Jawab Keluhan Warga, DLH Minsel Sidak PT SMSP Tumpaan

oleh -6 views
image_pdfimage_print

MINSEL,GN- Inspeksi Mendadak (Sidak) dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP Kabupaten Minahasa Selatan terhadap Pabrik Pengolahan Santan Kelapa milik PT Sakura Mas Sinar Pratama yang Terletak di Desa Tumpaan Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan Pada Senin (08/11/2021).

Sidak tersebut dilakukan guna menindak lanjuti keluhan warga terhadap pembuangan limbah pabrik yang begitu sangat meresahkan warga karena langsung mengarah ke laut sehingga ada indikasi lakukan pencemaran dan mengancam kehidupan biota laut pesisir pantai Tumpaan namun sebelumnya pada Rabu, 03/11 Dinas DLH Minsel juga sudah melakukan pemantauan.

Jemmy Tumiwa warga Tumpaan mengungkapkan kepada Media ini mengenai rasa kesalnya karena semenjak adanya pabrik pengolahan Santan Kelapa ini beroperasi, hasil tangkapan ikan para nelayan menurun drastis akibat limbah yang mencemari pantai Tumpaan.

“Semenjak ada ini pabrik, Torang pe hasil tangkapan ikang so sangat menurun, baik itu mo mangael maupun mo ba pukat so susah mo dapa ikang lebe, karena tu laut so tercemar kong ikang so ba jauh bahkan sekarang banyak yang so parkir dia pe parao karena so ndak hasil,” Ungkap Jemmy Tumiwa yang juga mantan Camat Kecamatan Tumpaan dengan logat khasnya yang di iyakan oleh beberapa bapak yang juga berprofesi sebagai nelayan.

Hal senada juga disampaikan oleh Denny Tambuwun bahwa disaat pabrik lakukan pembuangan limbah, aroma tidak sedap yang menyengat menguasai seputaran pabrik sehingga kerapkali mereka harus mengungsi beristirahat ke rumah kerabat.

“Torang kurang ja mengungsi e karena dia pe bobow tu limbah pabrik, yang ndak dapa tahang,” ungkap Denny didampingi istri, yang rumahnya bersebelahan dengan pabrik.

Ir. Lucky B. Koilol selalu General Manager PT Sakura ketika di konfirmasi berbarengan dengan adanya Sidak dari DLH Minsel mengungkapkan permohonan maafnya kepada warga masyarakat sekitar bahwa apa yang diungkapkan warga itu benar adanya. Karena beberapa hari yang lalu, disaat pihak pengelola pabrik sementara melakukan berbagai perbaikan dan penyempurnaan pengelolaan limbah yang sesuai dengan standarisasi ketentuan undang-undang lingkungan hidup, terjadi hujan lebat sehingga limbah yang ditambah debit air hujan yang tinggi mengakibatkan terjadinya luberan dan mengalir dan menuju ke laut.

“Atas nama PT Sakura Mas Sinar Pratama menyampaikan permohonan maaf kepada warga masyarakat sekitar untuk hal yang tidak mengenakkan yang dialami karena yang terjadi adalah disebabkan faktor alam yang di luar kendali perusahan, namun kami akan berusaha secepat dan semaksimal mungkin menyelesaikan tempat pengolahan limbah agar peristiwa tersebut tidak akan terjadi lagi,” Ungkap GM Lucky yang di dampingi Haryadi sebagai Konsultan lingkungan hidup dan pelaksana teknik.

GM Lucky juga menambahkan bahwa limbah olahan pabrik sama sekali tidak mengandung sat kimia sehingga tidak membahayakan karena hanya bersumber dari santan kelapa murni yang juga dikerjakan oleh tenaga kerja yang mayoritas orang Tumpaan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Minahasa Selatan Roi Sumangkut saat di temui di ruang kerjanya menyampaikan bahwa pihaknya sudah melaksanakan fungsinya dalam hal pengawasan dan penindakan terhadap perusahan yang pengelolaan dan perinjinan belum mencapai standar termasuk PT SMSP Tumpaan.

“Tim kerja kami sudah melaksanakan tugas sesuai tupoksi yang sesuai dengan PP 22/2021 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup di hubungkan dengan standarisasi pendirian serta perijinan sebuah perusahan yang harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan ini pantauannya rutin sekaligus berlaku untuk semua perusahan di lingkup Kabupaten Minahasa Selatan” Pungkas Kadis Roi Sumangkut.

Pihak DLH dan Satpol PP Minsel yang di pimpin oleh Ferry Pangala, ST dalam pelaksanaan sidak tersebut menegaskan kepada pihak perusahan untuk mempercepat pembuatan tempat pengolahan limbah yang sesuai standard sehingga apa yang di keluhkan warga tidak akan terjadi lagi, selama perbaikan berlangsung dan sambil menunggu perijinan rampung, pihak perusaan belum di perkenankan mengadakan produksi dan pihak DLH berjanji untuk tetap intens lakukan pemantauan, juga berlaku terhadap perusahan-perusahan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan dan bagi yang tidak sesuai ketentuan akan di tindak tegas sesuai aturan yang sudah di tetapkan. (Jusak Poludu)