Bersama Pakar dari 31 Negara, Dokter Mata RSUP Kandou Jadi Pembicara di Kongres Internasional NUH Singapura

Manado, GN- Kompetensi dan pengalaman klinis dokter spesialis mata RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado kembali mendapat ruang dalam forum ilmiah internasional. Kepala Departemen Oftalmologi RSUP Kandou, Dr. dr. Ade John Nursalim, MM, MARS, Sp.M, ChM, FICS, tampil sebagai salah satu pembicara dalam National University Hospital International Ophthalmology Scientific Congress (NUH IOSC) 2026 yang berlangsung Sabtu, 22–25 Oktober 2026 di Singapura.

Konggres yang diselenggarakan oleh National University Hospital (NUH) Singapura ini menjadi bagian dari peringatan 40 tahun berdirinya Departemen Oftalmologi NUH, sekaligus menghadirkan para pakar dari berbagai negara untuk membahas perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pelayanan kesehatan mata.

Menurut publikasi resmi NUH, kegiatan tersebut melibatkan 171 anggota fakultas ilmiah dan pakar dari lebih dari 31 negara, serta diikuti 374 delegasi. Kongres ini menjadi salah satu agenda utama NUH dalam memperingati empat dekade kontribusinya terhadap pengembangan pelayanan, pendidikan, dan penelitian oftalmologi.

Menteri Luar Negeri Singapura, Dr. Vivian Balakrishnan, turut hadir sebagai tamu kehormatan (Guest of Honour) dan menyampaikan sambutan pada pembukaan kongres, Jumat, 23 Oktober 2026.

Dr Balakrishnan sendiri memiliki latar belakang sebagai dokter spesialis mata dan pernah menjabat sebagai Medical Director Singapore National Eye Centre (SNEC).

Dalam sambutannya, Menteri Vivian Balakrishnan menyoroti perjalanan 40 tahun Departemen Oftalmologi NUH, mulai dari pengembangan pendidikan dan pelatihan dokter mata hingga inovasi dalam pelayanan dan penelitian. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin, kemajuan teknologi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam perkembangan oftalmologi pada masa mendatang.

Kongres ini mengangkat tema “Shaping Tomorrow’s Vision” dengan pembahasan yang meliputi bedah retina, katarak, glaukoma, kornea, onkologi mata, kelainan orbita, oftalmologi anak, serta perkembangan teknologi diagnostik dan bedah mata.

Membawa Pengalaman Klinis dari Manado ke Forum Internasional

Dalam kongres tersebut, dr John berpartisipasi dalam dua sesi ilmiah, 23 dan 24 Oktober 2026. Pada sesi Perspectives in Endophthalmitis Management, Jumat 23 Oktober Dia menyampaikan materi berjudul “Clinical Pearls in the Management of Fungal Endophthalmitis” yang membahas pengalaman klinis dalam mendiagnosis dan menangani endoftalmitis jamur, yaitu infeksi serius di dalam bola mata yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan berat hingga kebutaan.

Melalui presentasi tersebut, dr. John membagikan pengalaman penanganan kasus-kasus infeksi mata yang dijumpai dalam praktik pelayanan di RSUP Kandou, khususnya tantangan membedakan infeksi bakteri dan jamur berdasarkan gambaran klinis.

Salah satu aspek yang dibahas adalah pemanfaatan pemeriksaan mikrobiologi langsung di ruang operasi menggunakan pewarnaan Gram dan kalium hidroksida (KOH), yang dapat membantu memberikan informasi awal mengenai kemungkinan penyebab infeksi.

Pendekatan ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara dokter spesialis mata dan tenaga mikrobiologi klinik dalam mendukung pengambilan keputusan pengobatan secara lebih cepat dan terarah.

Pembahasan tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai penanganan kasus infeksi mata yang kompleks, termasuk dalam situasi ketika diagnosis belum dapat dipastikan melalui pemeriksaan klinis saja.

Pada hari kedua keikutsertaannya, Sabtu, 24 Oktober 2026, dr. John juga berpartisipasi dalam sesi Approaches to Secondary Intraocular Lens Implantation, melalui presentasi video bedah berjudul “Scleral-Fixated IOL Implantation: Surgical Nuances from My Practice”

Sesi ini membahas teknik pemasangan lensa intraokular dengan fiksasi pada sklera, salah satu pendekatan yang digunakan pada pasien dengan kondisi tertentu ketika penyangga alami lensa tidak memadai. Presentasi tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai teknik pembedahan, pertimbangan klinis, serta pengalaman menghadapi kasus-kasus operasi mata yang kompleks.

Keterlibatan dalam kedua sesi ini memperlihatkan bahwa pengalaman klinis dari rumah sakit rujukan di Sulawesi Utara memiliki relevansi untuk dibagikan dan didiskusikan bersama komunitas oftalmologi internasional.

Memperkuat Kompetensi dan Jejaring Internasional RSUP Kandou

Keikutsertaan dokter RSUP Kandou sebagai pembicara dalam kongres ini merupakan salah satu bentuk kontribusi institusi dalam pengembangan ilmu kedokteran mata di tingkat internasional.

Selain menjadi kesempatan untuk menyampaikan pengalaman klinis, forum tersebut juga membuka ruang pertukaran pengetahuan dengan para ahli dari berbagai pusat pendidikan dan pelayanan kesehatan mata.

Bagi RSUP Kandou sebagai rumah sakit rujukan di Indonesia Timur, partisipasi dalam forum internasional menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pengembangan pelayanan subspesialistik, serta penguatan kegiatan pendidikan dan penelitian.

Pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran dan pengembangan di lingkungan Departemen Oftalmologi RSUP Kandou, terutama dalam penanganan penyakit retina, infeksi intraokular, dan pembedahan mata kompleks.

Kehadiran RSUP Kandou dalam kongres internasional yang diselenggarakan untuk memperingati 40 tahun Departemen Oftalmologi NUH juga mencerminkan semakin terbukanya kesempatan bagi dokter dari rumah sakit daerah di Indonesia untuk terlibat dalam pertukaran ilmu pengetahuan bersama institusi kesehatan terkemuka di kawasan.

Melalui kontribusi ilmiah dan pengembangan jejaring internasional, RSUP Kandou terus mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan mata agar masyarakat Sulawesi Utara dan wilayah sekitarnya dapat memperoleh pelayanan yang mengikuti perkembangan ilmu kedokteran modern.(*/sisco)