111 Orang ASN Ikuti Bimtek Anjab Dan ABK Dibuka Oleh Sekda

oleh -64 views
image_pdfimage_print

SANGIHE,GN – Sebanyak 111 orang ASN mengikuti kegiatan bimbingan teknis penyusunan analisis jabatan (Anjab) dan analisis beban kerja ASN di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Sangihe, yang dibuka oleh Sekretaris Daerah ( Sekda) Melanchton Harry Wolf,ST, M.SI ,bertempat di SKB Tahuna selasa (2/2/2021).

Kegiatan bimbtek berlangsung selama 3 hari yaitu,dari tanggal 2-4 februari 2021.Peserta dari setiap pegawai OPD,UPT dan Kelurahan membidangi kepegawaian yang berjumlah 111 orang . pelaksanaanya tetap mengikuti protokol kesehatan yaitu,memakai masker,mengukur suhu tubuh dan jaga jarak.Pelaksanaan bimtek setiap peserta dilakukan tiga sesi secara bergantian agar tidak ada kerumunan. Hari pertama diikuti oleh utusan dari masing-masing OPD berjumlah,
38,hari kedua utusan dari tiap
,dari kecamatan dan kelurahan berjumlah 37 orang dan hari ketiga utusan dari rumah Sakit Puskesmas,bagian Sekda UPTD dinas Dukcapil berjumlah
36 orang.

Baca juga: 

Sebelumya laporan kegiatan yang dibacakan kepala bagian organisasi Sekda yang melaporkan, analisis jabatan adalah proses pengumpulan ,pencatatan pengolahan dan penyusunan data menjadi informasi jabatan sedangkan analisis beban kerja merupakan teknik menejemen yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh informasi,mengenai tingkat efektifitas dan efesiensi kerja organisasi berdasarkan volume kerja.

Dilaporkan pula bahwa analisis jabatan dana analisis beban kerja wajib dilaksanakan oleh instansi pusat dan daerah sebagai prasyarat untuk menyusun peta jabatan,uraian jabatan serta jumlah kebutuhan aparatur sipil negara.Dikesempatan itu pun dilaporkan bahwa para narasumber pada kegiatan bimtek adalah dari kantor regional XI Badan Kepegawaian Negara Manado

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Melanchton Harry Wolf,ST, M.SI ketika menyampaikan sambutan mengatakan,bahwa
Yang diperlukan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik .dan aparatur yang profesional tidak akan dapat berperan maksimal apabila tidak ditempatkan pada yang tepat dan seseuai kapasitas yang dimiliki.

Baca juga:  Tamuntuan Saksikan Perlombaan Group Musik Bambu

” untuk itu diperlukan adanya kebijakan penataan dan penempatan aparatur yang sejalan dengan prinsip the right man,in the right plce,”ujar Sekda

Wolf menambahkan agar suatu jabatan dapat diisi dengan orang yang tepat.Sebagai langka awal diperlukan adanya proses analisis terhadap jabatan 2 yang di setiap satuan kerja perangkat daerah.sehingga didapatkan data jabatan yang selanjutnya akan diolah menjadi informasi jabatan.

Sekda menyimpulkan bahwa,proses analisis jabatan memiliki peran yang sangat penting dalam sistem penyelenggaraan Pemerintahan daerah.

” Saya minta kepada para peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian acara pembinaan analisis dan analisis beban kerja dengan sebaik mungkin,”harap Wolf.(ROBIN)

Turut hadir pada kesempatan itu Asisten tiga Dra.Olga Makasidamo,narasumber,staff ahli Bupati dan.sejumlah pimpinan OPD.(ROBIN)

No More Posts Available.

No more pages to load.