RDP Komisi I DPRD Sulut Terkait Isu Paskibraka

Sulut,GN- Komisi I DPRD Sulut menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Senin, (13/10/2025),terkait isu yang sempat mencuat ke publik.

RDP ini menghadirkan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Sulut, Jhony Suak, dan pemerhati Paskibraka.

RDP ini membahas Polemik mengenai calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) untuk tingkat nasional.

​Kaban Kesbangpol Jhoni Suak menjelaskan bahwa isu yang beredar bukanlah pemalsuan data, melainkan adanya perbedaan data yang dikirimkan oleh admin Sangihe dengan kenyataan yang sebenarnya.

“Sesuai keputusan yang kami konsultasikan dengan BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), sesuai syarat, umur 16 tahun tidak bisa diikutsertakan pada Paskibraka tingkat Nasional,” jelas Suak usai RDP kepada sejumlah media. (sisco)




Kepsek SMPN 4 Manado Utusan Sulut Ikut Bimtek di Surabaya

Manado,GN- Prestasi yang membanggakan bagi SMPN 4 Manado yang satu – satunya utusan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ikut dalam kegiatan Bimbingan teknik (Bimtek) di Surabaya Jawa Timur.

Kepala SMPN 4 Manado Rahman Manggopa,SPd (foto: Gemparnews)

Ini disampaikan oleh Kepala SMPN 4 Manado Rahman Manggopa, SPd kepada media Gemparnews.com ketika di temui diruangan kerjanya, Senin (13/10/2025).

Maksud kegiatan Bintek tersebut, kata Manggopa, bagaimana memanfaatkan anggaran bos kinerja itu tepat sasaran.

” Berhubung SMP 4 Manado mendapat prestasi dalam olahraga, maka kami satu – satunya di utus mengikuti kegiatan bimtek ini. Tujuannya untuk belajar kembali bagaimana memanfaatkan anggaran bos kinerja tepat sasaran,” kata Manggopa.

“Kami diajarkan bagaimana cara pembuatan Rencana Kerja Anggaran (RKA) sekolah sehubungan dengan Boskin, bagaimana kami memetakan pemetaan dan juga asesmen itu kami lakukan,” sambungnya.

Diketahui kegiatan ini dilaksanakan oleh
Pusat Pengembangan Prestasi Nasional (Puspenas)sehubungan dengan penggunaan Bos Kinerja Prestasi.

Kegiatan bimbingan teknik ini juga menghadirkan Nara sumber sebagai pemateri dari Pusat Pengembangan Prestasi Nasional. (sisco)




Diskusi Daring Bahas Umat Kristen di Negeria, Tokoh Agama Desak Gereja Buka Mata dan Ambil Sikap

Jakarta,GN – Tragedi kemanusiaan yang menimpa umat Kristen di Nigeria kembali menjadi sorotan. Dalam sebuah diskusi daring bertajuk “Pembantaian Umat Kristen di Nigeria: Siapa Peduli?” yang digelar Minggu (12/10/2025), sejumlah kalangan dan tokoh agama mendesak gereja dan masyarakat Indonesia untuk membuka mata dan mengambil sikap.

Acara yang digelar Pewarna Indonesia bersama Simposium Setara Menata Bangsa dan Asosiasi Pendeta Indonesia (API) ini menghadirkan Partogi Samosir (mantan diplomat) dan Pdt. Ronny Mandang (Majelis Pertimbangan PGLII) sebagai pembicara kunci. Turut hadir sebagai penanggap Pdt. Yohanis Henock (Ketua STT Pokok Anggur), Hasudungan Manurung (Dewan Pengawas PPHKI), dan Prima Surbakti (Ketua Umum GMKI), dengan Nick Irwan sebagai moderator.

Diskusi dibuka dengan paparan data menohok dari Armed Conflict Location and Event Data Project (ACLED). Nick Irwan, selaku moderator, menegaskan bahwa konflik ini bukanlah isapan jempol belaka.

“Awalnya banyak yang mengira berita ini hoaks. Namun data menunjukkan ribuan korban jiwa telah jatuh, terutama dari komunitas Kristen. Ini bukan lagi isu regional, ini adalah isu kemanusiaan global,” tegas Nick.

Partogi Samosir membahas akar persoalan yang kompleks. Menurutnya, konflik ini berawal dari perebutan sumber daya alam dan ketimpangan ekonomi, yang kemudian dibumbui dengan politik identitas oleh kelompok ekstremis seperti Boko Haram. Lemahnya perlindungan dari pemerintah setempat menjadi bensin yang memicu kobaran kekerasan.

“Ini bukan sekadar persoalan agama. Ketika sumber daya diperebutkan, politik ikut bermain, dan pemerintah tidak hadir, maka kekerasan akan tumbuh subur. Itulah yang kita saksikan di Nigeria,” papar PaPartogi

Sementara itu, Pdt. Ronny Mandang menyuarakan keprihatinan yang lebih dalam. Ia menilai gelombang kekerasan yang sistematis ini telah berada di ambang genosida atau pemusnahan etnis. Ia mendesak gereja-gereja di Indonesia untuk bergerak, tidak sekadar menjadi penonton yang bisu.

“Kita tidak bisa diam. Gereja harus bersuara. Ini bukan semata soal iman, ini soal nyawa manusia,” serunya.

Para penanggap membawa diskusi ke konteks yang lebih dekat dengan kita. Hasudungan Manurung menyoroti sikap apatis yang kerap melanda masyarakat Indonesia terhadap isu global. Ia mendorong gereja untuk menjadi “suara kenabian” yang aktif mengedukasi jemaat.

“Kita sering apatis terhadap tragedi di luar negeri, padahal solidaritas tidak mengenal batas negara. Gereja harus tampil sebagai suara kenabian, bukan sekadar tempat ritual. Ini saatnya kita berbicara, bukan hanya berdoa,” tandas Hasudungan.

Peringatan serupa disampaikan Prima Surbakti. Ia mengingatkan bahwa benih-benih intoleransi dan kebencian yang sama, jika dibiarkan, bisa memicu konflik serupa di Indonesia. Tragedi Nigeria, katanya, harus menjadi cermin.

“Tragedi di Nigeria adalah cermin bagi kita. Jika kita tidak belajar dari sana, sejarah bisa berulang di sini. Anak muda perlu dibekali dengan empati, bukan hanya informasi,” ujar Prima.

Sementara itu, Pdt. Yohanis Henock menekankan peran gereja sebagai agen perdamaian yang harus meneladani kasih, bahkan kepada mereka yang dianggap musuh.

Sebelum diskusi ditutup, percakapan juga menyentuh situasi di Tanah Air, khususnya Papua dan kebebasan beragama. Partogi Samosir menutup dengan pesan yang menggugah: solidaritas sejati diuji di saat-saat sulit.

“Solidaritas kita diuji bukan saat senang, tapi saat penderitaan menimpa orang lain. Jangan diam, karena diam adalah bentuk persetujuan terhadap ketidakadilan,” pungkasnya.

Diskusi ini bukan sekadar percakapan virtual, melainkan sebuah panggilan moral. Sebuah seruan bagi semua pihak, dari gereja hingga masyarakat sipil, untuk memperkuat solidaritas, membela keadilan, dan peka terhadap penderitaan sesama manusia di belahan dunia mana pun. (*/red)




Moment HUT JNL Ke 125 Tahun, Undang Bupati Dan Wakil Bupati Surudani Jadi Utusan

SANGIHE,GN- Jemaat Nazaret Lesa (JNL) memperingati hari ulang tahun (HUT), Ke 125 tahun, dan pada moment special ini, panitia dan MPJ mengundang Bupati dan wakil Bupati, dan yang diutus hadir mewakili pemkab Sangihe adalah kepala dinas Perhubungan Decky Surudani.

Sebelumnya Pembacaan sejarah Gereja oleh Ketua MPJ Pdt.Silvia Lombote Harindah,S.Th dan kemudian dilanjutkan dengan ibadah syukur bersama yang dipimpin oleh Sekretaris pelaksana MPS Sinode Pdt.Ronny Lewerisa,M.Si dengan mengambil.Efesus 4 : 1-16.

Bupati Kabupaten Sangihe dalam sambutannya yang dibacakan Kadis Perhubungan Decky Surudani menyampaikan selamat ulang tahun ulang tahun kepada seluruh keluarga besar jemaat GMIST Nazaret Lesa.

” Usia pelayanan panjang ini merupakan bukti nyata dari keteguhan iman semangat pelayanan yang tidak pernah padam serta komitmen kebersamaan yang turut terjaga lintas generasi,” kata Surudani membacakan sambutan Bupati.

Dalam sambutan Bupati pun disampaikan bahwa perihal HUT Jemaat ini merupakan momentum yang berharga untuk merenungkan kembali peran gereja dalam membangun kehidupan rohani ,dan sosial yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

” Untuk itu saya mengajak seluruh Jemaat GMIST Nazaret Lesa untuk terus menjalin sinergi dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah dalam upaya mewujudkan kemajuan bersama program unggulan daerah yaitu sapta membara, Saya percaya bahwa Jemaat GMIST Nazaret Lesa dapat menjadi motor penggerak pembangunan yang berdasarkan nilai nilai iman dengan berpartisipasi aktif dalam bidang pendidikan,pelayanan,kesehatan penguatan ekonomi,pelestarian budaya serta penanaman nilai-nilai spiritual ditengah masyarakat,” Ujar Kadis Perhubungan membacakan sambutan Bupati.

Harapan pimpinan Daerah agar Jemaat Nazaret Lesa akan terus tumbuh menjadi Jemaat teladan yang tidak hanya menumbuhkan iman dan kasih diantara warganya, tetapi juga menjadi berkat bagi sesama dan menjadi kesaksian yang hidup dalam setiap aspek kehidupan.

Turut hadir anggota DPRD Stands Jul Pulu,Camat Tahuna Timur bersama Ibu dan Para undangan.(RB).




Edukasi Kesehatan, “Kelainan Refraksi” dalam Rangka World Sight Day 2025

Manado,GN – Dalam rangka memperingati World Sight Day 2025, RSUP Prof dr RD Kandou melalui Instalasi Promosi Kesehatan (Promkes) menggelar kegiatan Edukasi Kesehatan bertema “Kelainan Refraksi” Jumat (10/10/2025) di ruang tunggu Poliklinik Bedah RSUP Kandou.

Kegiatan ini dipandu oleh Bapak Christian Modeong, S.I.Kom, selaku Penanggung Jawab Instalasi Promosi Kesehatan sekaligus MC acara, dengan Mohamad Sahroni, Amd.RO sebagai narasumber, seorang refraksionis optisi yang berpengalaman dalam bidang pemeriksaan dan koreksi penglihatan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua KSM I K Mata, dr. Herny Poluan, Sp.M, dan Dr. dr. Ade John Nursalim, MM, MARS, Sp.M, ChM, FICS, dokter spesialis mata RSUP Kandou, yang juga turut memberikan penjelasan dan menjawab pertanyaan dari pasien yang hadir.

Dalam penyampaiannya, narasumber menjelaskan pentingnya mengenali kelainan refraksi seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), dan astigmati. (*/sisco)




Bupati Thungari Dan Pimpinan DPRD Tinjau RSD Liun Kendage Ada Apa?

SANGIHE,GN – Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe yakni Ketua DPRD, Wakil Ketua I, dan Wakil Ketua II, pada Kamis, 9 Oktober 2025, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Daerah (RSD) Liun Kendage Tahuna.

Sidak tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan kehadiran langsung Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam memastikan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan pimpinan daerah meninjau langsung sejumlah fasilitas rumah sakit serta berdialog dengan pihak manajemen dan tenaga kesehatan serta para pasien. Dari hasil peninjauan, ditemukan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan bahan evaluasi bersama, antara lain aspek kebersihan lingkungan rumah sakit, ketersediaan fasilitas yang masih perlu pembenahan, serta kinerja pelayanan tenaga medis.

Sebagai tindak lanjut dari hasil sidak, Bupati bersama pimpinan DPRD memutuskan untuk menggelar rapat koordinasi dengan pihak manajemen RSD Liun Kendage yang juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Ketua Dewan Pengawas RSD Liun Kendage, serta perwakilan dari BPJS Kesehatan.

Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah langkah strategis untuk peningkatan pelayanan ke depan, di antaranya:

* Peningkatan kebersihan dan kenyamanan lingkungan rumah sakit,
* Perbaikan sistem pelayanan pasien, termasuk pasien rujukan,
* Usulan penempatan 1 unit mobil ambulance Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe di Manado guna mempercepat pelayanan pasien rujukan,
* Gagasan difungsikannya ex Kantor Perwakilan Kab. Kepl. Sangihe menjadi rumah singgah bagi perawat pendamping pasien rujukan, untuk meringankan beban biaya baik dari pihak rumah sakit maupun keluarga pasien.
* Pemanfaatan Anggaran BLUD secara proposional pada post Pembiayaan yaitu belanja jasa dan belanja operasional yang meliputi peningkatan sarana prasarana, ketersediaan obat-obatan dan belanja lainnya.

Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menegaskan bahwa sidak dan rapat koordinasi tersebut merupakan langkah nyata Pemerintah Daerah untuk terus memperbaiki mutu pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan.

“Sidak ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai upaya bersama untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan RSD Liun Kendage Tahuna. Rumah sakit ini adalah wajah pemerintah di mata masyarakat, sehingga sudah seharusnya memberikan pelayanan terbaik,” ujar Bupati Thungari.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan pengawasan terhadap fasilitas pelayanan publik, agar kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.(RB)




Hasmun Hamzah Pastikan Serapan Anggaran Mencapai 99 Persen Pada Desember Mendatang

Sulut,GN – Meskipun di tengah – tengah Pemerintah diperhadapkan dengan efesiensi anggaran, namun Pengelola Transportasi Darat ( BPTD) kelas II Sulawesi Utara (Sulut) terus membenahi dan melaksanakan pembenahan pengerjaan sarana prasarana untuk kenyamanan bagi masyarkat.

Hasmun Hamzah (foto : Gemparnews)

Kepala BPTD kelas II Sulut melalui Kepala Tata Usaha Hasmun Hamzah menjelaskan terkait serapan anggaran hingga Oktober tahun 2025 ini.

Dia mengatakan serapan anggaran sudah mencapai tujuh puluhan persen.

” Termasuk pengerjaan yang ada di lokasi kantor ini,” kata Hasmun kepada media ini ketika ditemui diruangan kerjanya, Kamis (09/10/2025).

Lebih jauh Hasmun mengatakan, dari sekian program kerja yang dilaksanakan diperkirakan selesai Desember mendatang.

” Yah, dipastikan serapan anggaran sudah sekitar sembilan puluh sembilan persen pada Desember mendatang,” ujarnya.

Hasmun berharap, kedepannya tidak ada lagi kendala yang akan dihadapi dalam penyelesaian pekerjaan yang telah dikerjakan.

” Intinya kami berharap pekerjaan selesai tepat waktu, artinya sampai masa waktu yang di tentukan tidak mengalami hambatan dalam melaksanakan pekerjaan proyek yang ada,” tandasnya. (sisco)




World Sight Day 2025, Cegah Kebutaan Akibat Diabetes, Periksa Mata Sebelum Terlambat

Manado, GN– Dalam rangka memperingati World Sight Day 2025, RSUP Prof dr RD Kandou melalui program Promkes Bercerita menghadirkan episode khusus bertema “Diabetes dan Mata “Cek Retina Sebelum Terlambat”, Acara ini menghadirkan Dr. dr. Ade John Nursalim, MM, MARS, Sp.M, ChM, FICS, dokter spesialis mata divisi Vitreoretina RSUP Kandou, bersama drg. Elisa Mavilinda sebagai moderator.

Dalam bincang santai namun penuh makna, Dr. Ade menjelaskan bahwa diabetes tidak hanya menyerang ginjal dan jantung, tetapi juga dapat merusak retina mata—bagian penting yang berfungsi menangkap cahaya dan mengirim sinyal ke otak. “Banyak pasien masih melihat jelas padahal retinanya sudah rusak akibat gula darah tinggi. Karena itu, deteksi dini sangat penting,” tegasnya.

RSUP Kandou kini telah dilengkapi teknologi OCT Angiografi (OCTA) yang mampu mendeteksi kelainan pembuluh darah retina bahkan sebelum gejala muncul, memungkinkan terapi dilakukan lebih awal dan mencegah kebutaan.

Dia menekankan bahwa pengobatan kini jauh lebih maju, mulai dari suntikan anti-VEGF hingga operasi retina yang rutin dilakukan di RSUP Kandou dengan hasil memuaskan. “Ketika sudah didiagnosis diabetes, segera periksa ke dokter mata. Jangan tunggu gejala muncul. Deteksi dini dan pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati,” pesannya.

Melalui peringatan World Sight Day 2025 yang bertema “Putting People at the Heart of Eye Health”, RSUP Prof. dr. R. D. Kandou mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata dan melakukan pemeriksaan rutin, terutama bagi penderita diabetes.(*/sisco)




Podcast Edukasi Katarak, RSUP Prof Dr R D Kandou Ajak Masyarakat Periksa Mata Rutin Setiap 6 Bulan

Manado,GN- Memperingati World Sight Day 2025, Instalasi Promosi Kesehatan (Promkes) RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado merilis episode khusus podcast “Promkes Bercerita” bertajuk “Katarak: Kenali Gejala, Cegah Perburukan, dan Pilihan Terapi”. Episode ini dipandu Dr. dr. Ade John Nursalim, MM, MARS, SpM, ChM, FICS dengan narasumber dr. Herny Poluan, SpM, Ketua KSM Ilmu Kesehatan Mata RSUP Kandou.

Dalam bincang santai ini, dr. Herny menjelaskan bahwa katarak adalah kekeruhan lensa mata yang semula jernih seperti kristal sehingga penglihatan tampak “seperti berkabut”. “Katarak bisa terjadi pada semua usia—mulai bayi baru lahir (kongenital), anak (juvenil), hingga lanjut usia (senilis). Pada dewasa, keluhan yang sering muncul adalah penglihatan kabur dan ukuran kacamata yang sering berubah-ubah,” paparnya Kamis, (9/10/2025).

Terkait penanganan, dr. Herny menegaskan operasi katarak adalah satu-satunya terapi yang dapat memulihkan kejernihan penglihatan. “Obat tetes atau obat minum tidak dapat menyembuhkan katarak. Operasi kini semakin canggih dan cepat; lensa yang keruh diganti lensa tanam (intraokular) sehingga penglihatan dapat membaik signifikan. Hasilnya tetap dipengaruhi kondisi penyerta seperti diabetes, glaukoma, atau infeksi,” jelasnya.

Host, Dr Ade, menekankan pentingnya deteksi dini: “Jangan menunda periksa. Untuk usia ≥40 tahun, lakukan pemeriksaan mata setiap 6 bulan. Penderita diabetes sebaiknya memeriksakan mata lebih awal dan berkala, sedangkan bayi/anak dengan tanda putih pada pupil perlu segera dievaluasi.”

Selain memahami gejala, masyarakat diimbau menerapkan gaya hidup sehat demi memperlambat progres kekeruhan lensa. “Vitamin dan nutrisi yang baik dapat membantu memperlambat, namun tidak menggantikan operasi bila katarak sudah mengganggu aktivitas,” tambah dr Herny.

Dia mengajak masyarakat proaktif menjaga kesehatan mata. “Periksa mata rutin tiap enam bulan, meski tanpa keluhan. Bila ada keluhan, segera ke dokter mata agar tidak berlanjut,” ujarnya.

“Mari dukung World Sight Day 2025 dengan menempatkan pasien di pusat layanan kesehatan mata—Putting People at the Heart of Eye Health.”tutup dr Ade. (*/sisco)




Mari Bersama – sama Menjaga Situasi Kamtibmas di Sulut Aman dan Kondusif

Sulut, GN- Brigade Nusa Utara Indonesia, merupakan Organisasi Masyarakat Adat yang berperan penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) lebih khusus kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara atau daerah perbatasan.

Ormas Adat Brigade Nusa Utara Indonesia dibawah pimpinan Ketua Stanly Daniel Sendouw, S.H aktif dalam menyuarakan tuntutan hukum terkait kasus Mafia Tanah, Mafia BBM dan lain-lain

Ormas Adat Brigade Nusa Utara Indonesia mengajak para pengurus serta para anggota untuk menjaga stabilitas keamanan dan bahu-membahu bersama kepolisian dalam menciptakan Provinsi Sulut aman dan nyaman

“Dengan maraknya kasus Mafia Tanah, dan Mafia BBM di Bumi Nyiur melambai kami mendukung Polda Sulut untuk memberantas Kasus Mafia Tanah dan Mafia BBM”

Kami Ormas Adat Brigade Nusa Utara Indonesia terus membantu Polri khususnya Polda Sulut dalam memberantas kasus-kasus seperti Mafia Tanah dan Mafia BBM di Sulawesi Utara

“Mari kita jaga Slogan Sulawesi Utara TORANG SAMUA BASUDARA dan kita jaga Keamanan dan ketertiban di Bumi Nyiur melambai aman dan nyaman,” tandasnya. (sisco)