Louis Schramm Sampaikan Duka Mendalam Korban Tragedi Kebakaran Panti Werdha Damai Manado

Sulut,GN– Pada Minggu (28/11/2025) malam terjadi tragedi kebakaran di Panti Werdha Damai di Kelurahan Ranomuut, Kota Manado, meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Tragedi kemanusiaan tersebut merenggut nyawa belasan penghuni panti lanjut usia (lansia) dan menuai perhatian serius dari berbagai pihak. Duka mendalam juga disampaikan oleh Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Louis Carl Schramm.

Louis menyampaikan bela sungkawa dan duka cita yang mendalam atas musibah tragis tersebut. Dia mengaku sangat terpukul ketika mendengar kabar kebakaran yang menewaskan para lansia, kelompok rentan yang seharusnya mendapatkan perlindungan maksimal.

“Saya sangat prihatin dan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Ini musibah yang sangat menyedihkan karena memakan korban orang tua atau lanjut usia. Sedih sekali ketika saya dengar musibah ini,” ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut, Senin (29/12/2025).

Menurutnya, peristiwa kebakaran Panti Werdha Damai harus menjadi perhatian serius semua pihak, baik pemerintah daerah maupun pengelola fasilitas sosial.

Legislator Dapil Kota Manado itu menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan di panti werdha dan fasilitas sosial lainnya, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Diketahui sebelumnya, kobaran api hebat meluluhlantakkan Panti Werdha Damai pada Minggu malam. Api yang dengan cepat membesar membuat para penghuni panti, yang mayoritas lanjut usia, tidak sempat menyelamatkan diri. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi berlangsung sulit dan penuh kepanikan, sementara warga sekitar berupaya memberikan pertolongan seadanya sebelum petugas tiba.

Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dengan sekitar 25 personel dikerahkan untuk mengendalikan si jago merah. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.20 WITA, meski petugas sempat menghadapi kendala akibat beberapa titik api yang kembali menyala serta kondisi bangunan panti yang sudah rapuh.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Keterangan awal dari sejumlah saksi menyebutkan api diduga berasal dari area dapur, namun hal tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil evakuasi sementara, petugas menemukan 16 jenazah korban di dalam bangunan panti. Sementara itu, tiga korban lainnya mengalami luka bakar serius, dengan dua orang dirawat di RSUD Kota Manado dan satu korban dirujuk ke RS Awaloei.

Tragedi kebakaran Panti Werdha Damai ini menjadi duka bersama bagi masyarakat Sulawesi Utara. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya perhatian serius terhadap keselamatan fasilitas sosial, khususnya yang menampung kelompok rentan seperti lanjut usia, agar hak atas rasa aman dan perlindungan dapat benar-benar terjamin. (*/sisco)




Ketua DPRD Sulut Sampaikan Bela Sungkawa Atas Tragedi Kebakaran Panti Werdha Damai Ranomuut

Sulut,GN- Ketua DPRD Sulut Dr Fransiscus Andi Silangen menyampaikan duka. Mendalam atas peristiwa kebakaran yang  menghanguskan bangunan panti Werdha Damai Ranomuut Kota Manado, Minggu (28/12/25) malam yang menyebabkan 16 penghuni meninggal dunia.

Menurutnya kejadian tersebut adalah duka bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara.

” Atas nama Pimpinan dan anggota DPRD Sulut menyampaikan Belasungkawa dan dukacita mendalam atas peristiwa yang terjadi yang memakan korban jiwa. Semoga Tuhan Yesus sumber penghiburan menguatkan keluarga yang ditinggalkan ,” ucap Silangen saat membuka rapat paripurna DPRD Sulut Senin, (29/12/25)

Diketahui kobaran api hebat meluluhlantakkan Panti Werdha Damai pada Minggu malam. Tragedi tersebut menewaskan sedikitnya 16 orang penghuni panti, sementara tiga korban lainnya mengalami luka bakar serius dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Api yang membesar dengan cepat membuat para penghuni panti, yang mayoritas lanjut usia, tidak sempat menyelamatkan diri. Peristiwa ini sontak menggemparkan warga sekitar yang berupaya memberikan pertolongan seadanya sebelum petugas tiba di lokasi.

Sekretaris Daerah Kota Manado, Steaven Dandel, mengungkapkan bahwa laporan kebakaran diterima pada pukul 20.31 WITA. Berdasarkan estimasi awal, api diduga sudah berkobar sekitar lima hingga sepuluh menit sebelum laporan masuk ke Dinas Pemadam Kebakaran.

“Begitu menerima panggilan darurat, tim pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke lokasi,” ujar Dandel.

Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dengan sekitar 25 personel dikerahkan untuk mengendalikan api. Kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.20 WITA, meski proses evakuasi sempat terkendala akibat beberapa titik api yang kembali menyala serta kondisi bangunan yang telah rapuh.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Keterangan awal dari sejumlah saksi menyebutkan api diduga berasal dari area dapur, namun hal tersebut belum dapat dipastikan.

“Semua masih dalam tahap pendalaman. Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran,” tegas Dandel.

Dari hasil evakuasi sementara, petugas menemukan 16 jenazah korban di dalam bangunan panti. Sementara itu, tiga korban luka bakar masing-masing dua orang dirawat di RSUD Kota Manado dan satu korban lainnya dirujuk ke RS Awaloei. Tragedi ini menjadi duka bersama sekaligus pengingat pentingnya perhatian serius terhadap keselamatan fasilitas sosial, khususnya yang menampung kelompok rentan seperti lanjut usia. (sisco/*)

 




DPRD Sulut Jadwalkan Besok, Rapat Paripurna Ranperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

Sulut,GN- DPRD Provinsi Sulawesi Utara dijadwalkan menggelar Rapat Paripurna dalam rangka pengambilan keputusan terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) strategis, yakni Ranperda tentang Kepemudaan serta Ranperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Rapat Paripurna tersebut akan dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025, bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

Selain pengambilan keputusan terhadap kedua Ranperda, agenda rapat juga akan dirangkaikan dengan penyampaian Pendapat Akhir Gubernur Sulawesi Utara terhadap dua produk legislasi daerah tersebut. Agenda ini menjadi tahapan penting dalam proses pembentukan peraturan daerah sebelum ditetapkan dan diimplementasikan.

Ranperda tentang Kepemudaan diharapkan dapat menjadi payung hukum dalam pengembangan potensi, peran, serta partisipasi generasi muda di Sulawesi Utara. Sementara itu, perubahan Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah bertujuan untuk menyesuaikan kebijakan fiskal daerah dengan dinamika regulasi nasional serta kebutuhan pembangunan daerah.

Pelaksana Tugas Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Wiliam Niklas Silangen, S.Sos., M.Si., menyampaikan undangan kepada seluruh pihak terkait, termasuk insan pers, untuk menghadiri dan meliput jalannya Rapat Paripurna tersebut.

Rapat Paripurna ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat regulasi daerah demi mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Provinsi Sulawesi Utara.(*/sisco)

 




Dirut Prof Starry Rampengan Hadiri Natal PAPDI Cabang Sulut dan Bidang Ilmu Penyakit Dalam FK Unsrat

Manado,GN— Ibadah Natal bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Sulawesi Utara (Sulut) dan Bidang Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), dilaksanakan di aula Fakultas Kedokteran Unsrat Manado,Sabtu (27/11/2025).

Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, turut hadir dalam perayaan Natal tersebut.

Tema Natal PABDI Cabang Sulut dan Bidang Ilmu Penyakit Dalam Kedokteran Unsrat Manado “Dalam Kesederhanaan, Kristus Dimuliakan” ini diawali dengan penampilan drama Natal yang diperankan oleh para dokter. Drama ini menggambarkan nilai-nilai iman, pengorbanan, serta pelayanan, yang menjadi refleksi mendalam bagi insan kesehatan dalam menjalankan tugas dan pengabdian sehari-hari.

Ibadah Natal dipimpin oleh Pendeta Christian Keintjem, STh, yang dalam khotbahnya mengajak seluruh jemaat untuk memaknai kelahiran Yesus Kristus sebagai teladan hidup dalam kasih, pengabdian, dan kesetiaan terhadap panggilan masing-masing, khususnya dalam bidang pelayanan kesehatan dan pendidikan kedokteran.

Dirut Prof. Starry Rampengan menyampaikan apresiasi kepada PAPDI Sulawesi Utara serta seluruh dokter dan tenaga kesehatan berperan aktif menyukseskan kegiatan tersebut. “Perayaan Natal bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat semangat melayani dengan kasih, kerendahan hati, dan profesionalisme,” kat Dirut Prof Starry dalam sambutannya.

Lanjut Prof Starry mengatakan kemuliaan Allah justru dinyatakan melalui kesederhanaan. Kristus lahir bukan dalam kemegahan, melainkan di palungan yang sederhana, namun dari sanalah terpancar kasih, pengharapan, serta anugerah keselamatan bagi seluruh umat manusia.

“Natal mengingatkan kita akan makna kesederhanaan dan ketulusan dalam melayani sesama. Nilai-nilai inilah yang harus terus dihidupi oleh seluruh insan kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,”ujarnya.

Dia mengatakan melalui tema Natal ini, insan kesehatan, khususnya di bidang Ilmu Penyakit Dalam diharapkan tidak hanya mengandalkan kemewahan sarana dan teknologi, tetapi lebih mengedepankan ketulusan hati, kerendahan hati, serta kasih dalam menjalankan pelayanan medis secara profesional.

Diakhir sambutannya Dirut Prof Starry mengajak seluruh keluarga besar PAPDI serta civitas akademika Fakultas Kedokteran Unsrat untuk menjadikan nilai-nilai Kristiani sebagai landasan dalam bekerja, mengabdi, dan mendidik, sehingga pelayanan kesehatan dan pendidikan kedokteran menjadi berkat bagi semua orang.

“Baku-baku bae, dang baku-baku sayang jo, Selalu andalkan Tuhan dalam setiap pekerjaan. Kiranya damai dan kasih Kristus senantiasa menyertai dan melindungi kita semua, demi RSUP Kandou, PAPDI, dan Fakultas Kedokteran Unsrat yang semakin baik,”tandasnya.

Turut hadir dalam perayaan Natal, para guru besar, dokter spesialis penyakit dalam, serta civitas akademika Fakultas Kedokteran Unsrat. (sisco/*)

 




Emban Misi Kemanusiaan, Dirut Prof Starry Rampengan Lepas Emergency Medical Team RSUP Kandou Manado Menuju Provinsi Aceh

Manado,GN- Emergency Medical Team RSUP Kandou Manado, Jumat (26/12/2025) dilepas oleh Direktur Utama Prof Dr dr Starry H Rampengan, SpJP(K)FIHA, MARS didampingi Direktur Medik dan Keperawatan dr Wega Sukanto, Sp.B-TKV(K) serta pejabat terkait.

Keberangkatan Emergency Medical Team RSUP Kandou Manado ini mengemban misi kemanusiaan untuk respon Bantuan Kesehatan di Provinsi Banda Aceh.

Emergency Medical Team RSUP Kandou Manado terdiri dari lima personil tenaga kesehatan yakni dr Rico S.H. Sondakh (Dokter Umum), Ns Daniel Saikat, SKep (Perawat), Ns Yandri Andreas Bakker, SKep (Perawat), Steven Johanes Aror, ST (Elektromedis), Sultan, SSi, Apt (Apoteker).

Team ini akan membantu penanganan dampak bencana di Provinsi Aceh. Sesuai arahan HEOC (Health Emergency Operational Center) Banda Aceh, TCK-EMT RS RD Kandou Manado akan melakukan pelayanan di Kabupaten Aceh Tengah. Emergency Medical Team RSUP Kandou akan diberangkatkan Sabtu, 27 Desember 2025 besok dari bandara Samratulangi Manado menuju Provinsi Aceh.

Direktur Utama dalam arahannya menyampaikan terimakasih dan memberikan apresiasi kepada lima orang tenaga kesehatan.

“Saya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi untuk 5 orang tenaga kesehatan yang tergabung dalam Emergency Medical Team RSUP Kandou yang akan ke Banda Aceh untuk tugas pengabdian kemanusiaan,” kata Dirut.

Lanjut Dirut mengatakan dalam pengabdian misi kemanusiaan di provinsi Aceh,diharapkan bekerja dengan hati dan penuh kasih sayang.

“Sebagai tenaga kesehatan, kita harus bekerja dengan hati yang penuh kasih, melayani dengan profesionalisme, dengan dedikasi. Kita harus memberikan pelayanan terbaik, agar apa yang lakukan dapat membawa kesembuhan.. Selamat bertugas, Semoga Tuhan menyertai,” tandas Dirut. (sisco/*)




Sukacita Menyambut Natal, RSUP Kandou Berbagi Kasih dengan Pasien

Manado,GN- Sukacita dalam menyambut Natal Yesus Kristus 25 Desember 2025, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Dr RD Kandou Manado, Rabu (24/12/2025) berbagi kasih dengan pasien yang nginap di ruangan perawatan kelas III.

Bingkisan kasih di serahkan oleh Direktur Utama Prof Dr dr Starry Rampengan di dampingi Direktur Medik dan Keperawatan dr Wega Sukanto, Direktur Keuangan dan BMN Ekwanto dan Direktur Layanan Operasional Dr Erwin Sondang – Siagian serta Manager Hukum dan Humas Dr Erwin Kristianto dan Asisten Manager RSUP Kandou Manado.

Pantauan media Gemparnews.com acara berbagi kasih dimulai pukul 11.30 wita, diawali dari ruangan Irina C, Irina D, dan Irina E. Dirut Prof Starry menyarahkan langsung bingkisan dan diterima dengan penuh sukacita oleh pasien bahkan keluarga pasien.

” Kami sangat bersyukur ternyata rumah sakit Kandou juga peduli di moment yang penuh sukacita menyambut Natal, dapat berbagi kasih kepada kami pasien yang di rawat diruangan ini,” ucap salah satu keluarga pasien dengan nada haru dan penuh sukacita.

Dia menyampaikan terimakasih kepada direktur utama bersama jajaran RSUP Kandou Manado atas bantuan yang sudah dibagikan bagi pasien. ” Terimakasih atas perhatian kepada kami pasien, biar senantiasa rumah sakit menjadi berkat bagi semua orang yang dirawat di rumah sakit ini,” ungkapnya.

Perlu diketahui, ini merupakan sejarah dimana aksi sosial berbagi kasih kepada pasien di RSUP Kandou Manado adalah yang pertama kali di lakukan.

“Harapan kami kedepan setiap tahunnya akan terus berlanjut dilakukan kegiatan seperti ini,” ujar Dirut Prof Starry usai berbagi kasih bersama pasien dan keluarga pasien. (sisco)




Pewarna Sulut Gelar Anjangsana Natal ke Panti Asuhan

Sulut,GN- Pengurus Daerah Persatuan Wartawan Nasrani (Pewarna) Sulawesi Utara (Sulut) Senin, 22 Desember 2025 menggelar kegiatan anjangsana Natal ke panti asuhan. Tahun ini, Pewarna Sulut menyambangi panti asuhan Barthemeus Aer Terang Malalayang Satu Timur Kota Manado.

Kegiatan anjangsana Natal Pewarna Sulut bekerjasama dengan PT Pegadaian kanwil V Sulut. Adapun bantuan Sembako yang diserahkan berupa Beras, minyak goreng, mie instan, minuman ringan, gula pasir, dan lainnya.

Bantuan diserahkan oleh Ketua PD Pewarna Sulut Sanfransisco Manossoh di dampingi Sekretaris Yusak Poludu dan Bendahara Wandi Hontong dan diterima oleh pengurus panti asuhan Barthemeus Aer Terang

Ketua Pewarna Sulut mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk aksi sosial dalam jalinan kasih oleh wartawan kristen dalam menyambut Natal Yesus Kristus tahun 2025.

“Ini bagian dari pelayanan kasih dalam bentuk aksi sosial teman – teman Pewarna Sulut dengan menyerahkan bantuan sembako kepada anak panti asuhan,” ucap Manossoh.

Manossoh juga menyampaikan terimakasih kepada para donatur yang sudah membantu untuk suksesnya kegiatan anjangsana Natal ini. ” Tentu kami atas nama pengurus dan anggota Pewarna Sulut menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada para donatur yang telah membantu sehingga kegiatan ini boleh sukses dan berjalan dengan baik,” ujar Manossoh.

Dia berharap kiranya ini dapat membantu pengurus panti bahkan bagi anak -anak yang membutuhkannya.

Sementara itu, pengurus panti asuhan Barthemeus Aer Terang menyampaikan terimakasih kepada Pewarna Sulut yang telah mengambil bagian untuk membantu menyalurkan keperluan sembako bagi anak – anak panti asuhan. ” Ini sudah sekian kalinya Pewarna Sulut membantu kami. Dengan kata yang tak terhingga kami sampaikan terimakasih atas segala bantuan dan perhatian bagi kami panti asuhan Barthemeus. Kiranya Tuhan Yesus Kristus memberkati setiap tugas kerja sebagai wartawan,” tandasnya. (Redaksi)




Ranperda PT Membangun Sulut Maju di Setujui Fraksi – Fraksi DPRD Sulut

Sulut,GN- Pembahasan Ranperda tentang PT Membangun Sulut Maju Perseroan Daerah resmi memasuki babak akhir. Seluruh fraksi di DPRD Sulawesi Utara menyatakan persetujuan agar ranperda tersebut dilanjutkan ke tahapan berikutnya, setelah agenda penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi rampung dilaksanakan.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat pembahasan akhir yang digelar Senin (22/12/2024) di ruang rapat Komisi I DPRD Sulut. Dalam forum itu, semua fraksi menyampaikan pendapat akhir yang pada prinsipnya menyetujui Ranperda PT Membangun Sulut Maju untuk diproses lebih lanjut sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulut, Raski Mokodompit, menyampaikan bahwa pendapat akhir fraksi-fraksi telah diserahkan secara simbolis kepada pimpinan DPRD sebagai bagian dari prosedur formal.

“Terkait dokumen pendapat akhir, semua fraksi menyetujui untuk dibahas ke tahap selanjutnya. Tadi secara simbolis telah diserahkan kepada pimpinan DPRD. Dari lima pendapat akhir fraksi, seluruhnya sudah disampaikan,” ujar Raski.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Sulawesi Utara, Flora Krisen, menjelaskan bahwa setelah tahapan ini, pihak pemerintah provinsi akan menyiapkan dokumen untuk difasilitasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kita akan bersama-sama mengawal proses ini. Karena ranperda ini merupakan prakarsa dari pemerintah daerah atau gubernur, kami mengapresiasi kerja pansus DPRD yang telah menyelesaikan pembahasan secara komprehensif,” ungkap Flora.

Di sisi lain, anggota Pansus DPRD Sulut Paula Runtuwene mengingatkan pentingnya koordinasi aktif saat proses fasilitasi di Kemendagri agar berjalan cepat dan lancar. Ia menekankan agar pihak pengusul tidak bersikap pasif apabila terdapat catatan atau revisi dari pemerintah pusat.

“Kalau ditemukan ada revisi, tidak perlu menunggu dokumen dipulangkan. Pihak terkait bisa langsung melakukan koordinasi dan perbaikan agar prosesnya lebih efisien,” tegas Paula.

Dengan rampungnya pendapat akhir fraksi dan dukungan penuh DPRD Sulut, Ranperda tentang PT Membangun Sulut Maju Perseroan Daerah diharapkan segera mendapat fasilitasi dari Kemendagri, sehingga dapat ditetapkan menjadi peraturan daerah dan menjadi landasan hukum penguatan peran BUMD dalam mendorong pembangunan dan perekonomian Sulawesi Utara. (*/sisco)




Fraksi – Fraksi DPRD Sulut Menyetujui Ranperda PT Membangun Sulut Maju diproses Lebih Lanjut

Sulut,GN- Pembahasan Ranperda tentang PT Membangun Sulut Maju Perseroan Daerah resmi memasuki babak akhir. Seluruh fraksi di DPRD Sulawesi Utara menyatakan persetujuan agar ranperda tersebut dilanjutkan ke tahapan berikutnya, setelah agenda penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi rampung dilaksanakan.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat pembahasan akhir yang digelar Senin (22/12/2024) di ruang rapat Komisi I DPRD Sulut. Dalam forum itu, semua fraksi menyampaikan pendapat akhir yang pada prinsipnya menyetujui Ranperda PT Membangun Sulut Maju untuk diproses lebih lanjut sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulut, Raski Mokodompit, menyampaikan bahwa pendapat akhir fraksi-fraksi telah diserahkan secara simbolis kepada pimpinan DPRD sebagai bagian dari prosedur formal.

“Terkait dokumen pendapat akhir, semua fraksi menyetujui untuk dibahas ke tahap selanjutnya. Tadi secara simbolis telah diserahkan kepada pimpinan DPRD. Dari lima pendapat akhir fraksi, seluruhnya sudah disampaikan,” ujar Raski.

Sementara itu, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Sulawesi Utara, Flora Krisen, menjelaskan bahwa setelah tahapan ini, pihak pemerintah provinsi akan menyiapkan dokumen untuk difasilitasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kita akan bersama-sama mengawal proses ini. Karena ranperda ini merupakan prakarsa dari pemerintah daerah atau gubernur, kami mengapresiasi kerja pansus DPRD yang telah menyelesaikan pembahasan secara komprehensif,” ungkap Flora.

Di sisi lain, anggota Pansus DPRD Sulut Paula Runtuwene mengingatkan pentingnya koordinasi aktif saat proses fasilitasi di Kemendagri agar berjalan cepat dan lancar. Ia menekankan agar pihak pengusul tidak bersikap pasif apabila terdapat catatan atau revisi dari pemerintah pusat.

“Kalau ditemukan ada revisi, tidak perlu menunggu dokumen dipulangkan. Pihak terkait bisa langsung melakukan koordinasi dan perbaikan agar prosesnya lebih efisien,” tegas Paula.

Dengan rampungnya pendapat akhir fraksi dan dukungan penuh DPRD Sulut, Ranperda tentang PT Membangun Sulut Maju Perseroan Daerah diharapkan segera mendapat fasilitasi dari Kemendagri, sehingga dapat ditetapkan menjadi peraturan daerah dan menjadi landasan hukum penguatan peran BUMD dalam mendorong pembangunan dan perekonomian Sulawesi Utara. (*/sisco)

 




Louis Schramm Nilai Kenaikan UMP Sudah Proporsional dan Realistis

Sulut,GN-Louis Schramm selaku Wakil ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Utara (Sulut) menyampaikan apresiasi atas keputusan Gubernur Yulius Selvanus yang menaikan Upah Minimum Propinsi (UMP) dibanding tahun sebelumnya.

Untuk diketahui UMP Provinsi Sulawesi Utara yng akan berlaku tahun 2026 mengalami kenaikan sebesar Rp 4.002.630 dari sebelumnya Rp3.775.425.

Louis, menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama yang wajib dijalankan oleh seluruh pihak, khususnya pengusaha.

Penetapan UMP ini menurut Louis bukanlah keputusan sepihak, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan pemerintah, organisasi pekerja, serta perwakilan pengusaha. Karena itu, ia menilai tidak ada alasan bagi pihak manapun untuk mengingkari hasil yang telah disepakati.

“Ini harus dijalankan, karena merupakan keputusan bersama yang terbaik,” ujar Louis, Senin (22/12/2025).

Kenaikan UMP Sulut tahun 2026 dinilainya, sudah sangat proporsional dan realistis jika melihat kondisi perekonomian saat ini. Kebijakan tersebut, kata dia, tidak hanya berpihak pada pekerja, tetapi juga mempertimbangkan keberlangsungan dunia usaha.

“Kenaikan ini menurut saya wajar. Melihat keadaan ekonomi sekarang, ini baik untuk semua pihak. Bukan hanya untuk pekerja, bukan juga semata-mata untuk pengusaha. Ini keputusan yang paling seimbang,” ucapnya.

Louis mengingatkan agar seluruh perusahaan di Sulawesi Utara mematuhi ketentuan UMP yang telah ditetapkan pemerintah provinsi. Ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap kebijakan upah merupakan bentuk komitmen terhadap kesejahteraan pekerja dan stabilitas hubungan industrial.

“Kalau ada perusahaan yang tidak menjalankannya, berarti tidak komitmen. Itu harus diberikan teguran sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Dengan diberlakukannya UMP baru ini mulai Januari 2026, kesejahteraan pekerja di Sulawesi Utara dapat meningkat, daya beli masyarakat tetap terjaga, dan iklim investasi tetap kondusif. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha menjadi kunci utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (sisco)