Wabup Buka Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Kabupaten Sangihe

SANGIHE,GN – Rabu (26/8/2026), bertempat di SMP Negeri I Tahuna Wakil Bupati Tendris Bulahari membuka Seleksi bakal calon kepala sekolah dinas pendidikan dan kebudayaan daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Sangihe pertama- tama menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sangihe yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bagian penting dalam upaya memastikan tersedianya calon-calon kepala sekolah yang memiliki kompetensi, integritas, kapasitas,kepemimpinan serta komitmen yang kuat terhadap kemajuan pendidikan di daerah.

” Kita membutuhkan calon kepala sekolah yang mampu melihat persoalan pendidikan secara utuh, mampu mengambil keputusan secara bijaksana, mampu membangun kerjasama serta memiliki keberanian untuk melakukan inovasi, bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai daerah Kepulauan dan wilayah perbatasan, tantangan pendidikan kita memiliki karakteristik tersendiri yaitu, masih terdapat sekolah-sekolah yang menghadapi tantangan biografi, keterbatasan akses,sarana dan prasarana serta kebutuhan sumber daya manusia, oleh karena itu dalam kondisi seperti ini, kita membutuhkan kepala sekolah yang mampu memimpin dalam keterbatasan mencari solusi dalam tantangan dan menciptakan peluang ditengah berbagai keterbatasan yang ada,” Ucap Wakil Bupati Sangihe ini.

Sementara Plt.Kepala dinas pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Jew.W.Adriaan,S.OR ketika diwawancarai media ini mengatakan bahwa, Substansinya adalah tahapan awal pelaksanaan perekrutan calon kepala sekolah di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Lanjutnya bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut,diantaranya adalah untuk menilai potensi kepemimpinan, mengukur kemampuan, kesanggupan dan gaya kepemimpinan bakal calon.

” Peserta seleksi calon kepala sekolah berjumlah sebanyak 170 orang terdiri dari jenjang TK 5 orang, SD 96 orang ,SMP 69 orang,jadi mereka mengikuti tes secara online,jadi harapannya dengan Seleksi Substansi ini, bisa menambah wawasan dan pengetahuan yang terutama dalam menejerial sebagai seorang kepala sekolah,” Harap Adriaan selaku Plt.Kadis dinas pendidikan dan Kebudayaan Sangihe ini.(RB).




Poltekes Kemenkes Manado Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat PPDM Tahun 2026 di Desa Kalasey Dua Mandolang

Manado,GN- Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Manado melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat, Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM).

Kegiatan tersebut menyangkut tentang Pelatihan Pengembangan Produk Daun Kelor Pada Remaja Dalam Upaya Mengatasi Anemia Remaja Putri di Desa Kalasey dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa.

Tim dosen yang ikut melaksanakan kegiatan ini yakni Ketua Nita R. Momongan,S.Pd,SST,M.Si (NIDN 4018017201), anggota Ana B. Montol,S.Pd,M.Si NIDN (4017086601)
Henry S. Imbar,S.Pd.,M.Kes (NIDN 4025096801), Olfie Sahelangi,S.Pd,M.Si (NIDN 4010107301).

Desa Kalasey Dua adalah salah satu desa yang terletak di wilayah administratif Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara yang merupakan desa mitra pembinaan Poltekkes Kemenkes Manado.

Berdasarkan wilayah pelayanan kesehatan desa Kalasey Dua bagian dari wilayah pelayanan Puskesmas Tateli Kabupaten Minahasa. Desa Kalasey dua saat ini merupakan desa Binaan Poltekkes Kemenkes Manado yang masih banyak ditemukan masalah kesehatan termasuk masalah anemia pada anak remaja dan ibu hamil.

Terdapat berbagai fasilitas umum yang ada di desa Kalasey dua, seperti sekolah, rumah ibadah, perkantoran,tempat usaha kuliner, dan tempat usaha lainnya. Desa Kalasey Dua memiliki satu buah sarana umum untuk pelaksanaan Posyandu.

Menurut World Health Organization WHO di tahun 2023 sebanyak (30,7%) perempuan berusia 15-49 tahun mengalami anemia. Berdasarkan data survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukan anemia di Indonesia menurut karakteristik umur 15-24 tahun sebesar (15,5%), dan prevalensi anemia pada perempuan Indonesia (18%). Berdasarkan data SKI 2023 tersebut, remaja putri yang tidak meminum tablet tambah dara sebanyak (33,96%)6).
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah anemia pada remaja putri adalah memanfaatkan tanaman lokal sebagai pangan fungsional yang ada disekitar tempat tinggal masyarakat yaitu daun kelor (moringo oliefera). Daun kelor memiliki kandungan zat besi sebanyak 28,2 mg/100 gram serbuk daun8).

Pengembangan produk aneka produk olahan daun kelor dapat memberikan nilai tambah dalam pemanfaatannya untuk meningkatkan nilai gizi yang memberi kontribusi terhadap pencegahan dan penyembuhan pada kasus anemia gizi. Fortifikasi dari beberapa mikronutrien pada minuman dapat menurunkan resiko terjadinya anemia defisiensi besi dan anemia gizi besi.

Berdasarkan analisis permasalahan tersebut, masyarakat di desa Kalasey dua lebih khusus remaja puteri perlu diberikan edukasi yang benar tentang permasalahan anemia pada remaja puteri. Pemberian edukasi tentang makanan yang baik untuk mencegah anemia berupa pelatihan pengolahan menu berbahan dasar daun kelor.

Dalam pelatihan ini juga, peserta akan mempraktekan bagaimana cara mengolah menu berbahan dasar daun kelor.Dengan diberikannya edukasi yang benar kepada remaja puteri sehingga mereka bisa langsung mempraktekan pola makan yang baik untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja puteri. Peserta juga dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengolah makanan dengan berbahan dasar daun kelor kepada keluarga dan teman-teman sebaya.

Sementara itu, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan dalam bentuk edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui pemberian materi, konseling dan demonstrasi kepada remaja puteri/siswa di Desa Kalasey dua Kabupaten Minahasa.

Dalam kegiatan ini diharapkan solusi untuk mengatasi permasalahan penyakit anemia remaja puteri dan permasalahannya di desa Kalasey Dua Kecamatan Mandolang Wilayah Puskesmas Tateli Kabupaten Minahasa.
Pemberian edukasi berupa pelatihan remaja puteri diharapkan juga dapat mencegah terjadinya masalah anemia di desa Kalasey Dua.

Kegiatan PkM dilakukan dalam bentuk edukasi dengan memberikan pelatihan kepada remaja puteri di desa Kalasey dua dengan memberikan informasi dan menu makanan untuk mencegahan dan menanggulangi anemia. Pelatihan ini disertai dengan praktek pembuatan makanan sesuai berbahan dasar daun kelor.

Dalam tahapan pelaksanaan kegiatan PkM yaitu melakukan intervensi PkM dalam bentuk memberikan pelatihan pada remaja puteri yaitu siswa SMP 4 Pineleng Kalasey sehingga mereka bisa lebih memahami tentang pembuatan menu dan pola makan yang baik pada penderita anemia sehingga akan diteruskan kepada keluarga dan teman-teman.

Pemberian pelatihan mengikuti modul dan buku resep yang sudah dibuat berdasarkan hasil kajian dan hasil riset yang telah dilakukan. Teknik pelatihan yaitu pemberian materi dalam bentuk ceramah dan diskusi serta praktek membuat menu makanan dan melakukan konseling.

Pemberi materi dalam pelatihan ini adalah Tim pengabmas yang berjumlah empat (4) orang dibantu oleh mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado yang berjumlah tiga (3) orang.

Pelatihan ini disertai dengan demonstrasi pembuatan makanan sesuai resep-resep bagi penderita anemia. Pelatihan dilakukan selama tiga hari di balai pertemuan umum desa Kalasey dua. Peserta pelatihan berjumlah 40 orang yang terdiri dari siswa remaja puteri.

 

Peserta yang mengikuti pelatihan dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang anemia pada Wanita usia subur/remaja puteri serta pola makan yang baik bagi penderita anemia. Peserta diberikan juga modul dan buku resep sesuai materi yang akan diberikan. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang sudah diterima kepada keluarga dan teman-teman remaja puteri.

Pada awal dan akhir kegiatan pelatihan dilakukan evaluasi berupa pretest dan postest untuk mengetahui keberhasil kegiatan pelatihan dan kesiapan peserta pelatihan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan PkM dilaksanakan pada bulan Agustus 2026.

Untuk keberlanjutan program ini, maka selain peserta pelatihan yang diberikan modul dan buku resep, masyarakat atau keluarga yang memiliki Wanita usia subur di desa Kalasey dua juga akan diberikan modul dan buku resep supaya menjadi acuan keluarga dalam pemberian pola makan yang baik bagi untuk mencegah dan menanggulangi anemia pada remaja puteri. (*/sisco)




Poltekes Kemenkes Manado Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat PPDM Tahun 2026 di Desa Kalasey Dua Mandolang

Manado,GN- Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Manado melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat, Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM).

Kegiatan tersebut menyangkut tentang edukasi gizi dan kesehatan dengan pengembangan resep pada masyarakat dan tokoh agama untuk mengatasi penyakit Diabetes Melitus di Desa Kalasey Dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa.

Tim dosen yang ikut melaksanakan kegiatan ini yakni Ketua Henry S. Imbar,S.Pd.,M.Kes (NIDN 4025096801), Anggota Jufri Sineke,S.Pd,M.Si (NIDN 4024066401), Nita R. Momongan, S.Pd, SST,M.Si (NIDN 4018017201), Cinthia Isima,M.Kes.

Desa Kalasey Dua adalah salah satu desa yang terletak di wilayah administratif Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara, yang merupakan desa mitra pembinaan Poltekkes Kemenkes Manado.

Berdasarkan wilayah pelayanan kesehatan, desa Kalasey Dua bagian dari wilayah pelayanan Puskesmas Tateli Kabupaten Minahasa.

Desa Kalasey dua merupakan desa Binaan Poltekkes Kemenkes Manado yang masih banyak ditemukan masalah kesehatan termasuk masalah penyakit tidak menular.

Dalam kehidupan bermasyarakat penduduk desa Kalasey dua taat dalam kehidupan beragama. Dan beridentitas kuat terhadap kebudayaan setempat. Terdapat berbagai fasilitas umum yang ada, seperti sekolah, rumah ibadah, perkantoran, tempat usaha kuliner, dan tempat usaha lainnya.

Masyarakat desa Kalasey dua sejak berdiri sampai saat ini kehidupan pola hidup masyarakat banyak dipengaruhi oleh tokoh-tokoh agama. Kehidupan keagamaan berperan penting dalam kehidupan masyarakat.

Desa Kalasey Dua terhampar di antara perbukitan yang hijau dan subur yang memberikan pemandangan yang memukau serta berdekatan dengan daerah pantai.

Berdasarkan analisis permasalahan tersebut, masyarakat lebih khusus tokoh-tokoh masyarakat tokoh agama termasuk tim penggerak PKK perlu diberikan edukasi yang benar tentang permasalahan penyakit DM. Pemberian edukasi berupa pengembangan resep makanan yang baik untuk mencegah dan menanggulangi permasalahan penyakit DM di Masyarakat.

Dengan diberikannya edukasi yang benar kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama termasuk tim penggerak PKK, sehingga mereka bisa meneruskan kepada masyarakat yang ada di Desa Kalasey Dua.

Tokoh masyarakat dan tim penggerak PKK yang banyak bersentuhan dengan masyarakat dapat memberikan edukasi yang benar tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit DM di Masyarakat khususnya di desa Kalasey dua.

Demikian juga tokoh agama dapat meneruskan pesan dan informasi yang benar tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit DM kepada jemaat/umat yang mereka pimpin sehingga terjadi perubahan perilaku makan dan dapat menurunkan angka kejadian penyakit DM di desa kalasey Dua wilayah Puskesmas Tateli Kabupaten Minahasa.

Sementara untuk tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan dalam bentuk edukasi melalui pemberian materi, konseling dan demonstrasi pengembangan resep makanan penderita DM kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama termasuk tim penggerak PKK di Desa Kalasey dua.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ada solusi untuk mengatasi permasalahan penyakit diabetes melitus.

Pemberian edukasi berupa pelatihan bagi tokoh masyarakat dan tokoh agama termasuk tim penggerak PKK diharapkan dapat mencegah terjadinya penyakit DM di desa Kalasey Dua. Kegiatan ini juga dapat merubah penderita DM untuk menjalankan pola makan yang sehat.

Pelatihan ini disertai dengan demonstrasi pembuatan makanan sesuai resep bagi penderita DM. Tahap pelaksanaan kegiatan PkM yaitu melakukan intervensi PkM dalam bentuk memberikan pelatihan pada tokoh agama dan tokoh masyarakat termasuk tim guru-guru dan penggerak PKK sehingga mereka bisa lebih memahami tentang pemberian makanan pada penderita DM yang baik sehingga akan diteruskan kepada masyarakat.

Pemberian pelatihan mengikuti modul dan buku resep yang sudah dibuat berdasarkan hasil kajian dan hasil riset yang telah dilakukan. Teknik pelatihan yaitu pemberian materi dalam bentuk ceramah dan diskusi serta praktik melakukan konseling. Pemberi materi dalam pelatihan ini adalah Tim pengabmas yang berjumlah empat orang dibantu oleh mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado yang berjumlah tiga orang.

Pelatihan ini disertai dengan demonstrasi pembuatan makanan sesuai resep-resep bagi penderita DM. Pelatihan dilakukan selama dua hari di SMP 4 Pineleng Kalasey. Peserta pelatihan berjumlah 25 orang yang terdiri dari tokoh agama dan tokoh Masyarakat, guru-guru, kader Kesehatan desa kalasey Dua termasuk tim penggerak PKK.

Peserta tokoh agama berasal dari perwakilan pimpinan agama yang di lokasi mitra yaitu pimpinan umat Kristen, Katolik, dan Islam.

Kegiatan persiapan, pelaksanaan pelatihan dan evaluasi kegiatan dilaksanakan selama bulan Agustus 2026.Peserta yang mengikuti pelatihan dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang resep makanan untuk penderita DM serta pola makan yang baik bagi penderita DM.

Peserta diberikan juga modul dan buku resep sesuai materi yang akan diberikan. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang sudah diterima kepada masyarakat dan jemaat/umat bagi tokoh agama.

Tokoh agama dan tokoh masyarakat termasuk tim penggerak PKK bisa melakukan edukasi langsung ke masyarakat dalam pertemuan dan berkunjung kerumah keluarga yang menderita penyakit DM.

Untuk tokoh agama mereka dapat memberikan edukasi kepada umat/jemaat pada saat melakukan ceramah/khotbah atau kegiatan keagamaan lainnya.

Pada awal dan akhir kegiatan pelatihan dilakukan evaluasi berupa pretest dan postest untuk mengetahui keberhasilan kegiatan pelatihan dan kesiapan peserta pelatihan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Untuk keberlanjutan program ini, maka selain peserta pelatihan yang diberikan modul dan buku resep, masyarakat atau keluarga yang memiliki anggota keluarga penderita DM di Kecamatan Mandolang. (*/sisco)

 

 

 




Dirut Prof Starry Rampengan Dampingi Dirjen Keslan Azhar Jaya Tinjau Gedung Oncology Center

Manado,GN – Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS, M.HKes mendampingi Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan (Dirjen Keslan) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM., MARS, meninjau pembangunan Gedung Oncology Center RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Selasa (25/8/2026).

Turut hadir Ketua Dewan Pengawas RS Kandou, Drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes, serta jajaran Dewan Direksi RSUP Kandou Manado.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan gedung pusat layanan kanker tersebut berjalan sesuai spesifikasi teknis dan standar yang sudah ditetapkan.

Dirjen Keslan juga meninjau kondisi struktur bangunan dan secara langsung melihat progres pekerjaan di setiap lantai, Gedung Oncology Center RSUP Kandou yang memiliki 12 lantai. Pembangunan gedung tersebut kini memasuki pada tahap akhir pembangunan.

Peninjauan secara menyeluruh untuk memastikan setiap bagian gedung dikerjakan sesuai dengan spesifikasi, sebelum digunakan untuk pelayanan kesehatan kedepannya.

Dari hasil peninjauan ini, selanjutnya akan menjadi bahan laporan kepada Menteri Kesehatan RI sebelum gedung pusat kanker tersebut difungsikan dan diresmikan.

Dirut RSUP Kandou Manado menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI yang telah melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Sulawesi Utara, khususnya di RSUP Kandou Manado.

“Terima kasih kepada Bapak Dirjen Kesehatan Lanjutan yang telah berkunjung dan melihat langsung kondisi serta perkembangan RSUP Kandou, termasuk pembangunan Gedung Oncology Center.Semua saran, masukan dan petunjuk yang diberikan untuk kemajuan RSUP Kandou tentu akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Menurutnya, arahan dari Kementerian Kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya RSUP Kandou Manado meningkatkan mutu pelayanan dan memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan sekaligus pusat pendidikan dan pelayanan kesehatan di kawasan Indonesia Timur.(SM)




Ketua DPRD Sulut Sampaikan Ucapkan Selamat Maulid Nabi Muhamad SAW 1448 H

Sulut,GN- Melalui Platform Digital, di akun Facebook miliknya, Selasa (25/8/2026), Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara, dr Fransiscus Andi Silangen SpB KBD, menyampaikan ucapan selamat memperingati Maulid Nabi Muhamad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriyah (2026 Masehi).

Ketua DPRD Sulut menyampaikan Peringatan Maulid Nabi untuk dijadikan momentum untuk meneladani ahlak dan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

“Selamat memperingati Maulid Nabi Muhamad SAW”, Ucapnya.

Semoga ajaran dan keteladanannya senantiasa menjadi penerang dalam setiap langkah hidup kita, membawa kedamaian, serta mempererat tali silaturahmi,” tandasnya. (SM)

 




Resmi dibuka Kemenkes RI, Prodi Anestesi RSUP Kandou Mulai Aktif Kembali

Manado,GN– Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan (Dirjen Keslan) Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM., MARS., menyambangi RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, Senin (24/8/2026).

Kehadiran Dirjen Keslan Kemenkes RI di terima oleh Direktur Utama RSUP Kandou, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, MH.Kes., bersama jajaran Dewan Direksi. Kunjungan kerja tersebut bertujuan melakukan penandatanganan dokumen pembukaan kembali Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di RS Kandou Manado.

Penandatanganan dilakukan oleh Dirjen Keslan dr. Azhar Jaya mewakili Kemenkes, Dirut Prof. Starry Rampengan mewakili RSUP Kandou; Plt. Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc.; serta Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat, dr. Billy Kepel, M.Med.Sc., Sp.KKLP.

Dirut RSUP Kandou Manado menyampaikan laporan penanganan perundungan di lingkungan pendidikan kedokteran RS Kandou. Dalam pemaparan tersebut, rumah sakit menyampaikan berbagai langkah konkret yang telah diambil guna memastikan proses pendidikan berjalan sesuai ketentuan, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman bagi peserta didik, tenaga pendidik, dan pasien.

Ditempat yang sama, Plt Rektor Unsrat Prof. Jamaluddin Jompa mengatakan  setiap kejadian perlu dijadikan bahan evaluasi dan pelajaran berharga untuk perbaikan ke depan. “Setiap kejadian kita ambil hikmahnya. Ini berlaku untuk semua program studi. Kita harus membangun iklim yang produktif dalam kerja sama dua institusi ini demi kemajuan bersama,” ujarnya.

Sememtara itu, Dirjen Keslan Kemenkes RI dr. Azhar Jaya menegaskan pencegahan perundungan merupakan tanggung jawab bersama di seluruh lingkungan pendidikan. Ia menjelaskan bahwa perundungan adalah tindakan penindasan atau kekerasan yang dilakukan secara sengaja oleh satu orang atau lebih terhadap individu lain dalam hubungan penyalahgunaan relasi kuasa. Menurutnya, praktik semacam itu tidak boleh terjadi di rumah sakit pendidikan karena berdampak langsung pada keselamatan pasien dan etika profesi. “Harus dicegah terjadi di rumah sakit pendidikan karena menyangkut patient safety dan etika,” tegasnya.

Dia mengingatkan pendidikan dokter spesialis memerlukan aturan yang jelas dan disiplin tinggi. Namun, ketegasan tersebut tidak boleh diwujudkan lewat tindakan yang merendahkan martabat peserta didik. “Pendidikan itu tidak bisa lembek, aturan harus tegas, tetapi jangan merendahkan,” sambungnya.

Pembukaan kembali Prodi Anestesi kata Dirjen Keslan, wajib dibarengi komitmen seluruh pihak untuk menjaga kualitas pendidikan, menerapkan tata kelola yang baik, serta menjamin lingkungan belajar yang aman dan profesional. Ia meminta seluruh pihak berani mencegah dan menindak setiap bentuk bullying.

“Stop bullying. Pendidikan harus bebas dari bullying. Jika ditemukan bullying, silakan ditindak sebelum Kementerian Kesehatan yang turun tangan,” ucapnya.

Lanjut kata Dirjen, perundungan tidak hanya merugikan peserta didik, tetapi juga merusak kualitas pendidikan, etika profesi, hingga keselamatan pasien. Kemenkes pun menyiapkan sanksi berat bagi pelakunya.

“Bagi yang melakukan bullying, Kementerian Kesehatan tidak akan mengeluarkan Surat Izin Praktik (SIP) dan yang bersangkutan tidak bisa berpraktik selama dua tahun,” tegasnya.

Terkait penandatangan kesepakatan tersebut, Direktur Utama RSUP Kandou Manado menyatakan kesiapan rumah sakit untuk terus memperkuat sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan secara paralel. Sebagai rumah sakit pendidikan, RS Kandou bertanggung jawab menjaga kualitas pelayanan pasien sekaligus menyediakan ruang belajar yang profesional.

“Pembukaan kembali Prodi Anestesi menjadi tanggung jawab bersama. Kami di RS Kandou berkomitmen memastikan proses pendidikan berjalan sesuai aturan, menjunjung etika, disiplin, keselamatan pasien, serta menghormati setiap peserta didik,” tutupnya.




Ranperda Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan KUA-PPAS 2026, di Setujui 5 Fraksi DPRD Sulut

Sulut,GN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar rapat paripurna dalam rangka Penyampaian/penjelasan Gubernur Terhadap Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) Dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2026, Dan Penyampaian/penjelasan Gubernur Terhadap Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Kepada Masyarakat, Sekaligus Pemandangan Umum Fraksi Terhadap Ranperda Tersebut Serta Tanggapan Dan/atau Jawaban Gubernur Terhadap Pemandangan Umum Fraksi, Senin (24/8/2026).

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Sulut dr.Franciskus Andy Silangen,SpB-KBD di dampingi Wakil ketua dr Mikaela Elsiana Paruntu,Royke Anter dan Stella Runtuwene,

Turut Hadir Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus didampingi Wakil Gubernur DR Viktor Mailangkay, Pejabat. Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Sulut, Forkopimda, dan Pejabat BUMD Bank Sulut, BUMN.

Diawali dengan pembacaan surat masuk di sampaikan oleh Sekretaris DPRD Sulut Weliam Niklas Silangen, di mana KUA-PPAS Perubahan APBD merupakan dokumen kebijakan anggaran yang disusun pemerintah daerah bersama DPRD untuk menyesuaikan target pendapatan, belanja, dan pembiayaan di tengah tahun anggaran berjalan, berdasarkan evaluasi pelaksanaan APBD murni dan Perubahan RKPD.

Pantauan media ini, dimana pemandangan umum fraksi yakni 5 Fraksi disampaikan secara resmi oleh fraksi PDIP Jeane Laluyan, Fraksi Golkar Inggried Sondakh, Fraksi Demokrat Rojer Mamesah, Fraksi Nasdem Seska Budiman, Fraksi Gerindra Dea Lumenta.

Dari 5 Fraksi pada intinya menyetujui Ranperda tersebut untuk di bahas pada tingkatan selanjutnya. (sisco)

 




Bupati Jadi Narsum Sampaikan Materi Youth Dan Leadership Pada Kegiatan UMS 2026

SANGIHE,GN – Ajang pemilihan ungke Momo Sangihe (UMS) tahun 2026, rabu (19/8/2026) telah dibuka oleh Bupati, dan para finalis akan mengikuti berbagai kegiatan beberapa hari kedepan, termasuk hari kedua kamis (20/8/2026), putra- putri terbaik Sangihe ini akan mengikuti materi yang disampaikan oleh Bupati Michael Thungari,SE,MM sebagai narasumber di Tahuna Beach Hotel.

Pada kesempatan itu Bupati membawakan materi tentang youth & Leadership. kepada Ungke Momo Bupati menjelaskan bahwa, kepemimpinan adalah untuk menggerakkan suatu misi dan memimpin orang lain untuk mencapai tujuan, menggerakkan orang lain demi mencapai tujuan bersama.

Lanjut Thungari bahwa, kepemimpinan itu sangat erat kaitannya dengan jabatan,kekuasaan, dan popularitas, dan pada umumnya orang yang menjadi pemimpin biasanya memiliki jabatan,kekuasaan, populer, dan didepan, namun pada materi kepemimpinan yang disampaikan Bupati yaitu, kepemimpinan mulai dari diri sendiri, mampu untuk disiplin, mampu bertanggungjawab terhadap diri sendiri, mampu menjaga emosi.

Melalui materi yang disampaikan Bupati berharap agar finalis Ungke Momo setelah mengikuti kegiatan ini,bukan bertanya tentang apa yang didapat pada gelar ajang Ungke Momo tetapi Bupati ingin peserta menunjukan kemampuan dan talenta yang ada pada pemilihan ungke momo tahun 2026.

Thungari pun menjelaskan bahwa Leadership harus sesuai dengan karakter,dan didalam organisasi pimpinan kelakuannya berbeda-beda.

” Cara pemimpin di Pemerintahan tentu berbeda dengan cara pemimpin di perusahaan, cara pemimpin di organisasi politik berbeda dengan komunitas sosial atau Komonitas-Komonitas lainnya, karena setiap organisasi mempunyai tujuan yang berbeda-beda, bagaimana dengan Ungke dan Momo,Ungke dan Momo ini adalah organisasi bukan Pemerintahan,politik, perusahaan, tapi adalah generasi yang muda dekat dengan budaya,dekat dengan pariwisata Kabupaten Kepulauan Sangihe dan itu karakter yang didapatkan dari seorang Ungke dan Momo pertama adalah kreatif, menjadi ungke dan momo tidak boleh orang yang tidak kreatif, harus terbuka,harus Kolaboratif,dan mampu bekerja dengan orang lain,” Kata Bupati Thungari.(RB).




Dirut Prof Starry Rampengan Hadiri Acara Prosesi Wisuda Unsrat Manado

Manado,GN – Bertempat di Auditorium Unsrat Manado, Kamis (20/8/2026) Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP (K), FIHA, MARS, MH.Kes, menghadiri Sidang Senat Terbuka Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado dalam rangka Wisuda Program Doktor, Magister, PPDS-1, Profesi dan Sarjana Gelombang I Tahun Akademik 2026/2027.

Pantauan media ini, Dirut Prof Starry Rampengan didampingi istri tercinta, dr. Inneke Sirowanto, Sp.OG menghadiri acara wisuda tersebut. Kehadiran Dirut dalam acara wisuda kali ini sebagai orang tua salah satu peserta wisuda, yakni dr Derren David Christan Homenta Rampengan, S.Ked.

Dokter Derren David Christan Homenta Rampengan sebelumnya telah mengikuti prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan sebelum mengikuti acara wisuda. Prosesi tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan dan profesionalnya di bidang kedokteran.

Dirut Prof Starry Rampengan menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih putranya. Dirut berharap kelulusan tersebut menjadi awal bagi pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat.

“Sebagai orang tua, tentu kami bersyukur dan bangga. Setelah menyelesaikan pendidikan dan mengikuti sumpah serta pelantikan, saya berharap Derren dapat menjalankan profesinya dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi etika, dan selalu mengutamakan kepentingan serta keselamatan pasien,” ujarnya.

Pendidikan kedokteran kata Dirut Prof Starry Rampengan, tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi harus dilanjutkan dengan pembentukan karakter, integritas dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Ilmu harus dibarengi dengan integritas dan hati yang tulus dalam melayani. Seorang dokter harus terus belajar dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tandasnya. (sisco)




Sekretaris DPRD Sulut Hadiri Upacara Memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke- 81

Sulut,GN- Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Weliam Niklas Silangen, menghadiri upacara memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Kantor Gubernur Sulut, Senin (17/8/2026). Peringatan tahun ini mengangkat tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Upacara berlangsung kidmat, tertib dan lancar yang dihadiri pimpinan serta anggota DPRD Sulut, jajaran pejabat Pemprov Sulut, unsur Forkopimda, perwakilan instansi vertikal, serta seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemprov Sulut.

Usai upacara, Silangen menegaskan bahwa keikutsertaan dalam peringatan kemerdekaan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk penghormatan tulus kepada bangsa dan penghargaan atas pengorbanan para pahlawan.

“Kehadiran kita di sini bukan sekadar seremoni. Ini adalah wujud rasa syukur dan penghormatan yang mendalam kepada NKRI serta jasa para pendahulu yang telah berjuang meraih kemerdekaan.” ujarnya.

Sekwan mengajak seluruh elemen birokrasi untuk meresapi tema besar peringatan kali ini dan menerjemahkannya dalam kinerja sehari-hari. Menurutnya, kemerdekaan harus diisi dengan dedikasi dan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sulawesi Utara.

“Tema ‘Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur’ harus menjadi panduan kita dalam menjalankan tugas. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan kerja nyata, agar terwujud keadilan dan kesejahteraan yang nyata bagi seluruh masyarakat Sulut,” ucapnya.

Pantauan media ini, upacara berakhir mo dengan penyampaian puji-pujian kebangsaan dan sesi foto bersama seluruh pejabat daerah yang hadir dalam upacara bendera. (SM)