Kapojos : Kawasan Hutan Lindung di Duduki Masyarakat, Akan di Hapus dan Ganti Jadi Lahan Pemukiman

Sulut,GN- Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2025-2044 terus di genjot.

Sekretaris Pansus Berty Kapojos (foto: Gemparnews)

Ada hal menarik saat tim pansus RTRW melakukan kunjungan kerja untuk konsultasi terkait pansus RTRW di Kantor Kementerian BPN-ATR di Jakarta.

Adapun poin yang menjadi catatan penting dalam penyusunan Ranperda RTRW seperti kawasan hutan lindung.

Sekretaris Pansus Berty Kapojos kepada sejumlah media menjelaskan, terkait kawasan hutan lindung yang sudah di tempati warga masyarakat.

“Pansus baru pulang untuk melakukan konsultasi ke Kementerian BPN-ATR. Banyak hal yang di sampaikan permohonan harus di muat dalam RTRW, salah satu contoh kawasan hutan lindung yang sudah ditempati masyarakat,” kata Kapojos kepada media Kamis (17/07/2025) di lobi kantor DPRD Sulut.

“Masyarakat yang sudah tinggal di lokasi tersebut dan mereka sudah mengantongi sertipikat,nantinya kita akan sampaikan ke Bupati atau Walikota, kemudian Bupati dan Walikota menyurat ke Gubernur dan Gubernur menyurat ke Kementerian kehutanan dan kita muat dalam RTRW,” jelasnya.

“Jadi kalau ada masyarakat yang menduduki kawasan hutan lindung, dan memiliki sertipikat, maka akan di hapus dan di jadikan lahan pemukiman. Itu akan kami muat dalam RTRW,” terang Kapojos.

Kapojos memberi contoh lahan hutan lindung yang sudah banyak di tempati oleh masyarakat. ” Misalnya di Bitung dan Minut, banyak disana masyarakat sudah menempati kawasan hutan lindung. Atau juga lahan pertanian, masyarakat petani penggarap dan sudah lama mengelola lahan tersebut, boleh mendirikan rumah asal petani penggarap,” tandasnya. (sisco)




Sebanyak 352 Siswa Ikut MPLS, Kepsek Manggopa: Berjalan Dengan Baik dan Lancar

Manado,GN- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk siswa dan siswi SMPN 8 Manado dilaksanakan selama satu minggu sejak Senin 14 – 18 Juli 2025.

Kepala SMPN 8 Manado Rahman Manggopa,SPd,MPd Ketika Menyampaikan Pengumuman Kepada Siswa MPLS (foto: Gemparnews)

Kepala SMPN 8 Manado Rahman Manggopa, SPd, MPd mengatakan kegiatan MPLS ini mengacu pada petunjuk teknis dari kementerian melalui pemerintah Kota Manado, sehingga program itu bisa berjalan dengan lancar dan ini dilaksanakan oleh panitia yang sudah di bentuk.

“Semua berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan program dan petunjuk yang kami terima dari pemerintah kota Manado,” kata Manggopa kepada media Gemparnews.com ketika ditemui di ruangan kerja, Jumat (18/07/2025).

Lanjut, Kepsek Manggopa menjelaskan peserta yang mengikuti kegiatan MPLS ini sebanyak 352 siswa.

“Peserta sebanyak 352 siswa dan dibatasi sesuai rombel. Jadi jumlah rombel ada 11 dan jumlah per rombel sebanyak 32 siswa. Dan itu sudah terisi sejak awal dan tidak dibuka lagi tahap dua,karena tahap satu sudah penuh,” jelas Manggopa.

“Harapan kami ketika siswa akan mengikuti pembelajaran mereka sudah dapat menyesuaikan dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah, para guru dan siswa lain serta proses pembelajaran di kelas, mereka sudah dapat menyesuaikan diri artinya mereka sudah tidak kaku lagi,” tutup kepsek yang selalu ramah terhadap awak media. (sisco)




Kepala SMPN 8 Manado : Sarana dan Prasarana Masuk Anggaran Dana BOS

Manado,GN – Plt Kepala SMPN 8 Manado Rahman Manggopa menegaskan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sudah diatur dan mengacu pada petunjuk teknis (juknis) yang ada.

” Kami mengikuti penggunaan dana BOS sesuai juknis yang ada, jangan sampai salah dalam penggunaannya,” tegas Manggopa kepada media gemparnews.com Jumat (18/07/2025) ketika ditemui di ruangan kerjanya.

Plt Kepala SMPN 8 Manado Rahman Manggopa (foto: Gemparnews)

Lanjut Manggopa mengatakan semua sarana dan prasarana di sekolah menggunakan dana BOS

“Seperti rehab kecil atau rehab ringan misalkan kaca pecah, keramik rusak, papan tulis, kursi, meja,seng, plafon rusak, listrik dan internet serta buku, yang masuk aset sekolah menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah,” kata Manggopa.

Sedangkan rehab sedang dan rehab besar, Manggopa menjelaskan bahwa tidak bisa menggunakan dana BOS.

“Jadi ini semua untuk menunjang kegiatan pembelajaran di sekolah sehingga tidak ada pembebanan kepada orang tua siswa, semua sudah dibiayai oleh pemerintah melalui dana BOS,” ungkapnya.

“Penggunaan dana BOS tersebut kami juga harus berhati – hati untuk menghindari hal – hal yang tidak sesuai dengan petunjuk teknis yang di berikan oleh pemerintah,” tambah Manggopa.

Selain itu, kata Manggopa penggunaan dana BOS digunakan untuk pembayaran bagi honorer yang sudah masuk dalam dapodik.  “Biasanya penggunaannya 50 persen dari dana BOS tapi sekarang sudah 20 persen. Karena ada efisiensi anggaran,” terangnya.

Setelah meninjau ruangan kelas 8.2, Kepsek Manggopa berjanji akan segera membenahi kekurangan yang ada di setiap ruangan kelas. ” Ini tentu untuk kenyamanan siswa – siswi yang akan mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas,” tutup kepsek Manggopa. (sisco)




Sekwan Niklas Silangen Terima Kunker Komisi II DPRD Minahasa

Sulut,GN- Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Wiliam Niklas Silangen,S.Sos, M.Si menerima Kunjungan kerja (Kunker) komisi II DPRD Kabupaten Minahasa, Kamis (17/7/2025).

Plt Sekretaris DPRD Sulut Weliam Niklas Silangen, S.Sos., M.Si (foto : ist)

Kepada media Gemparnews.com Sekwan menjelaskan kunjungan kerja komisi II DPRD Kabupaten Minahasa dalam rangka konsultasi mengenai kegiatan agenda di DPRD Sulut.

“Jadi kunjungan tersebut dalam rangka Konsultasi mengenai agenda – agenda di kantor DPRD Sulut,” jelas Sekwan ketika ditemui diruangan kerjanya.

Sekwan mengatakan bahwa saat ini DPRD Sulut sementara melaksanakan beberapa agenda kegiatan.

“Tadi sudah disampaikan bahwa DPRD Sulut sementara melaksanakan kegiatan pansus RTRW, Pansus Kepemudaan dan pansus Penanggulangan Bencana Alam. Sekali lagi itu yang kami sampaikan tadi ke Komisi II Kabupaten Minahasa,” tutupnya.

Adapun anggota komisi II DPRD Kabupaten Minahasa yang melakukan kunjungan kerja antara lain Sherly Tamuntuan, Melina Onibala dan lainnya. (sisco)




Pasien Asal Negara Filipina, Apresiasi Pelayanan Kesehatan di RSUP Kandou Manado

Manado,GN – RSUP Prof Dr RD Kandou Manado di bawah kepemimpinan Direktur Utama Prof Dr dr Sterry Rampengan, Sp.JP (K), FIHA,MARS, terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada semua pasien yang melakukan pemeriksaan kesehatan (berobat red) baik itu pasien rujukan rawat inap serta pasien rawat jalan.

Ibu Sarah Mendome (kanan) Keluarga sekaligus penanggungjawab Pasien asal Filipina (foto: Gemparnews)

Pasien yang di rawat di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado adalah pasien dari Sulawesi Utara dan pasien luar Sulawesi Utara bahkan juga pasien warga negara asing.

Terbukti hari ini salah satu pasien warga negara asing (Filipina red) oleh dokter sudah dinyatakan sembuh dan izinkan pulang setelah menjalani perawatan di RSUP Kandou Manado selama kurang lebih satu Minggu.

Pasien asal warga negara Filipina melalui penanggungjawab keluarga pasien Ibu Sarah Mendome menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Direktur Utama dan jajaran manajemen RSUP Kandou Manado, perawat bahkan dokter atas pelayanan kesehatan kepada pasien yang sangat luar biasa.

“Saya sangat berterimakasih kepada Manajemen RSUP Kandou Manado, saat kami datang di sini semua fasilitas dan keperluan pasien segera di tangani dengan luar biasa. Kami sangat bersyukur atas pelayanan kesehatan oleh perawat dan dokter yang menangani dan sangat memperhatikan pasien dengan begitu baik,” kata Sarah, Rabu (16/7/2025) kepada media Gemparnews.com di RSUP Kandou Manado.

Setiap hari kata Sarah, tenaga kesehatan, perawat dan dokter keluar masuk bergantian memberikan dan mengecek kondisi pasien. ” Luar biasa respon dari perawat dan dokter. Apalagi keluhan kami terkait finansial sangat – sangat di respon. Komunikasi antara kami keluarga selaku penanggungjawab pasien dengan perawat dan dokter selalu berjalan dengan baik dan lancar,” sebutnya.

Sementara, untuk kebutuhan pelayanan obat bagi pasien, Sarah mengaku semuanya sudah di siapkan oleh rumah sakit dan pihaknya tidak membeli obat di luar rumah sakit.

” Kami angka jempol, karena pelayanan kebutuhan obat untuk pasien sudah di siapkan oleh rumah sakit dan kami tidak membeli obat dari luar,” ucapnya.

Dari segi pelayanan makanan pasien, Sarah mengatakan pelayanan selalu tepat waktu, makanan yang di sajikan sangat bergizi sesuai kebutuhan pemulihan pasien. “Untuk pelayanan makanan bagus dan sangat lezat, dan kata pasien sehat,” terang Sarah.

Sarah berharap pelayanan kesehatan yang mereka rasakan sangat luar biasa, harus di pertahankan dan terus di tingkatkan sehingga rumah sakit ini semakin hari semakin lebih baik lagi.

“Pelayanan kesehatan seperti ini perlu di pertahankan dan harus di tingkatkan karena sangat membantu masyarakat apalagi warga asing yang berobat di rumah sakit ini. Saya banyak mendengar orang asing dan saya juga mengalami ternyata betul semua pelayanan kesehatan di rumah sakit ini sangat luar biasa,” tutup Sarah dengan raut wajah tersenyum.

Sebelumnya tim Hukum dan Humas RSUP Kandou Manado telah berperan memberikan edukasi kepada pasien maupun penanggungjawab pasien terkait pembayaran hingga kepulangan pasien warga negara asing asal Filipina.

” Pasien dan penanggungjawab pasien sudah memahami, setelah kami memberikan edukasi,” ucap Manager tim Hukum dan Humas RSUP Kandou Manado Ruslianto Urendeng,SH.

Kepala Ruangan Irina A RSUP Kandou Manado Ns Frangky Watung,S.Kep (foto: Gemparnews)

Di tempat yang sama Kepala Ruangan Irina A, Ns Frangky Watung,S.Kep menjelaskan pada prinsipnya dirinya sebagai penanggungjawab ruangan, menjalankan tugas ini dengan tidak membeda – bedakan pasien.

“Kami menjalankan tugas dan kerja sesuai dengan regulasi dan SOP yang berlaku. Manajemen juga mengajarkan kami untuk tidak membeda – bedakan pelayanan kesehatan kepada pasien. Ketika pasien warga negara Filipina ini masuk, kami langsung bawa ke ruangan irina A bawah bed dua kamar rawat standar untuk percontohan JKN-KRIS,” tandasnya. (sisco)

”

 




Silangen : Rencana Pelaksanaan Reses Anggota DPRD Sulut Agustus Mendatang

Sulut,GN- Sekretaris DPRD Sulut Niklas Silangen, S.Sos,M.Si mengatakan Agenda masa reses II bagi anggota DPRD Sulut di tahun 2025 ini akan segera dijadwalkan dan  akan dimulai pada bulan Agustus mendatang.

Weliam Niklas Silangen, S.Sos,M.Si selaku Plt Sekretaris DPRD Sulut ( foto : Gemparnews.com)

Namun rencana ini akan menunggu hasil  rapat Badan Musyawarah (Banmus).

“Direncanakan Agustus, menunggu hasil keputusan rapat Badan Musyawarah,” ujar Silangen, Selasa (21/07/2025).

Menurut Silangen Rapat Banmus akan dilaksanakan Jumat 18 Juli 2025 pada akhir pekan ini.

Diketahui, ada tiga kali kegiatan reses atau serap aspirasi anggota DPRD Sulut ke daerah Pemilihan setiap tahunnya.

Agenda reses dianggarkan dana Rp 1,3 M. Dimana pengunaannya dipakai untuk biaya perjalanan, sewa tempat, makan-minum, alat tulis menulis (ATK) dan percetakan.(sisco).




Legislator Michaela Paruntu Minta Instansi Terkait Seriusi Anjloknya Harga Nilam

Sulut,GN- Anjloknya harga Nilam di pasaran dan maraknya alih fungsi lahan pertanian mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Sulut, Senin (14/7/2025).

Usai RDP Komisi II dan SKPD serta Perum Bulog SulutGo Foto Bersama (foto: Gemparnews)

RDP ini di laksanakan bersama SKPD Sulut terkait dan Bulog, di ruang rapat Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

Wakil Ketua DPRD Sulut, Michaela E Paruntu, yang juga Koordinator Komisi II, menyoroti permasalahan ini yang semakin membebani masyarakat petani.

“Kita harus terbuka soal data dan fakta di lapangan. Harga Nilam yang turun drastis memukul petani, sementara mereka sudah banyak yang mengalihfungsikan lahan sawah demi Nilam. Ini tidak boleh dibiarkan tanpa solusi,” kata Michaela.

Menurutnya, OPD terkait harus hadir dengan langkah konkret, bukan sekadar imbauan. Ia mengingatkan bahwa kebijakan harus berpihak kepada kepentingan jangka panjang masyarakat dan menjaga keberlanjutan ketahanan pangan di daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulut menuturkan total lahan pertanian saat ini tercatat 43.542 hektar, meskipun idealnya dalam RTRW mencapai 53.426 hektar. Ia juga menegaskan bahwa menanam Nilam di area persawahan tidak diperbolehkan karena mengancam ketahanan pangan.

“Kami tidak melarang petani Nilam. Tapi untuk lahan sawah, apalagi yang masuk kawasan pangan, tidak boleh ditanami Nilam. Sosialisasi sudah kami lakukan, namun tetap perlu pengawasan dan pendampingan,” ujarnya.

Michaela meminta instansi terkait bersama Bulog untuk segera merespons keluhan petani, agar mereka tidak terus menjadi korban fluktuasi harga pasar tanpa perlindungan.

“Petani kita butuh kepastian. Jangan biarkan mereka terus dirugikan. Kita minta pemerintah hadir dengan solusi jangka pendek dan panjang, baik itu soal pemasaran, bibit unggul, hingga subsidi,” tandasnya. (sisco)




RDP Komisi II Bersama Mitra Kerja, Laluyan Pertanyakan Lahan Sawah di Sulut Kepada Dinas Pertanian Sulut

Sulut,GN- Jeane Laluyan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut),kembali menyoroti masalah pangan (beras red) yang belum terselesaikan. Sorotan ini disampaikan Laluyan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pertanian, Dinas Pangan, dan Bulog, Senin (14/7/2025).

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulut yang cepat merespon keluhan masyarakat melalui Dinas Pangan dan Bulog,” ujar Laluyan.

Namun, Dia menegaskan bahwa semua yang disampaikan masih sebatas rencana di atas kertas. Menurutnya, PR besar justru ada di Dinas Pertanian.

“Saya minta tolong, kalau bisa dijelaskan berapa total luas sawah yang ditanami padi di Sulut? Ini penting, agar tidak menunggu terlalu lama dan supaya pembahasan lebih fokus,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Sulut, Patris Saroinsong, Carol E. Sumilat, dan Nova Hisamraini menyampaikan bahwa berdasarkan LBS (Lahan Baku Sawah)  nasional tahun 2024, luas lahan sawah yang ditanami di Sulut mencapai 39.768 hektar.

Setelah mendengar penjelasan dari Dinas Pertanian, Laluyan kembali menanggapi data tersebut. Dirinya mempertanyakan apakah Dinas Pertanian juga memiliki angka panen terbaru. “Karena menurut informasi, panen berikutnya baru akan berlangsung pada November 2025,” ujarnya. (sisco)




Gerak Cepat Pelayanan Kesehatan di RSUP Kandou Manado Tuai Pujian Keluarga Pasien Asal Kotamobagu

Manado,GN – Gerak cepat pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado di bawah kepemimpinan Direktur Utama Prof Dr dr Sterry Rampengan,Sp.JP (K), FIHA,MARS terus menuai pujian dan  mendapat apresiasi serta pengakuan secara luar biasa kerja para staf, perawat maupun dokter dari keluarga pasien.

Keluarga Pasien Ibu Lia Bawole Asal Kotamobagu (foto: Gemparnews)

Apresiasi ini datang dari Ibu Lia Bawole asal Kotamobagu adalah istri pasien bernama Novri Maleke (40) yang dirawat selama 10 hari di ruangan Edelweis 1 khusus penyakit saraf RSUP Prof Dr RD Kandou Manado.

Ibu Lia menuturkan dimana gerak cepat para staf, perawat dan dokter menangani pasien bahkan sampai pada pelayanan obat pun di akuinya secara pelayanan luar biasa.

” Awal pelayanan kesehatan dari UGD dan disini sungguh luar biasa para staf, Perawat dan dokter sangat ramah terhadap kami, boleh dikata sangat gercep (gerak cepat red) menangani pasien. Kami pasien rujukan dari Kotamobagu mulai dari dokter sampai perawat langsung mengambil tindakan,” kata Ibu Lia, Senin (14/7/2025) kepada media Gemparnews.com di kantor RSUP Kandou Manado, ruangan Edelweis 1.

Ibu Lia mengakui pelayanan di RSUP Kandou Manado, selama pasien di rawat tidak ada pembiaran sedikit pun dalam pelayanan kesehatan.

“Tidak ada pembiaran. Dokter dan perawat masuk dan keluar tak henti – hentinya mengecek pasien dan menanyakan kondisi pasien,” ucapnya.

” Jadi mulai dari UGD sampai masuk di ruangan ini luar biasa pelayanan kesehatan sejak kami masuk kedua kalinya sampai hari ini,” terang ibu Lia.

” Yang intinya kami disini diberikan pelayanan terbaik, ketika kami membutuhkan dan menanyakan sesuatu terkait pelayanan kesehatan, mereka menjawab dengan baik dan tegas, misalnya kami menyampaikan bahwa infus sudah hampir habis, mereka langsung bergerak tepat waktu,” sambungnya.

Ibu Lia berharap, tetap di jaga dan di pertahankan pelayanan kesehatan di rumah sakit kebanggaan masyarakat bumi nyiur melambai ini, sehingga nama rumah sakit ini menjadi rumah sakit yang mengedepankan pelayanan kesehatan secara baik.

“Kami berharap pelayanan kesehatan tetap di pertahankan sehingga ketika kami pulang dari ruangan ini, ada pasien lain yang masuk pelayanan juga sama seperti pelayanan kesehatan kepada kami,” tutup ibu lia dengan hati gembira di dampingi kepala Ruangan Edelweis 1 Ns Angelein Kosegeran.

Untuk di ketahui, pasien bapak Novry Maleke oleh dokter, hari ini sudah di nyatakan membaik dan di izinkan pulang ke Kotamobagu untuk selanjutnya pekan depan pasien di ingatkan melakukan kontrol kembali. (sisco)




Pencanangan Program Gerakan Membara Mesuang, Menjawab Ketahanan Pangan di Bumi Tampunganglawo

SANGIHE,GN-Untuk mendukung pembangunan secara nasional seiring dengan program Pemerintah pusat, yang menekankan swasembada pangan, dan dalam rangka mewujudkan sapta membara Program Bupati dan wakil Bupati,maka Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui dinas pertanian melakukan pencanangan gerakan membara mesuang di lahan BBU pertanian Kampung lenganeng, jumat (11/7/2025).

Pencanangan Program Gerakan Membara Mesuang di Kampung Lenganeng,Tahukan Utara (foto: Gemparnews)

Gerakan membara mesuang langsung dicanangkan oleh Bupati Michael Thungari,SE,MM dengan melakukan penanaman tanaman holtikultura dan panen komoditi cabe dan sayuran pun pada kesempatan itu dilakukan penyerahan bantuan benih cabe kepada kelompok tadi yang diserahkan oleh Bupati.

Bupati mengatakan bahwa gerakan menanam bersama rakyat, mendukung swasembada untuk ketahanan pangan, adalah salah satu langkah strategis Pemerintah daerah dalam menjawab tantangan ketahanan pangan yang saat ini sedang dihadapi,bahwa isu pangan merupakan isu nasional.

Bupati menambahkan masih ada pekerjaan rumah yang harus dilaksanakan yaitu bagaimana ketahanan pangan di Sangihe,karena masih banyak tanaman holtikultura berasal dari luar Sangihe, Sehingga dengan program membara mesuang bisa menjawab dan ketahanan pangan di Sangihe aman dan tidak terlalu berharap tanaman holtikultura dari luar daerah.

Thungari pun berharap, kegiatan menanam ini bukan hanya secara simbolis,tapi menjadi gerakan aksi nyata untuk semua, kepada para Camat Bupati menghimbau agar tiap kecamatan dapat mengsuplai di Kecamatan masing-masing seperti tanaman cabe.

” Saya sangat berharap kegiatan menanam ini, bukan hanya secara simbolis tapi menjadi gerakan aksi nyata untuk semua,dan gerakan mesuang bukan hanya program tapi kedepan harus menjadi kewajiban,”harap Thungari.

Frangky Nantingkaseh kepala dinas Pertanian kepada media menyampaikan,bahwa setelah dilakukan pencanangan gerakan mesuang oleh Bupati, maka dari dinas pertanian terus bergerak ke wilayah-wilayah dan ada perencaan dari teknis.

” Setelah pencanangan ini, kita akan melakukan gerakan penanaman sampai wilayah-wilayah Kecamatan dengan melibatkan pemerintah Kecamatan dan didukung sepenuhnya oleh balai penyuluh pertanian di wilayah,dan Pemerintah Kampung,”tutup Nantingkaseh.(RB)