Pelindo Regional 4 Manado Salurkan Bantuan Hewan Kurban Melalui Program Pelindo Berbagi 1447 H / 2026 M
Manado, GN- Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M, Pelindo Regional 4 Manado kembali melaksanakan kegiatan sosial melalui Program Pelindo Berbagi dengan menyalurkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat dan Buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Manado.
Pada tahun ini, Pelindo Regional 4 Manado menyalurkan bantuan sebanyak 2 (dua) ekor sapi kurban yang diserahkan kepada Masjid Uswatun Hasanah Kota Manado serta Buruh TKBM Pelabuhan Manado sebagai bentuk kepedulian dan komitmen perusahaan dalam mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar serta Buruh TKBM yang berada di lingkungan pelabuhan.
General Manager Nurlayla Arbie hadir secara langsung untuk menyerahkan bantuan hewan kurban sekaligus mengikuti proses pemotongan hewan kurban bersama panitia dan masyarakat penerima manfaat pada Rsbu, 27 Mei 2026.
Melalui kegiatan ini, Pelindo Regional 4 Manado berharap semangat berbagi dan kebersamaan pada momentum Idul Adha dapat terus terjalin serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan Buruh TKBM Pelabuhan Manado. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung nilai-nilai sosial, kemanusiaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar pelabuhan.
Pelindo Regional 4 Manado senantiasa berupaya untuk hadir dan memberikan kontribusi positif melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang berkelanjutan.(*/sisco)
Wakil Bupati Sangihe Lepas Peserta Takbiran Keliling di Kelurahan Tidore
SANGIHE,GN – Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe melepas peserta takbiran keliling di Kelurahan Tidore dalam rangka Menyambut Hari Besar keagamaan, yakni Perayaan Idul Adha 1447 H tahun 2026, Panitia Hari Besar Islam melaksanakan kegiatan Takbiran Keliling, yang dipusatkan di Kelurahan Tidore, Kecamatan Tahuna Timur , Selasa(26/5/2026).
Dalam sambutannya wakil Bupati menyampaikan bahwa, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe memberikan apresiasi kepada seluruh panitia Hari Besar Islam yang sudah menyelenggarakan kegiatan Takbiran Keliling ini.
” Hari raya Idul Adha mengajarkan kita tentang nilai ketaatan. Takbiran malam ini bukan hanya sekedar tradisi tahunan melainkan bukti syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat peserta Takbiran Keliling agar dapat melaksanakan kegiatan ini dengan tertib dan penuh tanggung jawab,”ucapnya. (RB)
Serahkan Hewan Kurban Bantuan Presiden RI, Bupati Thungari Apresiasi dan ucapkan Terima kasih
SANGIHE,GN – Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari,SE,MM menyerahkan hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia di Masjid AT-Taqwa Kendahe II, Kecamatan Kendahe, Senin (25/5/2026).
Penyerahan Hewan kurban ini, dalam rangka menyambut hari raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh tempo pada tanggal 27 mei 2026.
Selain menyerahkan bantuan Presiden RI berupa satu ekor sapi kurban, Bupati juga menyerahkan bantuan hewan kurban secara simbolis dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe kepada dua masjid lainnya di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Sangihe Ronny Pasiale, dalam laporannya menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Kabupaten Kepulauan Sangihe menerima bantuan hewan kurban dari Presiden RI untuk Masjid AT-Taqwa Kendahe II.
“Selain bantuan Presiden berupa satu ekor sapi kurban untuk Masjid AT-Taqwa Kendahe II, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga menyerahkan bantuan dua hewan kurban bagi dua masjid lainnya sesuai kemampuan daerah,” ujar Pasiale.
“Dua masjid penerima bantuan hewan kurban dari Pemkab Sangihe tersebut yakni Masjid Al-Fajar Daripa Marange Timbelang di Kecamatan Tabukan Tengah dan Masjid Al-Iman Gihang Bahu,” tambah Kabag.
Sementara itu, Bupati Michael Thungari dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, atas perhatian dan kepedulian kepada masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui bantuan hewan kurban.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Kepulauan Sangihe, kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Bapak Prabowo Subianto atas bantuan kemasyarakatan berupa hewan kurban bagi masyarakat di daerah perbatasan,” kata Thungari.
Ia menjelaskan, pada tahun sebelumnya bantuan serupa diserahkan di Masjid Al-Jihad Kampung Petta, Kecamatan Tabukan Utara, sedangkan tahun ini disalurkan kepada Masjid AT-Taqwa Kendahe II.
Lanjut Bupati , pemilihan Masjid AT-Taqwa Kendahe II sebagai penerima bantuan Presiden didasarkan pada kriteria masjid dengan jumlah jamaah yang besar serta memiliki peran penting di tengah masyarakat.
“Perhatian ini memiliki arti penting bagi masyarakat perbatasan utara NKRI karena menunjukkan bahwa negara hadir dan terus memperhatikan seluruh masyarakat tanpa membedakan wilayah,” ujarnya.
Ditegaskan Bupati bahwa bantuan hewan kurban bukan sekadar bentuk penyaluran bantuan sosial, tetapi menjadi simbol kepedulian, solidaritas, dan penguatan tali persaudaraan antarwarga.
“Momentum Idul Adha harus menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memastikan sukacita hari raya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, khususnya saudara-saudara kita yang membutuhkan,” lanjutnya.
Ia berharap proses penyaluran hewan kurban dapat dilakukan secara baik, transparan, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat penerima.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan panitia dan pengurus masjid agar menjaga amanah penyaluran hewan kurban dengan penuh tanggung jawab.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menegaskan bahwa semangat pembangunan daerah melalui program Sapta Membara tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas, dan kehidupan sosial yang harmonis.
“Pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur semata, tetapi juga tumbuhnya rasa kepedulian, solidaritas, dan kehidupan sosial yang damai. Mari kita terus menjaga kebersamaan dalam membangun Kepulauan Sangihe yang maju, sejahtera, dan bermartabat,” tutupnya. (RB)
Dirut Prof Starry Rampengan Serahkan Hewan Kurban
Manado,GN— Ketua Takmir Masjid As-Syifa RS Kandou Manado, Muhammad Sahroni, Amd.RO, Senin (25/5/2026) menerima hewan kurban. Penyerahan hewan kurban tersebut diserahkan oleh Direktur Utama RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS, MH.Kes.
Penyerahan hewan kurban berlangsung di halaman Masjid As-Syifa RS Kandou Manado. Turut hadir Direktur Perencanaan dan Keuangan, Ekwanto, SE, Ak, MM, bersama jajaran.
Prof Starry Rampengan dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dapat berbagi melalui ibadah kurban sebagai bentuk kepedulian sosial dan kebersamaan.
“Puji syukur ke hadirat Allah Subhanallahu Wa Ta’ala atas nikmat dan kesempatan sehingga pada hari ini kita dapat melaksanakan penyerahan hewan kurban dalam keadaan sehat dan penuh kebersamaan,” kata prof Starry.
Penyerahan hewan kurban tersebut kata Prof Starry, merupakan wujud ibadah sekaligus bentuk rasa syukur dari keluarga besar RSUP Kandou Manado kepada warga masyarakat.
“Atas nama Direktur Utama, Dewan Direksi dan segenap Civitas Hospitalia RSUP Prof Dr RD Kandou Manado, kami menyerahkan hewan kurban, sebagai bentuk ibadah, rasa syukur, dan kepedulian kepada sesama,” ucapnya.
Lebih jauh Prof Starry berharap, hewan kurban yang diserahkan dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat yang penerimanya.
“Semoga kurban ini diterima oleh Allah Subhanallahu Wa Ta’ala dan dapat membawa manfaat serta kebahagiaan bagi masyarakat yang menerima,” sambungnya.
Dirut juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan membantu pelaksanaan kegiatan ini. Semoga semangat berbagi, semangat kekeluargaan dan semangat kebersamaan kita semua senantiasa tetap terjaga,” terang Dirut.
Ditempat yang sama, Ketua Takmir Masjid As-Syifa RS Kandou Manado menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan dalam penyaluran hewan kurban.
“Kami selaku penerima hewan kurban mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktur Utama yang telah mempercayakan amanah kurbannya kepada kami,” tukas Sahroni.
Ibadah kurban ini kiranya mendapat keberkahan dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Semoga ibadah kurban yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT, diberikan keberkahan rezeki, kesehatan, serta menjadi amal jariyah yang membawa kebaikan bagi kita semua,” imbuhnya.
Hewan kurban ini lanjut Sharoni, nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima.
“Insya Allah, hewan kurban ini akan kami salurkan kepada masyarakat yang berhak menerima dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (sisco)
Manado,GN — Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K) ,FIHA, MARS bersama jajarannya menerima kunjungan Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, Senin (25/5/2026).
Kunjungan kemanusiaan Bupati Minahasa ini, dalam rangka menjenguk bayi terlantar asal Kabupaten Minahasa yang kini menjalani perawatan di RSUP Prof Dr RD Kandou Manado.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada RSUP Kandou Manado, telah memberikan penanganan dan pelayanan kesehatan cepat dan maksimal terhadap bayi tersebut.
Pemerintah Kabupaten Minahasa juga bermohon kepada pihak RSUP Kandou Manado memberikan penanganan terbaik bagi bayi hingga kondisinya benar-benar membaik.
Pada kesempatan itu, Dirut RSUP Kandou Manado mengatakan bahwa keselamatan dan penanganan medis bayi menjadi prioritas utama pihak rumah sakit. “Yang paling utama adalah penanganan dan keselamatan bayi tersebut,” ujar Dirut.
Ucapan terima kasih disampaikan oleh Prof Starry, atas perhatian Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam proses penanganan bayi terlantar di RSUP Kandou Manado.
“Terima kasih atas kunjungan dari Pemerintah Minahasa kepada RS Kandou dalam penanganan bayi terlantar asal Minahasa ini,” sambungnya.
Untuk diketahui, bahwa Bayi tersebut sebelumnya ditemukan dalam kondisi terlantar di wilayah Kabupaten Minahasa dan sempat mendapatkan penanganan awal di RSUD Sam Ratulangi Tondano sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP Kandou untuk penanganan medis lebih lanjut.
Saat ini kondisi bayi terus dipantau secara intensif oleh tim medis RSUP Kandou Manado, untuk memastikan proses perawatan berjalan optimal dan kondisi kesehatan bayi semakin membaik. (sisco)
Sekda Harry Wolf Buka Lomba Boat Race Champoinship
SANGIHE,GN – Sekda Harry Wolf membuka Boat Race Championship Sabtu (23/05/2026), di Teluk Peta, Kampung Peta, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Event balap perahu yang menyedot perhatian masyarakat ini dijadwalkan berlangsung hingga 11 Juli 2026 mendatang.
Turut hadir anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Vioneta Kiera, Plt Ketua DPRD Kabupaten Sitaro Alfred Ronald Takarendenang, S.E., Ak., serta anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe Arsat Lawendatu dan Muslim Sasikome, S.Pd.I.
Ketua Dekopimda Kabupaten Kepulauan Sangihe, Abdul Aziz Maaling, S.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini memiliki tujuan lebih besar daripada sekadar perlombaan balap perahu.
Menurutnya, Teluk Peta Boat Race Championship menjadi wadah untuk menyalurkan minat dan bakat generasi muda di bidang olahraga air, sekaligus mendorong pengembangan potensi wisata bahari di wilayah Kepulauan Sangihe.
“Ini bukan sebatas ajang lomba, tapi lebih dari itu, Dekopimda terpanggil untuk mengembangkan minat generasi muda di daerah Sangihe sekaligus mengembangkan potensi mereka, serta menjadi bagian dari wisata bahari yang terus dikembangkan di masa-masa mendatang,” ujar Abdul Aziz Maaling.
Ajang adu ketangkasan dan sportivitas tersebut mempertandingkan empat kelas utama dengan total peserta mencapai 58 orang. Rinciannya yakni Kelas Pakura Bangkarera atau kelas bebas sebanyak 12 peserta, Kelas Pambut 18 PK kategori lomba sebanyak 16 peserta, Kelas Pambut 18 PK kategori nelayan sebanyak 14 peserta, serta Kelas Pambut 8 PK kategori nelayan sebanyak 16 peserta.
Para peserta akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp53 juta berupa uang pembinaan, trofi, dan medali.
Sekda Kabupaten Kepulauan Sangihe Harry Wolff membacakan sambutan Bupati berharap event tersebut dapat menjadi titik awal berkembangnya destinasi wisata baru di Teluk Peta, sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara dari Dekopimda serta para sponsor yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Atas nama pemerintah daerah, Bapak Bupati, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Keberhasilan acara yang sebelumnya sempat dilaksanakan sebagai penunjang Festival Sangihe ini menjadi pemikiran awal teman-teman Dekopimda untuk menyelenggarakan kegiatan hari ini. Semoga ini menjadi titik awal perkembangan Teluk Peta sebagai salah satu destinasi wisata dan pusat pergerakan ekonomi dan H
harapan Pemerintah daerah dengan kegiatan Boat Race Championship mampu meningkatkan motivasi para nelayan di wilayah kepulauan perbatasan, sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat secara inklusif,” tutup Sekda membacakan sambutan Bupati
(RB)
Pangan Lokal sebagai Benteng Pengendalian Diabetes Melitus di Sulawesi Utara
Oleh: Muhammad Ali Makaminan / Mahasiswa S3 Prodi Ilmu Kesehatan
Masyarakat FKM UNHAS Makassar.
Opini Kesehatan Masyarakat | Tema: Penyakit Tidak Menular, Diabetes Melitus, Pangan Lokal, dan
Pemberdayaan Komunitas
Sulut,GN- Pengendalian diabetes tidak cukup hanya mengandalkan obat dan pemeriksaan gula darah. Di Sulawesi Utara, kekuatan pangan lokal, kader kesehatan, Posbindu PTM, keluarga, dan komunitas perlu dijadikan gerakan bersama agar pola makan sehat menjadi pilihan yang mudah, murah, dan sesuai budaya.
Gambar 1. Model komunikasi publik: piring lokal Sulawesi Utara ramah diabetes berbasis komunitas
Diabetes melitus kini menjadi salah satu tantangan utama penyakit tidak menular di Indonesia, termasuk di Provinsi Sulawesi Utara. Masalahnya tidak hanya terletak pada kadar gula darah yang meningkat, tetapi pada ekosistem kehidupan sehari-hari: apa yang tersedia di meja makan, apa yang dijual di pasar, bagaimana keluarga memasak, bagaimana acara sosial menyajikan makanan, dan seberapa kuat komunitas mendampingi perubahan perilaku. Karena itu, pengendalian diabetes tidak boleh berhenti pada pesan umum seperti ‘kurangi gula’ atau ‘jaga makan’. Pesan tersebut benar, tetapi belum cukup operasional untuk masyarakat.
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa prevalensi diabetes pada penduduk semua umur berdasarkan diagnosis dokter di Indonesia sebesar 1,7%, sedangkan pada penduduk usia 15 tahun ke atas sebesar 2,2%.
Lebih jauh, prevalensi berdasarkan pemeriksaan kadar gula darah pada penduduk usia 15 tahun ke atas mencapai 11,7%, menandakan adanya celah besar antara mereka yang telah terdiagnosis dan mereka yang kemungkinan mengalami gangguan gula darah tetapi belum mengetahui statusnya.
Dalam konteks Sulawesi Utara, sejumlah publikasi yang merujuk SKI 2023 melaporkan prevalensi diabetes berdasarkan diagnosis dokter sekitar 2,1%, lebih tinggi daripada angka nasional semua umur. Data ini harus dibaca sebagai alarm kebijakan, bukan sekadar angka epidemiologi.
Menurut saya, kelemahan utama pengendalian diabetes di masyarakat adalah belum kuatnya strategi yang menghubungkan layanan kesehatan dengan sistem pangan lokal. Masyarakat sering diminta mengubah pola makan, tetapi tidak selalu diberi contoh menu yang dekat dengan budaya dan ekonomi keluarga. Padahal, Sulawesi Utara memiliki kekayaan pangan lokal yang sangat potensial: ubi, singkong, jagung, sagu, talas, pisang goroho, ikan cakalang, tuna, mujair, nike, daun gedi, kangkung, bayam, bunga pepaya, labu, kelor, kacang-kacangan, tahu, dan tempe.
Kekayaan ini dapat menjadi modal kesehatan masyarakat apabila dikembangkan dengan prinsip gizi seimbang, pengendalian porsi, dan cara pengolahan yang sehat.
Gambar 2. Pangan lokal Sulawesi Utara dan pengendalian diabetes melitus berbasis komunitas
Visual ini menegaskan bahwa ubi, jagung, singkong atau sagu, sayur daun, ikan, tahu-tempe, serta buah
lokal perlu dikelola dengan prinsip porsi terukur, tinggi serat, cukup protein, rendah gula tambahan, dan didukung pemantauan gula darah di komunitas.
Namun, penting untuk ditegaskan bahwa pangan lokal bukan berarti otomatis bebas risiko diabetes. Ubi, jagung, sagu, singkong, talas, dan pisang tetap merupakan sumber karbohidrat.
Jika dikonsumsi berlebihan, digoreng, atau dipadukan dengan gula dan santan kental secara rutin, manfaatnya dapat berubah menjadi beban metabolik. Karena itu, pendekatan yang lebih tepat
bukan memuja pangan lokal secara romantis, tetapi menatanya secara ilmiah dalam konsep ‘Piring Lokal Sulut Ramah Diabetes’.
Konsep piring lokal ini sederhana. Setengah piring diisi sayuran lokal tinggi serat, seperti daun gedi, kangkung, kelor, bayam, bunga pepaya, pare, labu, atau sayur bening. Seperempat piring diisi protein, terutama ikan, tahu, tempe, telur, atau kacang-kacangan. Seperempat piring lainnya diisi karbohidrat lokal dalam porsi terukur, seperti ubi rebus, jagung, sagu, talas, singkong, pisang goroho rebus, atau nasi dengan jumlah yang dikendalikan. Prinsip ini sejalan dengan pengelolaan diet diabetes yang menekankan 3J: tepat jumlah, tepat jenis, dan tepat jadwal makan.
Penguatan pangan lokal juga harus disertai perubahan cara mengolah makanan. Makanan yang direbus, dikukus, dibakar, atau ditumis ringan jauh lebih mendukung pengendalian diabetes dibandingkan makanan yang terlalu sering digoreng. Minuman manis, sirup, teh manis berulang, kopi bergula, dan jajanan tinggi gula perlu dikurangi secara serius.
Dalam banyak keluarga, gula tambahan dari minuman harian sering tidak dianggap sebagai masalah, padahal kontribusinya terhadap lonjakan gula darah dapat sangat besar. Di sinilah komunitas menjadi kunci. Posbindu PTM seharusnya tidak hanya menjadi tempat timbang badan, ukur tekanan darah, dan cek gula darah, tetapi juga menjadi ruang belajar pangan lokal.
Kader kesehatan dapat dilatih membuat konseling singkat: bagaimana membaca porsi, bagaimana mengganti makanan tinggi gula, bagaimana menyusun menu keluarga, dan bagaimana memilih jajanan yang lebih aman. Demonstrasi memasak berbasis pangan lokal dapat menjadi intervensi sederhana tetapi kuat, terutama jika dilakukan bersama PKK, tokoh agama, sekolah, kelompok tani, pasar tradisional, dan pemerintah kelurahan/desa.
Sulawesi Utara juga memiliki modal sosial yang kuat. Nilai kebersamaan dalam keluarga, gereja, masjid, kelompok masyarakat, serta filosofi lokal seperti Sitou Timou Tumou Tou menjadi energi sosial untuk pengendalian diabetes.
Diabetes bukan hanya urusan individu yang sakit, tetapi urusan keluarga dan lingkungan. Bila satu keluarga mengubah cara makan, kemungkinan keberhasilan pasien akan lebih besar. Sebaliknya, bila pasien diminta diet tetapi meja keluarga tetap dipenuhi makanan tinggi gula dan gorengan, perubahan perilaku akan sulit bertahan.
Pemerintah daerah perlu menjadikan pangan lokal ramah diabetes sebagai bagian dari strategi pengendalian penyakit tidak menular. Program ini dapat dimulai dari puskesmas dan
Posbindu PTM melalui modul edukasi ‘Piring Lokal Sulut’, pelatihan kader, demo masak, kebun keluarga, kantin sehat, dan pemantauan sederhana terhadap berat badan, lingkar perut, tekanan darah, serta gula darah. Di tingkat sekolah dan kampus, edukasi pangan lokal sehat dapat dimasukkan dalam gerakan literasi gizi.
Di kantor pemerintahan, rapat dan kegiatan resmi sebaiknya mulai menyediakan menu lokal rendah gula dan rendah gorengan. Pendekatan ini juga memiliki nilai ekonomi. Mengutamakan pangan lokal berarti mendukung petani, nelayan, pasar tradisional, dan usaha kecil. Dengan kata lain, pengendalian diabetes dapat berjalan bersamaan dengan penguatan ketahanan pangan daerah.
Strategi kesehatan, masyarakat yang baik seharusnya tidak membuat masyarakat bergantung pada produk mahal, tetapi mengoptimalkan sumber daya yang sudah tersedia di sekitar mereka.
Akhirnya, pengendalian diabetes di Sulawesi Utara membutuhkan perubahan cara pandang. Obat tetap penting. Pemeriksaan gula darah tetap penting. Konsultasi medis tetap penting. Tetapi fondasi pengendalian diabetes berada di rumah, dapur, pasar, kebun, tempat ibadah, sekolah, dan Posbindu PTM. Jika pangan lokal dikelola dengan prinsip porsi terukur, serat tinggi, protein cukup, gula tambahan rendah, dan dukungan komunitas yang kuat, maka Sulawesi Utara dapat menjadikan kekayaan lokal sebagai benteng kesehatan masyarakat.
Diabetes adalah penyakit metabolik, tetapi jawabannya tidak semata-mata medis. Jawabannya juga sosial, kultural, dan ekologis. Karena itu, saatnya Sulawesi Utara membangun gerakan bersama: bukan meninggalkan pangan lokal, melainkan mengolahnya menjadi strategi pengendalian diabetes yang adil, murah, membumi, dan berkelanjutan. (*)
Ketua DPRD Hadiri Rakerda Gerindra Sulut Tahun 2026
Sulut,GN- Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, dr Fransiscus Andi Silangen, SpB-KBD menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Gerindra Sulut 2026, Sabtu (23/5/2026) di laksanakan di Ballroom Four Points by Sheraton Manado.
Kehadiran Ketua DPRD Sulut Andi Silangen ini, dimaknai sebagai upaya memperkuat koordinasi lintas sektor antara lembaga legislatif dan partai politik dalam mendorong percepatan pembangunan daerah serta peningkatan pelayanan publik.
Unggahan melalui akun Facebook-nya, Andi Silangen menyatakan kehadirannya merupakan bentuk tanggung jawab untuk membangun sinergi demi kepentingan masyarakat Sulawesi Utara. “Selaku Ketua DPRD Provinsi Sulut, saya menghadiri undangan Rapat Kerja Daerah Partai Gerindra Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026 di Four Points Hotel Manado,” tulis Silangen.
Hadir sejumlah tokoh penting dalam kegiatan Rakerda Gerindra Sulut, yakni Ketua Harian DPP Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, serta Ketua DPD Gerindra Sulut yang juga Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE. Dengan kehadiran pimpinan pusat dan daerah ini tentunya menambah bobot politik acara dan membuka peluang dialog kebijakan yang lebih terkoordinasi.
Selama acara pembukaan, Andi Silangen tampak berinteraksi intens dengan peserta termasuk Gubernur Yulius Selvanus dan tokoh politik lainnya. Momen keakraban terlihat dalam sesi foto dan ramah tamah di sela-sela kegiatan, menggambarkan suasana forum yang kondusif untuk pertukaran gagasan.
Pengamat politik lokal menilai pertemuan semacam ini penting untuk menyelaraskan program kerja legislatif dengan visi partai yang berpengaruh di daerah, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Namun, sejumlah elemen masyarakat mengingatkan agar sinergi tersebut tetap menjaga independensi fungsi pengawasan DPRD terhadap kebijakan pemerintah daerah.
Panitia penyelenggara menyampaikan Rakerda berfokus pada penyusunan strategi pemenangan, konsolidasi kader, serta penyusunan rekomendasi kebijakan daerah yang akan dijadikan rujukan untuk program kerja partai ke depan. (*/sisco)
Wabup Bulahari Kunker Ke Kampung Halaman, Disambut Hangat Masyarakat Dan Pemerintah Setempat
SANGIHE,GN- Jumat (22/5/2026),Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari, melakukan kunjungan kerja (Kunker), ke Kecamatan Tatoareng. Kunjungan tersebut terasa istimewa karena Mahengetang merupakan kampung halaman Wakil Bupati.
Kunker di Kampung halaman wakil Bupati Tendris Bulahari turut didampingi Komandan Kodim 1301/Sangihe Letkol Czi Nasaruddin, S.T., M.I.P., Kepala Pengadilan Negeri Tahuna Sigit Triatmojo, S.H., M.H., serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Wakil Bupati dan rombongan disambut hangat oleh pemerintah Kecamatan Tatoareng, pemerintah kampung, serta masyarakat Mahengetang.
Suasana penuh kekeluargaan terlihat sejak rombongan tiba di kampung tersebut.
Selain bersilaturahmi dengan masyarakat, kunjungan kerja itu juga diisi dengan berbagai agenda pelayanan dan koordinasi bersama pemerintah setempat. Kehadiran sejumlah unsur Forkopimda dinilai menjadi bukti sinergitas antara pemerintah daerah dan lembaga vertikal di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Abner Mananggel, salah satu warga Mahengetang mengaku bangga atas kehadiran Wakil Bupati bersama rombongan Forkopimda di kampung mereka. Menurutnya, kunjungan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap masyarakat di wilayah kepulauan.
“Kami merasa bangga karena Wakil Bupati yang juga putra asli Mahengetang bisa datang bersama pimpinan Forkopimda. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir untuk masyarakat,” ujar Abner.
Warga pun berharap kunjungan tersebut dapat membawa dampak positif bagi pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kecamatan Tatoareng, khususnya Kampung Mahengetang.
“Harapan Kami dengan kunjungan wakil Bupati dan rombongan dapat membawa dampak positif bagi pembangunan dan pelayanan masyarakat di Kecamatan Tatoareng,terlebih khusus di Kampung Mahengetang,”harapnya.(RB).
Dirut BSG Revino Pepah Berulang Tahun ke-61
Manado,GN- Rasa sukacita menyelimuti keluarga besar Bank SulutGo (BSG). Dimana tepat hari ini, Jumat 22 Mei 2026 Direktur Utama (Dirut) Revino Pepah berhari ulang tahun ke 61.
Pria kelahiran Manado pada 22 Mei 1965, yang menyandang gelar Sarjana Ekonomi dan Magister Manajemen dari Universitas Sam Ratulangi Manado mengucap syukur kepada Tuhan atas ketabahan usia.
Dirut Revino Pepah mengawali karier di Bank SulutGo sejak tahun 1989. Pernah menduduki beberapa Jabatan seperti Pemimpin Divisi Umum, Pemimpin Divisi Kredit, Staf Direksi Bidang Operasional, Pemimpin Divisi Perencanaan, dan sebagai Group Head Operasional pada tahun 2014 sampai dengan 2016.
Lalu kemudian diangkat sebagai Direktur Umum Bank SulutGo malalui RUPS-LB pada september 2016 dan melalui RUPS-LB pada Maret 2021 diangkat sebagai Direktur Utama. Dan pada tahun berjalan 2026 ini, oleh pemegang saham kembali di percayakan sebagai orang nomor satu di Bank Pemerintah Sulawesi Utara.
Segudang prestasi ini tentu bagi Dirut Revino Pepah menjadi torehan yang membanggakan. Sepak terjang di kancah perbankan menjadikan dirinya semakin rendah hati. Selamat hari ulang tahun Direktur Utama BSG Revino Pepah, karya dan pengabdian menjadikan dunia perbankan khususnya provinsi Sulawesi Utara semakin maju, Tuhan Yesus memberkati.
Penulis : sisco