Braien Ingatkan BKD Pengisian Jabatan OPD Perhatikan Latarbelakang Akademik

Sulut,GN- Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi I bersama BKD Sulut, Selasa (14/10/2025) Ketua komisi I DPRD Sulut Braien Waworuntu (BW) mengingatkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) agar dalam melaksanakan pengisian jabatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemerintahan Provinsi dilakukan secara tepat serta memperhatikan latar belakang akademik.

Hal itu di ingatkan BW terkait adanya rencana pengisian jabatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintahan Provinsi Sulut yang saat ini sebagian besar masih berstatus Pelaksana Tugas (Plt).

“Bapak Gubernur Yulius Selvanus juga berpesan agar BKD berkerja lebih profesional lagi terutama pengisian pos-pos jabatan eselon II, III dan IV sekaligus memperhatikan latar belakang kompetensi misalnya pejabat tersebut kompetensinya di ekonomi, teknik, dan lain sebagainya,” ujar BW.

Legislator Dapil Minahasa Tomohon ini memberikan apresiasi kinerja Plt Kepala BKD Sulut Olivia Theodore yang dinilai mampu melaksanakan kebijakan daerah di bidang kepegawaian serta memberikan dukungan teknis dan pembinaan bagi aparatur sipil negara.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran BKD Sulut dibawah kepemimpinan ibu Olivia dalam kinerjanya terasa lebih baik dan maju lagi, apalagi kemarin telah melaksanakan uji kompetensi bagi pejabat, dan kami komisi I meminta dan memberikan rekomendasi Plt Kaban BKD ibu Olive segera didefinitifkan,” tandasnya. (sisco/*)




Komisi I Perjuangkan Nasib Wartawan Pos Liputan DPRD Sulut

Sulut,GN- Bertempat di ruangan rapat komisi 1, Selasa (14/10/2025) Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Utara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Sekretariat DPRD Sulut.

Rapat ini dipimpin oleh Ketua Komisi I, Braien Reiner Leonard Waworuntu dan dihadiri oleh para anggota komisi serta puluhan jurnalis yang meliput jalannya rapat.

Braien menyoroti dan mempertanyakan kontrak kerja sama media yang selama ini menjalin kemitraan dengan Sekretariat DPRD Sulut. Ia menegaskan agar masa kontrak media tetap berlaku hingga Desember 2025, bukan hanya sampai Oktober seperti yang beredar.

“Biasanya kontrak kerja sama media disepakati sampai akhir tahun, yaitu Desember 2025. Itu harus tuntas. Media berperan penting dalam menyampaikan informasi kegiatan DPRD setiap hari, jadi layak mendapat apresiasi,” tegas BW sapaan akrabnya.

Menanggapi hal tersebut, sejumlah anggota Komisi I turut menyampaikan usul dan pendapat terkait kesejahteraan wartawan yang rutin meliput kegiatan DPRD.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sulut, Royke Anter, mengusulkan agar kerja sama dengan media perlu mendapat perhatian khusus, terutama bagi wartawan yang konsisten hadir dan memberitakan kegiatan dewan.

“Media yang rajin meliput kegiatan DPRD patut mendapat apresiasi. Kerja sama ini harus diperhatikan dengan baik,” ujarnya.

Anggota Komisi I, Rasky Mokodompit, menilai perlunya peningkatan dukungan terhadap wartawan dengan menambah jumlah advertorial.

“Kesejahteraan wartawan yang meliput di Sekretariat DPRD harus diperhatikan. Jika sebelumnya satu advertorial per bulan, sebaiknya ditambah menjadi dua kali. Media yang rajin hadir dan aktif memberitakan kegiatan DPRD perlu diprioritaskan,” ucap Raski.

Usulan serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi I Rheza Woworuntu, serta anggota Mulyadi Paputungan dan Feramita Mokodompit, yang menyatakan dukungan penuh terhadap langkah memperjuangkan kesejahteraan jurnalis yang aktif meliput di DPRD Sulut.

Plt Sekretaris DPRD Sulut, William Niklas Silangen, menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan para pimpinan dan anggota dewan. Ia menegaskan bahwa aspirasi tersebut akan menjadi perhatian serius pihak Sekretariat DPRD.

“Kami akan memberikan prioritas kepada wartawan yang rajin hadir dan aktif memuat berita. Ke depan, kerja sama media akan ditinjau ulang dengan memperhatikan kehadiran fisik dan pemberitaan terkait aktivitas pimpinan serta anggota DPRD Sulut,”tandasnya. (sisco)




Dirut Prof Starry Rampengan Intens Lakukan Telusur di RSUP Kandou Manado Untuk Menuju Smart Hospital

Manado,GN- Direktur Utama (Dirut) RSUP Kandou Manado, Prof Dr dr Starry Rampengan Sp.JP (K) FIHA MARS kembali melaksanakan kegiatan telusur di setiap ruangan maupun fasilitas, Selasa (14/10/2025) pagi tadi.

Dirut ingin memastikan sejauh mana kekurangan serta masukan dari penanggung jawab ruangan yang ada di RSUP Kandou.

Hal itu, dilakukan untuk memberikan pelayanan prima di RSUP Kandou Manado ke arah yang lebih baik lagi

Adapun ruangan yang ditelusur yakni IPRS (Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit), fasilitas pengelolaan limbah berbahaya dan beracun (Pyrolisis), instalasi SIMRS, Irina – B dan Instalasi Rekam Medik.

Saat melakukan telusur, Dirut Prof Starry Rampengan didampingi Direktur Layanan Operasional RSUP Prof Dr R.D Kandou Manado, Erwin Sondang Siagian, dan Direktur Medik dan Keperawatan, dr Wega Sukanto SpB.TKV (K) serta manager dan asisten manager

Telusur ke sejumlah ruangan ini untuk mengoptimalisasi apa yang kita punya dalam rangka RSUP Kandou menuju ke Smart Hospital.

“Kita meninjau langsung apakah yang di perintahkan sudah sesuai standar prosedur atau tidak dan kita melihat hasilnya sangat memuaskan, semua berjalan dengan baik,” jelas Prof Starry Rampengan.

Lanjut Prof Starry Rampengan mengatakan, kedepannya akan terus melakukan kegiatan telusur agar RSUP Kandou bisa menjadi yang terbaik di kawasan Indonesia Timur.

Dengan semboyan RSUP Kandou Manado adalah Kepuasan pelanggan diatas segala-galanya.

“Sebagai rumah sakit unggulan di Indonesia yang terakreditasi A dari Kementerian Kesehatan, tentunya akan memberikan pelayanan terbaik,” tandasnya. (sisco)




Louis Schramm Minta APH Ikut Awasi Anggaran Revitalisasi Satuan Pendidikan di Sulut

Sulut,GN – Louis Scramm selaku wakil ketua komisi IV DPRD Sulut meminta pengelolaan anggaran revitalisasi satuan pendidikan di Sulawesi Utara yang bersumber dari APBN dilaksanakan secara transparan.

Louis Scramm (foto: ist)

Legislator dapil Manado ini juga berharap adanya pengawasan secara ketat oleh Aparat Penegak Hukum (APH).

” Saya meminta pengawasan ketat aparat penegak hukum ikut membantu memantau dana revitalisasi bagi satuan pendidikan di Sulawesi Utara karena anggaran ini lumayan besar rata-rata 1 smpai 3 milyar per satuan pendidikan, ” tegas politisi Gerindra itu.

Louis mengatakan, dana revitalisasi dalam bentuk swakelola tersebut merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo bagi Sulawesi Utara yang harus dilaksanakan tepat sasaran sehingga bisa berdampak positif bagi kemajuan pendidikan di daerah ini.

” Jangan sampai menimbulkan masalah di kemudian hari. Contohnya kita di Sulawesi Utara, jangan sampai ada kepala sekolah atau bendahara ditangkap dan semacamnya akibat miss management swakelola karena dana tersebut langsung masuk ke rekening sekolah,” ujarnya.

Sebagai mitra kerja Dinas Pendidikan,kata Louis Komisi IV akan turut melakukan pengawasan sekaligus memastikan program kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan sesuai aturan.

” Memang anggaran revitalisasi ini dibiayai APBN tetapi sekali – sekali kami akan turun mengawasi untuk memastikan pelaksanaan revitalisasi ini berjalan dengan baik,” pungkasnya. (sisco)




RDP Komisi I DPRD Sulut Terkait Isu Paskibraka

Sulut,GN- Komisi I DPRD Sulut menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) Senin, (13/10/2025),terkait isu yang sempat mencuat ke publik.

RDP ini menghadirkan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kaban Kesbangpol) Sulut, Jhony Suak, dan pemerhati Paskibraka.

RDP ini membahas Polemik mengenai calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) untuk tingkat nasional.

​Kaban Kesbangpol Jhoni Suak menjelaskan bahwa isu yang beredar bukanlah pemalsuan data, melainkan adanya perbedaan data yang dikirimkan oleh admin Sangihe dengan kenyataan yang sebenarnya.

“Sesuai keputusan yang kami konsultasikan dengan BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), sesuai syarat, umur 16 tahun tidak bisa diikutsertakan pada Paskibraka tingkat Nasional,” jelas Suak usai RDP kepada sejumlah media. (sisco)




Kepsek SMPN 4 Manado Utusan Sulut Ikut Bimtek di Surabaya

Manado,GN- Prestasi yang membanggakan bagi SMPN 4 Manado yang satu – satunya utusan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ikut dalam kegiatan Bimbingan teknik (Bimtek) di Surabaya Jawa Timur.

Kepala SMPN 4 Manado Rahman Manggopa,SPd (foto: Gemparnews)

Ini disampaikan oleh Kepala SMPN 4 Manado Rahman Manggopa, SPd kepada media Gemparnews.com ketika di temui diruangan kerjanya, Senin (13/10/2025).

Maksud kegiatan Bintek tersebut, kata Manggopa, bagaimana memanfaatkan anggaran bos kinerja itu tepat sasaran.

” Berhubung SMP 4 Manado mendapat prestasi dalam olahraga, maka kami satu – satunya di utus mengikuti kegiatan bimtek ini. Tujuannya untuk belajar kembali bagaimana memanfaatkan anggaran bos kinerja tepat sasaran,” kata Manggopa.

“Kami diajarkan bagaimana cara pembuatan Rencana Kerja Anggaran (RKA) sekolah sehubungan dengan Boskin, bagaimana kami memetakan pemetaan dan juga asesmen itu kami lakukan,” sambungnya.

Diketahui kegiatan ini dilaksanakan oleh
Pusat Pengembangan Prestasi Nasional (Puspenas)sehubungan dengan penggunaan Bos Kinerja Prestasi.

Kegiatan bimbingan teknik ini juga menghadirkan Nara sumber sebagai pemateri dari Pusat Pengembangan Prestasi Nasional. (sisco)




Diskusi Daring Bahas Umat Kristen di Negeria, Tokoh Agama Desak Gereja Buka Mata dan Ambil Sikap

Jakarta,GN – Tragedi kemanusiaan yang menimpa umat Kristen di Nigeria kembali menjadi sorotan. Dalam sebuah diskusi daring bertajuk “Pembantaian Umat Kristen di Nigeria: Siapa Peduli?” yang digelar Minggu (12/10/2025), sejumlah kalangan dan tokoh agama mendesak gereja dan masyarakat Indonesia untuk membuka mata dan mengambil sikap.

Acara yang digelar Pewarna Indonesia bersama Simposium Setara Menata Bangsa dan Asosiasi Pendeta Indonesia (API) ini menghadirkan Partogi Samosir (mantan diplomat) dan Pdt. Ronny Mandang (Majelis Pertimbangan PGLII) sebagai pembicara kunci. Turut hadir sebagai penanggap Pdt. Yohanis Henock (Ketua STT Pokok Anggur), Hasudungan Manurung (Dewan Pengawas PPHKI), dan Prima Surbakti (Ketua Umum GMKI), dengan Nick Irwan sebagai moderator.

Diskusi dibuka dengan paparan data menohok dari Armed Conflict Location and Event Data Project (ACLED). Nick Irwan, selaku moderator, menegaskan bahwa konflik ini bukanlah isapan jempol belaka.

“Awalnya banyak yang mengira berita ini hoaks. Namun data menunjukkan ribuan korban jiwa telah jatuh, terutama dari komunitas Kristen. Ini bukan lagi isu regional, ini adalah isu kemanusiaan global,” tegas Nick.

Partogi Samosir membahas akar persoalan yang kompleks. Menurutnya, konflik ini berawal dari perebutan sumber daya alam dan ketimpangan ekonomi, yang kemudian dibumbui dengan politik identitas oleh kelompok ekstremis seperti Boko Haram. Lemahnya perlindungan dari pemerintah setempat menjadi bensin yang memicu kobaran kekerasan.

“Ini bukan sekadar persoalan agama. Ketika sumber daya diperebutkan, politik ikut bermain, dan pemerintah tidak hadir, maka kekerasan akan tumbuh subur. Itulah yang kita saksikan di Nigeria,” papar PaPartogi

Sementara itu, Pdt. Ronny Mandang menyuarakan keprihatinan yang lebih dalam. Ia menilai gelombang kekerasan yang sistematis ini telah berada di ambang genosida atau pemusnahan etnis. Ia mendesak gereja-gereja di Indonesia untuk bergerak, tidak sekadar menjadi penonton yang bisu.

“Kita tidak bisa diam. Gereja harus bersuara. Ini bukan semata soal iman, ini soal nyawa manusia,” serunya.

Para penanggap membawa diskusi ke konteks yang lebih dekat dengan kita. Hasudungan Manurung menyoroti sikap apatis yang kerap melanda masyarakat Indonesia terhadap isu global. Ia mendorong gereja untuk menjadi “suara kenabian” yang aktif mengedukasi jemaat.

“Kita sering apatis terhadap tragedi di luar negeri, padahal solidaritas tidak mengenal batas negara. Gereja harus tampil sebagai suara kenabian, bukan sekadar tempat ritual. Ini saatnya kita berbicara, bukan hanya berdoa,” tandas Hasudungan.

Peringatan serupa disampaikan Prima Surbakti. Ia mengingatkan bahwa benih-benih intoleransi dan kebencian yang sama, jika dibiarkan, bisa memicu konflik serupa di Indonesia. Tragedi Nigeria, katanya, harus menjadi cermin.

“Tragedi di Nigeria adalah cermin bagi kita. Jika kita tidak belajar dari sana, sejarah bisa berulang di sini. Anak muda perlu dibekali dengan empati, bukan hanya informasi,” ujar Prima.

Sementara itu, Pdt. Yohanis Henock menekankan peran gereja sebagai agen perdamaian yang harus meneladani kasih, bahkan kepada mereka yang dianggap musuh.

Sebelum diskusi ditutup, percakapan juga menyentuh situasi di Tanah Air, khususnya Papua dan kebebasan beragama. Partogi Samosir menutup dengan pesan yang menggugah: solidaritas sejati diuji di saat-saat sulit.

“Solidaritas kita diuji bukan saat senang, tapi saat penderitaan menimpa orang lain. Jangan diam, karena diam adalah bentuk persetujuan terhadap ketidakadilan,” pungkasnya.

Diskusi ini bukan sekadar percakapan virtual, melainkan sebuah panggilan moral. Sebuah seruan bagi semua pihak, dari gereja hingga masyarakat sipil, untuk memperkuat solidaritas, membela keadilan, dan peka terhadap penderitaan sesama manusia di belahan dunia mana pun. (*/red)




Moment HUT JNL Ke 125 Tahun, Undang Bupati Dan Wakil Bupati Surudani Jadi Utusan

SANGIHE,GN- Jemaat Nazaret Lesa (JNL) memperingati hari ulang tahun (HUT), Ke 125 tahun, dan pada moment special ini, panitia dan MPJ mengundang Bupati dan wakil Bupati, dan yang diutus hadir mewakili pemkab Sangihe adalah kepala dinas Perhubungan Decky Surudani.

Sebelumnya Pembacaan sejarah Gereja oleh Ketua MPJ Pdt.Silvia Lombote Harindah,S.Th dan kemudian dilanjutkan dengan ibadah syukur bersama yang dipimpin oleh Sekretaris pelaksana MPS Sinode Pdt.Ronny Lewerisa,M.Si dengan mengambil.Efesus 4 : 1-16.

Bupati Kabupaten Sangihe dalam sambutannya yang dibacakan Kadis Perhubungan Decky Surudani menyampaikan selamat ulang tahun ulang tahun kepada seluruh keluarga besar jemaat GMIST Nazaret Lesa.

” Usia pelayanan panjang ini merupakan bukti nyata dari keteguhan iman semangat pelayanan yang tidak pernah padam serta komitmen kebersamaan yang turut terjaga lintas generasi,” kata Surudani membacakan sambutan Bupati.

Dalam sambutan Bupati pun disampaikan bahwa perihal HUT Jemaat ini merupakan momentum yang berharga untuk merenungkan kembali peran gereja dalam membangun kehidupan rohani ,dan sosial yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

” Untuk itu saya mengajak seluruh Jemaat GMIST Nazaret Lesa untuk terus menjalin sinergi dan kerjasama dengan Pemerintah Daerah dalam upaya mewujudkan kemajuan bersama program unggulan daerah yaitu sapta membara, Saya percaya bahwa Jemaat GMIST Nazaret Lesa dapat menjadi motor penggerak pembangunan yang berdasarkan nilai nilai iman dengan berpartisipasi aktif dalam bidang pendidikan,pelayanan,kesehatan penguatan ekonomi,pelestarian budaya serta penanaman nilai-nilai spiritual ditengah masyarakat,” Ujar Kadis Perhubungan membacakan sambutan Bupati.

Harapan pimpinan Daerah agar Jemaat Nazaret Lesa akan terus tumbuh menjadi Jemaat teladan yang tidak hanya menumbuhkan iman dan kasih diantara warganya, tetapi juga menjadi berkat bagi sesama dan menjadi kesaksian yang hidup dalam setiap aspek kehidupan.

Turut hadir anggota DPRD Stands Jul Pulu,Camat Tahuna Timur bersama Ibu dan Para undangan.(RB).




Edukasi Kesehatan, “Kelainan Refraksi” dalam Rangka World Sight Day 2025

Manado,GN – Dalam rangka memperingati World Sight Day 2025, RSUP Prof dr RD Kandou melalui Instalasi Promosi Kesehatan (Promkes) menggelar kegiatan Edukasi Kesehatan bertema “Kelainan Refraksi” Jumat (10/10/2025) di ruang tunggu Poliklinik Bedah RSUP Kandou.

Kegiatan ini dipandu oleh Bapak Christian Modeong, S.I.Kom, selaku Penanggung Jawab Instalasi Promosi Kesehatan sekaligus MC acara, dengan Mohamad Sahroni, Amd.RO sebagai narasumber, seorang refraksionis optisi yang berpengalaman dalam bidang pemeriksaan dan koreksi penglihatan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua KSM I K Mata, dr. Herny Poluan, Sp.M, dan Dr. dr. Ade John Nursalim, MM, MARS, Sp.M, ChM, FICS, dokter spesialis mata RSUP Kandou, yang juga turut memberikan penjelasan dan menjawab pertanyaan dari pasien yang hadir.

Dalam penyampaiannya, narasumber menjelaskan pentingnya mengenali kelainan refraksi seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), dan astigmati. (*/sisco)




Bupati Thungari Dan Pimpinan DPRD Tinjau RSD Liun Kendage Ada Apa?

SANGIHE,GN – Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, bersama unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe yakni Ketua DPRD, Wakil Ketua I, dan Wakil Ketua II, pada Kamis, 9 Oktober 2025, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Daerah (RSD) Liun Kendage Tahuna.

Sidak tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian dan kehadiran langsung Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam memastikan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan pimpinan daerah meninjau langsung sejumlah fasilitas rumah sakit serta berdialog dengan pihak manajemen dan tenaga kesehatan serta para pasien. Dari hasil peninjauan, ditemukan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan bahan evaluasi bersama, antara lain aspek kebersihan lingkungan rumah sakit, ketersediaan fasilitas yang masih perlu pembenahan, serta kinerja pelayanan tenaga medis.

Sebagai tindak lanjut dari hasil sidak, Bupati bersama pimpinan DPRD memutuskan untuk menggelar rapat koordinasi dengan pihak manajemen RSD Liun Kendage yang juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Ketua Dewan Pengawas RSD Liun Kendage, serta perwakilan dari BPJS Kesehatan.

Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah langkah strategis untuk peningkatan pelayanan ke depan, di antaranya:

* Peningkatan kebersihan dan kenyamanan lingkungan rumah sakit,
* Perbaikan sistem pelayanan pasien, termasuk pasien rujukan,
* Usulan penempatan 1 unit mobil ambulance Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe di Manado guna mempercepat pelayanan pasien rujukan,
* Gagasan difungsikannya ex Kantor Perwakilan Kab. Kepl. Sangihe menjadi rumah singgah bagi perawat pendamping pasien rujukan, untuk meringankan beban biaya baik dari pihak rumah sakit maupun keluarga pasien.
* Pemanfaatan Anggaran BLUD secara proposional pada post Pembiayaan yaitu belanja jasa dan belanja operasional yang meliputi peningkatan sarana prasarana, ketersediaan obat-obatan dan belanja lainnya.

Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menegaskan bahwa sidak dan rapat koordinasi tersebut merupakan langkah nyata Pemerintah Daerah untuk terus memperbaiki mutu pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan.

“Sidak ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai upaya bersama untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan RSD Liun Kendage Tahuna. Rumah sakit ini adalah wajah pemerintah di mata masyarakat, sehingga sudah seharusnya memberikan pelayanan terbaik,” ujar Bupati Thungari.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan pengawasan terhadap fasilitas pelayanan publik, agar kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.(RB)