Hasil Tangkapan Ikan Sedikit di Festival Seke Maneke, Ini Penyebabnya
SANGIHE,GN- Kamis 12 juni 2025 adalah hari dan tanggal yang sudah ditentukan dan disepakati oleh Panitia, tua-tua adat di Kampung Para Lelle, untuk pelaksanaan tradisi adat seke Maneke Pulau Para Lelle.

Sebelum hari H Pada pelaksanaan seke maneke ini, terlebih dahulu diawali dengan acara ritual yaitu “mamata” yang dilaksanakan di sore hari rabu (11/6/2025).
Pun di hari H subuh sekitar pukul 03.00 sudah ada petugas disebut ” Mengenggo” yang tugasnya membangunkan orang-orang dari rumah ke rumah untuk persiapan ke laut pada acara seke maneke,dan orang-orang pun bangun bersiap-siap mengikuti seke Maneke.
Sekitar pukul 04.00 Tua-tua adat dan tokoh masyarakat naik perahu membawa alat seke maneke untuk memasang di tempat yang sudah ditentukan.
Menariknya,Bupati dan wakil Bupati Sangihe, pun ikut di rombongan Perahu masyarakat dan nelayan ketika melaksanakan penangkapan ikan dengan cara tradisional ini.
Ratusan orang di Pantai,baik dari para tamu propinsi,Kabupaten,warga sekitar bahkan beberapa turis mancanegara dari subuh sudah berada di Pantai menunggu alat seke maneke ditarik oleh nelayan,tua-tua adat, tokoh masyarakat ke pantai untuk melihat langsung hasil tanggapan ikan dengan cara tradisional ini.
kamera dari para pemburu berita, para tamu dan warga sekitar pun sudah stand by, untuk mengambil gambar dan vidio ketika alat seke maneke sudah di tarik di Pantai, dan ketika tua-tua adat serta masyarakat selesai melaksanakan tugas menangkap ikan dengan cara tradisional ini, orang-orang langsung mengambil gambar dan vidio.
Dari hasil tanggapan ikan dengan cara tradisional ini, hasilnya tidak seperti tahun 2024 lalu, kalau tahun lalu hasil tanggapan dengan jumlah yang banyak ribuan ekor ikan, namun di seke maneke tahun 2025 ini, hasil tanggapan ikan sedikit, sehingga dengan hasil tanggapan ikan yang sedikit tentu ada penyebabnya.
Benhur Takasihaeng Pemerhati adat dan budaya,yang juga sebagai putra asli Kampung Para Lelle menyampaikan bahwa, hasil tanggapan ikan di seke maneke 2025 sedikit penyebabnya adalah karena, tua-tua Kampung dan panitia salah hitung penentuan hari dan bulan dilangit.
” Tua-tua Kampung dan panitia pada penentuan tanggal dan perhitungan bulan dilangit salah , yang sebenarnya diperkirakan tepat sekitar tanggal 17 atau 18 perhitungan bulan ketujuh (letu), tidak air naik seperti ini, dan saat ini di bulan purnama (Limangu).
Sehingga dengan ini, Takasihaeng berharap ada evaluasi bersama antara tua-tua adat dan seluruh panitia.
” Saya berharap agar nanti ada rapat evaluasi panitia bersama tua-tua adat untuk mengevaluasi sehingga pelaksanaan festival seke maneke kedepan lebih bagus lagi dan lebih sukses,”harap Takasihaeng.
Sementara itu Sudiro Rikpan Macpal, S.Pd selaku ketua panitia Seke Maneke ketika diwawancarai gemparnews mengatakan, bahwa menurutnya penyebab sedikit ikan hasil tanggapan di seke maneke tahun 2025 dikarenakan, karena faktor perubahan cuaca.
” Jadi perubahan cuaca juga memengaruhi hasil tanggapan ikan, biasanya teduh tapi beberapa hari lalu kencang sehingga kurang ikan,”kata Macpal.
Meski hasil tanggapan ikan sedikit di festival seke maneke tahun 2025,namun prosesi ritual adat telah berjalan dengan baik, dan keistimewaannya adalah turut di hadiri langsung kepala dinas Pariwata sulut dr.Kartika Tanos,yang begitu mengagumi dan mensupport festival seke Maneke, staff Gubernur Sulut bidang Pariwisata DR.Drevy Malalantang, serta turut disaksikan dan dihadiri langsung oleh tamu mancanegara.(RB).