Sekretaris DPRD Sulut Terima Kunker DPRD Kabupaten Mitra

Sulut,GN-  Rombongan DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) melakukan Kunjungan kerja (Kunker) ke DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (2/9/2026).

Kunjungan dipimpin Ketua DPRD Mitra Chris Rumansi bersama anggota Komisi III Billy Munaisehe, Rasni Pontororing, Arter Runturambi, dan Diane Timbulus. Rombongan DPRD Kabupaten Mitra  diterima oleh Sekretaris DPRD Sulut Weliam Niklas Silangen,S.Sos,M.Si.

Tujuan kunjungan adalah meninjau praktik manajemen pengelolaan protokol dan keuangan sekretariat DPRD Sulut yang selaras dengan program efisiensi pemerintah pusat.

Sementara itu, sekretaris DPRD Sulut menjelaskan langkah‑langkah penghematan yang telah diambil selama tahun anggaran 2026, termasuk pengurangan signifikan pada beberapa pos belanja protokol, seperti konsumsi rapat.

“Di tahun anggaran 2026 ini, baik Sekretariat maupun DPRD Sulut melakukan pengurangan besar‑besaran terhadap beberapa mata anggaran, seperti makan‑minum,” ujar Niklas.

Dia menambahkan dalam sejumlah agenda resmi, baik skala internal maupun publik penyediaan konsumsi kini diminimalkan. Untuk beberapa rapat AKD, rapat komisi (RDP), dan paripurna, penyediaan makan‑minum bahkan tidak disediakan secara rutin.

Melalui penjelasan tersebut rombongan DPRD Mitra, anggota DPRD Mitra menyatakan ketertarikan untuk menyesuaikan kebijakan serupa di lingkungan DPRD Mitra sebagai bagian dari persiapan anggaran 2027.

Langkah ini diharapkan membuka ruang fiskal untuk program prioritas daerah tanpa mengurangi fungsi dan kualitas kerja legislatif.

Kunjungan kerja ini mencakup dialog teknis antara sekretariat kedua DPRD mengenai mekanisme penganggaran, prosedur pengadaan, tata kelola protokol, serta tata cara komunikasi internal untuk memastikan penghematan berjalan transparan dan akuntabel.

Selain itu, rombongan Mitra juga mempertanyakan implikasi penghematan terhadap pelaksanaan agenda publik dan upaya menjaga citra kelembagaan.

DPRD Sulut menegaskan efisiensi anggaran dilakukan dengan menjaga kewajaran pelaksanaan tugas dan tata kelola rapat. Selain itu, berkomitmen memastikan penghematan tidak mengganggu kinerja dewan maupun pelayanan kepada masyarakat.

Rencana adaptasi kebijakan di Mitra akan dibahas lebih lanjut oleh pimpinan dan sekretariat DPRD Mitra untuk disesuaikan dengan kebutuhan dan regulasi daerah. (sisco)




Pesan Dirut Kepada Peserta Didik : Ikuti Tahapan Pendidikan dengan Disiplin, Bertanggungjawab dan Menjunjung Tinggi Etika Profesi

Manado,GN – Pembekalan bagi peserta didik menjadi bagian penting sebelum mereka bersentuhan langsung dengan pasien. Hal itu,di tegaskan Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Prof Dr dr Starry H Rampengan, SpJP(K),FIHA,MARS,M.HKes ketika membuka kegiatan Orientasi Pendidikan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), Pelayanan Prima, serta Ketahanan Mental bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dan mahasiswa D-IV Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Selasa (1/9/2026).

Penyematan Kartu Tanda Peserta Didik Oleh Dirut Prof Dr dr Starry H Rampengan,SpJP(K),FIHA,MARS,M.Kes,M.HKes (foto: ist)

.“Sebelum peserta didik bersentuhan dengan pasien, kami akan membekali adik-adik dengan pelatihan dasar. Kami ditugaskan untuk mendidik dan mengajar adik-adik sampai cita-cita sebagai tenaga kesehatan maupun kompetensi lainnya tercapai,” kata Dirut.

Dirut mengatakan RSUP Kandou Manado menempatkan keselamatan pasien sebagai prinsip utama dalam memberikan pelayanan kesehatan. Untuk itu, peserta didik tidak hanya dituntut menguasai keterampilan teknis, tetapi juga harus mampu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan seluruh unsur di lingkungan pelayanan kesehatan.

“Rumah Sakit Kandou Manado mengutamakan prinsip keselamatan pasien di atas segala-galanya. Peserta bukan hanya belajar soal skill, tetapi juga bagaimana cara berinteraksi dengan guru-guru, sesama sejawat tenaga kesehatan, pasien dan masyarakat. Itu nantinya akan kalian terapkan dalam menjalankan tugas,” ucapnya.

Dirut juga mengingatkan peserta didik menjaga lingkungan pendidikan tetap sehat, aman dan saling menghormati. Selain itu, kata Dirut tidak boleh ada praktik bullying atau perundungan dalam proses pendidikan di lingkungan kesehatan, termasuk di RSUP Kandou Manado.

“Dalam proses pendidikan tidak boleh ada bullying. Pendidikan harus berjalan dengan saling menghormati,membangun dan mendidik. Kalau ada persoalan, harus diselesaikan melalui mekanisme yang benar, bukan dengan tindakan yang merendahkan atau melakukan perundungan terhadap peserta didik,” sebut Dirut.

Disisi lain, Dirut mengingatkan peserta mampu mengikuti setiap tahapan pendidikan dengan disiplin, bertanggung jawab dan menjunjung tinggi etika profesi.

Turut hadir Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP Kandou, dr. Yune Laukati, MARS, Dekan Fakultas Kedokteran Unsrat, Dr. dr. Billy Kepel, M.Med.Sc., Sp.KKLP, serta Wakil Direktur II Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Fitri Yani Arbi, S.ST., M.Kes. (sisco)

 

 




Komisi III DPRD Sulut Gelar Rapat Koordinasi Bersama Satker Balai Pelaksanaan Prasarana Strategis Sulawesi Utara

Sulut,GN- Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (01/09/2026) menggelar Rapat Koordinasi bersama Satuan Kerja (Satker) Balai Pelaksanaan Prasarana Strategis Sulawesi Utara dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terkait pelaksanaan program dan kegiatan tahun anggaran 2026,serta realisasi perkembangan program, kendala pelaksanaan dan langkah percepatan pencapaian target pembangunan di daerah.

Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi III Berty Kapojos,S.Sos di dampingi Wakil Ketua Nick A Lomban,SE, Sekretaris Komisi Yongkie Limen, anggota komisi III Capt Ramly Kandoli, Haslinda Rotinsulu dan Gracia Yubelinda Oroh.

Sementara pihak Balai Pelaksanaan Prasarana Strategis Sulawesi Utara di hadiri oleh kepala satuan kerja Kries Kuswara, Satker PS Ficka Makarau, asisten umum satker PS Golan Sumajow dan staf satker Aghsel Biang.

Dalam rapat itu, berbagai pertanyaan yang disampaikan oleh komisi III DPRD Sulut menyangkut perkembangan program strategis diantaranya mengenai sekolah rakyat dan fakultas kedokteran.

Kepala satuan kerja balai pelaksanaan prasarana strategis Sulawesi Utara menjelaskan dengan detil setiap pertanyaan yang di ajukan oleh komisi III DPRD Sulut. Secara keseluruhan Kasatker memberikan penjelasan mengenai perkembangan program strategis tersebut.

Sementara itu, komisi III ikut mendorong, dalam pengerjaan proyek Strategis di Sulut agar melibatkan UMKM, pengusaha lokal untuk jadi subkon di daerah ini. ” Jadi sekarang balai satker pelaksanaan prasarana strategis Sulawesi Utara sedang mengerjakan yaitu sekolah rakyat tampusu yang sudah 93 persen selesai dengan menampung sekitar 1080 siswa,” Kata Ketua Komisi III Berty Kapojos, Usai rapat Koordinasi.

Selain itu, lanjut ketua komisi III mengatakan Balai Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Sulawesi Utara juga mengerjakan mesjid Ahmad Yani dan juga sementara mengusulkan sekolah madrasyah dan juga pembangunan fakultas kedokteran.

” Sekarang mereka sudah mengusulkan sekolah madrasah tahun ini, namun belum ada persetujuan. Sekolah rakyat juga boleh diusulkan melalui kepala daerah kabupaten dan kota. Yang ada sekarang diusulkan kabupaten Minut dan Bolmong. Jadi rencananya, minggu depan kami akan turun lapangan untuk mengecek sekolah rakyat di tampusu,” jelas Kapojos.

 

Ditempat yang sama Kepala Balai satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sulawesi Utara mengatakan pengerjaan sekolah rakyat tampusu sudah selesai. Sementara untuk pengusulan sekolah rakyat di Minut dan Bolmong sementara verifikasi data. “Untuk kelengkapan berkasnya dari Pemda sendri, jadi kami menerima lahan itu harus clean dan clear,” ujar Kries.

Kries mengatakan pihaknya terus mendorong agar kabupaten dan kota yang mengusulkan untuk secepatnya melengkapi berkasnya. ” Karena mereka mengusulkan sehingga kami minta percepatan untuk itu. Karena memang sekolah rakyat dilakukan serentak di Indonesia dan tidak jalan sendiri. Kita lakukan di Sulawesi Utara, Jokja, Kawa Barat dan Jawa Timur dilakukan secara serentak,” pungkasnya. (advetorial)

 




Berty Kapojos : Minggu Depan Komisi III Turun Lapangan

Sulut, GN- Komisi III DPRD Sulawesi Utara (Sulut) bersama Satuan Kerja Balai Pelaksanaan Prasarana Strategis Sulawesi Utara, melaksanakan rapat koordinasi Selasa (01/09/2026) di ruangan rapat komisi III.

Pada kesempatan itu, Komisi III ikut mendorong dalam pengerjaan proyek Strategis di Sulut agar melibatkan UMKM, pengusaha lokal untuk jadi subcon di daerah ini. ” Jadi sekarang balai satker pelaksanaan prasarana strategis Sulawesi Utara sedang mengerjakan yaitu sekolah rakyat tampusu yang sudah 93 persen selesai dengan menampung sekitar 1080 siswa,” Kata Ketua Komisi III Berty Kapojos, Usai rapat Koordinasi.

Selain itu, lanjut ketua komisi III mengatakan Balai Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Sulawesi Utara juga mengerjakan mesjid Ahmad Yani dan juga sementara mengusulkan sekolah madrasyah dan juga pembangunan fakultas kedokteran.

” Sekarang mereka sudah mengusulkan sekolah madrasah tahun ini, namun belum ada persetujuan. Sekolah rakyat juga boleh diusulkan melalui kepala daerah kabupaten dan kota. Yang ada sekarang diusulkan kabupaten Minut dan Bolmong. Jadi rencananya, minggu depan kami akan turun lapangan untuk mengecek sekolah rakyat di tampusu,” jelas Kapojos. (sisco)




Thungari : Jangan Ada Lagi ASN Tidak Terlihat Karena Tidak Disukai Pimpinan, Maupun Tidak Pintar Cari Muka

SANGIHE, GN – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar apel kerja bersama bertempat di lapangan Gelora santiago Senin, (01/09/2026)

Apel Bersama langsung di Pimpin oleh Bupati Michael Thungari,SE,MM.Pada kesempatan itu Bupati Menyampaikan tentang manajemen talenta, dalam penempatan dan pengembangan ASN harus memperhatikan kompetensi, potensi, kinerja dan kebutuhan organisasi, juga agar jangan ada lagi ASN yang tidak terlihat karena tidak disukai pimpinan,Maupun tidak pintar cari Muka.

” Jangan ada lagi ASN yang tidak terlihat karena tidak disukai pimpinan, Maupun tidak pintar mencari Muka,” ucap Bupati.

Lanjut Thungari bahwa, keberhasilan pemerintahan tidak hanya diukur dari berapa banyaknya kegiatan yang dilaksanakan atau besarnya anggaran yang terserap, tetapi dari seberapa besar hasil dan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

” Mari kita melakukan evaluasi, pembenahan, inovasi, dan kolaborasi karena pada prinsipnya tidak akan ada OPD yang mampu bekerja sendiri. Karena keberhasilan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah keberhasilan kita semua, Selamat bekerja dan terus berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.” Tutup orang nomor satu di Bumi Tampungang Lawo ini.(RB).




Pemkab Sangihe Audiensi Dengan BNPB Pusat, Sampaikan Proposal Permohonan Bantuan Akibat Gempa Bumi

SANGIHE,GN – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam hal Bupati Michael Thungari,SE,MM didampingi pejabat lainnya yaitu,anggota DPRD, PJ Sekda, Kepala BPBD,dan kalaksa BPBD melakukan audensi ke BNPB Pusat, dan diterima langsung oleh Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jarwansah,S.Pd,.M,AP, MM Kamis (27/8/2026).

Pada kesempatan itu Bupati menyampaikan proposal bantuan penanganan rumah warga yang rusak akibat bencana gempa bumi 7,7 SR serta bencana hidrometeorologi berupa tanah longsor dan banjir bandang.

“Dengan keterbatasan fiskal daerah, kami berharap dukungan Pemerintah Pusat melalui BNPB dapat membantu masyarakat terdampak bencana. Apabila bantuan diberikan, Pemerintah Daerah siap melaksanakannya sesuai Juklak dan Juknis yang ditetapkan Pemerintah Pusat dan BNPB,” kata Bupati Thungari.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB menyampaikan bahwa usulan perbaikan rumah terdampak bencana gempa dan hidrometeorologi akan ditangani oleh Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

Kedatangan Pemkab Sangihe juga menyampaikan terima kasih atas dukungan BNPB melalui bantuan hibah rehabilitasi dan rekonstruksi (RR), tahun 2024.sekaligus melaporkan bahwa pekerjaan fisik bantuan tersebut telah dilaksanakan.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan Pemkab Sangihe terus bergerak, memperjuangkan pemulihan dan keselamatan masyarakat terdampak bencana.(RB)




Wabup Buka Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah di Kabupaten Sangihe

SANGIHE,GN – Rabu (26/8/2026), bertempat di SMP Negeri I Tahuna Wakil Bupati Tendris Bulahari membuka Seleksi bakal calon kepala sekolah dinas pendidikan dan kebudayaan daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Sangihe pertama- tama menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sangihe yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bagian penting dalam upaya memastikan tersedianya calon-calon kepala sekolah yang memiliki kompetensi, integritas, kapasitas,kepemimpinan serta komitmen yang kuat terhadap kemajuan pendidikan di daerah.

” Kita membutuhkan calon kepala sekolah yang mampu melihat persoalan pendidikan secara utuh, mampu mengambil keputusan secara bijaksana, mampu membangun kerjasama serta memiliki keberanian untuk melakukan inovasi, bagi Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai daerah Kepulauan dan wilayah perbatasan, tantangan pendidikan kita memiliki karakteristik tersendiri yaitu, masih terdapat sekolah-sekolah yang menghadapi tantangan biografi, keterbatasan akses,sarana dan prasarana serta kebutuhan sumber daya manusia, oleh karena itu dalam kondisi seperti ini, kita membutuhkan kepala sekolah yang mampu memimpin dalam keterbatasan mencari solusi dalam tantangan dan menciptakan peluang ditengah berbagai keterbatasan yang ada,” Ucap Wakil Bupati Sangihe ini.

Sementara Plt.Kepala dinas pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Jew.W.Adriaan,S.OR ketika diwawancarai media ini mengatakan bahwa, Substansinya adalah tahapan awal pelaksanaan perekrutan calon kepala sekolah di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Lanjutnya bahwa tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut,diantaranya adalah untuk menilai potensi kepemimpinan, mengukur kemampuan, kesanggupan dan gaya kepemimpinan bakal calon.

” Peserta seleksi calon kepala sekolah berjumlah sebanyak 170 orang terdiri dari jenjang TK 5 orang, SD 96 orang ,SMP 69 orang,jadi mereka mengikuti tes secara online,jadi harapannya dengan Seleksi Substansi ini, bisa menambah wawasan dan pengetahuan yang terutama dalam menejerial sebagai seorang kepala sekolah,” Harap Adriaan selaku Plt.Kadis dinas pendidikan dan Kebudayaan Sangihe ini.(RB).




Poltekes Kemenkes Manado Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat PPDM Tahun 2026 di Desa Kalasey Dua Mandolang

Manado,GN- Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Manado melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat, Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM).

Kegiatan tersebut menyangkut tentang Pelatihan Pengembangan Produk Daun Kelor Pada Remaja Dalam Upaya Mengatasi Anemia Remaja Putri di Desa Kalasey dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa.

Tim dosen yang ikut melaksanakan kegiatan ini yakni Ketua Nita R. Momongan,S.Pd,SST,M.Si (NIDN 4018017201), anggota Ana B. Montol,S.Pd,M.Si NIDN (4017086601)
Henry S. Imbar,S.Pd.,M.Kes (NIDN 4025096801), Olfie Sahelangi,S.Pd,M.Si (NIDN 4010107301).

Desa Kalasey Dua adalah salah satu desa yang terletak di wilayah administratif Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara yang merupakan desa mitra pembinaan Poltekkes Kemenkes Manado.

Berdasarkan wilayah pelayanan kesehatan desa Kalasey Dua bagian dari wilayah pelayanan Puskesmas Tateli Kabupaten Minahasa. Desa Kalasey dua saat ini merupakan desa Binaan Poltekkes Kemenkes Manado yang masih banyak ditemukan masalah kesehatan termasuk masalah anemia pada anak remaja dan ibu hamil.

Terdapat berbagai fasilitas umum yang ada di desa Kalasey dua, seperti sekolah, rumah ibadah, perkantoran,tempat usaha kuliner, dan tempat usaha lainnya. Desa Kalasey Dua memiliki satu buah sarana umum untuk pelaksanaan Posyandu.

Menurut World Health Organization WHO di tahun 2023 sebanyak (30,7%) perempuan berusia 15-49 tahun mengalami anemia. Berdasarkan data survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukan anemia di Indonesia menurut karakteristik umur 15-24 tahun sebesar (15,5%), dan prevalensi anemia pada perempuan Indonesia (18%). Berdasarkan data SKI 2023 tersebut, remaja putri yang tidak meminum tablet tambah dara sebanyak (33,96%)6).
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah anemia pada remaja putri adalah memanfaatkan tanaman lokal sebagai pangan fungsional yang ada disekitar tempat tinggal masyarakat yaitu daun kelor (moringo oliefera). Daun kelor memiliki kandungan zat besi sebanyak 28,2 mg/100 gram serbuk daun8).

Pengembangan produk aneka produk olahan daun kelor dapat memberikan nilai tambah dalam pemanfaatannya untuk meningkatkan nilai gizi yang memberi kontribusi terhadap pencegahan dan penyembuhan pada kasus anemia gizi. Fortifikasi dari beberapa mikronutrien pada minuman dapat menurunkan resiko terjadinya anemia defisiensi besi dan anemia gizi besi.

Berdasarkan analisis permasalahan tersebut, masyarakat di desa Kalasey dua lebih khusus remaja puteri perlu diberikan edukasi yang benar tentang permasalahan anemia pada remaja puteri. Pemberian edukasi tentang makanan yang baik untuk mencegah anemia berupa pelatihan pengolahan menu berbahan dasar daun kelor.

Dalam pelatihan ini juga, peserta akan mempraktekan bagaimana cara mengolah menu berbahan dasar daun kelor.Dengan diberikannya edukasi yang benar kepada remaja puteri sehingga mereka bisa langsung mempraktekan pola makan yang baik untuk mencegah terjadinya anemia pada remaja puteri. Peserta juga dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengolah makanan dengan berbahan dasar daun kelor kepada keluarga dan teman-teman sebaya.

Sementara itu, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan dalam bentuk edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui pemberian materi, konseling dan demonstrasi kepada remaja puteri/siswa di Desa Kalasey dua Kabupaten Minahasa.

Dalam kegiatan ini diharapkan solusi untuk mengatasi permasalahan penyakit anemia remaja puteri dan permasalahannya di desa Kalasey Dua Kecamatan Mandolang Wilayah Puskesmas Tateli Kabupaten Minahasa.
Pemberian edukasi berupa pelatihan remaja puteri diharapkan juga dapat mencegah terjadinya masalah anemia di desa Kalasey Dua.

Kegiatan PkM dilakukan dalam bentuk edukasi dengan memberikan pelatihan kepada remaja puteri di desa Kalasey dua dengan memberikan informasi dan menu makanan untuk mencegahan dan menanggulangi anemia. Pelatihan ini disertai dengan praktek pembuatan makanan sesuai berbahan dasar daun kelor.

Dalam tahapan pelaksanaan kegiatan PkM yaitu melakukan intervensi PkM dalam bentuk memberikan pelatihan pada remaja puteri yaitu siswa SMP 4 Pineleng Kalasey sehingga mereka bisa lebih memahami tentang pembuatan menu dan pola makan yang baik pada penderita anemia sehingga akan diteruskan kepada keluarga dan teman-teman.

Pemberian pelatihan mengikuti modul dan buku resep yang sudah dibuat berdasarkan hasil kajian dan hasil riset yang telah dilakukan. Teknik pelatihan yaitu pemberian materi dalam bentuk ceramah dan diskusi serta praktek membuat menu makanan dan melakukan konseling.

Pemberi materi dalam pelatihan ini adalah Tim pengabmas yang berjumlah empat (4) orang dibantu oleh mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado yang berjumlah tiga (3) orang.

Pelatihan ini disertai dengan demonstrasi pembuatan makanan sesuai resep-resep bagi penderita anemia. Pelatihan dilakukan selama tiga hari di balai pertemuan umum desa Kalasey dua. Peserta pelatihan berjumlah 40 orang yang terdiri dari siswa remaja puteri.

 

Peserta yang mengikuti pelatihan dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang anemia pada Wanita usia subur/remaja puteri serta pola makan yang baik bagi penderita anemia. Peserta diberikan juga modul dan buku resep sesuai materi yang akan diberikan. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang sudah diterima kepada keluarga dan teman-teman remaja puteri.

Pada awal dan akhir kegiatan pelatihan dilakukan evaluasi berupa pretest dan postest untuk mengetahui keberhasil kegiatan pelatihan dan kesiapan peserta pelatihan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan PkM dilaksanakan pada bulan Agustus 2026.

Untuk keberlanjutan program ini, maka selain peserta pelatihan yang diberikan modul dan buku resep, masyarakat atau keluarga yang memiliki Wanita usia subur di desa Kalasey dua juga akan diberikan modul dan buku resep supaya menjadi acuan keluarga dalam pemberian pola makan yang baik bagi untuk mencegah dan menanggulangi anemia pada remaja puteri. (*/sisco)




Poltekes Kemenkes Manado Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat PPDM Tahun 2026 di Desa Kalasey Dua Mandolang

Manado,GN- Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekes Kemenkes) Manado melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat, Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM).

Kegiatan tersebut menyangkut tentang edukasi gizi dan kesehatan dengan pengembangan resep pada masyarakat dan tokoh agama untuk mengatasi penyakit Diabetes Melitus di Desa Kalasey Dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa.

Tim dosen yang ikut melaksanakan kegiatan ini yakni Ketua Henry S. Imbar,S.Pd.,M.Kes (NIDN 4025096801), Anggota Jufri Sineke,S.Pd,M.Si (NIDN 4024066401), Nita R. Momongan, S.Pd, SST,M.Si (NIDN 4018017201), Cinthia Isima,M.Kes.

Desa Kalasey Dua adalah salah satu desa yang terletak di wilayah administratif Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara, yang merupakan desa mitra pembinaan Poltekkes Kemenkes Manado.

Berdasarkan wilayah pelayanan kesehatan, desa Kalasey Dua bagian dari wilayah pelayanan Puskesmas Tateli Kabupaten Minahasa.

Desa Kalasey dua merupakan desa Binaan Poltekkes Kemenkes Manado yang masih banyak ditemukan masalah kesehatan termasuk masalah penyakit tidak menular.

Dalam kehidupan bermasyarakat penduduk desa Kalasey dua taat dalam kehidupan beragama. Dan beridentitas kuat terhadap kebudayaan setempat. Terdapat berbagai fasilitas umum yang ada, seperti sekolah, rumah ibadah, perkantoran, tempat usaha kuliner, dan tempat usaha lainnya.

Masyarakat desa Kalasey dua sejak berdiri sampai saat ini kehidupan pola hidup masyarakat banyak dipengaruhi oleh tokoh-tokoh agama. Kehidupan keagamaan berperan penting dalam kehidupan masyarakat.

Desa Kalasey Dua terhampar di antara perbukitan yang hijau dan subur yang memberikan pemandangan yang memukau serta berdekatan dengan daerah pantai.

Berdasarkan analisis permasalahan tersebut, masyarakat lebih khusus tokoh-tokoh masyarakat tokoh agama termasuk tim penggerak PKK perlu diberikan edukasi yang benar tentang permasalahan penyakit DM. Pemberian edukasi berupa pengembangan resep makanan yang baik untuk mencegah dan menanggulangi permasalahan penyakit DM di Masyarakat.

Dengan diberikannya edukasi yang benar kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama termasuk tim penggerak PKK, sehingga mereka bisa meneruskan kepada masyarakat yang ada di Desa Kalasey Dua.

Tokoh masyarakat dan tim penggerak PKK yang banyak bersentuhan dengan masyarakat dapat memberikan edukasi yang benar tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit DM di Masyarakat khususnya di desa Kalasey dua.

Demikian juga tokoh agama dapat meneruskan pesan dan informasi yang benar tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit DM kepada jemaat/umat yang mereka pimpin sehingga terjadi perubahan perilaku makan dan dapat menurunkan angka kejadian penyakit DM di desa kalasey Dua wilayah Puskesmas Tateli Kabupaten Minahasa.

Sementara untuk tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan dalam bentuk edukasi melalui pemberian materi, konseling dan demonstrasi pengembangan resep makanan penderita DM kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama termasuk tim penggerak PKK di Desa Kalasey dua.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ada solusi untuk mengatasi permasalahan penyakit diabetes melitus.

Pemberian edukasi berupa pelatihan bagi tokoh masyarakat dan tokoh agama termasuk tim penggerak PKK diharapkan dapat mencegah terjadinya penyakit DM di desa Kalasey Dua. Kegiatan ini juga dapat merubah penderita DM untuk menjalankan pola makan yang sehat.

Pelatihan ini disertai dengan demonstrasi pembuatan makanan sesuai resep bagi penderita DM. Tahap pelaksanaan kegiatan PkM yaitu melakukan intervensi PkM dalam bentuk memberikan pelatihan pada tokoh agama dan tokoh masyarakat termasuk tim guru-guru dan penggerak PKK sehingga mereka bisa lebih memahami tentang pemberian makanan pada penderita DM yang baik sehingga akan diteruskan kepada masyarakat.

Pemberian pelatihan mengikuti modul dan buku resep yang sudah dibuat berdasarkan hasil kajian dan hasil riset yang telah dilakukan. Teknik pelatihan yaitu pemberian materi dalam bentuk ceramah dan diskusi serta praktik melakukan konseling. Pemberi materi dalam pelatihan ini adalah Tim pengabmas yang berjumlah empat orang dibantu oleh mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado yang berjumlah tiga orang.

Pelatihan ini disertai dengan demonstrasi pembuatan makanan sesuai resep-resep bagi penderita DM. Pelatihan dilakukan selama dua hari di SMP 4 Pineleng Kalasey. Peserta pelatihan berjumlah 25 orang yang terdiri dari tokoh agama dan tokoh Masyarakat, guru-guru, kader Kesehatan desa kalasey Dua termasuk tim penggerak PKK.

Peserta tokoh agama berasal dari perwakilan pimpinan agama yang di lokasi mitra yaitu pimpinan umat Kristen, Katolik, dan Islam.

Kegiatan persiapan, pelaksanaan pelatihan dan evaluasi kegiatan dilaksanakan selama bulan Agustus 2026.Peserta yang mengikuti pelatihan dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang resep makanan untuk penderita DM serta pola makan yang baik bagi penderita DM.

Peserta diberikan juga modul dan buku resep sesuai materi yang akan diberikan. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang sudah diterima kepada masyarakat dan jemaat/umat bagi tokoh agama.

Tokoh agama dan tokoh masyarakat termasuk tim penggerak PKK bisa melakukan edukasi langsung ke masyarakat dalam pertemuan dan berkunjung kerumah keluarga yang menderita penyakit DM.

Untuk tokoh agama mereka dapat memberikan edukasi kepada umat/jemaat pada saat melakukan ceramah/khotbah atau kegiatan keagamaan lainnya.

Pada awal dan akhir kegiatan pelatihan dilakukan evaluasi berupa pretest dan postest untuk mengetahui keberhasilan kegiatan pelatihan dan kesiapan peserta pelatihan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Untuk keberlanjutan program ini, maka selain peserta pelatihan yang diberikan modul dan buku resep, masyarakat atau keluarga yang memiliki anggota keluarga penderita DM di Kecamatan Mandolang. (*/sisco)

 

 

 




Dirut Prof Starry Rampengan Dampingi Dirjen Keslan Azhar Jaya Tinjau Gedung Oncology Center

Manado,GN – Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof Dr RD Kandou Manado Prof Dr dr Starry Rampengan, SpJP(K), FIHA, MARS, M.HKes mendampingi Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan (Dirjen Keslan) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM., MARS, meninjau pembangunan Gedung Oncology Center RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Selasa (25/8/2026).

Turut hadir Ketua Dewan Pengawas RS Kandou, Drg. Yuli Astuti Saripawan, M.Kes, serta jajaran Dewan Direksi RSUP Kandou Manado.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan gedung pusat layanan kanker tersebut berjalan sesuai spesifikasi teknis dan standar yang sudah ditetapkan.

Dirjen Keslan juga meninjau kondisi struktur bangunan dan secara langsung melihat progres pekerjaan di setiap lantai, Gedung Oncology Center RSUP Kandou yang memiliki 12 lantai. Pembangunan gedung tersebut kini memasuki pada tahap akhir pembangunan.

Peninjauan secara menyeluruh untuk memastikan setiap bagian gedung dikerjakan sesuai dengan spesifikasi, sebelum digunakan untuk pelayanan kesehatan kedepannya.

Dari hasil peninjauan ini, selanjutnya akan menjadi bahan laporan kepada Menteri Kesehatan RI sebelum gedung pusat kanker tersebut difungsikan dan diresmikan.

Dirut RSUP Kandou Manado menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI yang telah melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Sulawesi Utara, khususnya di RSUP Kandou Manado.

“Terima kasih kepada Bapak Dirjen Kesehatan Lanjutan yang telah berkunjung dan melihat langsung kondisi serta perkembangan RSUP Kandou, termasuk pembangunan Gedung Oncology Center.Semua saran, masukan dan petunjuk yang diberikan untuk kemajuan RSUP Kandou tentu akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Menurutnya, arahan dari Kementerian Kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya RSUP Kandou Manado meningkatkan mutu pelayanan dan memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan sekaligus pusat pendidikan dan pelayanan kesehatan di kawasan Indonesia Timur.(SM)