pedagang dan warga disekitar Rumah Sakit Kandou Manado (foto: Gemparnews)

Berkaitan dengan hari Raya Idul Adha 1446 hijriah, plt Direktur Utama (Dirut) drg Yuli Astuti Saripawan,MKes berkurban hewan di masjid As Syifa RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Jumat (6/6/2025).

Panitia pelaksana Ari Firmansyah menjelaskan bahwa hewan kurban sebanyak tiga ekor sapi yang terdiri dari dua ekor sapi dari shohibul para staf di rumah sakit dan satu ekor sapi dari plt Dirut RSUP Kandou Manado.

Sementara itu, Ketua Badan Tazkir Masjid As Syifa juga selaku Plt Direktur SDM,Pendidikan dan Penelitian RSUP Kandou Ns Suwandi I Luneto,SKep.MKes kepada awak media Gemparnews.com mengatakan hewan kurban ini akan di bagikan kepada tenaga cleaning cervice, security dan pedagang bahkan warga yang ada di sekitar rumah sakit kandou manado.

Luneto menerangkan menurut mazhab Syafi’i, hukum berkurban adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi yang mampu.

“Artinya, meskipun tidak wajib, berkurban sangat dianjurkan dan memberikan pahala yang besar bagi yang mengerjakannya,” kata Plt Direktur SDM,Pendidikan dan Penelitian ini.

Luneto berharap semoga nilai-nilai pengorbanan nabi ismail menjadi contoh dan motivasi di dalam memajukan RSUP Kandou.

“Sebagai rumah sakit yang selalu menghormati nilai-nilai kemanusiaan dalam melaksanakan tugas dan fungsi rumah sakit kiranya menjadi contoh dan motivasi untuk memajukan RSUP Kandou ke depannya. Untuk itu, Dirut dan Direksi mengucapkan selamat hari raya idul adha 1446 hijriah,” tutup pria yang ramah dengan awak media ini. (sisco)