Usai Mendapat Kritikan Anggota Komisi IV, BPJS Kesehatan Sambangi DPRD Sulut

Sulut,GN – Setelah mendapat kritikan pedas dari DPRD Sulut akhirnya,  BPJS Kesehatan Cabang Utama Manado, Selasa (17/6/2025) mendatangi kantor DPRD Sulut.

Kedatangan BPJS kesehatan Manado ke DPRD untuk membicarakan Perihal ketidakhadiran mereka di rapat dengar pendapat DPRD Sulut bersama RSUP Kandou, keluarga almarhum Gabriel dan Dinkes Sulut pada kemarin hari.

Kedatangan BPJS Kesehatan Manado dipimpin oleh Kepala Cabang Betsy M.O Roeroe dan jajaran, diterima oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut Louis Schramm dan Sekretaris Cindy Wurangian.

Dalam kesempatan itu, DPRD memberikan kesempatan kepada pihak BPJS Kesehatan memberikan penjelasan terkait ketidakhadiran saat RDP.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Utama Manado Betsy M.O Roeroe menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran di RDP.

“Memohon maaf atas kelalaian kami. Kami sangat berharap bisa hadir secara langsung tapi kami mendapatkan duka teman sejawat kami yang meninggal dan disemayamkan di kantor Kabupaten Minahasa Utara,” kata Betsy.

Betsy mengungkapkan, pihaknya sempat datang ke DPRD untuk hadir dalam kegiatan tapi sudah selesai.

“Itu menjadi catatan kami sehingga tidak terjadi ke depan,” ungkap Betsy.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Komisi IV Louis Carl Schramm mengatakan DPRD tidak menganggap superior.

“Kami sudah layangkan surat undangan jauh sebelumnya. Kami di sini tidak merasa superior, tapi karena kami melihat ada kejadian yang sangat perlu perhatian khusus. Maka RDP itu kami anggap sangat penting sehingga jauh hari kami sudah mengundang,” ujar Louis.

“Kita berharap kerja sama lebih baik lagi ke depan dengan BPJS Kesehatan,” harap Ketua Fraksi Partai Gerindra itu.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV Cindy Wurangian mengatakan, dirinya hadir saat ini sudah lebih dulu melakukan koordinasi dengan Ketua Komisi IV Vonny Paat.

“Karena beliau kemarin kesal atas ketidak hadiran. Nanti penjelasan ibu juga akan kami sampaikan ke ketua Komisi IV dan teman-teman lain,” kata Cindy.

Ketua Fraksi Partai Golkar itu menuturkan bahwa ia sependapat dengan Wakil Ketua Komisi IV Louis Carl Schramm.

“Saya sependapat dengan apa yang disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi IV Pak Louis. Ke depannya koordinasi ini terus ada,” tutup Cindy. (*/sisco)




Direksi RSUP Kandou Manado, Paparkan Kerusakan Alat Medis Saat RDP Bersama Lintas Komisi DPRD

Manado,GN- Rapat Dengar Pendapat (RDP) RSUP Kandou Manado bersama Lintas Komisi DPRD Sulut, Senin (16/6/2025) dilaksanakan di lantai tiga ruangan serba guna.

RDP di pimpin oleh Ketua Komisi IV Vonny Paat di dampingi Sekretaris Komisi IV Cindy Wurangian dan Wakil Ketua DPRD Sulut Stella Runtuwene serta anggota DPRD.

Foto Bersama RSUP Kandou Manado Bersama Pimpinan Lintas Komisi DPRD Sulut (foto : Gemparnews)

Pada kesempatan itu, Ketua komisi IV memberikan kesempatan kepada keluarga almarhum Gabriel Sineleyan untuk mengemukakan hal yang berkaitan  dengan pelayanan di RSUP Kandou termasuk juga keberadaan alat medis.

Usai mendengarkan pemaparan pihak keluarga almarhum Gabriel Sineleyan, Pimpinan rapat memberikan kesempatan kepada Direksi RSUP Kandou Manado menjelaskan kronologi kerusakan alat medis berupa bor dan komponen lainnya.

Plh Direktur Utama dan juga selaku Direktur Layanan Operasional RSUP Prof Dr R D Kandou Manado, dr Wega Sukanto, SpB TKV (K), memaparkan secara rinci audit kerusakan alat medis

Sebelumnya dr Wega menyampaikan rasa belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum Gabriel Sineleyan.

Lebih jauh dr Wega menjelaskan bahwa kerusakan pada alat medis yang dimaksud pertama kali terdeteksi pada 20 Januari 2025.

Sebagai prosedur standar, rumah sakit segera memanggil tenaga ahli untuk mengevaluasi apakah alat tersebut dapat diperbaiki di tempat atau perlu dikirim ke luar daerah.

“Bila ada kerusakan alat medis, strategi kita adalah mencari pinjaman alat dari pihak lain selama proses perbaikan berlangsung,” jelas  dr Wega.

Kemudian kata dr Wega, pada 4 Februari 2025, atau sekitar dua minggu setelah kerusakan terjadi, RSUP Kandou berhasil mendapatkan alat medis pinjaman.

Namun, pada 6 Mei 2025, alat pinjaman tersebut juga mengalami kerusakan di luar kendali pihak rumah sakit.

“Direktur Medik saat itu langsung turun tangan mencari alat pinjaman baru dari vendor lain. Sayangnya, kami tidak berhasil mendapatkannya karena alat serupa sedang digunakan rumah sakit lain,” ujarnya.

Dalam kondisi sulit tersebut, RSUP Kandou tetap berupaya agar pasien mendapatkan penanganan semaksimal. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan memberikan rujukan ke rumah sakit lain.

“Karena tidak ada kepastian soal ketersediaan alat, manajemen memutuskan untuk merujuk pasien yang membutuhkan alat tersebut,” kata dr Wega.

Pihak rumah sakit juga berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan terkait prosedur rujukan antar rumah sakit, karena rujukan ini dari rumah sakit tipe A ke rumah sakit tipe yang lebih rendah.

Barulah kabar baik itu datang pada 5 Juni 2025 karena dua alat medis telah tiba di RSUP Kandou, satu alat yang selesai diperbaiki dan satu lagi alat pinjaman baru.

Alat milik rumah sakit yang telah diperbaiki langsung diuji fungsi saat itu dan sudah dapat digunakan kembali.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang RSUP Kandou, dr Jehezkiel Panjaitan SH MARS, membenarkan bahwa upaya pencarian alat pinjaman telah dilakukan ke berbagai daerah, termasuk Makassar, Bali, bahkan Jakarta.

“Alat kami buatan Jerman dan memiliki empat komponen yang mengalami kerusakan. Saat dikirim ke Jakarta untuk diperbaiki, kami dipinjamkan alat dengan merek berbeda oleh vendor,” terang  dr Jehezkiel.

Namun, alat pinjaman tersebut hanya dapat digunakan sampai 6 Mei 2025 sebelum mengalami kerusakan.

Melalui RDP ini, RSUP Kandou berharap masyarakat dan pemangku kepentingan memahami tantangan teknis dan logistik yang dihadapi dalam pengelolaan peralatan medis, khususnya saat terjadi kerusakan.

Terrkait pentingnya pelayanan di rumah sakit untuk masyarakat Sulut, management RSUP Kandou Manado berharap jiga suport dari DPRD Sulut.

Hadir dalam RDP tersebut Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian, Ns Suwandi Luneto SKep MKes dan Direktur Keuangan, Dr Erwin Sondang Siagian SSTP MSi, dan para Manager. (sisco)




Kegiatan Donor Darah Sukarela di RSUP Kandou Manado di Buka Untuk Masyarakat Sulut

Manado,GN- Kegiatan donor darah yang dilaksanakan di RSUP Kandou Manado berjalan dengan sukses. Pendaftar perdana yang mendonorkan darahnya adalah Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Kandou dr. Jehezkiel Panjaitan,MARS,SH, Senin (16/6/2025).

Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Kandou Manado dr Jeheskiel Panjaitan Pendonor Pertma Dalam Kegiatan ini (foto : Gemparnews)

“Kegiatan donor darah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan darah karena  mengingat kita adalah rumah sakit rujukan nasional,” kata drr Jeheskiel.

Kegiatan donor darah ini dilaksanakan mulai 16-18 Juni 2025 melibatkan staf RSUP Kandou  tetapi juga memberikan ruang kesempatan kepada masyarakat Sulut untuk sukarela menyumbangkan darahnya.

“Kami membuka seluas-luasnya bagi seluruh warga Sulawesi utara, karena setetes darah anda sangat penting dalam membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” ujar dr Jeheskiel.

Sebagai rumah sakit rujukan, tambah dr Jeheskiel, banyak pasien yang membutuhkan darah. “Karena RSUP Kandou merupakan rumah sakit rujukan. Semua pasien yang membutuhkan darah apalagi dalam tindakan operasi, sehingga membutuhkan darah tersedia di RS Kandou Manado,” tutupnya. (sisco)




Bupati Thungari Buka Bimtek Pencatatan Sipil dan Launching “Dukcapil Membara”

SANGIHE,GN- Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., M.M., secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencatatan Sipil dan Launching program “Dukcapil Membara” (Melayani Masyarakat Tanpa Batas), yang dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pemanfaatan data kependudukan serta peluncuran Kartu Identitas Anak (KIA). Kegiatan ini digelar di Tahuna Beach Hotel, Jumat (13/6/2025).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Tendris Bulahari, Sekretaris Daerah Melanchton Harry Wolff, serta Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Kehadiran para pimpinan daerah menunjukkan komitmen kuat Pemkab Sangihe dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan secara cepat, mudah, dan akurat.

Selain membuka Bimtek dan meluncurkan program pelayanan publik berbasis digital, Bupati juga menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan sejumlah instansi pengguna data, serta peluncuran KIA sebagai bentuk pemenuhan hak anak atas identitas resmi sejak dini.

Dalam sambutannya, Thungari menekankan pentingnya transformasi pelayanan publik di era digital, termasuk di sektor administrasi kependudukan.

“Zaman terus berubah, begitu juga pelayanan publik. Digitalisasi dan modernisasi adalah keniscayaan. Karena itu, layanan Dukcapil harus cepat beradaptasi demi memberi kemudahan akses bagi masyarakat, bahkan hingga ke pelosok,” ujar Thungari.

Ia juga menegaskan bahwa layanan Dukcapil kini dapat diakses secara daring dengan biaya terjangkau. Masyarakat yang tidak sempat datang langsung ke kantor dapat memanfaatkan layanan ini. Bahkan, inisiatif ini turut membuka peluang ekonomi bagi para pengemudi ojek yang terlibat dalam pengantaran dokumen.

Terkait data kependudukan, Bupati menyoroti pentingnya sinkronisasi antar instansi guna memastikan ketepatan sasaran dalam penyaluran berbagai bantuan.

“Seluruh data harus sama di tiap dinas agar program bantuan sosial, pendidikan, dan lainnya benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Thungari juga memberikan apresiasi kepada Dinas Dukcapil dan instansi lain yang telah menunjukkan kinerja optimal dalam meningkatkan pelayanan publik.

“Saya apresiasi dukungan Dinas Dukcapil yang terus berinovasi. Harapan saya, sektor pelayanan lainnya, seperti kesehatan, pendidikan, dan pasar juga bergerak maju,” katanya.

Terkait lokasi pelaksanaan kegiatan di hotel, Thungari menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi tetap berlaku, namun pemanfaatan fasilitas lokal juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendukung ekonomi lokal.

“Hotel bukan sekadar tempat mewah, tapi bagian dari representasi wajah daerah. Jika kita tidak mendukung usaha lokal, maka fasilitas representatif bagi tamu luar juga akan hilang,” jelasnya.

Sebagai bagian dari program KIA, Dinas Dukcapil juga bekerja sama dengan dua apotek lokal yakni Apotek Harapan dan Apotek Agape yang memberikan diskon 5% untuk pembelian obat anak bagi pemegang KIA.

“Terima kasih kepada dua apotek yang sudah peduli. Diskon 5% mungkin kecil, tapi sangat berarti bagi masyarakat,” ucap Thungari.

Di akhir sambutannya, Bupati berharap seluruh dinas di lingkungan Pemkab Sangihe terus bergerak selaras dengan visi dan misi pemerintah daerah dalam melayani masyarakat secara cepat, tepat, dan menyentuh kebutuhan riil warga.(RB)




BPJS Kesehatan Manado Tidak Hadir, Stella Runtuwene : Undangan Sudah di Sampaikan Minggu Lalu

Sulut,GN- Ketidakhadiran BPJS Kesehatan Cabang Utama Manado membuat Pimpinan dan anggota  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Berang.

Wakil Ketua DPRD Sulut Stella Runtuwene (foto: Gemparnews)

DPRD Sulut mengaku kesal dengan sikap dari pihak BPJS Kesehatan Cabang Utama Manado.

Wakil Ketua DPRD Sulut Stella Runtuwene mengatakan undangan rapat dengar pendapat sudah di berikan dari minggu lalu. Namun pada saat rapat dengar pendapat hari ini, Senin (16/6/225) mereka mangkir dan tidak hadir dalam rapat tersebut.

” Undangan sudah kami berikan, untuk lebihnya nanti teman – teman wartawan tanyakan ke pihak BPJS atas ketidak hadiran,” kata Stella.

Sementara itu, Ketua Komisi IV FPRD Sulut Vonny Paat menyesalkan ketidakhadiran BPJS Kesehatan Manado. “Kami DPRD Sulut menyesal BPJS kesehatan tidak hadir, fadahal rapat ini sangat penting untuk kita semua,” Ucapnya Vonny saat rapat dengan lintas Komisi DPRD Sulut. (sisco)




Bupati dan Wabup Hadiri Halal Bihalal Remaja dan Pemuda Masjid Al-Falah Talawid

SANGIHE,GN- Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari,SE,MM dan wakil Bupati Tendris Bulahari menghadiri acara ,Halal Bihalal Remaja dan Pemuda Masjid Al-Falah Kampung Talawid, Kecamatan Kendahe, yang digelar pada Sabtu (14/6) sore di kompleks masjid setempat.

Kedatangan kedua pemimpin daerah ini, disambut antusias oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, jamaah, serta pemuda dan remaja masjid yang menjadi penggagas kegiatan.

Dalam sambutannya, Bupati Michael Thungari mengawali dengan puji dan syukur kepada Allah SWT. Ia mengapresiasi inisiatif pemuda dan remaja Masjid Al-Falah dalam menyelenggarakan kegiatan yang penuh makna ini.

“Siang hari ini puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kita semua dapat berkumpul dalam keadaan sehat dalam acara Halal Bi Halal yang diselenggarakan oleh pemuda remaja Masjid Al-Falah,” kata Bupati.

Menurut Thungari, Halal Bihalal bukan sekadar kegiatan seremonial, namun merupakan wujud nyata mempererat tali silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan memperbaiki hubungan antar sesama umat.

Ia juga mengapresiasi tema kegiatan yang diusung oleh panitia, yakni “Hijrah Hati, Hijrah Sikap Menuju Pribadi yang Lebih Baik”.

“Saya pikir ini tema yang luar biasa. Hijrah bukan berarti sekadar pindah tempat, tetapi lebih kepada perubahan sikap ke arah yang lebih baik. Ini relevan bagi kita semua, termasuk dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan kebanggaannya bisa kembali hadir di Kampung Talawid bersama Wakil Bupati. Ia menilai suasana kebersamaan yang terbangun sangat kuat dan menjadi modal sosial penting dalam membangun masyarakat yang harmonis.

Sebagai bentuk dukungan, Bupati dan Wakil Bupati memberikan bantuan dana sebesar Rp2,5 juta untuk pembangunan perpustakaan Masjid Al-Falah.

“Silakan digunakan sebaik mungkin untuk mendukung aktivitas belajar dan menambah wawasan generasi muda di kampung ini. Semoga ke depan kita bisa berjumpa lagi dalam kegiatan-kegiatan baik seperti ini,” pungkasnya.(RB)




UPD Matangkan Persiapan Penggalangan Donor Darah Sukarela di RSUP Kandou Manado

Manado,GN – Penggalangan donor darah sukarela yang di prakarsai oleh Unit Pengelola Darah (UPD) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado terus di matangkan. Kegiatan ini laksanakan dalam rangka peringatan Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh pada tanggal 14 Juni 2025.

Kepala UPD RSUP Prof Dr RD Kandou Manado dr Vanny Sasube (foto: Gemparnews)

Kepala UPD RSUP Kandou Manado dr Vanny Sasube mengatakan sampai sejauh ini pihaknya telah melakukan koordinasi terkait kegiatan yang akan dilaksanakan pada Senin, 16 Juni 2025 mendatang.

“Sejauh ini kami sudah berkoordinasi dengan Direktur pelayanan medik, dan menyambut baik kegiatan ini. Beliau sangat menaruh harapan besar, program ini bisa menutupi berbagai kendala yang terjadi di ruangan rawat inap ketika ada pasien membutuhkan darah,” kata dr Vanny kepada sejumlah media, Jumat (13/06/2025).

Bagi para pendonor kata dr Vanny, harus memenuhi syarat – syarat untuk pendonor. “Setelah di seleksi dan lolos, pendonor tersebut akan berlanjut menjadi pendonor sukarela,” ucapnya.

Lebih jauh dr Vanny menjelaskan, kegiatan donor darah ini rencananya hanya sehari namun apabila pendonor datang membludak, tidak menutup kemungkinan kegiatan donor darah akan dilaksanakan lebih dari satu hari.

“Yang kami targetkan dalam kegiatan ini lima puluh (50) kantong darah. Apabila para pendonor sukarela membludak datang, maka tidak menutup kemungkinan kegiatan ini akan di laksanakan lebih dari satu hari. Semakin banyak pendonor semakin baik untuk rumah sakit kandou sendiri,” jelas dr Vanny.

Untuk suksesnya kegiatan ini, UPD telah berkoordinasi dan sudah di follow up ke bagian umum, dilanjutkan ke semua unit terkait di RSUP Kandou, agar semua pegawai dapat berperan aktif dalam kegiatan ini. (sisco)




Kolaborasi BP3MI Sulut dan LPSK Tangkal TPPO ke Luar Negeri

Manado,GN- Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara (Sulut) Syachrul Afriyadi, SKom, MAP mengatakan saat ini kondisi di Sulut sedang darurat wabah sosial tenaga kerja ilegal bekerja di luar negeri.

Kepala BP3MI Sulut Syachrul Afriyadi, SKom, MAP, Wakil Ketua LPSK Wawan Fahrudin dan Sekretaris LPSK (foto: Gemparnews)

Hal itu disampaikan Kepala BP3MI Sulut kepada sejumlah awak media, Jumat (13/06/2025) di ruangan kerjanya.

“Kondisi di Sulut saat ini sedang darurat, wabah sosial masyarakat senang kerja ke Kamboja,” kata Syachrul.

Dia menyebutkan langkah dan upaya untuk menangkal pekerja ilegal dari bumi nyiur melambai, saat ini pihaknya gencar melakukan sosialisasi kepada elemen masyarakat diberbagai tempat.

“Belum lama ini kami melakukan silaturahmi ke Sinode GMIM. Kami lakukan sosialisasi dan memohon beri pemahaman ke jemaat soal bahayanya kerja ke luar negeri yang belum memiliki perjanjian kerja sama,” ucapnya.

Indonesia tidak memiliki hubungan kerjasama tenaga kerja ke negara luar yakni Kamboja, Vietnam, Myanmar, Laos dan Kamboja. Kepala BP3MI Sulut mengajak masyarakat yang ingin kerja di luar negeri untuk waspada.

“Bekerjalah ke negara yang memiliki hubungan perjanjian kerja sama dengan Indonesia,” terangnya.

“Kita bisa kolaborasi dengan LPSK, untuk ke depannya tentunya bagaimana kita melayani masyarakat terutama kasus perdagangan orang,” tukas pria yang ramah dengan awak media.

Sementara, di tempat yang sama Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Republik Indonesia Wawan Fahrudin merespon positif berkolaborasi dengan BP3MI.

Dengan penuh keyakinan, Wakil Ketua LPSK ini kerjasama dan kolaborasi dapat membantu korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Kuncinya memang kolaborasi, hak warga bisa kerja di manapun tapi kalau sudah jadi korban kita upayakan memberikan perlindungan,” tegas Fahrudin.

“Kita tidak bisa kerja sendiri-sendiri, harus bekerja sama. Kita berbagi peran dengan teman-teman BP3MI. Mereka didorong untuk bagaimana suatu proses penempatan prosedural sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ketika ada korban tindak pidana perdagangan orang, kemudian kami bisa lakukan penanganan, LPSK bisa masuk di situ,” ungkapnya saat bertandang di bumi nyiur melambai.(sisco)




Bupati dan Wabup Saksikan Ritual “Mamata” Rangkaian Festival Seke Maneke

Sangihe,GN- Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Michael Thungari,SE,MM dan wakil Bupati Tendris Bulahari menyaksikan acara ritual “mamata” rangkaian festival seke maneke di desa Wisata Pulau Para Lele, Rabu (11/6/2025).

Istimewanya juga pada ritual “mamata” turut di Saksikan kepala dinas Pariwisata Sulut dr Kartika Tanos dan staff Khusus Gubernur bidang Pariwisata Drevy Malalantang bersama rombongan.

Bupati Sangihe Michael Thungari kepada sejumlah wartawan mengatakan dengan kegiatan Festival seke maneke agar budaya terus dilestarikan dan ada sesuatu dapat meningkatkan ekonomi bagi masyarakat.

” mudah-mudahan dengan acara ini ada sesuatu yang kita jual kedepan,saya pikir ini sangat baik dan ini sangat ramai, antusias dan dukungan masyarakat sangat tinggi, dan dapat membangkitkan ekonomi masyarakat,”ucap Bupati Thungari.

Sementara Kapitalaung Kampung Para Lelle elengkey nesar ketika diwawancarai mengatakan bahwa, tujuan dilaksanakan ritual “mamata” adalah persiapan sebelum puncak acara menurunkan alat seke ke laut untuk menangkap ikan.

” Jadi ritual “mamata” ini digelar adalah persiapan sebelum puncak acara menurunkan alat seke ke laut untuk menangkap ikan,”ucapnya.(RB)




Terkait Postingan Viral di Medsos, Istri Pasien : Mohon Maaf Ini Kelalaian Kami, Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Kandou Sangat Baik

Manado,GN- Terkait viralnya postingan istri pasien atas nama Imelda Sumendap di media sosial (Medsos) sulut viral menyampaikan permohonan maaf kepada management rumah sakit kandou.

Imelda menjelaskan pelayanan tenaga kesehatan di rumah sakit kandou Manado kepada pasien frangky Moningkey (suami dari Imelda Sumendap) hingga hari ini tetap di layani dengan baik.

“Kami disini sudah satu minggu. Kami akui pelayanan kesehatan oleh para dokter dan perawat di RSUP Kandou sangat baik,” jelasnya kepada media gemparnews.com saat di temui di ruangan, Kamis (11/06/2025).

Mengenai postingan tersebut, dirinya sudah dipanggil untuk dimintai klarifikasi oleh kepala ruangan RSUP Kandou.

” Tadi saya sudah di panggil oleh perawat di ruangan dan saya sudah menjelaskan. Mereka akan tetap membantu kami. Ini kelalaian dari kami, karena memang kami belum mengurus BPJS, namun Pelayanan kesehatan di sini tetap ada,” ucapnya.

“Komunikasi dengan perawat di sini tetap ada, namun jika perawat sibuk, kami menyampaikan kepada ade-ade magang untuk membantu pelayanan,” tandasnya. (sisco)